Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

Puluhan Tahun Mencari Keluarga, Bertemu di Huta Pungkut Julu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 29 Sep 2015
  • print Cetak

Alhamdulilah,kegiatan menelusuri dan melacak lokasi kampung dan keturunan keluarga pak Samsudin Ismail Lubis di tanah leluhurnya Mandailing telah berhasil pada hari Jum’at 25 September 2015 di Desa Huta Pungkut Julu Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Kegiatan penelusuran keturunan keluarga ini diselenggarakan oleh IMAMI (Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia). Di Malaysia diorganisir oleh IMAMI Indonesia, sedangkan di tanah leluhur Mandailing diorganisir oleh IMAMI Indonesia.

Tim penelusur dipandu Dahlan Batubara (pengurus IMAMI Indonesia), dipimpin Ramli Abdul Karim Hasibuan (Setia Usaha Agung atau Sekretaris Jenderal) IMAMI Malaysia, Dato Abdul Rahim Uda Lubis (anggota IMAMI Malaysia), Mocktar Hasim (anggota IMAMI Malaysia).

Pak Samsudin Ismail Lubis dipertemukan dengan tulangnya (paman/saudara laki2 dari ibu) yaitu Pak M.Nur Matondang yang kini berumur 78 tahun.

Pertemuan itu terjadi pada tengah hari Jum’at sekitar pukul 11.30 WIB, di kediaman M.Nur Matondang, setelah agak lama tim melakukan wawancara dengan sejumlah penduduk Huta Pungkut Julu. Pencarian keluarga itu agak rumit awalnya, sebab catatan yang ada hanya nama Masrin Matondang (yang juga saudara laki-laki dari ibu Pak Samsudin Ismail Lubis).

Ternyata Masrin Matondang ini telah lama wafat. “Tapi, saudaranya masih ada yang hidup, namanya Muhammad Nur, tapi sudah sangat tua” kata salah satu warga Huta Pungkut Julu.

Lalu tim penelusur dibawa warga ke rumah M.Nur Matondang yang berada di dalam satu gang sempit. Setelah pintu diketuk dengan ucapan assalamualaikum, mucul satu orang wanita yang takm lain adalah menantu M.Nur Matondang. Tim dipersilahkan masuk, lalu muncul pria tua yang sudah sangat lemah dan kurus berkacamata minus. Pria tua itu bernama M.Nur Matondang.

Sejurus kemudian dijelaskan maksud kedatangan tim. Setelah dilakukan jejak telusur silsilah, terutama penyebutan nama Syarifah Matondang yang berasal dari Hutapungkut, pak M.Nur Matondang terkesiap karena saudara perempuannya itu tak pernah lagi pulang ke tanah leluhur hingga akhir hayatnya.

Keharuan dan air mata pun mengiringi rangkulan Samsudin Ismail Lubis sang kemanakan yang disambut rangkulan oleh Pak M.Nur Matondang, sang paman (tulang).

“Anak ini sewaktu kecil waktu ibunya membawanya dari Malaysia dulu (belum pandai jalan/masih merangkak) sering saya gendong, badannya gemuk, dia pernah kedapatan makan pasir di halaman rumah ini,” lirih Pak M.Nur Matodang.

Perbincangan kisah keluarga ini pun mulai dilakukan di rumah itu. Hendri matondang (anak ke-5 dari M.Nur Matondang) dan Masriah Matondang (anak ke-6 dari M.Nur Matondang) turut membantu sang ayah mengingat-ingat silsilah keluarga.

Pak Samsudin sendiri saat ini berusia sekitar 60 tahun. Dia pensiunan angkatan udara Kerajaan Malaysia. Dia memiliki istri yang berasal dari Pattani, Thailand Selatan. Pattani adalah kawasan yang dihuni kaum Melayu beragama Islam. Pak Samsudin saat ini sudah memiliki banyak cucu.

Sebenarnya Pak Samsudin sudah 2 kali datang ke Huta Pungkut. Kali pertama dia ke Huta Pungkut semasa dia masih belum pandai jalan alias masih merangkak alias masih digendong dibawa ibunya dari Malaysia pulang kampung ke tanah Mandailing.

Kali kedua di tahun 1974, tapi dia tak berhasil bertemu dengan pihak keluarga ayahnya. Kabarnya pihak keluarga ayah merahasiakan diri karena takut kalau-kalau Pak Samsudin datang untuk minta harta warisan.

“Saya tak menghendaki harta, itu biarlah untuk semua saudara di tanah leluhur ni. Saya datang nak tahu keluarga saya je,” kata Pak Samsudin kepada Dahlan Batubara yang juga pemimpin redaksi Mandailing Online.

Ibu kandung Pak Samsudin bernama Syarifah Matondang, sedangkan ayanya bernama H. Ismail Bin HM Siddik Lubis, keduanya sama-sama daru Hutapungkut.

Awal kisah berpisahnya keluarga ini bermula ketika H. Ismail Bin HM Siddik Lubis membawa istrinya, Syarifah Matondang merantau ke tanah Semenanjung.

