Jumat, 17 Jul 2026
light_mode

Usai Nonton Debat, Fahrizal Sebut Saipullah Calon Bupati Kelas Menteri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
  • print Cetak

Fahrizal Efendi Nasution

PALUTA (Mandailing Online) – Ketua DPD Partai Hanura Mandailing Natal (Madina) Fahrizal Efendi Nasution menilai wawasan dan pengalaman birokrasi calon bupati Madina nomor urut 2, H. Saipullah Nasution, boleh dibilang sudah sekelas menteri. Dia menyampaikan penilaian itu usai menonton debat publik Pilkada Madina 2024.

“Wawasan dan pengalaman Saipullah itu boleh kita bilang sudah sekelas menteri,” kata Fahrizal usai menyaksikan langsung debat publik Pilkada Madina 2024 di ballroom Hotel Sapadia Gunungtua, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta), Sumatera Utara (Sumut), Kamis (14/11/2024) malam.

Itu sebabnya, anggota DPRD Sumatera Utara periode 2019-2024 ini mengajak masyarakat Madina bersyukur, karena dianugerahi satu putra terbaik yang mau mendedikasikan dirinya untuk memimpin kabupaten ini dengan pengalaman yang mumpuni sebagai calon bupati.

“Kita harus berterima kasih kepada Allah SWT. Harapan kita, masyarakat Mandailing Natal harus menjatuhkan pilihan kepada pemimpin yang betul-betul sangat mumpuni di birokrasi, punya pengalaman politik dan bidang lainnya,” katanya.

Saipulah Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution saat Debat Publik di Pauta, Kamis (14/11/2024)

Menurut politisi bergelar Sutan Kumala Bongsu Lenggang Alam ini, Kabupaten Madina membutuhkan pemimimpin yang mampu mengentaskan kemiskinan. Juga pemimpin yang mampu membawa Madina mencapai seluruh target-target program pemerintah pusat menuju Indonesia Emas 2045.

Terkait debat publik, Fahrizal mengatakan debat kandidat digelar agar masyarakat Madina bisa melihat secara langsung kualitas calon pemimpin yang akan dipilih pada Pilkada Madina, 27 November 2024.

Namun, Fahrizal prihatin lantaran banyak hal yang tidak nyambung antara pertanyaan dan jawaban. “Nah, disitu nampak Paslon nomor urut 2 mampu membangun narasi yang jelas saat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari panelis. Di situ menunjukkan Paslon ini sudah berpengalaman sebagai orang birokrasi. Dari situ kita bisa membedakan mana yang punya kualitas dari dua Paslon ini untuk dipilih rakyat,” ungkapnya.

Fahrizal menilai banyak jawaban Paslon nomor urut 1 yang tidak nyambung dengan pertanyaan yang disampaikan. Dia mencontohkan, saat Saipullah menyampaikan pemikirannya terkait pengentasan kemiskinan di Kabupaten Madina. Selain itu, kata dia, juga terkait upaya meningkatkan sumber-sumber anggaran dalam pelaksanaan pembangunan.

“Itu sering dijawab oleh Paslon nomor urut 1 yang tidak nyambung, karena hanya dengan mengatakan semacam koneksi (pertemanan) di pusat dan di provinsi. Padahal, semua Paslon bisa melakukan hal itu. Yang dimaksud Saipullah itu, bagaimana potensi alam Mandailing Natal bisa ditingkatkan dari segi pendapatan asli daerah,” paparnya.

Fahrizal lantas mengungkapkan, pemimpin yang bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) harus orang-orang yang visioner, inovatif, dan kreatif. “Tidak hanya bisa mengandalkan sedikit-sedikit Presiden kita Prabowo, karena asal dukungan kita dari partai pendukung Prabowo, tidak bisa,” tegasnya.

