Sabtu, 7 Nov 2026
light_mode

Singkong, Kripik dan Home Industri Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 16 Jun 2016
  • print Cetak
kripik sambal di Panyabungan

kripik sambal di Panyabungan

Pelaku industri kripik di Madina sudah lama mengeluh soal bahan baku singkong berkualitas yang makin sulit diperoleh. Krisis bahan baku itu memperburuk perkembangan usaha mereka. Jangankan untuk mengembangkan, bertahan saja sudah syukur.

Ubi kayu asal Madina memiliki cita rasa yang sangat bagus bagi bahan baku kripik. Tetapi, petani di Madina tak banyak menanam ubi kayu. Akibatnya, pelaku industri kripik mau tidak mau harus rela memakai ubi kayu dari Tapanuli Utara meski kripik sebagai produk hilirnya terasa agak pahit. Dan itu tentu melemahkan daya saing kripik Madina dari invasi kripik asal Sumbar.

Mirisnya, sejumlah pelaku industri kripik mapun krupuk sudah mengganti bahan bakunya dari singkong ke tepung lain. Ini amat berresiko! Sebab produk kripik dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat akan makin menguasai pasar Madina karena mereka tetap berbahan baku singkong.

Menurut sejumlah pengusaha industri rumah tangga di Panyabungan dan Kotanopan serta Siabu, kripik yang berbahan baku tepung sangat rendah kadar kegurihan dan rasanya dibanding berbahan baku singkong. Produk dari Bukit Tinggi tak akan tersaingi jika kripik Madina bertahan pada bahan baku tepung.

Ini artinya, dayang saing Madina makin rendah, pengusaha akan dibayang-bayangi kemerosotan usaha, berdampak pada pengurangan jumlah tenaga kerja.

Di sisi lain, gairah petani singkong juga menurun akibat menghadapi dilema : Jika petani menseriusi budidaya singkong sebagai usaha primer dengan memperluas areal tanam, maka dilema yang dihadapi adalah rendahnya daya serap pasar Madina saat panen tiba. Makanya petani senantiasa memposisikan tanaman singkong sebagai usaha sekunder bahkan tertier. Ini menyebabkan pasokan singkong di pasaran selalu rendah.

“Jika tanaman singkong dimainkan di areal luas, butuh waktu 2 hingga 4 bulan menuntaskan panennya. Sebab, jika sekali panen, singkong akan membanjiri pasar, berdampak pada menurunnya harga. Kondisi ini menyebabkan petani merugi dari sisi waktu, lalu gairah menurun” demikian rilis KTNA (Kontak tani Nelayan Andalan) Madina.

Menyiasati bahan baku ubi kayu ini, hanya ada dua pilihan. Pertama, pasokan singkong dari luar daerah tetap dipakai dengan catatan cita rasa kripik Madina dibawah kualitas Sumbar.

Kedua, merangsang petani singkong meningkatkan jumlah produksi. Polanya, membuka kran pasar ke luar daerah agar tidak menumpuk di pasar Madina. Misalnya, melakukan kontak dagang dengan pabrik-pabrik tapioca di kawasan Siantar hingga Medan. Tentu, Pemkab Madina diharapkan memainkan peran, bukan saja dari sisi intensifikasi tanaman singkong, tetapi juga menjamin pasar singkong tidak banjir saat panen.

Pilahan kedua lebih logis dimainkan. Berdasar data KTNA Madina, banyak industri berskala menengah di Siantar atau Tebing Tinggi yang kekurangan bahan baku singkong. Ini peluang pasar, karena volume kekurangan itu mencapai sekitar 500 ton per hari. Madina hanya perlu melakukan negosiasi soal komitmen kontiniusitas pasokan bagi mereka dalam rangka mengikat kerjasama.

