Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

REFORMULASI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS: ANTARA PERDESAAN DAN PERKOTAAN

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
  • print Cetak

Oleh : Rahmad Daulay*

 

PENDAHULUAN

Permasalahan gizi di Indonesia masih menjadi isu serius yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), proporsi populasi stunting pada anak usia di bawah lima tahun masih cukup tinggi terutama di wilayah dengan tingkat kemiskinan dan akses pangan yang rendah. Pemerintah telah mencanangkan Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu strategi untuk mempercepat penurunan angka stunting, meningkatkan daya tahan tubuh anak dan mendukung perkembangan fisik dan metal.

Namun penerapan Program Makan Bergizi Gratis menghadapi tantangan yang berbeda di antara perdesaan dan perkotaan. Perbedaan infrastruktur, kondisi geografis, budaya konsumsi, ketersediaan bahan pangan serta pola kehidupan sosial masyarakat memerlukan reformulasi kebijakan yang adaptif dan kontekstual serta membumi. Perlu dilakukan pengkajian dan strategi reformulasi Program Makan Bergizi Gratis agar efektif diterapkan di perdesaan dan perkotaan.

KONSEP GIZI DAN MAKAN BERGIZI GRATIS

Makan Bergizi Gratis adalah program penyediaan makanan sehat dan seimbang tanpa biaya bagi kelompok sasaran seperti anak sekolah, ibu hamil dan masyarakat rentan. Tujuannya untuk mencegah kekurangan gizi, meningkatkan konsentrasi belajar serta mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan mental.

Prinsip gizi seimbang mencakup pemenuhan karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral sesuai kebutuhan usia. WHO dan Kementerian Kesehatan RI menekankan pentingnya pendekatan berbasis makanan lokal untuk keberlanjutan program.

KONDISI GIZI DI PERDESAAN DAN PERKOTAAN

Di perdesaan tantangan utama mencakup minimnya infrastruktur, keterbatasan akses pada pangan berkualitas dan rendahnya literasi gizi. Meski banyak bahan pangan dihasilkan di desa namun pola konsumsi sering tidak memenuhi standar gizi.

Di perkotaan masalah utama adalah pola makan yang tinggi kalori dan rendah nutrisi akibat gaya hidup serba cepat dan instan. Akses pangan lebih mudah tetapi kesenjangan ekonomi menghambat sebagian masyarakat mendapatkan makanan bergizi.

KEBIJAKAN DAN PROGRAM SEJENIS

Program serupa sudah berjalan di berbagai negara misalnya National School Lunch Program di Amerika Serikat dan Midday Meal Scheme di India yang menunjukkan dampak signifikan terhadap kesehatan anak. Di Indonesia program serupa pernah dilakukan dalam bentuk pemberian makanan tambahan (PMT), tetapi masalah distribusi, kualitas dan keberlanjutan sering menjadi kendala.

TANTANGAN IMPLEMENTASI DI PERDESAAN

  1. Keterbatasan infrastruktur distribusi seperti jalan, kenderaan, fasilitas penyimpanan dan transportasi yang minim menyulitkan distribusi makanan bergizi.
  2. Ketersediaan tenaga dan edukasi gizi: rendahnya jumlah tenaga kesehatan dan penyuluh gizi membuat literasi gizi kurang berkembang.
  3. Potensi ketahanan pangan lokal: sebagian besar desa menghasilkan bahan pangan sendiri namun pemanfaatannya untuk Program Makan Bergizi Gratis masih belum optimal.

TANTANGAN IMPLEMENTASI DI PERKOTAAN

  1. Perubahan pola konsumsi: konsumsi makanan cepat saji yang sangat tinggi sehingga Program Makan Bergizi Gratis perlu adaptasi agar diterima masyarakat.
  2. Mobilitas yang tinggi: penduduk perkotaan yang dinamis memerlukan distribusi makanan yang efisien, cepat dan higienis.
  3. Kesenjangan ekonomi: meskipun bahan pangan tersedia namun akses pangan untuk keluarga miskin masih terbatas dikarenakan faktor ekonomi.

STRATEGI REFORMULASI PROGRAM MBG

A. Pendekatan Berbasis Komunitas:

  1. Di Perdesaan: kolaborasi dan pengaturan manajemen suplai barang dengan usaha tani dan ladang pribadi, kelompok tani, pedagang pribadi dan pasar desa untuk pengadaan bahan pangan lokal.
  2. Di Perkotaan: kerja sama dengan UMKM kuliner, kantin sekolah dan koperasi sekolah.

B. Edukasi Gizi: integrasi literasi gizi ke dalam kurikulum sekolah dan kampanye media untuk mengubah perilaku konsumsi.

C. Pemanfaatan Teknologi:

  1. Perdesaan: aplikasi sederhana untuk pendataan gizi dan distribusi berbasis desa.
  2. Perkotaan: sistem digital terintegrasi untuk pengawasan kualitas dan pengaturan distribusi.

D. Pendanaan Kolaboratif: menggabungkan dana pemerintah, CSR swasta dan sumbangan masyarakat untuk keberlanjutan program.

E. Monitoring dan Evaluasi: sistem evaluasi berbasis data untuk mengukur dampak, efektivitas distribusi dan tingkat penerimaan masyarakat.

