Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Sembilan Tahun Mencari Wakil Bupati Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
  • print Cetak

Ivan Iskandar Batubara

Oleh: Muhammad Ludfan Nasution*

Ketika searching pemberitaan di mesin pencari digital, saya menemukan sebuah berita tentang Ivan Iskandar Batubara (IIB) yang sedang mencari tandem untuk posisi bakal calon wakil bupati. Pikiran saya langsung tergiring ke suasana Pilkada Mandailing Natal 2024 yang saat ini makin tegang menunggu rekomendasi partai dan seleksi balon wakil bupati.

Tapi, ternyata, berita itu diposting website berita Mandailing Online pada sembilan tahun yang lalu.

Bagi saya, berita itu menarik bukan saja karena eskalasi Pilkada 2024 ini. Tapi juga karena, setahu saya, sekalipun belum mengumumkan, IIB sudah menemukan tokoh yang tepat untuk mendampinginya.

Dari kepingan cerita itu, saya coba bikin reka-rekaan (analitis) bahwa:
IIB sudah mencari wakil selama sembilan tahun ini. IIB urung maju sebagai calon bupati pada Pilkada 2014 bukan karena soal wakil itu.
Progres IIB terkesan melambat dalam sembilan terakhir ini bukan pula karena soal wakil itu.

***

IIB sudah mencari sosok yang tepat untuk menjadi mitranya selama sembilan tahun ini. Setidaknya, sejak Pilkada 2014, dia sudah berupaya mengenal lebih dalam tentang Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan tokoh-tokoh besarnya. Dengan orientasi harmonis dan visi tajam sebagai putra asli Madina, dia bergerilya menemui satu demi satu.

Memang tidak mudah menemukan kawan yang seiring sejalan. Hingga KPU Madina menetapkan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati, nama IIB memang tidak muncul. Saat itu tidak ada informasi yang menerangkan mengapa IIB mundur dari bursa pencalonan. Tidak muncul juga penjelasan apakah saat itu IIB sudah menemukan tandem wakil bupatinya.

Logikanya, IIB sudah memiliki data tentang siapa saja figur pemimpin, terutama yang cocok untuk menjadi wakilnya, yang mungkin muncul di kontestasi Pilkada berikut. IIB tentu menyimpan data tentang kepemimpinan itu.

Di Pilkada 2024 ini, nama IIB yang sudah mengemban amanah yang terpatri dalam gelar adat Patuan Parimpunan Gomgom Mandailing kembali mencuat. Tentu saja, dia membutuhkan wakil yang bisa melengkapi ketangguhannya untuk mendapatkan rekomendasi partai politik sebagai paslon Bupati dan Wakil Bupati Madina pada Pilkada 2024.

Artinya, dengan data yang terkumpul selama sembilan tahun ini, IIB seyogianya akan menemukan tokoh balon wakil bupati. Tidak salah juga jika disebut bahwa IIB perlu waktu sembilan tahun untuk itu.

Artinya, bukan berarti tak cukup waktu sembilan tahun untuk bisa langsung tampil berpasangan dalam sosialisasi Bacakada (bakal calon kepala daerah) yang mendampinginya di Pilkada Madina 2024 ini.

***

Makanya, siapa pun yang jadi wakil itu, tentu merupakan tokoh yang sudah masuk seleksi selama sembilan tahun ini. Dan, karena itulah, orang itu termasuk sosok paling mumpuni.

Akan tetapi, IIB urung maju sebagai calon bupati pada Pilkada 2014 bukan karena soal wakil itu. Ada faktor lain yang lebih mendasar. Matematika politik hari itu tidak menguntungkan bagi Madina jika dia memaksakan dirinya untuk terus maju sebagai balon Bupati Madina. Andaikan lanjut tampil dan menang tarung pun, sinergi yang yang bisa dihimpun tak cukup untuk mengatasi problematika Madina saat itu.

Maka, pilihan sikap untuk mengurungkan niat baiknya untuk terjun langsung membangun Madina sudah tepat.

Yang jelas, bukan karena belum dapat balon wakil. Bahkan, isu yang beredar menyebut setidaknya ada 24 nama yang sudah mengajukan “lamaran” untuk jadi wakil itu.

Lalu, setelah tahapan pendaftaran balon ke KPU Madina makin dekat, progres pencalonan IIB justru terkesan melambat. Bahkan sempat mengemuka isu yang menyebut IIB sudah mundur dari perkelebatan Pilkada. Tragisnya, sama sekali tidak ada pihak yang memberi informasi tentang itu. Sehingga muncul kalimat-kalimat spekulatif yang tidak culas dan kontra-produktif.

Isu sekitar pergerakan IIB itu malah memunculkan tudingan personal, termasuk yang menyebut bahwa waktu sembilan tahun itu pun tak cukup untuk hanya sekedar cari balon wakil karena tidak sungguh-sungguh.

Padahal, sudah sangat jelas, problemnya bukan karena belum menemukan yang cocok untuk balon wakil bupati. Bukan pula karena dia mundur dari pencalonan.

***

Mari kita tunggu. Siapa yang bakal jadi wakil  pendampingnya di 27 Agustus 2024 ini? Siapa pun itu, insya-Allah, cukup tangguh untuk menghimpun energi, merangkai sinergi membangun harmoni dalam kerangka “Patujoloon Mandailing Natal dengan Standar Baru Kemajuan Daerah”.

