Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Oknum Polisi Itu Anggap Suara Imam Tarawih Ribut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 22 Jul 2013
  • print Cetak

SIDIMPUAN, – Astaga! Bripka Sawal Harahap (33), oknum polisi yang memukuli imam salat tarawih M Nabis Batubara (65), diduga melakukan aksinya karena menganggap suara sang imam terlalu ribut dan ia tidak suka.

Hal ini disampaikan Sawal yang tercatat sebagai warga Kampung Darek, Gang Dame Kelurahan Wek VI, Kecamatan Psp Selatan, saat ditanya warga mengapa menganiaya korban M Nabis Batubara (65).

Menurut Sofyan Saleh Nasution (50), saksi mata saat kejadian, ia mengetahui jelas bagaimana peristiwa itu terjadi.

Kata Sofyan, alasan pelaku sampai tega menganiaya korban gara-gara suara M Nabis yang pada saat itu menjadi imam dianggap pelaku membuat keributan.

“Kenapa ribut-ribut? Inikan bukan bulan puasa,” terang Sofyan menirukan ucapan pelaku saat itu.

Ketika kejadian, Sofyan berada tepat di belakang korban. Ia sempat menyaksikan bagaimana pelaku datang dan menghampiri korban.

Selanjutnya, tanpa basa-basi memukuli M Nabis. Korban sampai tersungkur, dan tidak melakukan perlawanan. Akibat perbuatan pelaku, korban mengalami luka di dekat telinga bagian kanan, bagian bawah mata sebelah kanan sampai mendapat tiga jahitan, dan gigi bagian depan rompal.

“Ngeri kalilah kulihat, kayak orang kesetanan dia mukuli bapak itu (M Nabis), sampai berdarah-darah muka dan mulutnya. Untunglah segera kami amankan pelaku dan korban langsung kami bawa ke Polres Kota untuk buat laporan, baru kami bawa ke rumah sakit umum,” ujarnya.

Setelah korban melapor dan didampingi warga lainnya, tidak berapa lama, beberapa petugas Polres langsung datang ke tempat kejadian guna menjemput pelaku. Bripka Sawal Harahap, pelaku pemukulan, yang saat itu sedang berada di dalam rumahnya berusaha untuk dibawa petugas dengan menggunakan mobil patroli.

Sementara itu, Kepala Lingkungan I Kelurahan Wek VI Sahbudin Ritonga, kepada METRO, Minggu (21/7) menjelaskan, dahulu pelaku memang diketahui warga sekitar suka mengonsumsi narkoba jenis ganja. Dan, sudah lebih dari satu tahun korban terlihat seperti orang yang mengalami gangguan jiwa. Dan kejadian pada Kamis (18/7) malam kemarin tersebut, adalah puncak kekesalan warga kepada pelaku.

“Setahu saya dulu ia memang sering make-make ganja. Dan itu sudah lama sekali, kalau untuk penyakitnya sudah ada sekitar satu tahun lebih.

Dan kami juga tahu bukan bapak ini saja korban dia. Tapi inilah puncak kekesalan kami sebagai warga, apalagi kejadian ini terjadi saat kami sedang melaksanakan ibadah. Bayangkanlah, apa tidak biadab perbuatannya itu,” jelasnya.

Pelaku & Dua Polisi Sempat Dimassa
Ternyata, sebelum diamankan ke kantor polisi, warga sudah memadati sekitar rumah korban. Warga mengaku kesal dengan ulah pelaku. Selama ini, pelaku sering membuat onar. Akhirnya kekesalan warga memuncak ketika pelaku memukuli imam salat tarawih.

Kekesalan warga dilampiaskan saat pelaku hendak dibawa menuju mobil patroli. Warga sempat memukuli korban dan dua polisi yang mengamankan pelaku. Namun, ada sebagian warga yang melerai. Selanjutnya, petugas bersama pelaku meninggalkan kerumunan menuju Polres Kota Psp.

“Ya bagaimanalah, saat itu warga sudah geram sekali melihat perbuatan pelaku. Kondisinya waktu itu sudah tidak kondusif, apalagi petugas yang datang hanya dua orang, terus seolah-olah membela pelaku. Jelaslah warga jadi marah, dan sempat memukuli pelaku dan petugas itu,” kata Parhimpunan Hutabarat, tokoh masyarakat setempat.

Menurut Parhimpunan, jika Polres tidak menindaklanjuti permasalahan ini dengan serius, maka ia bersama warga akan datang ke polres berunjuk rasa. “Jangan mentang-mentang petugas terus seenaknya saja kepada masyarakat.

Kalau dia memang benar-benar tidak waras, kenapa masih diaktifkan? Inikan sama saja dengan pembiaran. Kami bertindak seperti ini, karena kami merasa takut dan terancam atas perbuatan pelaku yang kami anggap sudah di luar batas kewajaran. Kalau dibiarkan, bisa saja terjadi lagi pada korban-korban lainnya,” tukas Parhimpunan.

