Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

Sistem Kapitalisme Melahirkan Generasi Durhaka

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 9 Nov 2021
  • print Cetak

Oleh : Arifah Zahra Zakiah, S.Pd

Aktivis Dakwah, Pemerhati Kehidupan Muslim, Anggota Komunitas Majelis Taklim Islam Kaffah

 

Belum lama ini, jagad media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah kasus yang viral dimana seorang ibu bernama Trimah (65) diserahkan oleh anak-anaknya ke panti jompo Griya Lansia Husnul Khotimah, Wajak, Kabupaten Malang, Kamis (28/10/2021). Alasannya mereka tidak sanggup merawat ibunya tersebut lantaran kesibukan, sehingga menyerahkan perawatan sang ibu kepada griya tersebut hingga tutup usia.

Kisah pilu yang dialami oleh orangtua yang usia lanjut bukan hanya kali ini saja.  Sudah sering terjadi kisah penelantaran terhadap Lansia. Bahkan berdasarkan data dari Kementerian Sosial (Kemensos) tercatat jumlah lansia 20,5 juta jiwa sedangkan lansia yang terlantar 2,1 juta. Dan 1,8 juta lansia berpotensi terlantar (05/08/2017). Meningkatnya ketidakpedulian terhadap Lansia membuat penelantaran terhadap Lansia pun semakin meningkat.

Pertanyaannya, mengapa para keluarga, khususnya sang anak tidak peduli terhadap orangtua mereka yang Lansia? Inilah akibat dari asas kapitalisme yang berlaku di tengah masyarakat dan keluarga. Mereka menjalani kehidupan yang telah jauh dari nilai-nilai Islam. Tidak ada lagi rasa hormat terhadap orangtua, durhaka kepada orang tua yang telah merawat dan membesarkannya.

Pemikiran yang kapitalis membuat mereka  sibuk mencari materi  dan menjadikannya alasan menelantarkan orangtua, padahal orangtua merupakan pembuka pintu rezeki dan keberkahan bagi anak-anaknya. Mereka lupa akan perintah Allah SWT untuk birul walidain atau berbakti pada orang tua.

Allah SWT telah berfirman,

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Qs. Al Isra’:23)

Berbakti kepada orangtua dalam Islam memiliki kedudukan yang tinggi. Sehingga berbakti kepada orangtua bukanlah sekedar balas jasa, kepantasan maupun kesopanan. Birul walidain atau berbakti pada orang tua, ayah dan bunda, merupakan  kewajiban, bahkan oleh Allah SWT diposisikan setelah beribadah dan mentauhidkan-Nya.

Islam mencetak generasi tangguh yang berkepribadian islam. Mereka memuliakan orangtua dan menyayangi sesama. Sehingga terwujudkan keluarga dan masyarakat yang harmonis. Berbeda dengan sistem kapitalisme yang hanya akan memproduksi orang-orang sekuler yang menimbang perbuatan dengan asas manfaat serta bebas berbuat tanpa memikirkan apakah bertentangan dengan syariat Allah SWT ataupun tidak.

Hanya sistem islam kaffah yang bisa mewujudkan terbentuknya generasi yang unggul bukan generasi yang durhaka.

Wallahu’alam bishowab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penderita Tumor Dibantu Anggota DPRD Sumut

    Penderita Tumor Dibantu Anggota DPRD Sumut

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Nurhabinah Ritonga, penderita tumor payudara mendapat bantuan dari anggota DPRD Sumut, Hj. Rahmianna Pulungan. Warga Desa Bulu Payung, Sipirok, Tapanuli Selatan itu pun difasilitasi menjalani operasi pengangkatan tumor di RSU Adam Malik, Medan. Kepada wartawan di rumahnya, Minggu (14/7) usai pulang dari Medan pasca menjalani operasi, Nurhabinah menyatakan bahwa dia telah […]

  • Terdakwa Kasus Penipuan CPNS Dituntut 30 Bulan Penjara

    Terdakwa Kasus Penipuan CPNS Dituntut 30 Bulan Penjara

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Sidang kasus penipuan 51 orang pelamar CPNS Pemkab Deli Serdang Formasi Tahun 2007/2008 dengan terdakwa Ermaida Tambunan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (15/03/2011), kembali memanas. Dewi, anak salah seorang terpidana yang sudah diputus dalam kasus yang sama pada persidangan sebelumnya, mengamuk ketika mendengarkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irma Hasibuan menuntut Ermaida Tambunan, pegawai […]

  • BPBD: Belum ada potensi bencana di Sumut

    BPBD: Belum ada potensi bencana di Sumut

    • calendar_month Minggu, 19 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara belum menemukan atau mendeteksi kemungkinan adanya bencana di daerah itu, selain potensi kebakaran di sekitar pemukiman masyarakat. “Potensi bencana belum ada. Hanya kebakaran yang perlu diwaspadai,” kata Kepala BPBD Sumut Ahmad Hidayat di Medan, hari ini. Ia mengatakan, meski telah memasuki musim kemarau, Sumut tidak memiliki […]

  • Anggaran Dana Desa di Madina Naik 100 Persen  Lebih

    Anggaran Dana Desa di Madina Naik 100 Persen Lebih

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggaran Dana Desa (ADD) tahun ini meningkat lebih seratus persen dari tahun 2014. Ini tentunya kabar gembira bagi seluruh desa di Mandailing Natal (Madina). Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal di tahun 2015 mengalokasikan dana untuk ADD sebesar 40,8  milyar rupiah. Angka itu jauh melambung naik dibanding tahun 2014 yang hanya sebesar […]

  • Prodi Gagal Akreditasi Dibubarkan, Dilarang Terima Mahasiswa Baru

    Prodi Gagal Akreditasi Dibubarkan, Dilarang Terima Mahasiswa Baru

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristek-Dikti) Muhammad Nasir merespon banyaknya program studi (prodi) kampus negeri yang tidak lulus akreditasi. Dia mengatakan, prodi-prodi itu dilarang menerima mahasiswa baru. Nasir menuturkan pengelola PTN harus fair terhadap penilaian dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Ketika hasil penilaian BAN-PT menetapkan ada prodi yang tidak lulus […]

  • Marhata-Hata Dalam Upacara Marhorja di Nagari Kota Nopan, Rao Utara, Pasaman (1)

    Marhata-Hata Dalam Upacara Marhorja di Nagari Kota Nopan, Rao Utara, Pasaman (1)

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pendahuluan Pada hakikatnya sastra lisan merupakan bagian dari suatu kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun secara lisan sebagai milik bersama. Menurut Louis (dalam Sudikan, 2001:3) ada tiga unsur pokok suatu kebudayaan, yaitu: (1) Isi yang berupa pola perilaku sosial gaya yang menyatakan sesuatu dan cara memahami sesuatu benda yang diwariskan; […]

expand_less