Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

Penjajahan Singapura, Malaysia Atas TI Indonesia Menyakitkan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 30 Agt 2010
  • print Cetak

Anggota Fraksi Partai Golkar di Komisi I DPR RI, Fayakhun Andriadi mengatakan, penjajahan pihak Singapura atas teknologi informasi (TI) Indonesia benar-benar sangat menyakitkan, karena sepertinya kita enggan keluar dari tekanan itu.

“Jelas sekali, kedaulatan kita pada ranah `cyber` atau TI secara keseluruhan benar-benar porak poranda, dan ini butuh atensi serius sejumlah kementerian serta perguruan tinggi,” tandasnya melalui ANTARA, di Jakarta, Minggu malam.

Situasi ini, menurutnya, semakin diperparah oleh penguasaan Negarai Republik Indonesia atas satelit yang sekarang berada di bawah perusahaan Indosat.

“Dan kita tahu bersama, siapa pemilih mayoritas (sahamnya) Indosat itu kan? Bukan lagi negara kita tokh? Saham mayoritasnya kini milik negara lain,” ungkapnya.

Padahal, demikian Fayakhun Andriadi, hak orbit satelit merupakan milik suatu negara, bukan `corporate`.

“Ini bahaya dan sangat serius dampaknya bagi kita, masa depan bangsa. Celaka kita jika semua urusan TI dikendalikan dari luar (Singapura), karena mereka yang menguasai saham perusahaan yang mengoperasikan satelit yang dibikin atasnama negara kita itu,” tandasnya.

Buat Internet Sendiri

Untuk mengatasi begitu lemahnya RI dalam penguasaan TI, dan malah terkesan didikte pihak asing, Fayakhun Andriadi bersama fraksinya menawarkan.pembuatan `internet exchange` sendiri.

“Yaitu `internet exchange` yang tidak melewati negera persemakmuran, yakni di Utara dengan Singapura, dan Selatan dengan Australia, lalu ke timur Laut ke Taiwan, dan ke Barat Laut dengan India,” katanya.

Dengan begitu, menurutnya, satu informasi rahasia yang utuh, dapat dipecah ke empat jurusan.

“Dalam hal ini, Pemerintah RI mestinya menegakkan kedaulatan `cyber` di wilayah republik,” tegas Fayakhun Andriadi lagi.

Sebab, kenyataannya sekarang, ia menilai, Republik Indonesia sebagai Negara Berdaulat, ternyata harus tunduk kepada pihak lain dalam kedaulatan di bidang `cyber` atau teknologi informasi (TI).

“Saya sependepat, bahwa saat ini RI sebagai Negara Berdaulat, ternyata tidak berdaulat di ranah `cyber` yang digunakan oleh anak bangsa sendiri,” katanya.

Ia mengatkan itu, merespons pernyataan seorang pakar IT alumni sebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia pada sebuah diskusi terbatas di Jakarta, akhir pekan lalu, yang mengungkapkan, RI benar-benar semakin didikte Singapura dan Malaysia dalam hal telekomunikasi di samping perbankan.

Sebagaimana berkembang dalam diskusi terbatas itu, khusus dalam soal IT, kita hanya jadi ladang empuk mengais dolar dan ringgit oleh dua negeri `jiran` tersebut.

Ini karena semua operator seluler dan internet berbasis di dua negeri jiran ini.

Akibatnya, tiap `voucher` pulsa apa saja, juga setiap kali satu WNI buka internet (`browse`), langsung kena `charge` yang terhisap otomatis ke sana.

“Artinya, mereka gemuk oleh kebodohan kita. Satu hal lagi, dengan keadaan seperti sekarang, maka informasi apa pun termasuk RAHASIA NEGARA (RHN) jadi telanjang di mata negeri `peanut` Singapura,” ujar Benni TBN, pakar IT yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi tersebut.