Sebab, Fahrizal menjelaskan, ada porsi APBN yang boleh dibangunkan (dialokasikan) ke satu daerah. Ada juga APBN yang alokasinya porsi provinsi. Ada juga yang porsi kabupaten/kota, yang notabene Rp1,7 triliun (APBD Madina).

“Persoalan kita hari ini, bagaimana fiskal APBD harus sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Secara ilmiah, kata dia, digitalisasi pengelolaan APBD sudah dituangkan dalam RPJMD Madina. “Kita bisa melihat, membuka, dan mepelajari orientasi pembangunan daerah kedepan itu di RPJMD,” pungkasnya. (rel)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tortor Mandailing Bukan Tortor Batak

    Tortor Mandailing Bukan Tortor Batak

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tarian Tortor Mandailing tidak sama dengan tarian tortor yang ada di tanah Toba. Etnis Toba tidak berhak mengklaim tortor Mandailing sebagai kesenian Batak. Sebab, kata “Batak” itu dipaksakan Kolonial Belanda sebagai nama etnis di kawasan Tapanuli di abad 19 yang hingga abad 21 ini ditolak oleh banyak etnis, termasuk […]

  • Longsor makan korban di Tapteng 500 meter

    Longsor makan korban di Tapteng 500 meter

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Longor yang terjadi di Desa Sibiobio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera utara mencapai lebih kurang 500 meter dan berada di delapan titik. “Kedalaman longsor mencapai 5 sampai 20 meter dan lebar 3 tiga meter,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapteng, Bonaparte Manurung saat dihubungi dari Medan, Minggu. Longsor […]

  • Dawood Kinney, Takjub Cat Steven Pilih Islam

    Dawood Kinney, Takjub Cat Steven Pilih Islam

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Semasa kecil, Dawood Kinney selalu bertanya-tanya bagaimana alam semesta ini bekerja demikian dinamis. Ia juga kagum dengan bagaimana sistem organ yang bekerja di dalam tubuh manusia.”Saya percaya, ada Tuhan dibalik itu semua,” kata dia, seperti dilansir Onislam.net, Ahad (13/10). Memasuki usia remaja, Dawood lebih tertarik menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Ia mulai menaruh minat pada alkohol […]

  • DALIHAN NA TOLU

    DALIHAN NA TOLU

    • calendar_month Selasa, 1 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Askolani Nasution Budayawan Mandailing Hubungan kekerabatan antar individu dalam masyarakat Mandailing tercermin dalam konsep Dalihan Na Tolu. Segala aktivitas sosial budaya indovidu tidak dapat dipisahkan dari ikatan kekerabatan ini. Konsep ini diyakini asli kreasi nenek moyang Mandailing karena tidak ditemukan padanannya dalam budaya manapun. Mereka meyakini bahwa konsep Dalihan na Tolu dapat membentuk […]

  • Foto Mesum Istri Beredar, Suami Bunuh Diri

    Foto Mesum Istri Beredar, Suami Bunuh Diri

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL- Diduga tidak kuat menahan malu karena fotokopi foto mesum dan perselingkuhan istrinya beredar di masyarakat, Mari Eli Harefa (35), berbuat nekat. Pekerja di sawmill di Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan ini bunuh diri dengan minum racun rumput merek Roundup, Rabu (1/12) sekira pukul 16.00 WIB. Empat jam kemudian, ayah dari tiga […]

  • Salat Jum’at Jaga Jarak di Masjid Agung Panyabungan

    Salat Jum’at Jaga Jarak di Masjid Agung Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengurus masjid agung Nur Ala Nur, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut menerapkan sistem social distancing solat Jum’at, hari ini (18/9/2020). Jarak shaf antar jamaah diberlakukan sebagai upaya mengantisipasi penularan virus corona. Pihak kenaziran memasang tanda silang di lantai masjid untuk mengatur jarak shaf. Pantauan Mandailing Online, jarak antar shaf berkisar setengah meter mengikuti kelebaran petakan kramik […]

expand_less