Minggu, 19 Apr 2026
light_mode

Sengketa Tanah Ulayat Masyarakat Tapsel-Madina Diimbau Tak Terprovokasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 15 Feb 2012
  • print Cetak

Medan. Ketua Dewan Pakar DPP Laskar Merah Putih, Deddy Nasution mengimbau masyarakat Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Mandailing Natal (Madina) jangan mau terprovokasi dalam kaitan berbagai sengketa lahan perkebunan di daerah itu. Seperti dalam persoalan adanya permintaan rakyat di sana agar PT Barumun Raya Padang Langkat mengembalikan tanah ulayat.
“Jadi, walau perusahaan tersebut sudah memberikan tanah dimaksud seluas 7.300 hektare, bukan berarti demo-demo yang dilakukan warga dinilai sebagai satu sikap dan sistem yang benar. Sebab cara-cara seperti itu bisa saja tidak murni dan bisa dimanfaatkan para provokator yang mendasari niat tertentu, untuk satu kepentingan, seperti yang pernah diungkap kalangan DPRD Sumut,” kata Deddy Nasution, di Medan, Senin (13/2).

Tokoh pemuda Sumut yang akrab disapa Ucok Mawar ini menduga demo yang dilakukan warga karena ada memprovokasi. Ia khawatir hal itu bisa memperkeruh suasana di daerah yang belakangan terus bergejolak akibat berbagai sangketa, baik soal tanah ulayat maupun pertambangan.

“Diduga pergerakan warga tidak murni, karena didalangi satu perusahaan perkebunan di daerah itu. Tujuannya untuk mengambil lahan yang sedang diusahai sebuah perusahaan lain dengan pola memanfaatkan warga dan jika warga berhasil dalam pergerakannya, tanah yang diklaim warga sebagai tanah ulayatnya itu akhirnya justru dibeli oleh provokator. Jadi, ada kesan eksploitasi warga untuk kepentingan perusahaan,” kata Ucok.

Diungkapkannya lagi, politik adu-domba harus dihindari. Jika warga mendapatkan satu “ajakan”, maka demi kondusifitas daerah, hendaknya melakukan komunikasi kepada aparat pemerintah, seperti kades, camat dan aparat keamanan. Ini untuk mendeteksi kebenaran ajakan tersebut, sehingga bisa menghambat pergerakan yang lebih bersifat radikal.

“Jika ada aspirasi yang ingin disampaikan, diyakini perusahaan-perusahaan perkebunan yang ada di kawasan Tapsel dan Madina secara terbuka dan lapang dada akan menerima dan mau membicarakannya secara prosedural dan damai. Yang pasti, jika kita mencintai daerah kita agar tetap tercipta situasi kondusif, sehingga aktivitas bekerja lancar tanpa hambatan, jangan mau terprovokasi,” ujarnya. (m fahmi.medanbisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Binsar Nasution : Retribusi Pasar di Madina Sudah Lama Ditengarai Bocor

    Binsar Nasution : Retribusi Pasar di Madina Sudah Lama Ditengarai Bocor

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online): Mantan Anggota DPRD Mandailing Natal ( Madina) Binsar Nasution melihat retribusi pasar sudah lama ditengarai bocor terutama pasar pasar kelas tiga jarang ada yang tercapai terget, namun kepala pasarnya tetap di pakai kalaupun diganti tanpa ada sanksi. ” Terkait retribusi pasar, itu sudah lama bocor, tidak hanya tahun 2023 saja. Meski […]

  • 45 Hari Lepas, Pria Beruban Kembali Masuk Penjara

    45 Hari Lepas, Pria Beruban Kembali Masuk Penjara

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIANTAR – Masih 45 hari keluar dari penjara tidak membuat Kamaludin Munthe bertobat dan berhenti mengonsumsi narkoba. Pada Rabu (1/7) pukul 00.00 WIB kemarin, Ia tertangkap sedang asik memakai narkoba di Jalan Sabang Merauke tepatnya di sekitar gedung Rusunawa. Warga Jalan Mesjid, Kelurahan Timbang Galung, Siantar Barat saat ditangkap tidak sendiri. Ketika itu, ia bersama […]

  • 3.000 Massa Demo ke DPRD Minta Bupati Turun

    3.000 Massa Demo ke DPRD Minta Bupati Turun

    • calendar_month Kamis, 17 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 3.000 massa yang dipimpin Aliansi Ulama-Masyarakat-Pemuda-Mahasiswa melakukan unjukrasa ke DPRD Madina, Kamis (17/1) meminta agar Bupati Madina Hidayat Batubara diturunkan dari jabatannya. Massa tiba di gedung dewan sekira pukul 11.00 WIB dengan mengendarai angkutan kota, sepeda motor dan mobil pribadi. Dihalaman gedung mereka memampangkan spanduk dan poster yang umumnya bertulis […]

  • Ternyata Berkas Beasiswa Miskin 2015 Masuk ke BNI Awal Januari 2016

    Ternyata Berkas Beasiswa Miskin 2015 Masuk ke BNI Awal Januari 2016

    • calendar_month Kamis, 28 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Pihak BNI Cabang Panyabungan mengaku belum mencairkan beasiswa miskin tahun 2015. Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menghunjuk BNI Cabang Panyabungan sebagai bank penyalur beasiswa tersebut. Pencairan beasiswa kepada ratusan mahasiswa ini tergolong terlambat, karena sudah memasuki tahun 2016. Pihak BNI mengaku, berkas para peserta baru mereka terima dari Pemkab Madina […]

  • Irwan Daulay (kanan) dan Bode Tanjung (kiri)

    DPRD Baru, Harapan Baru, Menuju Madina Baru

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengambilan sumpah jabatan 40 anggota DPRD Madina yang baru sudah dilangsungkan Senin (2/9/2019) di Gedung Serbaguna, Panyabuan. Seiring dengan itu, harapan dari berbaga kalangan pun mengemuka agar para anggota dewan yang baru ini mampu bersinergi, bekerja keras dan memiliki kemauan politik yang kuat terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi Madina terkini. […]

  • Atika Tokoh Milenial Harapan Penerobos Ekonomi Madina

    Atika Tokoh Milenial Harapan Penerobos Ekonomi Madina

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Pemimpin muda itu agresif, penerobos. Bahkan dobrakan kebijakannya sangat deras. Itulah jika pemimpin diangkat dari kalangan muda. Dari kaum milenial. Pemimpin demikian sangat dibutuhkan menggerakkan pemerintahan daerah. Di era yang serba akurat, era dimana energi gebrakan kebijakan harus deras agar suatu daerah mampu berpacu menerobos dinamika tuntutan ekonomi globalisasi, digitalisasi, di […]

expand_less