Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Sejumlah Pesantren di Madina Kerjasama dengan Yayasan Mataniari

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2020
  • print Cetak

Tidak bisa dipungkuri, bahwa hingga saat ini pesantren memiliki peranan besar dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Bukan hanya dalam bidang pendidikan, tapi pesantren juga menyatu dengan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Begitu juga Mudir atau pimpinan pondok pesantren, merupakan tokoh masyarakat dimana pesantren itu berada. Singkatnya, pesantren dan kehidupan masyarakat berhubungan sangat erat.

Peran otentik pesantren tersebut sejatinya bisa ditingkatkan agar bisa memberi lebih banyak mamfaat kepada masyarakat luas. Salah satu peran yang bisa dimaksimalkan yaitu dalam bidang ekonomi. Pesantren bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekitar tentunya dengan ke khas-an daerahnya.

Berdasarkan Pangkalan Data Pondok Pesantren Kemenag, pada tahun 2019 kurang lebih terdapat 21 pesantren yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Mandailing Natal dengan jumlah santri sekitar 21.874 orang. Angka ini secara kuantitas tidak main-main, hanya bagaimana angka ini signifikan juga secara kualitasnya.

Pemamfaatan pesantren sebagai basis pertumbuhan ekonomi tidak bisa dilakukan secara parsial. Maka Yayasan Mataniari Sian Madina sebagai satu lembaga kemasyarakatan mencoba berdiskusi panjang dengan Mundir-Mundir atau pimpinan pondok pesantren yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Mandailing Natal, sehingga penandatanganan pernyataan dan dukungan ikut bergabung oleh Mundir-Mundir atau pimpinan pondok pesantren yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Mandailing Natal baik sebagai pengurus, pembina, dan penasihat adalah menjadi satu wujud kebersamaan kerjasama yang amat baik atas nama kepentingan umat dan masyarakat.

M. Yazid Pulungan selaku ketua Yayasan Mataniari Sian Madina, Sabtu (4/7/2020) di Panyabungan berkata bahwa wujud kebersamaan kerjasama yang amat baik antara pengurus yayasan dengan Mundir-Mundir atau pimpinan pondok pesantren yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Mandailing Natal, bukan saja semata-mata basa-basi sekedar silahturahmi, tapi pihak Yayasan Mataniari Sian Madina merealisasikan beberapa program-programnya ke dalam pesantren-pesantren tersebut pada bulan Februari 2020 yang lalu, yaitu program air bersih dan program kemandrian ekonomi pesantren melalui pembagian bibit buah-buahan yang diharapkan bisa menjadi income jangka panjang untuk pesantren tersebut.

Disamping itu M. Yazid Pulungan, juga berkata bahwa kesinambungan hubungan yang erat antara Mundir-Mundir atau pimpinan pondok pesantren yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Mandailing Natal dengan pihak Yayasan Mataniari Sian Madina, adalah dengan mencoba merealisasikan rencana program-program yang lebih menguatkan peranan otentik pesantren agar bisa memberi lebih banyak manfaat kepada umat dan masyarakat luas.

“Salah satu program kami yang akan dicoba direalisasikan dalam masa terdekat ini antara lain adalah, membangun posko bank sampah di dalam pesantren yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Mandailing Natal,” ungkap Yazid.

Proyek perencanaan pengelolaan sanitasi, dan sampah di pesantren-pesantren sekitar Kabupaten Mandailing Natal ini, bukan saja untuk lebih meningkatkan sistem kebersihan di lingkungan pesantren, tapi juga memberikan pola pemikiran baru bahwa pengelolaan sampah yang baik boleh juga menjadi solusi income atau pendapatan.

“Dan program kami yang lainnya, adalah kerjasama kemitraan untuk Program Beasiswa Santri Berprestasi, rencana program ini adalah kerjasama yayasan kami dengan NGO Islamic Aid Malaysia dan International Shariah Research Academy for Islamic Finance, dengan sasaran program untuk mendapatkan insentif beasiswa penuh di beberapa Universitas Islam yang ada di Malaysia kepada santri-santri berprestasi yang berasal dari pesantren-pesantren yang ada disekitar Kabupaten Mandailing Natal,” katanya.

Tentunya dengan tujuan untuk mengejar kesempatan peluang mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi di bidang keuangan Islam, disamping juga untuk memperbesar kader profesional Muslim yang terlatih dan berkomitmen guna untuk pengembangan syariah dan keuangan Islam.

