Minggu, 20 Sep 2026
light_mode

Singkong, Kripik dan Home Industri Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 16 Jun 2016
  • print Cetak
kripik sambal di Panyabungan

kripik sambal di Panyabungan

Pelaku industri kripik di Madina sudah lama mengeluh soal bahan baku singkong berkualitas yang makin sulit diperoleh. Krisis bahan baku itu memperburuk perkembangan usaha mereka. Jangankan untuk mengembangkan, bertahan saja sudah syukur.

Ubi kayu asal Madina memiliki cita rasa yang sangat bagus bagi bahan baku kripik. Tetapi, petani di Madina tak banyak menanam ubi kayu. Akibatnya, pelaku industri kripik mau tidak mau harus rela memakai ubi kayu dari Tapanuli Utara meski kripik sebagai produk hilirnya terasa agak pahit. Dan itu tentu melemahkan daya saing kripik Madina dari invasi kripik asal Sumbar.

Mirisnya, sejumlah pelaku industri kripik mapun krupuk sudah mengganti bahan bakunya dari singkong ke tepung lain. Ini amat berresiko! Sebab produk kripik dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat akan makin menguasai pasar Madina karena mereka tetap berbahan baku singkong.

Menurut sejumlah pengusaha industri rumah tangga di Panyabungan dan Kotanopan serta Siabu, kripik yang berbahan baku tepung sangat rendah kadar kegurihan dan rasanya dibanding berbahan baku singkong. Produk dari Bukit Tinggi tak akan tersaingi jika kripik Madina bertahan pada bahan baku tepung.

Ini artinya, dayang saing Madina makin rendah, pengusaha akan dibayang-bayangi kemerosotan usaha, berdampak pada pengurangan jumlah tenaga kerja.

Di sisi lain, gairah petani singkong juga menurun akibat menghadapi dilema : Jika petani menseriusi budidaya singkong sebagai usaha primer dengan memperluas areal tanam, maka dilema yang dihadapi adalah rendahnya daya serap pasar Madina saat panen tiba. Makanya petani senantiasa memposisikan tanaman singkong sebagai usaha sekunder bahkan tertier. Ini menyebabkan pasokan singkong di pasaran selalu rendah.

“Jika tanaman singkong dimainkan di areal luas, butuh waktu 2 hingga 4 bulan menuntaskan panennya. Sebab, jika sekali panen, singkong akan membanjiri pasar, berdampak pada menurunnya harga. Kondisi ini menyebabkan petani merugi dari sisi waktu, lalu gairah menurun” demikian rilis KTNA (Kontak tani Nelayan Andalan) Madina.

Menyiasati bahan baku ubi kayu ini, hanya ada dua pilihan. Pertama, pasokan singkong dari luar daerah tetap dipakai dengan catatan cita rasa kripik Madina dibawah kualitas Sumbar.

Kedua, merangsang petani singkong meningkatkan jumlah produksi. Polanya, membuka kran pasar ke luar daerah agar tidak menumpuk di pasar Madina. Misalnya, melakukan kontak dagang dengan pabrik-pabrik tapioca di kawasan Siantar hingga Medan. Tentu, Pemkab Madina diharapkan memainkan peran, bukan saja dari sisi intensifikasi tanaman singkong, tetapi juga menjamin pasar singkong tidak banjir saat panen.

Pilahan kedua lebih logis dimainkan. Berdasar data KTNA Madina, banyak industri berskala menengah di Siantar atau Tebing Tinggi yang kekurangan bahan baku singkong. Ini peluang pasar, karena volume kekurangan itu mencapai sekitar 500 ton per hari. Madina hanya perlu melakukan negosiasi soal komitmen kontiniusitas pasokan bagi mereka dalam rangka mengikat kerjasama.

