Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Singkong, Kripik dan Home Industri Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 16 Jun 2016
  • print Cetak
kripik sambal di Panyabungan

kripik sambal di Panyabungan

Pelaku industri kripik di Madina sudah lama mengeluh soal bahan baku singkong berkualitas yang makin sulit diperoleh. Krisis bahan baku itu memperburuk perkembangan usaha mereka. Jangankan untuk mengembangkan, bertahan saja sudah syukur.

Ubi kayu asal Madina memiliki cita rasa yang sangat bagus bagi bahan baku kripik. Tetapi, petani di Madina tak banyak menanam ubi kayu. Akibatnya, pelaku industri kripik mau tidak mau harus rela memakai ubi kayu dari Tapanuli Utara meski kripik sebagai produk hilirnya terasa agak pahit. Dan itu tentu melemahkan daya saing kripik Madina dari invasi kripik asal Sumbar.

Mirisnya, sejumlah pelaku industri kripik mapun krupuk sudah mengganti bahan bakunya dari singkong ke tepung lain. Ini amat berresiko! Sebab produk kripik dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat akan makin menguasai pasar Madina karena mereka tetap berbahan baku singkong.

Menurut sejumlah pengusaha industri rumah tangga di Panyabungan dan Kotanopan serta Siabu, kripik yang berbahan baku tepung sangat rendah kadar kegurihan dan rasanya dibanding berbahan baku singkong. Produk dari Bukit Tinggi tak akan tersaingi jika kripik Madina bertahan pada bahan baku tepung.

Ini artinya, dayang saing Madina makin rendah, pengusaha akan dibayang-bayangi kemerosotan usaha, berdampak pada pengurangan jumlah tenaga kerja.

Di sisi lain, gairah petani singkong juga menurun akibat menghadapi dilema : Jika petani menseriusi budidaya singkong sebagai usaha primer dengan memperluas areal tanam, maka dilema yang dihadapi adalah rendahnya daya serap pasar Madina saat panen tiba. Makanya petani senantiasa memposisikan tanaman singkong sebagai usaha sekunder bahkan tertier. Ini menyebabkan pasokan singkong di pasaran selalu rendah.

“Jika tanaman singkong dimainkan di areal luas, butuh waktu 2 hingga 4 bulan menuntaskan panennya. Sebab, jika sekali panen, singkong akan membanjiri pasar, berdampak pada menurunnya harga. Kondisi ini menyebabkan petani merugi dari sisi waktu, lalu gairah menurun” demikian rilis KTNA (Kontak tani Nelayan Andalan) Madina.

Menyiasati bahan baku ubi kayu ini, hanya ada dua pilihan. Pertama, pasokan singkong dari luar daerah tetap dipakai dengan catatan cita rasa kripik Madina dibawah kualitas Sumbar.

Kedua, merangsang petani singkong meningkatkan jumlah produksi. Polanya, membuka kran pasar ke luar daerah agar tidak menumpuk di pasar Madina. Misalnya, melakukan kontak dagang dengan pabrik-pabrik tapioca di kawasan Siantar hingga Medan. Tentu, Pemkab Madina diharapkan memainkan peran, bukan saja dari sisi intensifikasi tanaman singkong, tetapi juga menjamin pasar singkong tidak banjir saat panen.

Pilahan kedua lebih logis dimainkan. Berdasar data KTNA Madina, banyak industri berskala menengah di Siantar atau Tebing Tinggi yang kekurangan bahan baku singkong. Ini peluang pasar, karena volume kekurangan itu mencapai sekitar 500 ton per hari. Madina hanya perlu melakukan negosiasi soal komitmen kontiniusitas pasokan bagi mereka dalam rangka mengikat kerjasama.