Menurut Kapolres Kota Psp AKBP Budi Hariyanto, untuk sementara ini pelaku sudah dititipkan di Lapas Salambue. Dan, untuk memastikan pelaku waras atau tidak, ia belum berani memberikan komentar. Pasalnya, pelaku yang diketahui bernama Bripka Sawal Harahap masih aktif dan tercatat sebagai Personil Polres Tapsel.

“Ya saya tidak bisa kasih komentar pelaku ada gangguan jiwa atau tidak. Pastinya dia masih tercatat sebagai personil Polres Tapsel. Dan sudah kita tahan dan titipkan sementara di Lapas Salambue. Dan seterusnya akan segera kita proses lebih lanjut lagi,” terang perwira berpangkat melati dua tersebut.

Ditahan Terpisah
Sementara itu, Kepala Lembaga Permasyarakatan Salambue, Marahatoguan, mengatakan, pelaku penganiayaan yang diketahuinya sebagai oknum polisi dititipkan di ruangan tahan mereka untuk sementara.

Namun, ia merasa heran mengapa dititipkan di lapas yang dipimpinnya. Sebab, oknum tersebut diketahui ada mengalami gangguan jiwa. “Memang ada dan sudah kita tempatkan di satu ruangan dan tidak digabung dengan tahanan lain.

Tapi saya merasa kasihan juga, sebab setahu saya pelaku tersebut mengalami gangguan kejiwaan. Saya rasa tidak pantas untuk ditahan di sini. Tapi karena permintaan dari pihak kepolisian, terpaksalah kami terima,” tukasnya. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polling Pilkada madina 2024

    Polling Pilkada madina 2024

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Loading…

  • GP Ansor : Dinkes Jangan Paksa Rakyat Suntik Vaksin MR

    GP Ansor : Dinkes Jangan Paksa Rakyat Suntik Vaksin MR

    • calendar_month Jumat, 31 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masyarakat Mandailing Natal (Madina) resah dengan adanya penyuntikan Vaksin MR di sekolah-sekolah oleh Dinas Kesehatan melalui Bidan Desa. Menanggapi kondisi ini Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Madina, Ahmad Rijal Lubis, S.Pd.I, Jum’at (3/8/2018) meminta Pemerintah Kabupaten Madina melalui Dinas Kesehatan untuk tidak memaksakan penyuntikan Vaksin MR kepada masyarakat […]

  • Pj Bupati Madina Diminta Tak Berpihak

    Pj Bupati Madina Diminta Tak Berpihak

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengurus Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid (BKPRMI) Provinsi Sumatera Utara meminta Pejabat (Pj) Bupati Mandailing Natal (Madina), Ir H Aspan Sopian Batubara MM agar independen atau tidak memihak salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati di Pemilukada ulang nantinya. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua BKPRMI Sumut, Sofhan Ahmadi Nasution saat dihubungi METRO melalui […]

  • Harun Mustafa Nasution di Do’a kan Mudir Ma’had Darul Ulum Muaramais Jadi Bupati Madina

    Harun Mustafa Nasution di Do’a kan Mudir Ma’had Darul Ulum Muaramais Jadi Bupati Madina

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Muaramais ( Mandailing Online) : Calon Bupati Mandailing Natal ( Madina) Harun Mustafa Nasution beserta mudir pondok pesantren mustafawiyah purba baru H. Mustafa Bakri Nasution kunjungi Mudir Ma’had Darul Ulum Muaramais Syeh H. Mawardi Lubis yang sedang terbaring sakit. Rabu 16/10/2024. Dalam kunjungan itu, Harun Mustafa Nasution pun di Do’a kan agar dimudahkan mendapatkan keinginan […]

  • Dua Rumah di Kelurahan Wek V Ludes Terbakar

    Dua Rumah di Kelurahan Wek V Ludes Terbakar

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Kebakaran hebat melanda dua unit rumah semi permanen yang dihuni empat kepala keluarga di Lingkungan VII, Kelurahan Wek V, Padangsidimpuan Selatan,  Kamis (16/4) sore kemarin. Api diketahui berasal dari kamar salahseorang penghuni rumah, Ruski (35) yang menderita tunagrahita (keterbelakangan mental). “Api berasal dari kamar Ruski. Dia sudah lari gak tau kemana. Dia ada […]

  • Cegah Pemadaman, PLN Tambah 200 Megawatt di Sumatera

    Cegah Pemadaman, PLN Tambah 200 Megawatt di Sumatera

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online)- PT PLN (Persero) berencana menambah pasokan listrik sebesar 200 megawatt untuk Pulau Sumatera. Hal itu untuk mencegah terjadinya pemadaman listrik di beberapa di pulau tersebut. “PLN akan membangun pembangkit kapasitas 200 megawatt untuk menutupi kekurangan listrik di Sumatera,” ujar Nur Pamudji, Direktur Utama PLN, Senin (28/10/2013). Nur menegaskan, pada November listrik di […]

expand_less