Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Percepatan Pembangunan Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 9 Jun 2013
  • print Cetak

Melalui Penguatan Daya Saing Daerah

Oleh: Zamharir Rangkuti*

14 tahun Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dimekarkan dari kabupaten induk, Tapanuli Selatan (Tapsel), bukanlah usia yang muda. Jika diibaratkan manusia, sudah memasuki usia remaja. Pada usia ini, sudah mulai paham bagaimana menggapai suatu cita-cita. Nah, bila ini sebuah daerah, berarti seyogianya juga mampu mewujudkan kesejahteraan daerah itu sendiri.

Maka dari itu, sudah barang tentu jika suatu daerah otonom dimekarkan, akan ada kebanggaan yang bisa diandalkan. Begitu juga Kabupaten Madina yang daerahnya memiliki luas 662.070 Ha atau 9,24% dari wilayah Provinsi Sumut. Kabupaten Madina sendiri memiliki 23 kecamatan, 377 desa dan 32 kelurahan, dengan alam subur mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan serta memiliki panjang garis pantai mencapai 170 Km.

Pada awal berdirinya kabupaten ini dinakhodai Amru Daulay SH selama dua priode dengan membawa konsep menjadikan Madina yang Madani. Kemudian dari pemilihan kepala daerah berikutnya HM Hidayat Batubara SE bersama Dahlan Hasan Nasution, mendapat kepercayaan dari hampir 72% rakyat untuk memimpin daerah tersebut. Sehingga di pundak pemimpin Madina inilah rakyat menggantungkan harapan dalam pencapaian kesejahteraan dari tahun-tahun sebelumnya.

Konsep yang dibawakan pemimpin Madina dengan tiga visi menciptakan lapangan kerja baru, pendidikan gratis dan kesehatan geratis. Dari 1,6 tahun kepemimpinan Hidayat-Dahlan, arah pencapaian visi misi mulai terlihat. Seperti pendidikan dengan membagikan beasiswa terhadap mahasiswa berprestasi, pemberian seragam sekolah, BOS untuk tingkat SLTA.

Kesehatan dalam APBD tahun ini dianggarkan seluruh masyarakat akan berobat gratis pada rumah sakit daerah, Puskesmas buka 24 jam. Sedang untuk lapangan kerja baru akan dibuat MoU dengan perusahan- perusahan yang ada di daerah untuk mempekerjakan tenaga kerja lokal.

Nah berkaitan Sumber Daya Alam yang cukup kaya, dengan bermodalkan itu saja rasanya belum cukup dalam pencapaian suatu kepuasan kesejahteraan rakyat. Akan tetepi perlu ditopang konsep-konsep maupun program matang bagaiman supaya kekayaan alam itu berdaya guna dan bisa dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sehingga dengan demikian, perlu pemetaan daerah apa yang ada di dalam kekayaan alam itu untuk perkuatan daya saing daerah, antara lain;
Sektor Pertanian/Perkebunan.

Sebagaimana diketahui, hampir 60% masyarakat daerah ini menggantungkan mata pencahariannya dalam menghidupi keluarga dari sektor pertanian perkebunan. Sehingga Pemkab Madina terus berupaya mengembangkan sektor ini dengan membuka lahan-lahan tidur, agar bisa diusahai tanpa harus melanggar peraturan tentunya. Misalnya dengan perluasan lahan persawahan, sudah dalam beberapa tahun ini terus digalakkan pembukaan atau percetakan sawah baru, pembagian bibit bermutu dan lain sebaginya.

Kedua sektor ini bisa menjadi unggulan daerah Madina, mengingat potensi yang terkandung di dalamnya untuk perkuatan daya saing daerah. Bukan berarti mengecilkan potensi-potensi lainnya. Hanya saja, pemerintah perlu menciptakan iklim investasi yang baik agar percepatan pembangunan semakin cepat tercapai.

Dengan iklim investasi inilah pemerintah bersama stakeholder lainnya bisa menjual berbagai produk local. Dengan artian, jika saja daya saing daerah sudah mencapai pada level dikenal oleh luar Madina, tentunya akan mudah bagi daerah memasarkan kepada investor. Tujuannya tidak terlepas kesejahteraan masyarakat.

Budaya Kerja Keras
Pemkab Madina sudah pernah mencanangkan budaya kerja keras sehingga dengan begitu bisa juga dikaitkan dengan perkuatan daya saing daerah. Dimana dalam pencapaiannya ada lima elemen yang harus menjadi perhatian, yaitu bagaimana menjaga iklim ekonomi di daerah, bagaimana kualitas sumber daya manusia dan ketenagakerjaan, menjaga iklim usaha kondusif, ketersedian infrastruktur SDA dan lingkungan.

Menjaga iklim ekonomi daerah tanpa budaya kerja keras hal itu tidak akan bisa tercapai. Begitu juga empat poin lainnya. Dimana konsekuensi logis dari pelaksanaan otonomi daerah adalah meningkatkan upaya masing-masing pemerintah daerah dalam memanfaatkan dan mengembangkan potensi lokal yang bisa menjadi kunci keberhasilan pembangunan saat ini.

