Jumat, 15 Mei 2026
light_mode

Polres Tebingtinggi Ungkap Komplotan Geng Naga Merah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
  • print Cetak


Tebingtinggi,

Satuan Reskrim Polres Tebingtinggi berhasil membongkar “Geng Naga Merah” spesialis pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor) dan kasus tindak pidana kejahatan jambret yang meresahkan masyarakat di wilayah hukum Polres Tebingtinggi sejak Januari hingga Februari 2011.

Dengan terungkapnya Geng Naga Merah ini, Reskrim Polres Tebingtinggi membekuk enam tersangka di antaranya, SL alias Pian (23) warga Jalan Asrama Kodim, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi dan ZD alias Yudi (23) warga Bah Bulian, Perkebunan PT.Lonsum, Kecamatan Raya Kahean, Simalungun.

Kemudian, tersangka Her (21) warga Lingkungan III, Gang Tumiran, Desa Deli Tua Barat, Kecamatan Deli Tua, Seli Serdang. FAN alias Heri Karat (25) warga Jalan Letda Sujono, Gang Pramuka, Kelurahan Piang Mancung, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi, Her alias Burce (26) warga Kampung Banten, Dusun III, Desa paya Lombang, Kecamatan Tebingtinggi, Sergai dan HSP (17) pelajar, warga Jalan Bawang Putih, Lingkungan IV, Kelurahan Bandar Sakti, Kecamatan Bajenis, Tebingtinggi.

Selain membekuk ke enam tersangka, polisi mengamankan 8 unit sepeda motor hasil tindak pidana. Dalam Kasus Curanmor, salah seorang komplotan Geng Naga Merah, ZD alias Yudi terlibat dalam kasus Curanmor milik korban Martua Damanik (42) PNS, Warga BTN Griya Bulian Tebingtinggi terjadi di Dusun I Desa Jambu, Kecamatan Tebingtinggi, Sergai, pada 5 Juli 2010.

Sementara, tersangka SL alias Pian terlibat dalam kasus Curanmor milik korban Paino (46) warga Dusun II, Desa Bah, Kecamatan Dolok Merawan, Sergai terjadi di Dusun II, Desa Bah Damar, Kecamatan Dolok Merawan, Sergai Senin 17 Januari 2011.

empat tersangka lainnya terlibat dalam kasus Jambret di berbagai lokasi di Kota Tebingtinggi. Dari beberapa korban jambret itu mengalami kerugian material puluhan juta rupiah, tapi diantara korban itu masih ada yang tidak membuat pengaduan ke Mapolres Tebingtinggi.

Bahkan, salah satu di antara mereka masih berstatus pelajar di Kota Tebingtinggi. Keenam komplotan Geng Naga Merah itu, di sekujur tubuhnya terlihat tato bergambar Naga Merah.

Wakapolres Tebingtinggi, Kompol Drs Safwan Khayat MHum membenarkan pihak Satuan Reskrim Polres Tebingtinggi berhasil mengungkap “Geng Naga Merah” yang terlibat dalam kasus Curanmor dan Jambret di wilayah hukum Polres Tebingtinggi ketika dikonfirmasi wartawan di Senin (27/2).

“Diduga, komplotan Geng Naga Merah ini sudah lama beraksi dan berhasil diungkap Serse Polres Tebingtinggi. Mereka ini beraksi di berbagai daerah, bukan hanya Tebingtinggi tapi termasuk di Serdang Bedagai yang menjadi wilayah hukum Polres Tebingtinggi. Mereka juga mengaku, baru pertama kali melakukan tindak pidana kejahatan baik Curanmor dan Jambret,” imbuh Wakapolres melalui Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP Ngemat Surbakti. (cha)
Sumber : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Balita Diculik di Teras Rumah”

    “Balita Diculik di Teras Rumah”

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Aksi penculikan anak di Jakarta kembali merebak. Seorang bayi diculik saat tengah ditinggal menjemur pakaian oleh neneknya di rumahnya kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Sementara polisi kesulitan mengidentifikasi penculik karena minimnya data. Siti Rokayah menangis histeris meratapi penculikan yang menimpa cucunya Firzansah Erza Gifari satu setengah tahun. Ia terpukul sebab kejadian penculikan saat Siti Rokayah […]

  • Pilih SAHATA, Coblos yang Pakai Jilbab dan Lipstik Agak Merah

    Pilih SAHATA, Coblos yang Pakai Jilbab dan Lipstik Agak Merah

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      HUTABARGOT (Mandailing Online)  – Bagi masyarakat yang ingin memilih pasangan calon Saipullah-Atika (SAHATA), tapi ragu salah coblos saat di bilik suara pada 27 November 2024,  bisa memastikan dengan menusuk foto yang ada perempuan berjilbab dan lipstiknya agak merah. Hal itu disampaikan calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor 2 Atika Azmi Utammi Nasution saat […]

  • Syamsul tak Kunjung Disidang, KPK Didemo

    Syamsul tak Kunjung Disidang, KPK Didemo

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Ternyata ada yang tidak sabar ingin segera melihat Gubernur Sumut Syamsul Arifin duduk di kursi terdakwa di pengadilan tipikor. Kemarin (14/2), sekitar 50-an massa yang menamakan diri Gerakan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (Gemaki), menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Massa yang dipimpin Aji ini mendesak agar tim […]

  • Polda Sumut Periksa 80 Saksi, PLN Tunggu Giliran

    Polda Sumut Periksa 80 Saksi, PLN Tunggu Giliran

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, – Guna mencari pelaku dan provokator kerusahan yang terjadi Lapas Klas IA Tanjung Gusta Medan, Pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) “Tidak tertutup kemungkinan, pihak PLN akan diperiksa. Terutama terkait dengan adanya gardu yang meledak akibat daya berlebihan, sehingga menjadi penyebab padamnya listrik di LP […]

  • MA’RUF AMIN DATANG, KANTOR PEMKAB SEPI

    MA’RUF AMIN DATANG, KANTOR PEMKAB SEPI

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara   Sebelum berangkat meliput tabligh akbar ke Pasir Putih, Lingkar Timur Panyabungan, saya sempatkan minum teh manis di warung kopi. Senin (11/3/2019). Tiga bulan terakhir Tabligh akbar lagi musim di Mandailing Natal. Tetapi, kali ini tabligh akbar-nya lebih wah. Karena hadir Ma’ruf Amin. Calon Wakil Presiden Indonesia. Saat minum kopi, […]

  • SI-GOTAP ULU

    SI-GOTAP ULU

    • calendar_month Selasa, 5 Sep 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. M. Daud Batubara, MSi Si-Gotap Ulu, merupakan kata yang cukup mengerikan dan dirasakan sebagai ancaman bagi anak-anak di masa sekitar 60 sampai 70-an. Karena kata ini berasal Gotap (bahasa Mandailing) artinya potong atau penggal, sedang ulu artinya kepala. Bila kata ini digabungkan, artinya menjadi penggal kepala. Sedangankan penggunaan kata Si pada awal kata […]

expand_less