Golkar Desak Menkominfo

Dalam kaitan itulah, demikian Fayakhun Andriadi, Fraksi Partai Golkar (FPG) mendesak Menteri Negara Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), agar mampu berdaya upaya menegakkan kedaulatan bangsa Indonesia di ranah `cyber` milik bangsa sendiri.

“Ranah `cyber` yang dimaksud, tidak hanya meliputi `voice`, namun juga data dan data khusus. Jika tidak, tidak ada Rahasia Negara (RHN) yang tidak `telanjang` keluar,” ujarnya.

Sebelumnya, rekannya sesama anggota FPG, Paskalis Kossay secara terpisah mengkhawatirkan adanya dugaan RHN itu bocor ke luar via Singapura.

“Kita memang sudah ketinggalan dalam hal kemajuan dan penguasaan teknologi untuk berbagai aspek, utamanya di sektor teknologi informasi (TI). Kekhawatiran ini terus memuncak, apalagi banyak operator seluler dan internet kita memang dikendalikan dari dua negara itu,” ujar anggota Komisi I DPR RI(bidang Luar Negeri, Pertahanan Keamanan, Intelijen, Komunikasi dan Informatika) ini.

Berbicara melalui hubungan telefon dari Jayapura (sedang menjalankan masa reses dengan mengunjungi konstituen di daerah pemilihan), mantan Wakil Ketua DPRD Papua ini juga mengakui, banyak pihak yang sepertinya belum menyadari urgennya menguasai TI, terutama terkait dengan urusan RHN, maupun bisnis bernilai miliaran dolar.

“Saya kaget juga dengan info dari sebuah diskusi di Jakarta, bahwa seorang pakar IT yang alumni sebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia mengungkapkan, bahwa RI benar-benar semakin didikte Singapura dan Malaysia dalam hal telekomunikasi di samping perbankan,” ungkapnya.

Singapura Kendalikan Jaringan

Sementara itu, dalam diskusi terbatas akhir pekan lalu, Benny TBN juga mengungkapkan, saat ini nyatanya lalulintas jaring optik kita dikendalikan oleh `traffic administrator` di Singapura.

“Karenanya semua jaringan internet dan seluler harus ditarik atau `dipaksa` melewati `persimpulan utama` di kota itu. Makanya, apalagi `RHN` yang tak mereka tahu? Sialnya lagi, satelit Indosat (dulu Palapa) jadi mayoritas milik Temasek (sebuah BUMN Singapura),” ungkapnya lagi.

Akibatnya, lanjutnya, selain kita jadi seperti `telanjang` dalam informasi apa pun, juga RI cuma berfungsi sebagai pelanggan seluler.

“Posisi ini jauh di bawah fungsi distributor seluler. Jadi, kita cuma `outlet`, tukang jual produk IT mereka. Dan yang jelas, banyak perusahaan `provider` kita cuma nama `doang perusahaannya itu milik RI dengan mayoritas saham dikuasai mereka,” ujarnya.

Merespons situasi serius ini, Paskalis Kossay mendesak para pihak berkompeten untuk segera melakukan tindakan konkret.

“Kita jangan cuma cuma sibuk urus video porno dan konten TI, lalu tidak berjuang agar semua operator berbasis di sini. Mohon ini digumuli dan jadi atensi serius,” tegasnya.

Ia mengatakan, argumentasi para pakar TI itu terkesan bukan main-main, dan tidak berangkat dari argumentasi emosional, tetapi sangat rasional.

“Demi martabat dan kedaulatan NKRI, perlu segera tindakan konkret dan perbaikan ke depan secara bersama. Kami di Komisi I DPR RI tentu akan melaksanakan fungsi kewenangan kami sesuai aturan konstitusi,” tandasnya.

