Kamis, 17 Sep 2026
light_mode

Korupsi Indonesia sudah gawat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 7 Jul 2012
  • print Cetak

korupsi

JAKARTA – Korupsi harus diakui bukan saja makin masif dan sistemik, tetapi juga makin telanjang dan bahkan sudah merambah urusan agama, sebagaimana kasus korupsi pengadaan Al Quran yang ikut menyeret politisi senayan dari Fraksi Golkar Zulkarnaen Djabar. Karena itu, tidak cukup memerangi korupsi melalui pendekatan politik dan hukum saja tetapi juga melalui sebuah gerakan kultural.

Menurut peneliti dari Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI, Jaleswari Pramohawardani, secara substantif korupsi pengadaan Alquran tidak ada bedanya dengan kasus korupsi yang lain, kecuali secara psikologis karena Alquran merupakan identitas keagamaan.

“Di sinilah fakta yang kita sebut betapa korupsi itu sudah makin mengerikan, karena secara psikologis masyarakat menilai kok sampai soal buku suci Al Quran pun dikorupsi. Lebih dari itu memang harus diakui korupsi di negara kita sudah makin sistemik dan telanjang koq. Pantas sudah dia kita sebut sebagai sebuah kejahatan luar biasa,” ujarnya, saat menjadi narasumber dalam sebuah diskusi di gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, hari ini.

Ia menambahkan, di tengah korupsi yang makin sistemik dan mengakar, butuh pendekatan kebudayaan, hal mana menurut dia justru tidak banyak diberi ruang di tengah masyarakat.

“Ini yang justru banyak ditinggalkan masyarakat kita yaitu pendekatan kebudayaan. Padahal ini sangat efektif dan terutama karena dia sendiri mengakar dalam kebudayaan bangsa Indonesia sendiri. Kita mungkin bisa hitung berapa banyak halaman koran dan tayangan televisi yang mengangkat soal-soal kebudayaan termasuk strategi memerangi korupsi. Itu kurang sekali,” tandasnya.

Ia tidak menafikan strategi politik dan penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi tetap harus ditingkatkan, tetapi tanpa melupakan pendekatan kebudayaan.

“Faktanya politik dan penegakan hukum bahkan oleh KPK pun sudah banyak disusupi oleh kepentingan politik juga kan? Hitung-hitungan koruptor sekarang, paling-paling kalau dihukum masuk penjara dua atau tiga tahun lalu keluar lagi hartanya masih banyak kok. Padahal kalau pandekatan kebudayaan itu sifatnya jangka panjang karena menyentuh soal sikap dan karakter seseorang untuk tidak melakukan korupsi,” jelasnya.

Dari sekian pendekatan kebudayaan itu, kata dia, adalah keteladanan pemimpin yang menjadi faktor paling utama.

“Bagaimana seorang Presiden bicara antikorupsi kalau ternyata ia sendiri korupsi misalnya atau bahkan melindungi koruptor? Bagaimana pula anggota DPR bicara antikorupsi kalau mereka sendiri korupsi. Intinya adalah keteladanan. Ini salah satu pendekatan kebudayaan yang bisa kita lakukan, selain kita bicara soal pendidikan,” jelas anggota Dewan Penasihat The Indonesian Intitute tersebut.

Koordinator Divisi Korupsi dan Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Ade Irawan, menilai maraknya kasus korupsi hingga masuk ranah keagamaan seperti suap dalam pembahasan anggaran Al Quran di Kementrian Agama sudah sangat mengkhawatirkan.

Bahkan, Ade menyatakan Indonesia sudah masuk situasu gawat darurat dalam penanganan penyakit kronis. “Orang tidak hanya takut pada manusia, tapi Tuhan pun dia pertaruhkan untuk dapat keuntunan bagi pribadi maupun kelompok mereka,” jelas Ade usai diskusi DPD RI, Jakarta, hari ini.

Dia melihat korupsi terjadi karena kombinasi dari banyak problem, mulai dari persoalan politik sampai problem penganggaran dan birokrasi. “Problem politik saya kira, korupsi-korupsi macam ini memperlihatkan kondisi politik yang tidak sehat, terutama dari partai,” lanjutnya.

