Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Uang Tak Punya, Yusriani Penderita Kista Ganas Butuh Dermawan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 5 Jul 2021
  • print Cetak

Yusrina (pakai kerudung handuk) menyeka air mata di teras rumahnya.

SIABU (Mandailing Online) – Uang tak ada, kehidupan sangat miskin, penyebab Yusriani Nasution tak mampu lagi ke rumah sakit mengoperasi kista ovarimun di rahimnya.

Itu yang dialami Yusriani Nasution (32), warga Desa Hutapuli, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina), Sumut.

Ibu rumah tangga yang memilili dua anak ini telah 5 tahun mengidap kista folikel di rahimnya, salah satu jenis kista ovarium yang sudah stadium ganas.

Suaminya, Harmei Lubis bekerja menyadap pohon karet di kebun orang lain. Penghasilannya cuma sekitar Rp 200.000 per pekan, hanya cukup untuk membiayai pangan keluarga.

Rumahnya pun sangat sederhana di pinggiran pemukiman, itupun kontrakan, Rp 450.000 per tahun.

Ditemui wartawan di kediamannya, Yusriana dan Harmei menceritakan kegetiran hidup.

Operasi pengangkatan kista itu sebenarnya sudah 4 kali dilakukan. Termasuk di rumah sakit di Medan dan Padang, Sumatera Barat. Tetapi, kista itu tak juga sembuh, bahkan kini sudah menjurus pada kanker ganas.

Berobat di Medan dan Padang itu juga merupakan perjuangan berat dan pedih.

Putri mereka yang berusia 17 tahun harus bekerja di rumah tangga orang lain, gajinya dikumpul untuk biaya ibu ke rumah sakit.

Sanak family juga pun ikut berperan. Saat adik Armei menjual sawah, sebagian uangnya dipergunakan membiayai Yusriana ke rumah sakit.

Bahkan saat operasi di Padang, Armei dan Yusriana selalu makan nasi sebungkus berdua akibat keterbatasan uang. Beberapa warga kota Padang yang ditemui Armei tersentuh hatinya dan turut serta menyumbangkan uang.

“Kini kami tak punya uang lagi, sedangkan istri saya harus dioperasi,” kata Armei yang saat itu didampingi mantan kepala desa Hutapuli, Hanafi Lubis.

Armei dan Yusriana sudah tak tahu lagi mencari biaya, padahal kista itu wajib diangkat.

Oleh karena itu, saat ini uluran tangan dari dermawan sangat diharapkan agar Yusrina bisa ke rumah sakit.

Mantan kepala desa Hutapuli, Hanafi Lubis menyatakan bahwa keluarga Armei berada dalam kondisi hidup miskin.

“Semoga ada dermawan yang dilapangkan Allah rezekinya bisa membantu keluarga Yusrina,” harap Hanafi.

Peliput: Syahren Hasibuan
Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PP Madina Minta Anuar Shah Tetap Ketua PP Sumut

    PP Madina Minta Anuar Shah Tetap Ketua PP Sumut

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Ketua Majelis Pengurus Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sahriwan Nasution alias Kocu meminta Anuar Shah alias Aweng tetap menjadi Ketua MPW PP Sumatera Utara Periode 2012-2017. “Alasan kita kenapa meminta Aweng tetap menjadi Ketua MPW PP Sumut antara lain, solidaritas organisasi kepemudaan yang saat ini semakin maju dan berkembang dan […]

  • PASKIBRA DI PAKANTAN

    PASKIBRA DI PAKANTAN

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Para pelajar di Kecamatan Pakantan, Kabupaten Mandailing Natal melakukan pengibaran bendera Merah Putih di lapangan Pakantan, Rabu (17/8/2016). Pakantan salah satu kecamatan di Mandailing Natal yang berbatasan dengan Sumatera Barat. foto             : Lokot Husda Lubis Editor foto : Dahlan Batubara

  • GP Ansor : Dinkes Jangan Paksa Rakyat Suntik Vaksin MR

    GP Ansor : Dinkes Jangan Paksa Rakyat Suntik Vaksin MR

    • calendar_month Jumat, 31 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masyarakat Mandailing Natal (Madina) resah dengan adanya penyuntikan Vaksin MR di sekolah-sekolah oleh Dinas Kesehatan melalui Bidan Desa. Menanggapi kondisi ini Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Madina, Ahmad Rijal Lubis, S.Pd.I, Jum’at (3/8/2018) meminta Pemerintah Kabupaten Madina melalui Dinas Kesehatan untuk tidak memaksakan penyuntikan Vaksin MR kepada masyarakat […]

  • Memaknai Pemangku Adat Dalam Kontekstualitas Mandailing (1)

    Memaknai Pemangku Adat Dalam Kontekstualitas Mandailing (1)

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution Budayawan/Sutradara   Rencana untuk menyelenggarakan Musyawarah Pelestarian Adat dan Budaya Mandailing ternyata disikapi secara berbeda. Berbagai diskursus berkembang menyangkut otoritas penyelenggara. Tapi lebih parah lagi, adanya sikap sebagian pihak pemangku adat yang mengklaim diri sebagai pemilik legalitas segala yang berbau adat dan budaya Mandailing Natal. Berbagai persoalan itu idealnya dipatronkan kepada […]

  • BKKBN Sumut Jangan Bikin Resah di Madina

    BKKBN Sumut Jangan Bikin Resah di Madina

    • calendar_month Kamis, 10 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak BKKBN Sumut diminta memeriksa kembali data mereka tentang angka stunting di Mandailing Natal (Madina). Hal itu sangat penting agar data BKKBN tidak menimbulkan keresahan di Madina. Pasalnya angka 47,7 persen yang dirilis BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) Sumut jauh panggang dari api. Sebab, justru data ril di Madina […]

  • Godaan suap masih menghantui hakim

    Godaan suap masih menghantui hakim

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Ternyata masih banyak godaan hakim ketika menjalankan tugasnya, seperti dugaan penyuapan untuk mempengaruhi putusan yang akan dilakukan penegak hukum itu sendiri. Hal itu diungkapkan analis hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Runtung Sitepu, tadi sore. Menurutnya. Terkadang upaya penyuapan yang dilakukan oknum pejabat, maupun pencari keadilan, serta yang berkepentingan dengan perkara itu, menghadapi kegagalan. […]

expand_less