Salah satunya, menurut Paskalis Kossay, akan mengagendakan rapat dengan menghadirkan para pakar TI untuk mendapatkan info teranyar serta `academics;, sekaligus merumuskan langkah-langkah konkret terbaik bagi kepentingan Negara. (M036/K004)
sumber : ANTARA

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istana merasa terhina

    Istana merasa terhina

    • calendar_month Sabtu, 10 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Pihak Istana meradang mendengar ucapan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD. Pria asal Madura itu menuding mafia narkoba telah masuk lingkaran Istana menyusul diberikannya grasi kepada gembong narkoba Meirika Franola alias Ola. “Saya sangat keberatan dan terhina dengan kata-kata Mahfud MD, Ketua MK yang menuduh mafia narkoba sudah masuk ke lingkaran Istana. Suatu […]

  • Terkait Jambore PKK Siabu, Inspektorat Madina Tahap Klarifikasi

    Terkait Jambore PKK Siabu, Inspektorat Madina Tahap Klarifikasi

    • calendar_month Kamis, 11 Jan 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )– terkait kegiatan jambore TP.PKK Kecamatan Siabu tahun 2023 yang dikerjakan kegiatannya awal tahun 2024, Kepala Inspektur Pemkab Mandailing Natal Rahmad Daulay mengaku kasus ini masih pensalaman dan sedang dilakukan klarifikasi ke Camat Siabu Syukur Soripada. ” terkait jambore TP.PKK Siabu, kami sedang klarifikasi ke camat nya,” kata Rahmad Daulay lewat […]

  • Jelang Didakwa, LHI Ambeien

    Jelang Didakwa, LHI Ambeien

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sidang Perdana Terancam Molor JAKARTA – Sidang perdana kasus suap pengaturan kuota daging impor dengan terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) terancam molor. Mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu sedianya menjalani sidang minggu depan. Namun, jadwal tersebut bisa jadi mundur karena LHI mengeluh sakit. Pengacara LHI, Zainuddin Paru, kemarin (18/6) mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi […]

  • IRONI HIDUP DI NEGERI KHATULISTIWA

    IRONI HIDUP DI NEGERI KHATULISTIWA

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Elvi Hasan, SE Guru SMA, tinggal di Padangsidimpuan Normalnya, adanya negara dan pemerintahan agar hidup sejahtera. Namun  seperti tahun-tahun sebelumnya, kesejahteraan itu gagal diwujudkan. Terlihat dari tidak dipenuhinya berbagai hajat hidup asasiyah dari masyarakat. Baik pangan, air bersih, sandang, pangan maupun perumahan dan pemukiman. Demikian juga kesehatan, pendidikan hingga energy dan transportasi. Berbagai […]

  • Reses Mangalap Holong, Sobir Lubis Ajak Konstituen Sukseskan Vaksinasi

    Reses Mangalap Holong, Sobir Lubis Ajak Konstituen Sukseskan Vaksinasi

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    KOTASIANTAR (Mandailing Online) – Reses I anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) Sobir Libis untuk tahun sidang 2021-2022 yang dilaksanakan di tempat wisata Silangit Koi Hutasiantar, Panyabungan pada Kamis (16/12) mengangkat tema “Holong Mangalap Holong. Di tengah-tengah reses, Sobir Lubis beberapa kali meminta masyarakat, terutama warga Kotasiantar, untuk turut menyukseskan program pemerintahan, yaitu vaksinasi. Capaian target […]

  • Anggota KPU Sumut, Evi Novida Ginting, Turun Zona

    Anggota KPU Sumut, Evi Novida Ginting, Turun Zona

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN  (Mandailing Online) – Komisioner KPU Sumatera Utara (Sumut), Evi Novida Ginting, melakukan kunjungan kerja ke zona Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) sejak Senin, 17/3 hingga Rabu 20/3. Hari pertama, ketua divisi hukum dan pengawasan ini, menginjakkan kaki di Kantor KPU Mandailingnatal (Madina) di Jalan Merdeka Panyabungan hingga Selasa sore (18/3). Selama berada di Madina, bergerak […]

expand_less