Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Uang Tak Punya, Yusriani Penderita Kista Ganas Butuh Dermawan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 5 Jul 2021
  • print Cetak

Yusrina (pakai kerudung handuk) menyeka air mata di teras rumahnya.

SIABU (Mandailing Online) – Uang tak ada, kehidupan sangat miskin, penyebab Yusriani Nasution tak mampu lagi ke rumah sakit mengoperasi kista ovarimun di rahimnya.

Itu yang dialami Yusriani Nasution (32), warga Desa Hutapuli, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina), Sumut.

Ibu rumah tangga yang memilili dua anak ini telah 5 tahun mengidap kista folikel di rahimnya, salah satu jenis kista ovarium yang sudah stadium ganas.

Suaminya, Harmei Lubis bekerja menyadap pohon karet di kebun orang lain. Penghasilannya cuma sekitar Rp 200.000 per pekan, hanya cukup untuk membiayai pangan keluarga.

Rumahnya pun sangat sederhana di pinggiran pemukiman, itupun kontrakan, Rp 450.000 per tahun.

Ditemui wartawan di kediamannya, Yusriana dan Harmei menceritakan kegetiran hidup.

Operasi pengangkatan kista itu sebenarnya sudah 4 kali dilakukan. Termasuk di rumah sakit di Medan dan Padang, Sumatera Barat. Tetapi, kista itu tak juga sembuh, bahkan kini sudah menjurus pada kanker ganas.

Berobat di Medan dan Padang itu juga merupakan perjuangan berat dan pedih.

Putri mereka yang berusia 17 tahun harus bekerja di rumah tangga orang lain, gajinya dikumpul untuk biaya ibu ke rumah sakit.

Sanak family juga pun ikut berperan. Saat adik Armei menjual sawah, sebagian uangnya dipergunakan membiayai Yusriana ke rumah sakit.

Bahkan saat operasi di Padang, Armei dan Yusriana selalu makan nasi sebungkus berdua akibat keterbatasan uang. Beberapa warga kota Padang yang ditemui Armei tersentuh hatinya dan turut serta menyumbangkan uang.

“Kini kami tak punya uang lagi, sedangkan istri saya harus dioperasi,” kata Armei yang saat itu didampingi mantan kepala desa Hutapuli, Hanafi Lubis.

Armei dan Yusriana sudah tak tahu lagi mencari biaya, padahal kista itu wajib diangkat.

Oleh karena itu, saat ini uluran tangan dari dermawan sangat diharapkan agar Yusrina bisa ke rumah sakit.

Mantan kepala desa Hutapuli, Hanafi Lubis menyatakan bahwa keluarga Armei berada dalam kondisi hidup miskin.

“Semoga ada dermawan yang dilapangkan Allah rezekinya bisa membantu keluarga Yusrina,” harap Hanafi.

Peliput: Syahren Hasibuan
Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tambang Martabe Bantu 13 Poktan di Tapsel

    Tambang Martabe Bantu 13 Poktan di Tapsel

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Medan, – PT Agincourt Resources – Tambang Emas Martabe memberikan bantuan pupuk 24,5 ton, bibit padi 7,5 ton dan alat penyemprot 24 unit kepada 13 kelompok tani (Poktan) di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Jumat (2/8). Bantuan berupa pupuk, masing-masing kelompok menerima rata-rata 1,5 ton – 2 ton, bibit padi rata-rata 500 kg dan […]

  • Kejar Target Presiden, Atika Cek Gedung RSU Panyabungan Panatapan

    Kejar Target Presiden, Atika Cek Gedung RSU Panyabungan Panatapan

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution memantau kesiapan gedung baru RSUD Panyabungan di Panatapan, Panyabungan, Jumat (16/5/2025). Atika sering memantau perkembangan bakal rumah sakit itu dalam beberapa pekan terakhir. “Pak Presiden punya beberapa program prioritas di sektor kesehatan, salah satunya peningkatan kelas RSUD dengan dukungan sarana prasarana,” […]

  • dr. Rajamin Sebut Banyak Pekerja Fiktif di RSU Husni Thamrin Natal, Terima Gaji Tak Masuk Kerja

    dr. Rajamin Sebut Banyak Pekerja Fiktif di RSU Husni Thamrin Natal, Terima Gaji Tak Masuk Kerja

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online: Terkait statmen Direktur RSU Husni Thamrin di Kecamatan Natal, Mandailing Natal ( Madina) dr. Muhammad Rajamin Nasution yang mengatakan ada proyek fiktif di RSU Husni Thanrin. Sabtu Sore 13/7 pada Mandailing Online ia menjelaskan, tujuan pernyataan proyek fiktif itu sebenarnya bukan proyek fisik atau belanja rutin. “Maksud saya prokyek fiktif itu […]

  • Lapas Panyabungan Jadi Langganan Sidak Dadakan

    Lapas Panyabungan Jadi Langganan Sidak Dadakan

    • calendar_month Jumat, 4 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) nampaknya jadi langganan sidak dadakan pasca kaburnya narapidana dari Lapas tersebut. Tadi malam Kamis 3/8/2023 Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara (Sumut) melakukan inspeksi mendadak (Sidak). Pemeriksaan diawali dari pemeriksaan keseluruh kamar hunian dan para ( Warga Binaan Pemasyarakatan ) WBP. Dan […]

  • Mantan Kadis Keuangan Waskito Daulay Diduga Terlibat

    Mantan Kadis Keuangan Waskito Daulay Diduga Terlibat

    • calendar_month Kamis, 25 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Pengadaan lahan untuk pembangunan stadion milik Pemkab Mandailing Natal (Madina) seluas sekitar 5 hektar di Desa Gunung Tua, Kecamatan Panyabungan, diduga melibatkan mantan Kadis Keuangan Madina Waskito AP Daulay. Informasi yang diperoleh, Rabu (24/08/2011), sekitar Tahun 2003 Pemkab Madina berkeinginan membangun sebuah stadion untuk fasilitas olahraga. Bupati Madina ketika itu Amru Helmy Daulay lantas […]

  • Tempat Maksiat Menjamur, Santri Musthofawiyah Unjuk Rasa ke Kantor Bupati Madina

    Tempat Maksiat Menjamur, Santri Musthofawiyah Unjuk Rasa ke Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar seribu santri Pesantren Musthofaiyah Purba Baru melakukan unjuk rasa ke kantor Bupati Mandailing Natal (Madina), Senin (30/3) menuntut bupati agar menutup seluruh kafe esek-esek. Mereka berjalan kaki dari pondok pesantren Musthafawiyah menuju kantor bupati berjarak sekira 3 kilo meter. Dalam orasinya, pengunjuk rasa meminta Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution […]

expand_less