Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Mantan Polisi Bacok Selingkuhan Istri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
  • print Cetak

KISARAN- Mantan polisi Mapolres Asahan, Ronggo Warsito (43) menggerebek istrinya, RS (40) sedang berhubungan intim dengan pria selingkuhannya ZE (42) di rumah kontrakannya, Jumat (10/2), di Jalan DR Wahidin Gang Beruang, Kisaran. Akibatnya, Warsito emosi dan membacok ZE.

Informasi yang dihimpun POSMETRO MEDAN (Grup Sumut Pos) di lokasi kejadian menyebutkan, Warsito sudah lama mendengar kabar isterinya memiliki pria selingkuhan. Akhirnya, kabar itu terbukti di depan matanya sendiri, istrinya sedang bercinta dengan ZE, di rumah kontrakannya sekira pukul 00.30WIB. Ketika itu, dia melakukan penggrebekan bersama Kepala Lingkungannya, Marno.

Spontan, Warsito emosi dan menangkap ZE warga Jalan By Pas Tanjung Aur, Padang -Sumbar yang sedang menjalankan bisnis di Kisaran. Sedangkan RS yang merupakan seorang PNS di satu Puskesmas di Asahan langsung kabur meninggalkan rumah kontrakan tersebut.

Kaburnya, RS justru membuat emosi Waristo memuncak, seketika itu juga parang yang diselipkan di pinggangnya langsung membacok bahu kiri ZE hingga mengalami luka serius. Saat Waristo hendak membacok kedua kalinya, ZE langsung lari dan sembunyi di rumah warga.

Waristo yang sudah emosi terus melakukan pencarian, sembari berujar ingin memberi pelajaran terhadap lelaki yang menyelingkuhi isterinya. Bahkan emosinya terus memuncak hingga nekad merusak bagian kaca samping mobil ZE yang tidak jauh di parkir dari rumah kontrakan tersebut.

Mendengar keributan tersebut, Polres Asahan yang bertugas di Pos Kota Jalan Imam Bonjol dan Jalan Sisingamangaraja Kisaran maupun dari Mapolres Asahan langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP).

Kehadiran polisi itu justru mebuat Waristo takut dan menghindar, sedangkan polisi masih mencari keberadaan ZE. Ternyata, ZE bersembunyi di satu rumah warga yang tak jauh dari rumah kontrakan Waristo dan istrinya. Polisi akhirnya membawa ZE untuk diobati dan diminta keterangannya. Kini Petugas Polres Asahan sedang mendalami perkara tersebut.

Akibat perkaran pembacokan itu, ZE melapor ke Mapolres karena merasa dianiaya dan terancam nyawanya. Hanya saja, Waristo yang telah berhenti menjadi polisi sejak lima tahun lalu akibat berbagai kasus pidana hingga kini tak diketahui keberadaannya.

Tapi, sumber POSMETRO MEDAN (Grup Sumut Pos) di Mapolres Asahan, Waristo akan melaporkan ZE dan RS yang telah serumah tanpa ikatan resmi dan terlebih RS masih berstatus isterinya.

Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Fahrijal SIK mengatakan, kasus perselingkuhan hingga ke pembacokan sedang didalami penyelidikannya, karena perlu mengecek ulang untuk mengetahui perkembangannya.
Di tempat tugasnya, ternyata RS tidak ditemukan pada Jumat (10/2). RS tidak terlihat datang ke tempatnya kerjanya.

Informasi dari sejumlah warga di sekitar rumah kontrakan Waristo menyebutkan, ZE dan RS sering berduaan di rumah kontrakan semi permanen tersebut, bahkan hubungan keduanya layaknya suami-isteri punya ikatan resmi. (van/smg.sumutpos)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Metode Distribusi Harta dalam Islam

    Metode Distribusi Harta dalam Islam

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Satu-satunya yang bisa diharapkan mengatasi problem ekonomi itu adalah sistem ekonomi Islam. Islam memang tidak mengharuskan persamaan dalam kepemilikan kekayaan, namun Islam tidak membiarkan buruknya distribusi kekayaan. Islam memandang individu sebagai manusia yang harus dipenuhi kebutuhan-kebutuhan primernya secara menyeluruh.   Oleh : Ustaz Rokhmat S Labib   “Masyarakat tidak perlu panik, persedian beras kita cukup […]

  • Pasar Baru Butuh Pembangunan Jalan Keliling

    Pasar Baru Butuh Pembangunan Jalan Keliling

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    strong>MADINA- Sejumlah pedagang di Pasar Baru Panyabungan Kabupaten Madina berharap agar pemerintah membangun atau mengapspal jalan keliling di pasar. Saat ini jalan keliling hanya sebagian yang diaspal dan sebagian lagi memperihatinkan. Akibatnya, para pelanggan enggan mengelilingi pasar, padahal masih banyak pedagang yang berjualan di sekitar jalan yang rusak karena belum diaspal itu. Pengaspalan ini juga […]

  • Aksi Pagelaran Seni menyambut kemerdekaan RI

    Aksi Pagelaran Seni menyambut kemerdekaan RI

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bulan Agustus tahun 2011 merupakan bulan yang sangat istemewa. Bulan Agustus yang merupakan bulan keramat dan penuh cerita perjuangan bagi rakyat Indonesia, tahun ini bersamaan pula ritual umat Islam masuk ramadhan. Bila kita sejenak kembali pada sejarah bangsa Indonesia, kondisi tersebut hampir sama dengan bulan Agustus 1945, di mana saat di Proklamasikanya kemerdekaan Indonesia, waktu […]

  • Bekas Galin Kabel Optik Ancam Pengguna Jalan

    Bekas Galin Kabel Optik Ancam Pengguna Jalan

    • calendar_month Jumat, 24 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Bekas penggalian kabel optik untuk jaringan telpon seluler di Jl. Willem Iskander titik Kelurahan Kayujati, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyisakan kubangan sedalam sekitar 30 cm berdiameter sekitar 1,5 meter, menyebabkan ancaman bagi pengguna jalan. Pengakuan Ismail, warga setempat, korban sudah jatuh, yakni mobil Avanza terperosok ke dalam kubangan ini pada Rabu […]

  • Tak Punya Uang 300 Ribu Biaya Melahirkan, RSU Panyabungan Tahan Ibu dan Bayinya

    Tak Punya Uang 300 Ribu Biaya Melahirkan, RSU Panyabungan Tahan Ibu dan Bayinya

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Akibat tidak mampu membayar biaya persalinan, seorang ibu dan bayinya berasal dari keluarga miskin ditahan pihak Rumah Sakit Umum RSU Panyabungan. Hingga Kamis sore (18/2) Rodiah dan bayi laki-lakinya masih tertahan di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal sejak melahirkan 3 hari lalu. Dia dan Aswir suaminya warga Kelurahan Panyabungan […]

  • FPI Ancam Tindak Greenpeace

    FPI Ancam Tindak Greenpeace

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah Front Pembela Islam DKI Jakarta mengancam akan mengambil langkah tegas terhadap LSM asing Greenpeace, jika pemerintah tidak menindaknya. “Greenpeace sebagai LSM asing jelas sudah melanggar hukum. Pemerintah harus tegas,” kata Ketua DPD FPI DKI Jakarta, Habib Salim Alatas, di Jakarta, Selasa. Menurut Habib Selon, panggilan akrab Habib Salim Alatas, FPI […]

expand_less