Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Korupsi Indonesia sudah gawat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 7 Jul 2012
  • print Cetak

korupsi

JAKARTA – Korupsi harus diakui bukan saja makin masif dan sistemik, tetapi juga makin telanjang dan bahkan sudah merambah urusan agama, sebagaimana kasus korupsi pengadaan Al Quran yang ikut menyeret politisi senayan dari Fraksi Golkar Zulkarnaen Djabar. Karena itu, tidak cukup memerangi korupsi melalui pendekatan politik dan hukum saja tetapi juga melalui sebuah gerakan kultural.

Menurut peneliti dari Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI, Jaleswari Pramohawardani, secara substantif korupsi pengadaan Alquran tidak ada bedanya dengan kasus korupsi yang lain, kecuali secara psikologis karena Alquran merupakan identitas keagamaan.

“Di sinilah fakta yang kita sebut betapa korupsi itu sudah makin mengerikan, karena secara psikologis masyarakat menilai kok sampai soal buku suci Al Quran pun dikorupsi. Lebih dari itu memang harus diakui korupsi di negara kita sudah makin sistemik dan telanjang koq. Pantas sudah dia kita sebut sebagai sebuah kejahatan luar biasa,” ujarnya, saat menjadi narasumber dalam sebuah diskusi di gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, hari ini.

Ia menambahkan, di tengah korupsi yang makin sistemik dan mengakar, butuh pendekatan kebudayaan, hal mana menurut dia justru tidak banyak diberi ruang di tengah masyarakat.

“Ini yang justru banyak ditinggalkan masyarakat kita yaitu pendekatan kebudayaan. Padahal ini sangat efektif dan terutama karena dia sendiri mengakar dalam kebudayaan bangsa Indonesia sendiri. Kita mungkin bisa hitung berapa banyak halaman koran dan tayangan televisi yang mengangkat soal-soal kebudayaan termasuk strategi memerangi korupsi. Itu kurang sekali,” tandasnya.

Ia tidak menafikan strategi politik dan penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi tetap harus ditingkatkan, tetapi tanpa melupakan pendekatan kebudayaan.

“Faktanya politik dan penegakan hukum bahkan oleh KPK pun sudah banyak disusupi oleh kepentingan politik juga kan? Hitung-hitungan koruptor sekarang, paling-paling kalau dihukum masuk penjara dua atau tiga tahun lalu keluar lagi hartanya masih banyak kok. Padahal kalau pandekatan kebudayaan itu sifatnya jangka panjang karena menyentuh soal sikap dan karakter seseorang untuk tidak melakukan korupsi,” jelasnya.

Dari sekian pendekatan kebudayaan itu, kata dia, adalah keteladanan pemimpin yang menjadi faktor paling utama.

“Bagaimana seorang Presiden bicara antikorupsi kalau ternyata ia sendiri korupsi misalnya atau bahkan melindungi koruptor? Bagaimana pula anggota DPR bicara antikorupsi kalau mereka sendiri korupsi. Intinya adalah keteladanan. Ini salah satu pendekatan kebudayaan yang bisa kita lakukan, selain kita bicara soal pendidikan,” jelas anggota Dewan Penasihat The Indonesian Intitute tersebut.

Koordinator Divisi Korupsi dan Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Ade Irawan, menilai maraknya kasus korupsi hingga masuk ranah keagamaan seperti suap dalam pembahasan anggaran Al Quran di Kementrian Agama sudah sangat mengkhawatirkan.

Bahkan, Ade menyatakan Indonesia sudah masuk situasu gawat darurat dalam penanganan penyakit kronis. “Orang tidak hanya takut pada manusia, tapi Tuhan pun dia pertaruhkan untuk dapat keuntunan bagi pribadi maupun kelompok mereka,” jelas Ade usai diskusi DPD RI, Jakarta, hari ini.

Dia melihat korupsi terjadi karena kombinasi dari banyak problem, mulai dari persoalan politik sampai problem penganggaran dan birokrasi. “Problem politik saya kira, korupsi-korupsi macam ini memperlihatkan kondisi politik yang tidak sehat, terutama dari partai,” lanjutnya.

