Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Oknum Polisi Itu Anggap Suara Imam Tarawih Ribut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 22 Jul 2013
  • print Cetak

SIDIMPUAN, – Astaga! Bripka Sawal Harahap (33), oknum polisi yang memukuli imam salat tarawih M Nabis Batubara (65), diduga melakukan aksinya karena menganggap suara sang imam terlalu ribut dan ia tidak suka.

Hal ini disampaikan Sawal yang tercatat sebagai warga Kampung Darek, Gang Dame Kelurahan Wek VI, Kecamatan Psp Selatan, saat ditanya warga mengapa menganiaya korban M Nabis Batubara (65).

Menurut Sofyan Saleh Nasution (50), saksi mata saat kejadian, ia mengetahui jelas bagaimana peristiwa itu terjadi.

Kata Sofyan, alasan pelaku sampai tega menganiaya korban gara-gara suara M Nabis yang pada saat itu menjadi imam dianggap pelaku membuat keributan.

“Kenapa ribut-ribut? Inikan bukan bulan puasa,” terang Sofyan menirukan ucapan pelaku saat itu.

Ketika kejadian, Sofyan berada tepat di belakang korban. Ia sempat menyaksikan bagaimana pelaku datang dan menghampiri korban.

Selanjutnya, tanpa basa-basi memukuli M Nabis. Korban sampai tersungkur, dan tidak melakukan perlawanan. Akibat perbuatan pelaku, korban mengalami luka di dekat telinga bagian kanan, bagian bawah mata sebelah kanan sampai mendapat tiga jahitan, dan gigi bagian depan rompal.

“Ngeri kalilah kulihat, kayak orang kesetanan dia mukuli bapak itu (M Nabis), sampai berdarah-darah muka dan mulutnya. Untunglah segera kami amankan pelaku dan korban langsung kami bawa ke Polres Kota untuk buat laporan, baru kami bawa ke rumah sakit umum,” ujarnya.

Setelah korban melapor dan didampingi warga lainnya, tidak berapa lama, beberapa petugas Polres langsung datang ke tempat kejadian guna menjemput pelaku. Bripka Sawal Harahap, pelaku pemukulan, yang saat itu sedang berada di dalam rumahnya berusaha untuk dibawa petugas dengan menggunakan mobil patroli.

Sementara itu, Kepala Lingkungan I Kelurahan Wek VI Sahbudin Ritonga, kepada METRO, Minggu (21/7) menjelaskan, dahulu pelaku memang diketahui warga sekitar suka mengonsumsi narkoba jenis ganja. Dan, sudah lebih dari satu tahun korban terlihat seperti orang yang mengalami gangguan jiwa. Dan kejadian pada Kamis (18/7) malam kemarin tersebut, adalah puncak kekesalan warga kepada pelaku.

“Setahu saya dulu ia memang sering make-make ganja. Dan itu sudah lama sekali, kalau untuk penyakitnya sudah ada sekitar satu tahun lebih.

Dan kami juga tahu bukan bapak ini saja korban dia. Tapi inilah puncak kekesalan kami sebagai warga, apalagi kejadian ini terjadi saat kami sedang melaksanakan ibadah. Bayangkanlah, apa tidak biadab perbuatannya itu,” jelasnya.

Pelaku & Dua Polisi Sempat Dimassa
Ternyata, sebelum diamankan ke kantor polisi, warga sudah memadati sekitar rumah korban. Warga mengaku kesal dengan ulah pelaku. Selama ini, pelaku sering membuat onar. Akhirnya kekesalan warga memuncak ketika pelaku memukuli imam salat tarawih.

Kekesalan warga dilampiaskan saat pelaku hendak dibawa menuju mobil patroli. Warga sempat memukuli korban dan dua polisi yang mengamankan pelaku. Namun, ada sebagian warga yang melerai. Selanjutnya, petugas bersama pelaku meninggalkan kerumunan menuju Polres Kota Psp.

“Ya bagaimanalah, saat itu warga sudah geram sekali melihat perbuatan pelaku. Kondisinya waktu itu sudah tidak kondusif, apalagi petugas yang datang hanya dua orang, terus seolah-olah membela pelaku. Jelaslah warga jadi marah, dan sempat memukuli pelaku dan petugas itu,” kata Parhimpunan Hutabarat, tokoh masyarakat setempat.

Menurut Parhimpunan, jika Polres tidak menindaklanjuti permasalahan ini dengan serius, maka ia bersama warga akan datang ke polres berunjuk rasa. “Jangan mentang-mentang petugas terus seenaknya saja kepada masyarakat.

Kalau dia memang benar-benar tidak waras, kenapa masih diaktifkan? Inikan sama saja dengan pembiaran. Kami bertindak seperti ini, karena kami merasa takut dan terancam atas perbuatan pelaku yang kami anggap sudah di luar batas kewajaran. Kalau dibiarkan, bisa saja terjadi lagi pada korban-korban lainnya,” tukas Parhimpunan.

Menurut Kapolres Kota Psp AKBP Budi Hariyanto, untuk sementara ini pelaku sudah dititipkan di Lapas Salambue. Dan, untuk memastikan pelaku waras atau tidak, ia belum berani memberikan komentar. Pasalnya, pelaku yang diketahui bernama Bripka Sawal Harahap masih aktif dan tercatat sebagai Personil Polres Tapsel.

