Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Seputar Honorer Mengaku Ditiduri Anggota DPRD

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
  • print Cetak


Logistik Disuruh Djakfar Jemput Widuri
MADINA;

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Mandailing Natal Jainal Siregar SH mengaku menjemput Widuri (nama samaran) ke rumahnya atas suruhan Djakfar Siddik Nasution. Jainal juga mengaku akibat menjemput bawahannya itu, rumahnya sempat dilempari warga dan didatangi keluarga Widuri karena dituduh ikut dalam skenario tersebut.
“Saya dimintai tolong oleh Djakfar untuk menjemput dia (Widuri, red) ke rumahnya untuk mengurus pertapakan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang rencananya akan dibangun di Desa Sihepeng, ke Kementerian Agama Wilayah Sumut di Medan, serta juga untuk mengurus kuliah Widuri di Medan. Saya hanya sekedar menjemput Widuri, karena disuruh dan diminta tolong oleh Djakfar,” kata Jainal ketika ditemui METRO di ruang kerjanya di gedung BPBD Madina, Kamis (10/2) sekira pukul 11.30 WIB.
Diceritakan Jainal, pada malam itu, meski tak ingat lagi hari dan tanggalnya, namun saat itu sekitar pukul 20.00 WIB usai dirinya makan malam di rumahnya di ujung Desa Sihepeng atau dekat ke SDN 2 Sihepeng, Kecamatan Siabu.
Kemudian Jainal keluar ke warung kopi dekat tempat tinggalnya atau berjarak sekira 20 meter. Setibanya di warung kopi, telepon seluler Jainal berdering. Ternyata yang menelepon adalah Djakfar. Anggota DPRD Madina itu menanyakan keberadaannya. ”Idia doho katua, get marsuoa sugari jolo (Kau lagi di mana ketua, mau jumpa dulu),” kata Jainal menirukan ucapan Djakfar kala itu.
Jainal pun menjawab dirinya sedang berada di warung kopi. Tak lama kemudian, Djakfar mendatangi Jainal.
Dijelaskannya, sekitar 20 menit kemudian, saat hujan turun, mobil yang ditumpangi Djakfar tiba di kedai kopi tempatnya hendak minum kopi.
Tanpa turun dari mobil jenis Kijang Japsul, Djakfar yang berada di dalam mobil bersama dua orang lagi yakni Kepala Desa berinisial R dan seorang stafnya, didatangi Jainal tanpa masuk ke dalam mobil. Seingat Jainal, saat itu posisi duduk Djakfar berada di kursi belakang sopir, sedangkan yang duduk di depan adalah Kepala Desa berinisial R.
”Saya jumpai dia (Djakfar) di dalam mobil. Djakfar bilang minta tolong untuk menjemput Widuri ke rumahnya agar berangkat ke Medan mengurus pertapakan MAN ke Kemenag Wilayah Sumut, sementara Widuri ikut untuk mengurus kuliahnya di Medan,” ujar Jainal.
“Saat itu saya menjawab kenapa harus saya yang menjemput, kan masih ada sopir. Namun Djakfar tetap minta tolong agar saya yang menjemput sambil menunjukkan berkas pengurusan MAN. Karena di situ ada kades, akhirnya saya niatkan menjemput Widuri, karena memang pengurusan MAN ini sangat diharapkan warga Sihepeng,” lanjutnya menceritakan.
Jainal pun mendatangi rumah Widuri dengan mengendarai sepedamotornya yang berada dekat pasar Sihepeng atau sekira 1,5 kilometer dari tempat Djakfar menunggu di depan SDN 2 Sihepeng.
Sekitar lima menit, Jainal sudah tiba di halaman rumah Widuri. Ternyata Widuri sudah berdiri di depan pintu dan langsung mendatangi Jainal.
“Setibanya di halaman rumahnya, Widuri langsung menemui saya dan minta tolong untuk minta izin ke orangtuanya dengan alasan bahwa dia (Widuri, red)) dalam urusan BPBD. Dan saya sempat tanyai dia (Widuri, red) apa hubungannya dengan Djakfar. Namun dia tak menjawab dan terus minta tolong dimintakan izin ke orangtuanya,” tutur Jainal mengungkapkan. Akhirnya Jainal masuk ke rumah meski tidak sampai duduk. Dia kemudian meminta izin ke ayah Widuri, dengan alasan sesuai permintaan Widuri, adalah urusan BPBD. Ayah Widuri mengizinkannya karena alasannya berhubungan dengan pekerjaan.
Setelah izin di dapat, Jainal langsung membonceng dan mengantarkan Widuri ke tempat di mana mobil Djakfar berhenti dan menunggu di pinggir Jalinsum Siabu bersama kades.
”Setibanya di mobil, mereka langsung berangkat. Dan saya lihat Widuri saat itu hanya membawa tas kecil saja,” tambahnya lagi.
Dituduh Istri Selingkuh
Tidak itu saja, pengakuan Jainal, ketika dirinya membonceng Widuri untuk diantar ke mobil Djakfar yang sedang menunggu di pinggir Jalinsum, seseorang ada yang mengadukan ke istrinya, bahwa dirinya membonceng Widuri pada malam itu. Akibatnya, rumah tangganya sempat berantakan dan dimarahi istrinya. Bahkan, istri Jainal menuding kalau Jainal selingkuh.
Karena ada dua alasan yang berbeda antara Widuri dan Djakfar untuk berangkat ke Medan, Jainal pun terus bertanya-tanya dalam diri, apa hubungan Widuri dengan Djakfar. Untuk memperjelasnya, Jainal pun berniat mempertanyakannya ke Widuri setelah pulang dari Medan.
Ketika Widuri pulang, Jainal mengaku pernah berulang kali menanyainya, apa hubungannya dengan Djakfar. Namun, pegawai honor di kantornya tersebut hanya menjawab tidak ada hubungan spesial antara keduanya.
”Sepulangnya dari Medan, dia (Widuri, red) masih sempat masuk kerja selama beberapa hari dan berulang kali saya Tanya. Namun dia (Widuri) mengaku tidak ada hubungan mereka. Sejak itulah kejadian itu terungkap dan rumah saya sempat dilempari masyarakat yang mengatakan kalau saya membantu Djakfar untuk menjemput Widuri. Bahkan orangtua Widuri pernah mendatangi saya dengan membawa kayu dan menuduh saya yang ikut dalam skenario itu,” tuturnya sembari menyebutkan kalau kejadian tersebut dirinya sangat dirugikan dan sampai saat ini, dirinya jadi sering cekcok dengan istrinya.
Sementara itu Djakfar Siddik Nasution saat hendak dikonfirmasi METRO melalui telepon selulernya terkait penuturan Jainal Siregar, Kamis (10/2) sekira pukul 14.00 WIB, tidak berhasil. Saat dihubungi, ponsel Djakfar tidak diangkat meskipun ada nada panggil. Ketika dihubungi kembali sekitar pukul 16.00 WIB, ponsel Djakfar tidak aktif lagi.
Sebelumnya, Djakfar Siddik Nasution, mengaku telah difitnah terkait adanya pengakuan Widuri (nama samaran), pegawai honor di Pemkab Madina yang mengaku telah ditidurinya. Selain itu, dia juga menyebutkan ada unsur pemerasan terkait hal tersebut.
“Kita akan menuntut balik atas pencemaran nama baik dan pemerasan. Sebab pengakuan dan laporan dia (Widuri, red) tidak benar dan itu hanya fitnah belaka,” kata Djakfar ketika dikonfirmasi METRO melalui telepon selulernya, Selasa (8/2) lalu sekira pukul 14.00 WIB.
Ketika ditanya pemerasan seperti apa? Djakfar enggan menjawabnya. “Nantilah kita adakan konferensi pers. Karena kita akan melaporkan dulu,” ujarnya. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lahan Pertanian di Madina 4,4 Ribu Ha Terdampak Bencana