Tentu keterlibatan pihak secara lintas sektoral menjadi mutlak. Katakan Disperindag menyusun strategi pasar, Dinas Pertanian di sisi intensifikasi. Itu juga belum cukup. Pemkab Madina harus melibatkan pihak KTNA, Kadin atau Hipmi dalam “meja bundar” membahas langkah-langkahnya. Semoga. (Dahlan Batubara)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Imran Khaitamy Sebut Saipullah Paling Cocok Memperbaiki Madina

    Imran Khaitamy Sebut Saipullah Paling Cocok Memperbaiki Madina

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tokoh politik senior Kabupaten Mandailing Natal (Madina) As Imran Khaitamy Daulay menaruh harapan besar kepada pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati nomor urut 2 Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) bakal mampu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Madina dengan memperbaiki tata kelola pertanian, perkebunan, dan peternakan. Jika Paslon SAHATA […]

  • Mencari Sosok Negarawan Untuk Masa Depan Madina

    Mencari Sosok Negarawan Untuk Masa Depan Madina

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Moechtar Nasution * Perbincangan tentang figur semakin mengemuka dikalangan masyarakat khususnya didaerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah tidak terkecuali di Mandailing Natal pasca revisi UU Pilkada. Dengan mudah kita bisa mengikuti perbincangan politik disemua tempat. Tidak hanya dikursi-kursi legislatif atau eksekutif namun juga yang tidak kalah menariknya hampir diseluruh “lopo” sudah mulai […]

  • Tabagsel Mulai Bergerak, Jangan Berhenti di Foto Bersama

    Tabagsel Mulai Bergerak, Jangan Berhenti di Foto Bersama

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Episentrum   Ada sesuatu yang berbeda dari pertemuan para kepala daerah Tapanuli Bagian Selatan di Padangsidimpuan beberapa hari lalu. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, publik melihat sinyal bahwa elite daerah mulai berbicara bukan sekadar atas nama kabupaten masing-masing, tetapi atas nama kawasan. Isu yang dibahas memang tentang bandara: * Bandara […]

  • Catatan 26 Tahun Madina: Pendekatan Sejarah, Soiologi, Antropologi, dan Kultural

    Catatan 26 Tahun Madina: Pendekatan Sejarah, Soiologi, Antropologi, dan Kultural

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Budayawan Mandailing Askolani Nasution menyampaikan catatan ringkas di Focus Grup Discussion yang diselenggarakan KNPI Mandaiiling Natal di D’San Hotel, Panyabungan, Jum’at (14/3/2025). Askolani melihat peluang pembangunan Mandailing Natal berdasar potensi kultural dan alamnya, namun pemerintah justru mengabaikannya. Padahal, menurut Askolani, sejarah Mandailing Natal (Madina) adalah sejarah gemilang pada masa lalu. Belasan kerajaan besar menancapkan pengaruhnya […]

  • Aneh! Ruang Baca Perpustakaan Pemkab Madina Full Musik

    Aneh! Ruang Baca Perpustakaan Pemkab Madina Full Musik

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – bagai mana pengunjung mau konsentrasi baca kalau ruang perpustakaan sendiri kerap diisi dengan suara musik. Ini lah yang terjadi di perpustakaan Madina yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Berdasarkan penelusuran Mandailing Online Kondisi perpustakaan sendiri sepi. Tak ada yang berubah dari tahun ke tahun. Bahkan ada ditemukan hal aneh seperti […]

  • Jelang Lebaran, Sumut Berpeluang Inflasi 0,4 %

    Jelang Lebaran, Sumut Berpeluang Inflasi 0,4 %

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin menyatakan Sumut berpeluang mencetak inflasi di atas 0,4% di bulan ini. Itu dikatakannya hari Jumat (29/4/2022) di Medan melihat kinerja sejumlah harga kebutuhan pokok menjelang lebaran. Pada dasarnya di bulan April ini, komoditas cabai menjadi penyumbang terbesar deflasi. Untuk cabai merah saja, sejauh ini harganya mengalami penurunan […]

expand_less