Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

SBY: Penegak Hukum Harus Bersih dari Korupsi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
  • print Cetak


Jakarta, Penegak hukum harus bersih dari korupsi. Jangan sampai sebagai pihak yang bertugas melakukan perang terhadap korupsi justru malah tidak beres. Upaya pemberantasan korupsi tidak akan maksimal.

“Cegah dan berantas korupsi di lingkungan penegak hukum. Sebagai yang menghunus pedang, penegak hukum harus yang berdiri paling depan,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutan di acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi 2010 yang digelar KPK di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (1/12). Acara ini dihadiri oleh para menteri dan pejabat negara.

Pemberantasan korupsi itu pun akan efektif kalau penegak hukum bersih. “Kalau ingin menyapu lantai yang kotor pastikan menggunakan sapu yang bersih,” tambahnya.
Presiden menuturkan, iklim takut korupsi makin menguat dan makin terbangun di Indonesia. Namun tetap saja ada oknum yang nekat melakukan korupsi.

“Masih ada yang mencuri-curi, siapa tahu nggak ketahuan. Tapi kita rasakan tidak semerdeka dahulu. Korupsi penyimpangan atau fraud masih terjadi, korupsi di daerah masih terbuka, pejabat daerah yang diperiksa masih banyak,” tutupnya.

Awasi Ketat BC, Pajak dan BUMN

Upaya pemberantasan korupsi dilakukan di segala bidang. Tidak terkecuali di institusi yang memberikan penerimaan bagi negara. Di institusi seperti itu justru pengawasan harus diawasi ekstra ketat. “Berikan atensi pada Pajak dan Bea Cukai, dan BUMN apalagi yang besar. Mereka punya dividen dan pajak bagi negara,” kata SBY.

Lembaga-lembaga itu, termasuk kementerian yang memberikan kontribusi bagi penerimaan negara harus bersih dari praktek tercela korupsi. “Berikan atensi yang lebih besar bagi yang mengelola aset dan keuangan negara,” tambahnya.

Pemberantasan korupsi di Indonesia, lanjut SBY diharapkan terus dapat lebih baik lagi. Semua jajaran pemerintah baik pusat maupun daerah harus benar-benar mendukung upaya pencegahan korupsi.

“Saya sungguh ingin prakarsa yang baik ini dapat mencegah terjadinya korupsi dan penyimpangan dari semua jajaran pemerintah pusat maupun daerah, unsur eksekutif, legislatif maupun yudikatif, negara maupun swasta,” tutupnya.

Terbesar di Pengadaan Barang

Sementara itu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan data bahwa praktek rawan korupsi di instansi publik banyak terjadi di pengadaan barang. Praktek pengadaan barang yang rawan korupsi itu yakni pada pembesaran anggaran. “Berdasarkan data yang masuk di KPK, motif terjadinya korupsi tersebut kebanyakan terjadi pada pengadaan barang yakni praktek-praktek pembesaran anggaran,” ujar Wakil Ketua KPK M Jasin.

Menurut Jasin, korupsi di pengadaan barang sudah meluas terjadi dan dilakukan secara sistemik. Oleh karenanya korupsi itu digolongkan sebagai kejahatan luar biasa, bukan hanya lokal saja namun juga internasional. Jasin menambahkan, berdasarkan survei yang dilakukan KPK selama ini seperti survei integritas yang dilakukan beberapa saat yang lalu angka transparansi di instansi publik tergolong masih rendah.

Karena itu, pihaknya meminta instansi publik seperti kementerian dan pemda untuk lebih meningkatkan sisi transparansi.”Meskipun juga ada beberapa instansi yang kita nilai cukup baik berdasarkan survei tersebut,” imbuh dia. Dalam kesempatan ini, Jasin mengungkapkan KPK sudah memiliki KPK whistle blower system (KWS) yakni pengaduan online di situs KPK dan juga dapat diakses masyarakat secara luas.