“Ya saya tidak bisa kasih komentar pelaku ada gangguan jiwa atau tidak. Pastinya dia masih tercatat sebagai personil Polres Tapsel. Dan sudah kita tahan dan titipkan sementara di Lapas Salambue. Dan seterusnya akan segera kita proses lebih lanjut lagi,” terang perwira berpangkat melati dua tersebut.

Ditahan Terpisah
Sementara itu, Kepala Lembaga Permasyarakatan Salambue, Marahatoguan, mengatakan, pelaku penganiayaan yang diketahuinya sebagai oknum polisi dititipkan di ruangan tahan mereka untuk sementara.

Namun, ia merasa heran mengapa dititipkan di lapas yang dipimpinnya. Sebab, oknum tersebut diketahui ada mengalami gangguan jiwa. “Memang ada dan sudah kita tempatkan di satu ruangan dan tidak digabung dengan tahanan lain.

Tapi saya merasa kasihan juga, sebab setahu saya pelaku tersebut mengalami gangguan kejiwaan. Saya rasa tidak pantas untuk ditahan di sini. Tapi karena permintaan dari pihak kepolisian, terpaksalah kami terima,” tukasnya. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerindra Madina Usung Harun Mustafa Nasution Jadi Bacalon Bupati

    Gerindra Madina Usung Harun Mustafa Nasution Jadi Bacalon Bupati

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

            MADINA – Mandailing Online : Ketua Partai Gerindra Mandailing Natal ( Madina) Erwin Efendi Lubis Selasa 6/8 sambangi markas Forum Wartawan Kota ( Firwakot) ditaman kota panyabungan. Beliau datang sendiri dengan niat silaturahmi dengan wartawan untuk bersilaturahmi. ” Pertemuan ini tidak ada desain ya, kalau teman teman tanya sikap Gerindra di […]

  • Sedikitnya 700 Warga Siabu Nonton Bersama Film G 30 S PKI

    Sedikitnya 700 Warga Siabu Nonton Bersama Film G 30 S PKI

    • calendar_month Sabtu, 23 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        SIABU (Mandailing Online) – Sedikitnya 700 warga Kecamatan Siabu, Mandailing Natal nonton bersama film G 30 S PKI di halaman kantor Koramil 12/Siabu, Jum’at malam (22/9/2017). Acara nonton bersama sejak pukul 21.00 WIB itu bukan saja memadati halaman kantor Koramil, tetapi meluber hingga ke pinggiran jalan raya menyebabkan kenderaan yang melintas harus melambat. […]

  • Polsek Panyabungan Tangkap Pencuri Kotak Amal Masjid

    Polsek Panyabungan Tangkap Pencuri Kotak Amal Masjid

    • calendar_month Jumat, 16 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online)- Dua orang pelaku sindikat pencurian kotak amal Masjid berhasil diamankan anggota tekap Polsek Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Kamis (15/6/2023) sekitar pukul 22.30 WIB malam. Keduanya diketahui berprofesi sebagai supir angkutan umum (Angkot) berinisial AJ (30) dan AR (22) warga Desa Gunung Tua Kecamatan Panyabungan Kabupaten Madina. Dari tangan keduanya, polisi berhasil mengamankan […]

  • Tambang Rakyat Sumber Potensial PAD Madina

    Tambang Rakyat Sumber Potensial PAD Madina

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pertambangan emas secara tradisional oleh masyarakat di Kecamatan Hutabargot dan Kecamatan Naga Juang Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bisa dijadikan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Itu dikatakan Ketua Dewan Riset Daerah Madina, Syahrir Nasution SE, MM, Rabu (23/7/2014). Dikatakannya, tambang rakyat harus ditangani secara komprehensif, artinya tambang rakyat harus dilegalkan melalui […]

  • Mandailing Indonesia Setuju Iktiraf Tortor Mandailing dan Gordang Sambilan

    Mandailing Indonesia Setuju Iktiraf Tortor Mandailing dan Gordang Sambilan

    • calendar_month Rabu, 11 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Etnis Mandailing di tanah leluhur, Sumatera Utara, Indonesia menyetujui perjuangan etnis Mandailing di Malaysia dalam pengajuan iktiraf Tortor Mandailing dan Gordang Sambilan sebagai warisan kesenian Etnis Mandailing untuk disetarakan dengan kesenian etnis lain di Malaysia. Persetujuan itu muncul dalam pertemuan antara pengurus Persatuan Halak Mandailing Malaysia (PHMM) dengan beberapa unsur, di Sopo […]

  • Alame Mandailing Rozi Nasution: Mengangkat Cita Rasa Tradisional ke Pasar Nasional

    Alame Mandailing Rozi Nasution: Mengangkat Cita Rasa Tradisional ke Pasar Nasional

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Armi Fadhilah Lubis Mahasiswa Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Andalas   Di tengah berkembangnya industri kuliner modern, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis tradisional tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Salah satunya adalah usaha “Alame Mandailing Rozi Nasution” yang berlokasi di Kotasiantar, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, yang berdiri sejak tahun […]

expand_less