Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Sejumlah Pesantren di Madina Kerjasama dengan Yayasan Mataniari

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2020
  • print Cetak

Tidak bisa dipungkuri, bahwa hingga saat ini pesantren memiliki peranan besar dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Bukan hanya dalam bidang pendidikan, tapi pesantren juga menyatu dengan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Begitu juga Mudir atau pimpinan pondok pesantren, merupakan tokoh masyarakat dimana pesantren itu berada. Singkatnya, pesantren dan kehidupan masyarakat berhubungan sangat erat.

Peran otentik pesantren tersebut sejatinya bisa ditingkatkan agar bisa memberi lebih banyak mamfaat kepada masyarakat luas. Salah satu peran yang bisa dimaksimalkan yaitu dalam bidang ekonomi. Pesantren bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekitar tentunya dengan ke khas-an daerahnya.

Berdasarkan Pangkalan Data Pondok Pesantren Kemenag, pada tahun 2019 kurang lebih terdapat 21 pesantren yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Mandailing Natal dengan jumlah santri sekitar 21.874 orang. Angka ini secara kuantitas tidak main-main, hanya bagaimana angka ini signifikan juga secara kualitasnya.

Pemamfaatan pesantren sebagai basis pertumbuhan ekonomi tidak bisa dilakukan secara parsial. Maka Yayasan Mataniari Sian Madina sebagai satu lembaga kemasyarakatan mencoba berdiskusi panjang dengan Mundir-Mundir atau pimpinan pondok pesantren yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Mandailing Natal, sehingga penandatanganan pernyataan dan dukungan ikut bergabung oleh Mundir-Mundir atau pimpinan pondok pesantren yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Mandailing Natal baik sebagai pengurus, pembina, dan penasihat adalah menjadi satu wujud kebersamaan kerjasama yang amat baik atas nama kepentingan umat dan masyarakat.

M. Yazid Pulungan selaku ketua Yayasan Mataniari Sian Madina, Sabtu (4/7/2020) di Panyabungan berkata bahwa wujud kebersamaan kerjasama yang amat baik antara pengurus yayasan dengan Mundir-Mundir atau pimpinan pondok pesantren yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Mandailing Natal, bukan saja semata-mata basa-basi sekedar silahturahmi, tapi pihak Yayasan Mataniari Sian Madina merealisasikan beberapa program-programnya ke dalam pesantren-pesantren tersebut pada bulan Februari 2020 yang lalu, yaitu program air bersih dan program kemandrian ekonomi pesantren melalui pembagian bibit buah-buahan yang diharapkan bisa menjadi income jangka panjang untuk pesantren tersebut.

Disamping itu M. Yazid Pulungan, juga berkata bahwa kesinambungan hubungan yang erat antara Mundir-Mundir atau pimpinan pondok pesantren yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Mandailing Natal dengan pihak Yayasan Mataniari Sian Madina, adalah dengan mencoba merealisasikan rencana program-program yang lebih menguatkan peranan otentik pesantren agar bisa memberi lebih banyak manfaat kepada umat dan masyarakat luas.

“Salah satu program kami yang akan dicoba direalisasikan dalam masa terdekat ini antara lain adalah, membangun posko bank sampah di dalam pesantren yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Mandailing Natal,” ungkap Yazid.

Proyek perencanaan pengelolaan sanitasi, dan sampah di pesantren-pesantren sekitar Kabupaten Mandailing Natal ini, bukan saja untuk lebih meningkatkan sistem kebersihan di lingkungan pesantren, tapi juga memberikan pola pemikiran baru bahwa pengelolaan sampah yang baik boleh juga menjadi solusi income atau pendapatan.

“Dan program kami yang lainnya, adalah kerjasama kemitraan untuk Program Beasiswa Santri Berprestasi, rencana program ini adalah kerjasama yayasan kami dengan NGO Islamic Aid Malaysia dan International Shariah Research Academy for Islamic Finance, dengan sasaran program untuk mendapatkan insentif beasiswa penuh di beberapa Universitas Islam yang ada di Malaysia kepada santri-santri berprestasi yang berasal dari pesantren-pesantren yang ada disekitar Kabupaten Mandailing Natal,” katanya.

Tentunya dengan tujuan untuk mengejar kesempatan peluang mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi di bidang keuangan Islam, disamping juga untuk memperbesar kader profesional Muslim yang terlatih dan berkomitmen guna untuk pengembangan syariah dan keuangan Islam.