Problem anggaran tersebut, lanjut Ade, memperlihatkan bahwa mekanisme penganggaran di Indonesia masih membuka celah-celah bagi siapa pun, terutama mereka yang punya kekuasaan, untuk mengambil uang rakyat.

Sementara itu, problem birokrasi tampak dari bagaimana kementerian dan DPR tidak mengabdi terhadap kepentingan rakyat, tapi mengabdi pada kepentingan pengusaha.(mediaindonesia)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zidan Rizky Ilman Ketua HIPMI Madina yang Baru

    Zidan Rizky Ilman Ketua HIPMI Madina yang Baru

    • calendar_month Minggu, 12 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Cabang Mandaililing Natal selenggarakan pelantikan pengurus baru periode 2024 – 2027. Ketua Terpilih, Sekretaris dan Bendahara serta jajaran pengurus terbaru di lantik di Ballroom Ladang Sari, Gunung Tua, Panyabungan. Dalam pengurusan baru itu, Zidan Rizki Ilman sebagai Ketua, Mhd Syafril Wakil Ketua, Roni Margonda sebagai […]

  • Tunjangan Non Sertifikasi Guru Masih Misterius

    Tunjangan Non Sertifikasi Guru Masih Misterius

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    gambar grafis logo tut wuri handayani PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Tunjangan guru non sertifikasi belum semuanya dicairkan oleh pihak Dinas Pendidikan Mandailing Natal (Madina) padahal saat ini sudah memasuki akhir tahun anggaran. Parahnya, selain tahun ini, sebanyak 6 bulan tahun 2012 juga belum diterima guru, meski LKPJ bupati tahun anggaran 2012 sudah dipertanggungjawabjan di gedung DPRD […]

  • Polres Minta Camat Panyabungan Sampaikan Keterangan Kasus Gunungtua Jae

    Polres Minta Camat Panyabungan Sampaikan Keterangan Kasus Gunungtua Jae

    • calendar_month Rabu, 18 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polres Madina meminta Camat Panyabungan menyampaikan keterangan bagi kebutuhan penanganan lanjutan kasus Desa Gunungtua Jae. Camat Panyabungan, Idris Batubara menjawab Mandailing Online membenarkannya. “Itu benar, saya hadir di Polres tadi petang,” katanya, Rabu (18/8/2021). Dia menyatakan, kehadirannya di polres memenuhi permintaan Reskrim Polres Madina untuk menyampaikan keterangan dan dokumen yang diperlukan […]

  • Jelang Idulfitri, Bupati dan Wakil Bupati Silaturahmi dengan Insan Pers

    Jelang Idulfitri, Bupati dan Wakil Bupati Silaturahmi dengan Insan Pers

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menjelang Idulfitri 1443 H Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution bersilaturahmi dengan insan pers di aula kantor Bupati, Desa Parbangunan, Kamis (28/4). Bupati Sukhairi di hadapan jurnalis yang bertugas di wilayah Madina menyampaikan pers merupakan elemen penting bagi Pemkab Madina dalam […]

  • Organda Madina Rencanakan Kenaikan Ongkos Angkutan 30 %

    Organda Madina Rencanakan Kenaikan Ongkos Angkutan 30 %

    • calendar_month Senin, 17 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Organda Kabupaten Mandailing Natal (Madina) telah merencanakan kenaikan ongkos angkutan antara 28 hingga 30 persen. Kebijakan tingkat kenaikan yang dirancang Organda (Organisasi Angkutan Daerah) Madina ini sesuai surat yang diterima dari Organda pusat yang memberi opsi kenaikan sebesar 30 persen, dengan catatan jika harga BBM sudah naik. “Rencana ongkos angkutan, baik […]

  • Air PDAM Tirta Madina Keruh, Warga Mengeluh

    Air PDAM Tirta Madina Keruh, Warga Mengeluh

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sudah sepekan terakhir air bersih yang disalurkan PDAM Tirta Madina setiap pagi keruh, akibatnya konsumen di kota Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) mengeluh. “Setiap pagi kita selalu kesulitan untuk mempergunakan air yang bersumber dari PDAM Tirta Madina karena kondisi airnya keruh,” ungkap Zulham (45) salah seorang pelanggan PDAM Tirta Madina, Jum’at (13/6/2014) […]

expand_less