Tentu keterlibatan pihak secara lintas sektoral menjadi mutlak. Katakan Disperindag menyusun strategi pasar, Dinas Pertanian di sisi intensifikasi. Itu juga belum cukup. Pemkab Madina harus melibatkan pihak KTNA, Kadin atau Hipmi dalam “meja bundar” membahas langkah-langkahnya. Semoga. (Dahlan Batubara)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Kelangkaan Pupuk, Ternyata Akibat Pengurangan Kuota

    Soal Kelangkaan Pupuk, Ternyata Akibat Pengurangan Kuota

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Pemkab Mandailing Natal (Madina) mengakui kebenaran kelangkaan pupuk bersubsidi di daerah ini. Penyebabnya, terjadi pengurangan kuota oleh pemerintah. Kepala Bdang Agribisnis Dinas Pertanian Peternakan Madina, Latifa Hannum menjawab wartawan, Jum’at (25/10/2013) mengungkapkan jenis kuota pupuk yang dikurangi adalah ZA, Ponska dan SP36. Penyebab kekurangan pupuk subsidi ini akibat kelengahan kelompok […]

  • Atika dan Solusi Pertanian Bawang

    Atika dan Solusi Pertanian Bawang

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Aspirasi dan keluhan petani bawang kita di Desa Gunung Tua Panyabungan tidak terlalu jauh berbeda dengan petani tanaman muda lainnya”. Itu diungkap Atika Azmi Utammi Nasution, kandidat calon Wakil Bupati Madina di akun facebooknya usai meninjau petani bawang merah di Desa Gunungtua Julu, Panyabungan, Madina, Selasa (16/6/2020). Dia melakukan dialog dengan […]

  • PETI dan Jatuhnya Korban Jiwa: Bukti Kegagalan Pemerintah Mengurus Rakyat

    PETI dan Jatuhnya Korban Jiwa: Bukti Kegagalan Pemerintah Mengurus Rakyat

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      Oleh : Irwan H Daulay | Pemerhati Ekonomi Menurut pemberitaan Mandailing Online, telah terjadi musibah di lokasi PETI Dompeng, Desa Simanguntong, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, pada Rabu (18/3/2026). Laporan yang diterima menyebutkan tiga orang tertimbun material tambang. Dua orang dinyatakan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya berhasil selamat. Hingga saat ini, identitas […]

  • Abituren di Yaman Kembali Gelar Haul Syekh Musthafa Husein Nasution

    Abituren di Yaman Kembali Gelar Haul Syekh Musthafa Husein Nasution

    • calendar_month Senin, 19 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TARIM, YAMAN (Mandailing Online) –   Keluarga Abituren Musthafawiyah (KAMUS) di Yaman kembali menyelenggarakan haul Syekh Musthafa Husein Nasution dan Milad pesantren Musthafawiyah Purba Baru ke 110 tahun. Kegiatan berlangsung di aula Masbah Syahir, Kota Tarim, Hadhramaut, Yaman, Jumat (16/12/22). Pesantren Musthofawiyah berada di Purba Baru, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Indonesia. Tokoh pendirinya adalah Syekh Musthafa […]

  • Pedangdut A Rafiq Meninggal Dunia

    Pedangdut A Rafiq Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 20 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO), Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Artis senior, penyanyi dangdut A Rafiq meninggal dunia. A Rafiq meninggal di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta Barat. “Iya benar meninggal” kata pengacra putra A Rafiq, Fahd A Rafiq, Samsul Huda saat dihubung, Sabtu (19/1/013) pukul 19.10 WIB. A Rafiq sempat dirawat di rumah sakit lantaran anaknya, Fath A […]

  • Warga Hanyut di Natal Belum Ditemukan

    Warga Hanyut di Natal Belum Ditemukan

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Hingga kini seorang warga yang hanyut di Natal belum ditemukan. Warga yang hanyut itu bernama Zein Bisri berumur sekira 45 tahun, penduduk Desa Setia Karya, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Dia hanyut terbawa arus sungai di titik muara Natal (muara Sungai Batang Natal), Minggu sore (19/12/2021) saat memeriksa kapal penangkap […]

expand_less