Kedua suami isteri itu merantau ke Malaysia di era Perang Dunia II. Mereka menetap di tanah Semenanjung dan memiliki 3 orang anak. Salah satunya adalah Samsudin Ismail Lubis.

Menurut M.Nur Matondang, saudara perempuannya Syarifah Matondang pernah satu kali pulang ke Huta Pungkut, semasa anaknya-anaknya masih kecil. Dan sejak saat itu Syarifah tak lagi pernah pulang.

Saudara M.Nur Matondang jumlahnya belasan, tetapi lain ayah satu ibu. Walau ber-ayah tiri, tetapi ayah tiri mereka masih saudara kandung. Ibu mereka bernama Basariah. Basariah menikah dengan Muhammad Arif. Dari suami istri ini lahir Morlum, Billi, Mardan, Husin, M.Nur, Misra dan Masrin.

Setelah ayah Muhammad Arif wafat, lalu saudara kandung Muhammad Arif bernama Kalirajo menikahi Basariah. Dari suami keduanya ini Basariah melahirkan beberapa anak antara lain Aminah, Hamidah, Parmato dan Syarifah.

Pencarian keluarga ibu Pak Samsudin Ismail Lubis ini, sebenarnya sulit-sulit mudah. Kesulitannya, karena Pak Samsudin tak memiliki banyak informasi soal silsilah keluarga ibunya.

Hal yang mempermudah adalah nama kampung Hutapungkut dan nama ibunya Syarifah Matondang serta nama pamannya (tulang) Masrin Matondang. Hutapungkut-Syarifah Matondang-Masrin Matondang ini sebagai kata kunci mempermudah penelusuran jejak keluaraga itu di tanah leluhur Mandailing.

Peliput  : tim

Editor    : Ludfan Nasution

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Karet Turun Lagi, Pangguris Kembali Terpukul

    Harga Karet Turun Lagi, Pangguris Kembali Terpukul

    • calendar_month Sabtu, 1 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga karet alam turun lagi di Mandailing Natal dalam  dua pekan terakhir. Pantauan penjualan di pertimbangan Gunung Tua Iparbondar, Panyabungan, Kamis (31/3/2017), harga terrendah karet alam berada di kisaran Rp 8.200 per Kg, tertinggi sekitar Rp 9.000 per Kg. Harga itu melorot dari pekan sebelumnya yang masih bertengger di kisaran Rp9.000 […]

  • Amru Siap Gantikan Syamsul

    Amru Siap Gantikan Syamsul

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Mantan Bupati Mandailing Natal Amru Helmi Daulay SH yang kini Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sumatera Utara menyatakan kesiapan dirinya memimpin Golkar Sumut jika mendapat restu dari DPP dan dukungan DPD II Golkar se Sumut. Namun demikian, Amru mengaku tidak terlalu ngotot untuk mengisi kekosongan pimpinan Golkar Sumut pada saat ini. Hal itu […]

  • Presiden Diminta Hentikan Pungli di Malaysia

    Presiden Diminta Hentikan Pungli di Malaysia

    • calendar_month Kamis, 11 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didesak untuk meminta Pemerintah Malaysia melakukan tindakan hukum menghentikan praktik pungutan liar terhadap tenaga kerja Indonesia yang tengah mengikuti program pemutihan tenaga kerja di Malaysia. “Caranya, Presiden Yudhoyono harus berani menekan Pemerintah Malaysia untuk melakukan law enforcement terhadap para calo dan menghentikan praktik pungli tersebut. Sebab, yang bisa dilakukan […]

  • DCS Dapil 1 Gerindra Madina

    DCS Dapil 1 Gerindra Madina

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DAFTAR CALON SEMENTARA ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 Partai Gerakan Indonesia Raya ( GERINDRA ) Dapil 1 Madina

  • Panen Melimpah, Harga Timun 2.000 Per Kilo

    Panen Melimpah, Harga Timun 2.000 Per Kilo

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Sejumlah petani timun di Kelurahan Siabu Kecamatan Siabu Mandailing Natal memasuki masa panen. Sementara itu, harga di tingkat pedagang pengumpul sebesar Rp 2.000 per kilo gram. Meski tergolong kurang menggembirakan, besaran Rp 2.000 itu sudah disyukuri petani, karena musim panen sebelumnya harga berada di kisaran Rp 1.500 bahkan pernah jatuh ke […]

  • Penyakit Masyarakat Marak di Madina? 

    Penyakit Masyarakat Marak di Madina? 

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online : Penyakit masyarakat diakui Satpol PP Madina sudah mengkhawatirkan. Penyakit masyarakat yang dimaksud seperti pasangan yang bukan suami istri diamankan dari hotel. Dari data Satpol PP Madina Selama Tahun 2024 Januari hingga Juli Satpol PP telah menjaring 60 pasangan yang tak mempunyai legalitas di beberapa hotel. “sejak Januari hingga bulan Juli ini, […]

expand_less