DAMPAK SOSIAL DAN EKONOMI

Implementasi Program Makan Bergizi Gratis yang tepat dapat meningkatkan kesehatan masyarakat, mengurangi angka stunting dan memperkuat ketahanan pangan. Di sisi ekonomi program ini dapat mendorong pemberdayaan petani/pedagang lokal di desa, UMKM kuliner, kantin sekolah dan koperasi sekolah.

KESIMPULAN

Reformulasi Program Makan Bergizi Gratis sangat penting untuk menjawab tantangan implementasi di perdesaan dan perkotaan. Pendekatan adaptif yang mempertimbangkan kondisi geografis, sosial dan ekonomi diperlukan agar program ini efektif dan berkelanjutan. Edukasi gizi, pemberdayaan komunitas, digitalisasi distribusi dan pendanaan kolaboratif menjadi pilar utama reformulasi.

SARAN

Pemerintah perlu mengembangkan model Program Makan Bergizi Gratis yang spesifik untuk perdesaan dan perkotaan agar lebih tepat sasaran.

Literasi gizi harus ditingkatkan melalui pendidikan formal dan kampanye publik.

Pemberdayaan potensi lokal baik petani/pedagang di desa, UMKM kuliner, kantin sekolah dan koperasi sekolah dapat mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan program.

Sistem monitoring digital harus diterapkan untuk memastikan kualitas makanan dan efisiensi distribusi.

Kolaborasi antara pemerintah, swasta dan masyarakat diperlukan untuk pendanaan yang berkesinambungan.

Salam reformasi.
Kaki Pegunungan Bukit Barisan.
27 Juli 2025

*Penulis adalah mahasiswa Magister Terapan Sistem Informasi Akuntansi Politeknik Negeri Medan, penulis pada website www.birokratmenulis.org dan pengasuh blog www.selamatkanreformasiindonesia.com.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Isu Kudeta Cuma Akal-akalan Rezim SBY

    Isu Kudeta Cuma Akal-akalan Rezim SBY

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Islam Garis Keras dan Moderat Makin tak Suka SBY JAKARTA- Pemberitaan eksklusif Al Jazeera pada 22 Maret lalu yang mengungkap adanya rencana aksi kudeta oleh Dewan Revolusi Islam (DRI) terhadap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diduga hanya akal-akalan orang-orang di lingkaran penguasa. Kabar tersebut bagian dari skenario jahat untuk memecah belah kelompok kritis yang […]

  • Ketika Cinta Ditolak, Iman Ditabrak?

    Ketika Cinta Ditolak, Iman Ditabrak?

    • calendar_month Selasa, 11 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Cinta ditolak, dukun bertindak! Begitulah kalimat yang dulu sempat popular bagi pejuang cinta yang menabrak akal sehatnya demi mengejar atau juga melampiaskan sakit hati pada lawan jenisnya. Namun saat ini, dukun tidak lagi diminati. Karena mungkin, kerjanya terlalu bertele-tele apalagi jika sampai merogok kocek yang hingga kendor. […]

  • Mantan Sekda Madina: Tiga Alasan Memilih SAHATA

    Mantan Sekda Madina: Tiga Alasan Memilih SAHATA

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dukungan memenangkan Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2, Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) terus berdatangan. Terlebih dalam beberapa hari belakangan elektabilitas pasangan ini terus melejit. Kali ini dukungan datang dari mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Drs. HM Yusuf Nasution, MSi. Tokoh agama yang juga ketua Pimpinan Daerah […]

  • Truk Laga Kambing di Lintas Timur Panyabungan, Supir Patah Kaki

    Truk Laga Kambing di Lintas Timur Panyabungan, Supir Patah Kaki

    • calendar_month Selasa, 1 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandaiking Online ) Truk jenis coldiesel pagi tadi Selasa 01/8/2023 pukul 7.05 wib adu kambing di jalan lintas timur, kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Kecelakaan ini mengakibatkan salah seorang supir mengalami patah tulang kaki karena benturan keras. Dari keterangan warga, truk coldiesel pengangkut getah karet dari arah Padang menuju Medan melaju kencang, sang […]

  • 14 Kabupaten/Kota dapat penghargaan

    14 Kabupaten/Kota dapat penghargaan

    • calendar_month Rabu, 11 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi memberikan penghargaan untuk 14 kabupaten/kota di Sumatera Utara yang mampu merealisasikan target 100 persen dalam pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Pemberian penghargaan itu diiringi dengan penyerahan 4,3 juta e-KTP di Medan, yang diserahkan langsung kepada 14 bupati/wali kota yang didampingi Ketua DPRD dan Kepala Dinas Kependudukan masing-masing. […]

  • 264 Jaringan Irigasi Akan Diperbaiki di Madina

    264 Jaringan Irigasi Akan Diperbaiki di Madina

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Panyabungan (Mandailingonline) – Dalam rangka mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Mandiling Natal (Madina), Dinas Pertanian terus melakukan gebrakan bekerja sama dengan TNI AD, Senin (9/2/2015). Peletakan batu pertama pembangunan jaringan irigasi dilaksanakan di Desa Sitinjak, Kecamatan Batang Natal untuk memudahkan petani memperoleh air. Demikian disampaikan Kadis Pertanian Madina M Taufik Zulhendra Ritonga. Dikatakannya, sebanyak 264 jaringan […]

expand_less