Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Oknum Polisi Itu Anggap Suara Imam Tarawih Ribut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 22 Jul 2013
  • print Cetak

SIDIMPUAN, – Astaga! Bripka Sawal Harahap (33), oknum polisi yang memukuli imam salat tarawih M Nabis Batubara (65), diduga melakukan aksinya karena menganggap suara sang imam terlalu ribut dan ia tidak suka.

Hal ini disampaikan Sawal yang tercatat sebagai warga Kampung Darek, Gang Dame Kelurahan Wek VI, Kecamatan Psp Selatan, saat ditanya warga mengapa menganiaya korban M Nabis Batubara (65).

Menurut Sofyan Saleh Nasution (50), saksi mata saat kejadian, ia mengetahui jelas bagaimana peristiwa itu terjadi.

Kata Sofyan, alasan pelaku sampai tega menganiaya korban gara-gara suara M Nabis yang pada saat itu menjadi imam dianggap pelaku membuat keributan.

“Kenapa ribut-ribut? Inikan bukan bulan puasa,” terang Sofyan menirukan ucapan pelaku saat itu.

Ketika kejadian, Sofyan berada tepat di belakang korban. Ia sempat menyaksikan bagaimana pelaku datang dan menghampiri korban.

Selanjutnya, tanpa basa-basi memukuli M Nabis. Korban sampai tersungkur, dan tidak melakukan perlawanan. Akibat perbuatan pelaku, korban mengalami luka di dekat telinga bagian kanan, bagian bawah mata sebelah kanan sampai mendapat tiga jahitan, dan gigi bagian depan rompal.

“Ngeri kalilah kulihat, kayak orang kesetanan dia mukuli bapak itu (M Nabis), sampai berdarah-darah muka dan mulutnya. Untunglah segera kami amankan pelaku dan korban langsung kami bawa ke Polres Kota untuk buat laporan, baru kami bawa ke rumah sakit umum,” ujarnya.

Setelah korban melapor dan didampingi warga lainnya, tidak berapa lama, beberapa petugas Polres langsung datang ke tempat kejadian guna menjemput pelaku. Bripka Sawal Harahap, pelaku pemukulan, yang saat itu sedang berada di dalam rumahnya berusaha untuk dibawa petugas dengan menggunakan mobil patroli.

Sementara itu, Kepala Lingkungan I Kelurahan Wek VI Sahbudin Ritonga, kepada METRO, Minggu (21/7) menjelaskan, dahulu pelaku memang diketahui warga sekitar suka mengonsumsi narkoba jenis ganja. Dan, sudah lebih dari satu tahun korban terlihat seperti orang yang mengalami gangguan jiwa. Dan kejadian pada Kamis (18/7) malam kemarin tersebut, adalah puncak kekesalan warga kepada pelaku.

“Setahu saya dulu ia memang sering make-make ganja. Dan itu sudah lama sekali, kalau untuk penyakitnya sudah ada sekitar satu tahun lebih.

Dan kami juga tahu bukan bapak ini saja korban dia. Tapi inilah puncak kekesalan kami sebagai warga, apalagi kejadian ini terjadi saat kami sedang melaksanakan ibadah. Bayangkanlah, apa tidak biadab perbuatannya itu,” jelasnya.

Pelaku & Dua Polisi Sempat Dimassa
Ternyata, sebelum diamankan ke kantor polisi, warga sudah memadati sekitar rumah korban. Warga mengaku kesal dengan ulah pelaku. Selama ini, pelaku sering membuat onar. Akhirnya kekesalan warga memuncak ketika pelaku memukuli imam salat tarawih.

Kekesalan warga dilampiaskan saat pelaku hendak dibawa menuju mobil patroli. Warga sempat memukuli korban dan dua polisi yang mengamankan pelaku. Namun, ada sebagian warga yang melerai. Selanjutnya, petugas bersama pelaku meninggalkan kerumunan menuju Polres Kota Psp.

“Ya bagaimanalah, saat itu warga sudah geram sekali melihat perbuatan pelaku. Kondisinya waktu itu sudah tidak kondusif, apalagi petugas yang datang hanya dua orang, terus seolah-olah membela pelaku. Jelaslah warga jadi marah, dan sempat memukuli pelaku dan petugas itu,” kata Parhimpunan Hutabarat, tokoh masyarakat setempat.

Menurut Parhimpunan, jika Polres tidak menindaklanjuti permasalahan ini dengan serius, maka ia bersama warga akan datang ke polres berunjuk rasa. “Jangan mentang-mentang petugas terus seenaknya saja kepada masyarakat.

Kalau dia memang benar-benar tidak waras, kenapa masih diaktifkan? Inikan sama saja dengan pembiaran. Kami bertindak seperti ini, karena kami merasa takut dan terancam atas perbuatan pelaku yang kami anggap sudah di luar batas kewajaran. Kalau dibiarkan, bisa saja terjadi lagi pada korban-korban lainnya,” tukas Parhimpunan.

Menurut Kapolres Kota Psp AKBP Budi Hariyanto, untuk sementara ini pelaku sudah dititipkan di Lapas Salambue. Dan, untuk memastikan pelaku waras atau tidak, ia belum berani memberikan komentar. Pasalnya, pelaku yang diketahui bernama Bripka Sawal Harahap masih aktif dan tercatat sebagai Personil Polres Tapsel.

