Kamis, 5 Mar 2026
light_mode

Sapa Saya Dengan “Menjuah-juah”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 18 Feb 2020
  • print Cetak

Memantapkan Jati Diri Suku Karo

 

Kolom : Venessa Nde Ginting

Terkadang tanpa kita sadari kita sendirilah yang mengajari suku-suku lain berfikir untuk menyapa kita dengan “horas” bukan dengan “mejuah-juah”. Teringat dulu ketika saya bekerja di luar negeri di salah satu perusahaan Jerman yang memang sangat bagus di Pulau Penang.

Di sana saya banyak bertemu orang-orang Indonesia yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dan orang lokal (asli warga negara Malaysia).

Temen-temen Indonesia saya yang bersuku Jawa pada saat itu langsung menyapa saya dengan “horas” ketika mereka mengetahui saya operator baru yang didatangkan dari Medan (Sumut). Mereka langsung mengatakan “kamu orang Batak kan”.

Intinya, selama saya berteman mereka sama sekali tidak tahu adanya Karo. Mereka hanya tahu ketika kamu datang dari Medan (Sumut) maka kamu adalah Orang Batak yang harus disapa dengan “horas”.

Jujur, yang paling mengesalkan bagi saya adalah ketika temen-temen akrab saya yang hobby memanggil saya “Batak”. Contohnya: “Batak, hari ini kamu ke mana?” (Dengan lembut tidak bermaksud mengejek).

Pada masa itu memang saya tidak pernah memberikan penjelasan dan hanya diam saja ketika dipanggil Batak. Pada masa itu yang ada di pikiran saya ya sudahlah karena pengetahuan saya hanya sebatas Batak Karo. Padahal dalam hati saya berkata “kok hanya Batak yang dikenal?

Singkat cerita, 2 tahun belakangan ini saya mendengar adanya KBB (Karo Bukan Batak). Nah, di situ saya mulai suka membaca artikel-artikel KBB. Sedikit banyaknya barulah saya tahu kalo Karo bukan Batak. Karo ya Karo. Tidak ada embel-embel Batak.

Dari Gerakan KBB saya kemudian mulai belajar tidak ada yang namanya Batak Karo, yang ada “kita kalak Karo”.

Seiringnya waktu, sedikit-sedikit saya paham akan perbedaan itu. 1 tahun belakangan ini saya memutuskan siapa saya sebenarnya dan dengan bangga menyatakan saya “kalak Karo” dan “Karo bukan Batak”. Di proses-proses ini saya juga tidak lupa untuk terus belajar akan KBB.

Singkat cerita, di tahun yang lalu saya mempunyai kesempatan untuk berlibur ke Penang( (Malaysia). Di sana saya bertemu dengan kawan-kawan lama saya semasa kerja dulu. Ketika kami bertemu, mereka langsung menyapa saya dengan “horas”.

Tetapi langsung saya katakan “horas” untuk Orang Batak dan saya bukan Orang Batak. Sebaiknya sapa saya dengan mejuah-juah karena saya orang Karo.

Di situ saya sudah mulai bisa menjelaskan bahwa tidak semua Orang Medan (Sumut) layak disapa “horas” karena tidak semua Orang Medan adalah Orang Batak. Di Medan juga banyak Orang Karo. Ketika berjumpa dengan orang-orang Karo, sapalah mereka dengan “mejuah-juah”.

Di situ saya juga masih ingat mengatakan hal ini kepada mereka. Jadi, ketika kalian semua berjumpa dengan Orang Medan (Sumut) tanya terlebih dahulu mereka Orang Batak atau Orang Karo. Kalo Orang Karo sapa dengan “mejuah-juah” dan kalo mereka Orang Batak sapa dengan “horas”.

“Untuk next ke depannya, sapalah saya dengan mejuah-juah karena saya Orang Karo. kalak karo,” kataku sambil tersenyum.