Jika masih ada keraguan hingga merasa harus tampil juga, hingga harus pasang baliho juga, itu menunjukkan sikap gagal faham dan salah fokus di dalam arus dan pusaran Pilkada Madina 2024. Itu adalah hal yang wajar saja. Siapa pun boleh tampil. Semua bisa saja merasa terpanggil atau merasa dipanggil.

Sembilan tahun itu bukan waktu yang pendek. Untuk mencari dan menemukan balon Wakil Bupati Madina butuh kajian serius dan banyak-banyak pertimbangan, termasuk tawaran dari partai-partai pengusung.

Pun ujungnya, harus bisa berakselarasi sapangambe sapanaili bersama sang Ketua Program, Patuan Parimpunan Gomgom Mandailing dalam semangat persatuan seperti buah siala sampagul, semua unsur tersusun rap tu ginjang rap tu toru, sehingga kalau pun jatuh, rap margulu sama-sama atasi semua risiko, agar nantinya perjuangan berhasil optimal malamun saulak lalu, semua ikut berbagi, semua dapat bagian.

Dalam sembilan tahun ini, utamanya pada saat pelaksanaan Pilkada 2024 makin dekat, sudah diprediksi kian muncul seribu isu, seribu provokasi dan seribu agitasi.

*) M. Ludfan Nasution: Jurnalis Freelance, Alumni IISIP Jakarta dan Anggota DPRD Madina 2014-2019

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuasa Hukum Minta RS Permata Madina Serahkan Rekam Medis

    Kuasa Hukum Minta RS Permata Madina Serahkan Rekam Medis

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Nur Miswari dari Kantor Hukum Nur Miswari, SH & Rekan meminta RS Permata Madina menyerahkan rekam medis penanganan pasien RSH. Rekam medis yang diminta harus lengkap tanpa pengecualian. Permintaan itu tertuang di dalam somasi kedua terhadap Rumah Sakit Permata Madina, Panyabungan, Mandailing Natal, dikirim pada Kamis,m (9/4/2026). Kantor Hukum Nur […]

  • Awal tahun, geng motor semakin ganas

    Awal tahun, geng motor semakin ganas

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Diawal tahun 2014 ini, aksi keganasan gang motor kembali terjadi. Suasana nyaman dan aman di awal tahun  yang seharusnya  penuh dengan kenyamanan dan  kedamaian yang diraskan warga kota, tetapi  di kotori oleh kelompok geng motor tersebut. Seperti yang tyerjadi di wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan, dalam sehari ini sudah dua orang menjadi keganasan […]

  • Kata Kabul Vonis Rahudman, Berarti Pasti Dihukum

    Kata Kabul Vonis Rahudman, Berarti Pasti Dihukum

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Hasrul Benny Harahap, selaku kuasa hukum Rahudman dalam perkara TPAPD Tapsel, juga mengaku belum menerima salinan putusan. Benny menjelaskan belum dapat berkomentar lebih jauh saat ditanya apakah pihaknya akan menempuh jalur PK. “Belum ada saya terima salinan putusan. Jadi belum ada mengambil sikap. Belum bisa mengambil sikap, karena isinya (salinan putusan) juga belum […]

  • Polres Madina Musnahkan 58 Kg Ganja

    Polres Madina Musnahkan 58 Kg Ganja

    • calendar_month Rabu, 18 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Menyambut bulan suci ramadhan 1433 H, Polres Madina pemusnahan narkoba jenis ganja dan minuman keras di halaman Polres Madina, Rabu (18/7). Ganja yang dimusnahkan dengan cara bakar ini sebanyak 58 kilo gram. Penyambutan ramadan ini juga diisi dengan acara peringatan Israk Mikrat dihadiri Asisten I Pemkab Madina, Sahnan Pasaribu; Kajari Panyabungan, Satiman, […]

  • FKI-1 Unjuk Rasa Desak Bupati Berhentikan Kadis Perhubungan

    FKI-1 Unjuk Rasa Desak Bupati Berhentikan Kadis Perhubungan

    • calendar_month Selasa, 23 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN  (Mandailing Online) – Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) Kabupaten Mandailing Natal melakukan unjuk rasa meminta bupati memberhentikan Kepala Dinas Perhubungan Madina yang sudah menjadi tersangka korupsi. Unjuk rasa dimulai di Kantor Dinas Perhubungan Madina dan kemudian berpindah ke kantor bupati Madina lalu berlanjut ke gedung DPRD Madina, Selasa (23/2). […]

  • Peran Perempuan Muslimah di Bidang Pengobatan

    Peran Perempuan Muslimah di Bidang Pengobatan

    • calendar_month Sabtu, 27 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfi Ummuarifah Guru dan Pegiat Literasi Islam Seorang perempuan khususnya ibu dituntut mampu menjalankan perannya sebagai ummun dan robbatul bayt (manajer rumah tangga). Sebagai ummun, seorang ibu harus mengetahui jenis makanan apa saja yang sehat, halal dan thoyyib untuk suami dan anak-anaknya. Oleh karena itu seorang ibu adalah ahli gizi, ahli kimia dan ahli […]

expand_less