Pada tahun ini, lanjut Jasin, KPK juga telah bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dalam mengawasi pembangunan-pembangunan infrastruktur yang rawan terjadinya korupsi. “Kerjasama tersebut telah terjalin dengan kerjasama dengan Pak Djoko Kirmanto sehingga transparansi dapat dikedepankan,” tutup dia. (dtc)
Sumber : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bintara Polri butuh pendidikan

    Bintara Polri butuh pendidikan

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Intimidasi atau teror yang kerap dilakukan oleh anggota kepolisian ditengarai karena kurangnya pendidikan terhadap para bintara Polri. “Padahal para bintara inilah yang berhubungan langsung dengan masyarakat, bukan para perwira,” terang Koordinator KontraS Sumut, Diah Susilowati, kepada Waspada Online, hari ini. Untuk itu, lanjutnya pihak Polri harus memberikan ilmu yang cukup kepada para bintaranya. […]

  • Hasil Lab, Air Sisa Proses Tambang Martabe Aman

    Hasil Lab, Air Sisa Proses Tambang Martabe Aman

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Sesuai dengan hasil uji Laboratorium, kandungan logam dari air sisa proses PT G-Resources Martabe, yang beroperasi di wilayah Desa Aek Pining, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapsel, masih berada di bawah baku mutu. Hal ini terungkap pada pembukaan sekaligus penyampaian hasil uji laboratorium sisa air proses Tambang Martabe, di Rechall Pelangi Camp, Senin […]

  • Teror via SMS, Wanita Mengaku Istri Mantan Pejabat Pemkab Madina Dilapor ke Polisi

    Teror via SMS, Wanita Mengaku Istri Mantan Pejabat Pemkab Madina Dilapor ke Polisi

    • calendar_month Sabtu, 20 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sumber : Harian Medan Bisnis / Editor : Dahlan Batubara   SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Seorang wanita mengaku istri mantan pejabat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dilaporkan ke polisi oleh Basrah Gabe Siregar (50), warga Jalan T Umar, Padangsidimpuan. Demikian dilansir Harian Medan Bisnis Daily.com edisi 20 Mei 2017. Hanya saja, status wanita itu belum […]

  • Akhmad Arjun: Kita Geram dengan Perlakuan Gultom

    Akhmad Arjun: Kita Geram dengan Perlakuan Gultom

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Derman Gultom, Pegawai Lapas II B Natal tega memukul, menendang, menginjak dan mengancam akan membunuh Said Rahman (14 tahun) karena alasan beca korban menyerempet mobil pelaku. Tindakan arogan itu menjadi perhatian masyarakat Mandailing Natal (Madina). Termasuk Ketua MPC Pemuda Pancasila Madina Akhmad Arjun Nasution. Arjun menyebut tindakan Derman Gultom itu tidak […]

  • Proses Penegerian STAIM, Kemenag Akan Bentuk Tim

    Proses Penegerian STAIM, Kemenag Akan Bentuk Tim

    • calendar_month Rabu, 23 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Kementerian Agama Republik Indonesia dalam waktu dekat akan membentuk tim yang akan bekerja dalam proses perubahan STAIM menjadi perguruan tinggi negeri. Kepastian pembentukan tim ini merupakan hasil pertemuan Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution dengan Kementerian Agama di Jakarta, Selasa (22/8/2017). Tim ini akan melakukan cek lapangan meneliti keabsahan […]

  • Cari Solusi Terbaik bagi Honorer K2 Gagal CPNS

    Cari Solusi Terbaik bagi Honorer K2 Gagal CPNS

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PEKANBARU  – Pada 5 Februari 2014, Panitia Pusat akan mengumumkan kelulusan hasil seleksi CPNS dari tenaga honorer kategori dua (K2). Namun, sampai saat ini, Pemerintah Provinsi Riau belum menentukan sikap untuk tenaga honorer K2 yang nantinya tidak lulus alias gagal menjadi CPNS. Hal itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, Surya Maulana kepada Riau […]

expand_less