Tentu keterlibatan pihak secara lintas sektoral menjadi mutlak. Katakan Disperindag menyusun strategi pasar, Dinas Pertanian di sisi intensifikasi. Itu juga belum cukup. Pemkab Madina harus melibatkan pihak KTNA, Kadin atau Hipmi dalam “meja bundar” membahas langkah-langkahnya. Semoga. (Dahlan Batubara)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU Klarifikasi Isu Suara Jokowi-JK Unggul di Luar Negeri

    KPU Klarifikasi Isu Suara Jokowi-JK Unggul di Luar Negeri

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan, belum ada penghitungan suara dilakukan di luar negeri. Penghitungan suara baru dimulai tanggal 9 Juli nanti bersamaan dengan penghitungan di dalam negeri. "Kalau ada yang rilis hasil penghitungan apa memang itu ada?, kalau quick count ga mungkin," kata Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay, tadi malam (Sabtu, 5/7). Pernyataan ini terkait […]

  • H. Aswin Siap Hibahkan 70 Ha Lahan Kantor Gubernur Sumteng

    H. Aswin Siap Hibahkan 70 Ha Lahan Kantor Gubernur Sumteng

    • calendar_month Jumat, 28 Jun 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Wacana lanjutan pendirian Provinsi Sumatera Tenggara (Sumteng) terus bergulir. Pemekaran dari Sumatera Utara. Dan banyak pihak berharap agar ibukota Sumteng ditetapkan di Mandailing Natal (Madina). Bahkan Ketua Himpunan Keluarga Besar Mandailling (HIKMA) Sumatera Utara, H. Aswin Parinduri menyatakan bersedia menghibahkan sekitar 70 hektar lahan di Madina untuk komplek perkantoran gubernur Sumatera […]

  • Demokrat dan Hanura Kuasai Dapil V

    Demokrat dan Hanura Kuasai Dapil V

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berdasar penelusuran Mandailing Online di beberapa posko partai politik, Minggu hingga Senin (13-14/4/2014) perkiraan sementara perolehan kursi legislatif DPRD Mandailing Natal (Madina) untuk Dapil V (Daerah Pemilihan V) Partai Demokrat dan Partai Hanura memperoeh masing-masing 2 kursi. Dapil V meliputi Kecamatan Panyabungan Utara, Naga Juang, Huta Bargot, Bukit Malintang dan Kecamatan […]

  • Dana Desa Tambangan Pasoman Disorot Warga

    Dana Desa Tambangan Pasoman Disorot Warga

    • calendar_month Kamis, 20 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus demi kasus Dana Desa sepertinya tiada henti mencuat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Warga Desa Tambangan Pasoman, Kecamatan Tambangan, Madina menyampaikan kegelisahan kepada Mandailing Online, Senin (17/9/2018) terkait pelaksnaan Dana Desa di desa itu. Hanya saja, mereka meminta identitasnya tak ditulis. Warga menyatakan bahwa pengaduan telah dikirim kepada Polres Madina […]

  • Talenta Dari Seorang  Munir Lubis Memainkan Alat Musik Budaya Mandailing

    Talenta Dari Seorang Munir Lubis Memainkan Alat Musik Budaya Mandailing

    • calendar_month Senin, 15 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) : Mungkin  bagi anda  yang terbiasa melihat penampilan Gordang Sambilan, pesta adat  atau acara- acara penyambutan Pejabat dan  tamu-tamu penting yang  memakai Gordang Sambilan sebagai musik pengiring,  anda mungkin kenal dengan sosok yang satu ini. Betapa tidak, hampir di setiap acara-acara  seperti itu,  beliau tidak pernah absen mempersembahkan Tor-tor Sabe-sabe atau Gondang […]

  • POLISI MACAM PREMAN Di NAGA JUANG

    POLISI MACAM PREMAN Di NAGA JUANG

    • calendar_month Selasa, 26 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DI BINANGA 1 TEWAS, 6 LUKA-LUKA PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pola yang diperlihatkan polisi di Naga Juang, Mandailing Natal, mengarah pada gaya preman terhadap para penambang emas di bukit Sihayo, Jum’at (22/3) lalu. Ini bertolak belakang dengan pencanangan Kapolri di awal tahun 2013 yang bersemangat pemberantasan premanisme yang dimulai dari Jakarta terbukti dengan penangkapan Hercules […]

expand_less