Di hari yang sama, Abdul Aziz Lubis selaku pendiri dan bendahara Yayasan Mataniari Sian Madina, menambahkan bahwa kemitraan program antara pihak yayasan dengan NGO-NGO luar negeri, seperti Islamic Relief World Wide, Ummah Global, dan khususnya Islamic Aid Malaysia, adalah berdasarkan misi dan visi yang sama yaitu development ummah, disamping misi memperkuat hubungan antara dua negara.

Abdul Aziz Lubis juga menjelaskan bahwa rencana program-program Yayasan Mataniari Sian Madina untuk pesantren-pesantren sekitar Kabupaten

Mandailing Natal ini, merupakan satu role model program development ummah di negara berkembang seperti Indonesia, sehingga kepercayaan mitra-mitra NGO luar negeri itu sebagai donator program tetap terjaga. (rel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD dan Pemkab Madina Diminta Lindungi Rakyat Batahan Menghadapi PTPN IV

    DPRD dan Pemkab Madina Diminta Lindungi Rakyat Batahan Menghadapi PTPN IV

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD dan Pemkab Mandailing Natal (Madina) diharapkan mampu melindungi hak-hak rakyat di Batahan yang berhadapan dengan PTPN IV. Itu dikatakan kuasa hukum warga Desa Sikapas, Kecamatan Batahan, Ridwan Rangkuti, SH.MH menjawab Mandailing Online di gedung DPRD Madina usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (28/3/2022). Persoalan lahan-lahan warga yang ditengarai diserobot […]

  • Optimalisasi Dana Desa Madina: Dari Alokasi Konsumtif ke Investasi Produktif

    Optimalisasi Dana Desa Madina: Dari Alokasi Konsumtif ke Investasi Produktif

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Irwan Daulay Pemerhati Pembangunan Daerah   Sudah lebih dari satu dekade Dana Desa mengalir ke seluruh pelosok Nusantara. Namun, di banyak daerah, manfaatnya masih jauh dari optimal. Alih-alih menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi desa, Dana Desa lebih sering habis untuk kegiatan seremonial, upah proyek infrastruktur kecil, atau bahkan menjadi bancakan mafia proyek desa. Waktunya […]

  • Kritik Point Untuk Program Kerja Calon Pemimpin Daerah Yang Mengusung Ide Sekuler-Kapitalis

    Kritik Point Untuk Program Kerja Calon Pemimpin Daerah Yang Mengusung Ide Sekuler-Kapitalis

    • calendar_month Senin, 30 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Pilkada tinggal menghitung hari. Para calon kandidat yang sudah memiliki nomour urut pilih kemungkinan besar tengah menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk menghadapi kompitisi bergengsi daerah ini. Tentu saja menang adalah target dan tujuan utama bagi setiap calon. Namanya kompetisi, menang-kalah adalah sunnatullah. Meskipun tidak selalu […]

  • Bupati Madina Kunjungi Desa Terisolir Aek Botung

    Bupati Madina Kunjungi Desa Terisolir Aek Botung

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUARA SIPONGI (Mandailing Online/Antara) – Desa Aek Botung Kecamatan Muarasipongi salah satu desa di kawasan terisolir. Kenderaan roda empat tergolong sulit memasuki desa itu, sehingga mobil rombongan Bupati Madina Dahlan Hasan Nasutio yang didampingi Mudir Ponpes Mustofawitah Purba Baru, H Mustofa Bakhri dan beberapa pejabat pemkab merupakan mobil pertama yang memasuki desa ini. Kedatangan […]

  • Gas Langka dan Mahal dalam Pengaruh Kapitalisme

    Gas Langka dan Mahal dalam Pengaruh Kapitalisme

    • calendar_month Jumat, 23 Jun 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Saridah Aktivis Muslimah Di ibukota Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda terlihat ada antrean membeli gas elpiji subsidi ukuran 3 kilogram pada Kamis 8 Juni 2023. Hal ini tampak di kawasan Jalan M. Said, RT 28, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda. Warga antre demi mendapatkan gas elpiji 3 kilogram, atau yang biasa […]

  • Eksekusi Kebun Sawit DL Sitorus Tak Mudah

    Eksekusi Kebun Sawit DL Sitorus Tak Mudah

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Kejatisu Bentuk Tim Terpadu. Medan – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) membentuk tim terpadu untuk mengeksekusi 47.000 ha lahan perkebunan kelapa sawit yang dikuasai PT Torganda, perusahaan DL Sitorus di kawasan hutan negara Register 40, Padang Lawas dan Padang Lawas Utara. "Kita tahu untuk mengeksekusi lahan ini tidaklah mudah karena akan mendapatkan perlawanan dari […]

expand_less