Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Presiden Diminta Hentikan Pungli di Malaysia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 11 Agt 2011
  • print Cetak


JAKARTA —
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didesak untuk meminta Pemerintah Malaysia melakukan tindakan hukum menghentikan praktik pungutan liar terhadap tenaga kerja Indonesia yang tengah mengikuti program pemutihan tenaga kerja di Malaysia.

“Caranya, Presiden Yudhoyono harus berani menekan Pemerintah Malaysia untuk melakukan law enforcement terhadap para calo dan menghentikan praktik pungli tersebut. Sebab, yang bisa dilakukan Presiden hanya mendesak Pemerintah Malaysia saja,” kata anggota Komisi IX DPR, Rieke Diah Pitaloka, kepada Kompas, Kamis (11/8/2011) pagi ini.

Menurut Rieke, berdasarkan laporan Migrant Care di Malaysia, Rabu, pungli yang dikenakan bagi TKI tidak tanggung-tanggung. Tarif resmi per orang untuk program 6P yang tengah dijalankan Pemerintah Malaysia adalah 35 ringgit, tetapi kutipan liarnya dari sub-agen membengkak menjadi 335 ringgit-700 ringgit. Program 6P adalah program untuk menggalakkan pendaftaran, pengampunan, pemutihan, pemantauan, penangkapan, dan pengusiran bagi buruh migran di Malaysia.

Sementara itu, dari laporan wartawan Kompas di Johor, sebagaimana dilaporkan Kamis ini, program 6P yang dijalankan Pemerintah Malaysia sejak 1 Agustus lalu itu digunakan agen untuk mengeksploitasi TKI dari sisi ekonomi. Sebagian di antaranya bahkan diduga menggunakan modus penipuan.

Rieke menyatakan, saat ini sudah ada 530.000 pekerja asing tanpa ijin yang mendaftar. Sebanyak 70 persennya adalah TKI. “Kalau dihitung 70 persen dari 530.000 orang adalah TKI dengan rata-rata 300 dollar AS yang diperas oleh sub-agen, TKI kita sudah kehilangan 35 juta dollar AS dalam waktu enam hari. Ini belum terhitung 300 juta dollar AS hingga 800 juta dollar AS dalam prosedur pemutihan,” ujar Rieke.

Selain mendesak melakukan langkah hukum melalui jalur diplomatik, Rieke juga meminta Presiden Yudhoyono menunda program tersebut seraya dibenahi dan menjalankan program secara transparan. Presiden juga diminta mengevaluasi kembali moratorium TKI masuk ke Malaysia, sebagaimana tertuang dalam nota kesepahaman RI-Malaysia.
Sumber: tribunnews.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ikhwanul Muslimin, Mesir dan Kemerdekaan Indonesia

    Ikhwanul Muslimin, Mesir dan Kemerdekaan Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PERAN MESIR YANG DIPELOPORI OLEH IKHWANUL MUSLIMIN SANGATLAH BESAR DAN BERARTI BAGI KEDAULATAN RAKYAT INDONESIA. SEBAB ATAS DESAKAN IKHWANUL MUSLIMIN LAH PEMERINTAH MESIR MENJADI NEGARA PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA. (Dikutip dari arrahmah.com) Sebelum tanggal 22 MARET 1946 Indonesia selalu diklaim Belanda sebagai masalah dalam negeri negara penjajah itu. Belanda tetap mengklaim Indonesia sebagai […]

  • Tim Kampanye Dihimbau Hindari Fitnah dan Agitasi

    Tim Kampanye Dihimbau Hindari Fitnah dan Agitasi

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Ketua KPU Mandailing Natal (Madina) Agus Salam Nasution menghimbau seluruh tim kampanye dan tim pemenangan serta para pimpinan partai politik untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat menciderai integritas Pilkada. “Hentikan segala bentuk politik uang, jauhi segala bentuk fitnah , hindari segala bentuk agitasi, provokasi dan hal-hal lain yang dapat menyebabkan terganggunya […]

  • IKANAS di Ambang Krisis: Eksis untuk Anggota dan Madina?

    IKANAS di Ambang Krisis: Eksis untuk Anggota dan Madina?

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Episentrum Momentum pelantikan DPW Sumatera Utara Ikatan Keluarga Nasution dan Anakboruna (IKANAS), besok (Ahad, 3 Mei 2026), seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni rutin. Layaknya dibaca sebagai ruang refleksi: ke mana arah organisasi ini bergerak di tengah perubahan sosial-budaya, sosial-politik dan sosial-ekonomi yang semakin kompleks dan cepat? IKANAS bukan organisasi kekerabatan biasa. […]

  • Diposting Dimedsos, Perbedaan Suara C1 Plano Dengan Rekapan Diduga Saksi Di Siabu Jadi Sorotan

    Diposting Dimedsos, Perbedaan Suara C1 Plano Dengan Rekapan Diduga Saksi Di Siabu Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Sehari usai Pilkada, di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai banyak mendapat komentar dari masyarakat. Salah satunya dari masyarakat Desa Bonan dolok Kecamatan Siabu, Khairil Amri. Kamis (28/11/2024) sekira pukul 13.00 wib. Dalam akun media sosial Facebook (fb), Khairil Amri memposting dan mempertanyakan perbedaan perolehan suara dari dua Calon Bupati dan […]

  • SMSI Madina Qurban 2 Ekor Kambing

    SMSI Madina Qurban 2 Ekor Kambing

    • calendar_month Kamis, 29 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) – Hari raya Idul Adha 1444 Hujriah. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) qurban dua ekor Kambing. Pemotongan hewan qurban ini dilaksanakan di halaman kantor SMSI Madina, di Perumahan Cemara Madina, Kamis (29/06/2023). Ketua SMSI Madina, Jeffry Barata Lubis, menyampaikan ucapan syukur atas terlaksananya pemotongan hewan qurban SMSI ini. […]

  • Warga Pidoli Lombang Tangkap Pemakai Narkotika

    Warga Pidoli Lombang Tangkap Pemakai Narkotika

    • calendar_month Sabtu, 27 Mei 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online): Warga Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal Sabtu Malam 27/5/2023 sekitar pukul 21.30 wib berhasil menangkap 2 dari 6 orang terduga bandar dan pemakai narkotika jenis sabu dan ganja Penangkapan kedua Pemuda yang bukan warga setempat itu berawal dari gelagat yang mencurigakan oleh warga di sebuah kebun karet tidak jauh dari […]

expand_less