Otonomi memberikan pemerintah daerah kewenangan sangat besar untuk menciptakan tata kelola ekonomi daerah untuk berinteraksi dengan pelaku usaha untuk mengambil kebijakan mendukung pengembangan sektor swasta. Dan tata kelola ekonomi merupakan satu faktor penting yang dipercaya dapat menciptakan iklim usaha yang sehat dengan tetap menjadikan produk lokal tuan rumah sendiri dan menjadi kebanggaan kita bersama.

Maka dengan perpaduan budaya kerja keras untuk perkuatan daya saing daerah ditambah inovasi kreasi aparatur pemerintah daerah Kabupaten Mandailing Natal dibawah pimpinan Hidayat – Dahlan juga merupakan kunci keberhasilan pembangunan didaerah, tentunya akan membangun pigur pemimpin lokal efektif, efisien, dan fropesional.

Maka dari itu, melalui Hari Jadi Kabupaten Madina yang ke 14 ini, harus bisa menjadi momentum untuk percepatan pembangunan dengan kerja keras, persatuan kesatuan antara masyarakat, pemerintah, akan tercipta suasana kondusif di Kabupaten Madina yang kita cintai ini, dengan begitu perkuatan daya saing daerah akan lebih mudah kita capai. Dengan begitu, akan terwujudlah masyarakat sejahtera, mandiri dan pemerintahnya pun akan bisa dengan mudah melaksanakan programnya. Semoga…!(*penulis adalah wartawan Medan Bisnis, tinggal di Madina)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • APDESI Diminta Netral Pada Pemilu Kada Tahun 2024 ini

    APDESI Diminta Netral Pada Pemilu Kada Tahun 2024 ini

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) diminta netral dalam perhelatan Pilkada tahun ini, hal ini dikatakan Bupati Mandailing Natal ( Madina ) H.M.Ja’far Sukhairi Nasution melalui Asisten II dr.Syarifuddin Nasution saat Silaturahmi Daerah ( Silatda ) Kerja Desa se Kabupaten Madina Kamis 30/5/2024 di Gedung Serba Guna Aek Godang Panyabungan. “Saya […]

  • Afrika Berpotensi Batal Investasi Rp90 T

    Afrika Berpotensi Batal Investasi Rp90 T

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kemungkinan batalnya perusahaan Afrika, Sasol, disebabkan tidak adanya pasokan batu bara. Perusahaan asal Afrika Selatan, South Africa Coal, Oil, and Gas Corporation (Sasol) diperkirakan batal berinvestasi sekitar US$10 miliar atau setara Rp90 triliun di Indonesia. Kemungkinan batalnya Sasol itu disebabkan oleh tidak adanya pasokan batu bara yang mencukupi dari PT Bukit Asam Tbk. “Sasol sepertinya […]

  • Usia 27 Tahun Madina, Diterpa Isu 6 Kepala OPD Mengundurkan Diri 

    Usia 27 Tahun Madina, Diterpa Isu 6 Kepala OPD Mengundurkan Diri 

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ) – Perayaan Ulang Tahun Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ke 27, tampaknya sunyi akan kehadiran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal ini terlihat dari absensi dari Sekretariat Dewan DPRD Madina. Bahkan ke enam Kepala OPD yang diisukan mengundurkan diri tak menampakkan kehadirannya. Adapun, ke enam Kepala OPD tersebut, antara lain, Kepala […]

  • Dahlan Hasan Nasution, Berbuat dan Mengabdi Ditengah Kritikan dan Hujatan

    Dahlan Hasan Nasution, Berbuat dan Mengabdi Ditengah Kritikan dan Hujatan

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      (Bagian 2 dari 2 tulisan) Beliau menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan dan diatasi secepat mungkin Aspirasi masyarakat tentu saja menjadi bahan kajian secara komprehensif dan berbekal ini beliau melakukan berbagai reformasi guna menjawab kebutuhan masyarakat utamanya masyarakat kecil yang terhimpit dengan persoalan kebutuhan ekonomi. Berbagai upaya reformasi manajemen […]

  • Abituren di Yaman Kembali Gelar Haul Syekh Musthafa Husein Nasution

    Abituren di Yaman Kembali Gelar Haul Syekh Musthafa Husein Nasution

    • calendar_month Senin, 19 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TARIM, YAMAN (Mandailing Online) –   Keluarga Abituren Musthafawiyah (KAMUS) di Yaman kembali menyelenggarakan haul Syekh Musthafa Husein Nasution dan Milad pesantren Musthafawiyah Purba Baru ke 110 tahun. Kegiatan berlangsung di aula Masbah Syahir, Kota Tarim, Hadhramaut, Yaman, Jumat (16/12/22). Pesantren Musthofawiyah berada di Purba Baru, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Indonesia. Tokoh pendirinya adalah Syekh Musthafa […]

  • PTUN Batalkan Putusan Menkumham, Yasonna Bisa Dipecat

    PTUN Batalkan Putusan Menkumham, Yasonna Bisa Dipecat

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Pengamat hukum tata negara, Andi Irmanputra Sidin mengatakan dengan dikabulkannya permohonan DPP Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (ARB) oleh PTUN, dengan sendirinya Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa memberhentikan Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna Laoly. "PTUN membatalkan putusan Menkumham, cukup kuat bagi Presiden Jokowi untuk memberhentikan Yasonna Laoly dari jabatan Menkumham," kata Irmanputra Sidin, […]

expand_less