Di hari yang sama, Abdul Aziz Lubis selaku pendiri dan bendahara Yayasan Mataniari Sian Madina, menambahkan bahwa kemitraan program antara pihak yayasan dengan NGO-NGO luar negeri, seperti Islamic Relief World Wide, Ummah Global, dan khususnya Islamic Aid Malaysia, adalah berdasarkan misi dan visi yang sama yaitu development ummah, disamping misi memperkuat hubungan antara dua negara.

Abdul Aziz Lubis juga menjelaskan bahwa rencana program-program Yayasan Mataniari Sian Madina untuk pesantren-pesantren sekitar Kabupaten

Mandailing Natal ini, merupakan satu role model program development ummah di negara berkembang seperti Indonesia, sehingga kepercayaan mitra-mitra NGO luar negeri itu sebagai donator program tetap terjaga. (rel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • LKPJ Bupati Madina dan Proyek Dinas Kesehatan – Guru Makan Berdiri, Murid Makan Berlari

    LKPJ Bupati Madina dan Proyek Dinas Kesehatan – Guru Makan Berdiri, Murid Makan Berlari

    • calendar_month Kamis, 30 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Dahlan Hasan Nasution dilantik lagi hari ini menjadi bupati Mandailing Natal. Pelantikan ini merupakan amanat konstitusi atau undang-undang atau peraturan pemerintah terhadap rangkaian proses pemilihan kepala daerah alias pilkada lalu, dimana Dahlan Hasan Nasution yang berstatus incumbent atau patahana memenangi pilkada itu. Pelantikan ini sebagai amanah konstitusi  […]

  • KPU Madina Tetapkan Saipullah-Atika Paslon Terpilih

    KPU Madina Tetapkan Saipullah-Atika Paslon Terpilih

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) resmi menetapkan H. Saipullah Nasution, SH, MM-Atika Azmi Utammi Nasution sebagai Pasangan Calon (Paslon) terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Madina tahun 2024. Penetapan berlangsung dalam rapat pleno di Aula Hotel Rindang, Panyabungan, Kamis (27/2/2025). Penetapan ini berdasarkan Surat Keputusan KPU Madina nomor […]

  • Pemkab dan DPRD Sepakati KUA PPAS 2023

    Pemkab dan DPRD Sepakati KUA PPAS 2023

    • calendar_month Jumat, 18 Nov 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menandatangani Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2023 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Madina, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Jumat (18/11/2022). Dalam sambutan Bupati Madina HM Jafar Sukhairi Nasution yang dibacakan Wabup Madina mengatakan […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 9)

    MARSIDAO-DAO (episode 9)

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Naisuratkon : Dahlan Batubara “Aropku tu lombang ma ita mangalaho, Ipar. Harana tar 3 tobat nai pe anta ra ma pukul 3. So pupu mandonok hita tu partanobataanan,” ning Si Imran tu Sibasiron. “Olo, Lae, tu lombang ma hita,” ning Si Basiron. Ontat ni dua tobat dope ibolus alai, ro joung-joung ni Si […]

  • 23 pemain siap masuk Pelatnas PPA 2015

    23 pemain siap masuk Pelatnas PPA 2015

    • calendar_month Jumat, 4 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, (MO) – Sebanyak 23 dari 51 pemain yang dipanggil telah menyatakan kesiapannya untuk menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) Pra Piala Asia (PPA) 2015 di Medan, Sumatra Utara mulai Minggu (6/1). Manajer Timnas Senior Mesak Manibor di Jakarta, Jumat, mengatakan data pemain itu didapat dari manajemen timnas yang selama ini mengurus persiapan timnas sebelum menjalani […]

  • PT.TBS, Pansus DPRD dan Surat Kepada Bupati Madina

    PT.TBS, Pansus DPRD dan Surat Kepada Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Kasus dugaan pembabatan hutan mangrove di Sikara-kara, Natal, Mandailing Natal (Madina) menjadi top issu dalam sebulan terakhir. Gerakan suara protes dari para tokoh Pantai Barat Madina terus menggelinding meminta pengusutan tuntas terhadap dugaan kejahatan terhadap ekosistem pantai laut. Suara-suara itu mengungkap berbagai dugaan “perselingkuhan” antara penguasa dengan manajemen PT. Tri Bahtera Srikandi (PT.TBS). Para […]

expand_less