“Ya saya tidak bisa kasih komentar pelaku ada gangguan jiwa atau tidak. Pastinya dia masih tercatat sebagai personil Polres Tapsel. Dan sudah kita tahan dan titipkan sementara di Lapas Salambue. Dan seterusnya akan segera kita proses lebih lanjut lagi,” terang perwira berpangkat melati dua tersebut.

Ditahan Terpisah
Sementara itu, Kepala Lembaga Permasyarakatan Salambue, Marahatoguan, mengatakan, pelaku penganiayaan yang diketahuinya sebagai oknum polisi dititipkan di ruangan tahan mereka untuk sementara.

Namun, ia merasa heran mengapa dititipkan di lapas yang dipimpinnya. Sebab, oknum tersebut diketahui ada mengalami gangguan jiwa. “Memang ada dan sudah kita tempatkan di satu ruangan dan tidak digabung dengan tahanan lain.

Tapi saya merasa kasihan juga, sebab setahu saya pelaku tersebut mengalami gangguan kejiwaan. Saya rasa tidak pantas untuk ditahan di sini. Tapi karena permintaan dari pihak kepolisian, terpaksalah kami terima,” tukasnya. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumut Sepakat Suarakan Lantang Rebut Saham Jepang di Inalum

    Sumut Sepakat Suarakan Lantang Rebut Saham Jepang di Inalum

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    MEDAN, – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan 10 kabupaten/kota se kawasan Danau Toba dan Asahan sepakat untuk bersama memperjuangkan 58,88 persen saham Jepang di PT Inalum. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan yang dilaksanakan di Hotel JW Mariott Medan, Sabtu (12/10/2013). “Pemprov Sumut dan Pemerintah kabupaten/kota sepakat berjuang menyuarakan hal yang sama,” ujar Gubernur Sumut Gatot […]

  • Voltase Rendah, Pemkab Ganti Seluruh Bola Lampu Jalan

    Voltase Rendah, Pemkab Ganti Seluruh Bola Lampu Jalan

    • calendar_month Jumat, 7 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) harus mengganti bola lampu jalan di seluruh wilayah Mandailing Natal untuk menyesuaikan kondisi voltase PLN yang selalu rendah. Selama ini bola listrik yang dipakai berkapasitas 250 Wat (Merkury) diganti ke SL dengan 62 Wat. SL ini akan lebih irit menyerap arus sehingga akan menekan biaya rekening listrik. Dengan […]

  • Jelang Arus Mudik, Pengerjaan Jalinsum Sebagian Selesai

    Jelang Arus Mudik, Pengerjaan Jalinsum Sebagian Selesai

    • calendar_month Selasa, 30 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mangantisipasi peningkatan arus mudik tahun ini, sejumlah perbaikan titik jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) di wilayah Tapanuli Selatan (Tapsel), Sidempuan dan Mandailing Natal (Madina) sudah selesai pengaspalannya. Titik yang digasak mulai dari titik Tugu Siborang, Kota Padangsidimpuan hingga Ranjo Batu, Muara Sipongi di batas Sumatera Barat sepanjang 120 km. Di Desa Lumban […]

  • H. Ayyub Sulaiman Lubis, Perintis Kemerdekaan Asal Kotanopan

    H. Ayyub Sulaiman Lubis, Perintis Kemerdekaan Asal Kotanopan

    • calendar_month Senin, 21 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Askolani Nasution Tahun 1990, saya mewakili orang tua dalam Ramah Tamah dengan para keluarga Perintis Kemerdekaan asal Sumatera Utara di Medan, bertemu dengan H. Ayyub Sulaiman Lubis. Lelaki berperawakan kecil yang menjadi Ketua Persatuan Persatuan Perintis Kemerdekaan Sumatera Utara setelah H. Mahals meninggal. Tak banyak bicara. Bersama saya waktu itu ada Muhammad TWH, […]

  • Tak Takut Lagi ke Polisi, Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Tetap Beroperasi

    Tak Takut Lagi ke Polisi, Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Tetap Beroperasi

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    KOTA NOPAN – (Mandailing Online) – senin malam (05/05) redaksi Mandailing Online dapat kiriman photo aktivitas tambang emas ilegal di desa jambur tarutung, Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal ( Madina ). Aktifitas tambang emas menggunakan alat berat jenis excavator itu kembali meraung raung dikeheningan malam seolah dibiarkan aparat kepolisian dan kantir koramil setempat. Padahal jarak aktifitas […]

  • Perbaikan Drainase Pasar Lama Panyabungan Oleh PT Jakon Makan Korban

    Perbaikan Drainase Pasar Lama Panyabungan Oleh PT Jakon Makan Korban

    • calendar_month Selasa, 26 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Jatuh ke saluran drainase jalan lintas sumatera di pasar lama Panyabungan yang sedang diperbaiki PT Jaya Kontruksi ( Jakon ) seorang gadis ABG dilarikan ke Rumah Sakit Umum Panyabungan Selasa malam 26/9/2023. Aini Safitri ( 12th ) diketahui terjatuh ke lobang drainase saat melintasi trotoar, ia tidak sadar bahwa ada lobang […]

expand_less