Problem anggaran tersebut, lanjut Ade, memperlihatkan bahwa mekanisme penganggaran di Indonesia masih membuka celah-celah bagi siapa pun, terutama mereka yang punya kekuasaan, untuk mengambil uang rakyat.

Sementara itu, problem birokrasi tampak dari bagaimana kementerian dan DPR tidak mengabdi terhadap kepentingan rakyat, tapi mengabdi pada kepentingan pengusaha.(mediaindonesia)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga TBS Sawit Terjun Tak Terkendali

    Harga TBS Sawit Terjun Tak Terkendali

    • calendar_month Rabu, 27 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit turun drastis menjadi Rp 2.000 hingga Rp 1.000 per kg di tingkat petani di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Sumatera Utara. Hal itu imbas dari larangan ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng oleh Presiden Jokowi yang akan diberlakukan sejak 28 April 2022 sampai dengan […]

  • Ijeck Maju Pilgub, Ketua AMPG Madina: Keputusan Tepat

    Ijeck Maju Pilgub, Ketua AMPG Madina: Keputusan Tepat

    • calendar_month Jumat, 23 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keputusan Ketua DPD Golkar Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah untuk maju sebagai calon gubernur pada Pilkada 2024 dipandang sebagai keputusan yang tepat. Pandangan itu disampaikan Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sobir Lubis. “Kesiapan Pak Ijeck (sapaan akrab Musa Rajekshah-red) untuk maju Pilgub adalah keputusan tepat,” katanya […]

  • Sampai Malam ini Pemancing Ikan yang Hanyut Disungai Batang Gadis Belum Ditemukan

    Sampai Malam ini Pemancing Ikan yang Hanyut Disungai Batang Gadis Belum Ditemukan

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – seorang pemancing ikan sungai warga desa kampung baru, kecamatan Panyabungan Utara dinyatakan hilang.  Agung Situmeang (26th) sebelum dinyatakan hilang, sempat melakukan aktifitas memancing ikan di sungai batang gadis tepatnya di daerah kampung baru. Ia saat mancing tidak sendiri. Ada rekannya bernama Mendra Hutapea. ” kronologisnya kejadiannya, sekitar pukul 15.30 wib. Agung […]

  • MENUJU TAPSEL YANG LEBIH TANGGUH (Bagian 2 dari 3 Tulisan)

    MENUJU TAPSEL YANG LEBIH TANGGUH (Bagian 2 dari 3 Tulisan)

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Ludfan Nasution
    • 0Komentar

    Meloncat dengan Carbon Credit Membaca Gagasan Gus Irawan tentang Ekonomi Hijau Batangtoru   Oleh: Ludfan Nasution Koordinator Mandailing Epicentrum Ada satu bagian dari pernyataan Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, yang layak diberi perhatian lebih jauh. Gus Irawan tidak ingin konservasi Batang Toru berhenti pada urusan menjaga ekosistem dan keanekaragaman hayati. Ia menyebut sejumlah […]

  • Gang Pasar Baru Panyabungan Berlumpur,  Bagai Jalan ke Desa Terisolir

    Gang Pasar Baru Panyabungan Berlumpur, Bagai Jalan ke Desa Terisolir

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kondisi Relokasi Pasar Baru Panyabungan becek dan sumpek. “Foto untuk apa itu, bang,” sergah seorang pedagang pisang saat Mandailing Online memotoi gang pasar, Senin (12/10/2020). “Foto-foto kondisi pasar untuk berita, dik,” jawab Mandailing Online. “Mantap kali itu, beritakan dulu, bang. Payah ini pasar,” katanya. Pantauan Mandailing Online, gang pasar sangat parah, […]

  • Elemen Masyarakat dan Mahasiswa Madina Dukung Perampingan SKP

    Elemen Masyarakat dan Mahasiswa Madina Dukung Perampingan SKP

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa Mandailing Natal menyatakan dukungan penuh terhadap draf perampingan SKPD yang diajukan Pj. Bupati Mandailing Natal kepada DPRD pada sidang paripurna yang digelar Kamis (11/11) di ruang Paripurna DPRD. Usulan Pj. Bupati Madina untuk memangkas instansi / SKPD yang dinilai tumpang tindih (Over Lapping) dan tidak efektif merupakan langkah maju […]

expand_less