Inilah sekilas tentang saya yang mulai sadar tentang KBB. Proud to be Karonese. Semoga saja next ke depannya lebih banyak lagi yang sadar.

Bujur ras mejuah-juah!

 

Artikel ini dimuat kali pertama
di : Kahekolu.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DCS dapil 3 GOLKAR Madina

    DCS dapil 3 GOLKAR Madina

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 GOLKAR

  • Diam Diam, Harun Mustafa Ternyata Sudah Bantu Ratusan Masjid Saat Jadi DPRD Sumut

    Diam Diam, Harun Mustafa Ternyata Sudah Bantu Ratusan Masjid Saat Jadi DPRD Sumut

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan (Mandailing Online) – Diam diam, ternyata Harun Mustafa Nasution sejak manjadi Wakil Ketua DRPD Provinsi Sumatera Utara sudah membantu dan mendanai ratusan Masjid di seluruh Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Terbukti, Harun Mustafa Nasution yang kini mencalonkan diri manjadi Calon Bupati Madina nomor urut 01, dan berpasangan dengan Muhammad Ichwan Husein Nasution itu ternyata tidak […]

  • Menelusuri Makam Tuanku Tambusai di Seremban, Malaysia

    Menelusuri Makam Tuanku Tambusai di Seremban, Malaysia

    • calendar_month Selasa, 22 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Bukit itu bukan perbukitan besar, melainkan bentangan bukit kecil yang tidak terlalu tinggi. Diapit oleh Jl. Rasah dan Jl. Tok Ungku dan Sungai Batang Benar. Sebuah perbukitan di  Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia. Di atas bukit inilah berada makam Tuanku Tambusai, salah satu pahlawan nasional Republik Indonesia yang […]

  • Mualaf Sebarkan Kebaikan Islam Hingga Pelosok Nusantara

    Mualaf Sebarkan Kebaikan Islam Hingga Pelosok Nusantara

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    BEKASI – Pesantren Al-Fatih Kaffah Nuu Waar (AFKN) kedatangan dua anggota keluarga baru. Mereka adalah Muhammad Al Fatih (9 tahun) dan Sahrul Gunawan (10 tahun). Keduanya memantapkan hati menjadi Muslim dan mendalami ajaran Islam dibawah bimbingan Ustaz Fadzlan Gharamatan. "Cita-cita saya ingin menjadi penghafal Alquran," kata Al-Fatih dengan semangat. Al-Fatih berasal dari daerah pedalaman Papua […]

  • Usai Aksi Emak-emak APH Tetap Bergeming, Masyarakat Kembali Datangi Rumah Terduga Bandar Narkoba

    Usai Aksi Emak-emak APH Tetap Bergeming, Masyarakat Kembali Datangi Rumah Terduga Bandar Narkoba

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    TABUYUNG (Mandailing Online) – Aksi emak-emak yang mendatangi rumah terduga bandar narkoba pada Jumat (31/12) pekan lalu nyatanya tetap membuat aparat penegak hukum (APH) bergeming. Akibatnya situasi di Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) Senin (3/12) kembali memanas dan berujung warga kembali mendatangi rumah terduga bandar narkoba tersebut. Dari informasi di lapangan, peristiwa kedua ini […]

  • Pilkada Langsung Tak Menjamin Kedaulatan Rakyat

    Pilkada Langsung Tak Menjamin Kedaulatan Rakyat

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Sri Edi Swasono Demokrasi adalah Kerakyatan. Demokrasi adalah ‘Daulat Rakyat’, bukan ‘Daulat Tuan­ku’, dan bukan pula ‘Daulat Pasar’. Pemerintahan demokratis adalah pemerin­tahan cap rakyat, bukan cap tuanku, bukan cap pemodal, bukan pula cap partai ataupun cap teknokrat, bukan pula cap penguasa atau pun cap proletar. Kedaulatan rakyat tidak identik dengan pemilihan langsung yang diricuhkan saat ini. Pemilihan langsung hanya ‘secuil kecil’ dari wujud dan […]

expand_less