    Lahan Pertanian di Madina 4,4 Ribu Ha Terdampak Bencana

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NAGAJUANG (Mandailing Online) – Areal pertanian yang terdampak bencana alam di Mandailing Natal (Madina) mencapai 4.498.78 hektar. Di antaranya mengalami gagal tanam atau puso 3.630.35 hektar. Itu diungkap Kepala Dinas Pertanian Madina Taupik Zulhandra Ritonga saat mendampingi Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi dan pejabat Sekretariat Kementan, Dr. Ir. Ali Jamin bersama Deputi I Bidang […]

  • Besi Pagar TPU Kotasiantar Pun Dimaling

    Besi Pagar TPU Kotasiantar Pun Dimaling

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) kali ke dua, besi pagar tempat pemakaman umum (TPU) Kelurahan Kotasiantar Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di gasak maling. Wakil Ketua PNNB Kotasiantar Irfansyah Nasution mengatakan besi pagar TPU itu dicopot maling sudah kali kedua. “Ini akan kita cari sampai tuntas. Pagar kuburan saja dimaling. Mau dibuat di mana […]

  • Marsarak Mate

    Marsarak Mate

    • calendar_month Rabu, 30 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen Mandailing Karya : Mustopa Kamal Batubara   Potang ni ari na sangat jogi, i toru ni alibutongan na manorangi. Hajogianna tibo-tibo mago harani rimbus ni udan na ro mangompoti. Ngon bagas papan maralaskon tano, u paligi-ligi rimbus ni udan naso juo maradian. I samping tingkap au martungkol isang painte udan anso siang. “Rahmat, madung […]

  • Ribuan Bidan Minta Diangkat Jadi PNS

    Ribuan Bidan Minta Diangkat Jadi PNS

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Ribuan bidan berstatus pegawai tidak tetap (PTT) dari berbagai daerah menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Senin (19/8). Mereka menuntut untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Para bidan ini berkumpul di depan Hotel Grand Hyatt sejak pukul 08.00 WIB. Massa bidan tampak berpakaian seragam putih dan ada yang berseragam cokelat. […]

  • Bangunan Sekolah SD di Aek Baru Julu Dihantam Banjir Bandang

    Bangunan Sekolah SD di Aek Baru Julu Dihantam Banjir Bandang

    • calendar_month Senin, 13 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    BATANG NATAL ( Mandailing Online )- Tidak hanya jembatan penghubung yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang di Desa Aek Baru Julu, Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal, ( Madina ) Senin 13/11/2023. Sebuah gedung Sekolah juga menjadi sasaran derasnya arus sungai aek baru. Video yang diperoleh Mandailing Online, kondisi bangunan sekolah nyaris terbawa arus sungai, hanya […]

  • Pemkab Madina Salurkan ZIS kepada Masyarakat

    Pemkab Madina Salurkan ZIS kepada Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution menyerahkan Zakat, Infaq dan Shodaqoh (ZIS) di Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa parbangunan, Panyabungan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Madina. Penyerahan ZIS tersebut dihadiri, Kakan Kemenag Drs H Permohonan, Ketua BKM Mesjid Agung […]

expand_less