Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Sistem Tak Menjamin Kesehatan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh: Endang Pohan
Mahasiswi tinggal di Padang Lawas Utara

Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan vital masyarakat yang pelayanannya dijamin oleh negara. Berita viral pekan ini yang banyak tersebar melalui media di kalangan masyarakat, menyatakan seorang mantan atlet timnas bola Volli Putri  dan juga sebagai Serda TNI-AD, yang telah disahkan secara hukum di persidangan penggantian nama dan jenis kelamin di Pengadilan Negeri Tondano, Sulawesi Utara. Hasil dari persidangan tersebut menyatakan bahwa mantan atlet tersebut disahkan secara hukum berjenis kelamin laki-laki, yang sebelumnya ia dinyatakan berjenis kelamin wanita (Kompas.com).

Mantan atlet tersebut telah berjenis kelamin wanita sudah 28 tahun lamanya. Perihal ini menimbulkan keperihatinan di kalangan masyarakat dan pemerintah, di mana kondisi yang dialami mantan atlet tersebut bukanlah karena  melakukan tindakan transgender atau mengalami kelamin ganda (ambigous genitalia). Hal yang menyebabkan terjadinya kondisi ini kepada mantan atlet timnas bola volly putri ialah mengalami kondisi penyakit yg dinamakan Hipospadia dimana suatu kelainan yang menyebabkan letak uretra pada bayi laki-laki menjadi tidak normal.  Kondisi ini hanya terjadi pada laki-laki, kelainan biasanya ada yang ringan dan yang sulit.

28 tahun lamanya ia telah menjalani aktivitas sebagi wanita, keterbatasan ekonomi dan keterbatasan pengetahuan tentang ilmu kesehatan di daerahnya menjadi penyebabnya. Mantan atlet tersebut bukanlah orang pertama yang mengalami kondisi ini, ada banyak mengalami kondisi demikian.

Kondisi seperti ini seharusnya tidaklah menjadi masalah, jika diatasi dan difasilitasi.

Namun, sistem tak menjamin itu semua. Walaupun adanya jaminan kesehatan/asuransi kesehatan, itu bukanlah hal yang dapat mempermudah masyarakat, akan tetapi banyak pengurusan yang membuat masyarakat kurang mengerti dan membuat rumit, dan walaupun jaminan kesehatan bisa didapati, pelayanan dan fasilitas pun kurang memuaskan/mendukung bagi masyarakat. Sehingga perihal tentang kesehatan pun berulang terjadi. Ini semua didasari atas penerapan hukum yang ada, dimana hukum yang dipakai tak sesuai dengan fitrah manusia sehingga mengakibatkan banyaknya yang bukan masalah menjadi masalah besar.

Pada masa keemasan Islam, sistem menjamin dan bertanggungjawab sepenuhnya dalam penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai secara gratis dan bermutu tanpa jaminan kesehatan kepada masyarakat. Terbukti banyaknya ilmu-ilmu kesehatan dan kedokteran serta berdirinya rumah sakit yang modern dan tenaga medis yang profesional.

Tetapi hukum/sistem yang ada sekarang ini jauh dari penerapan aturan terbaik yakni akidah dan syariah Islam, tak ada hukum yang layak tegak dibumi ini selain hukum yang  berasal dari Allah, sebab manusia bersifat terbatas, aturan terbaik hanya berasal dari Allah.

Karena sesungguhnya tidak ada hukum yang paling adil dan baik dibandingkan dengan hukum Allah SWT.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Octo B Simanjuntak Ditahan

    Octo B Simanjuntak Ditahan

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Ali Mutiara Rangkuti, menyampaikan apresiasinya seputar penahanan, Octo B Simanjuntak oleh pihak Kejaksaan Negeri Panyabungan. “Secara pribadi maupun institusional kami menyambut baik setiap langkah hukum yang diambil oleh aparat penegak hukum dalam rangka percepatan penyelesaian masalah-masalah di bidang perkebunan. Bagaimanapun juga masalah-masalah di bidang perkebunan dan […]

  • DCS Dapil1 PKB Madina

    DCS Dapil1 PKB Madina

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DAFTAR CALON SEMENTARA ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) Dapil 1 madina

  • Hari Pertama Sekolah Tatap Muka di Madina Tiada Kendala

    Hari Pertama Sekolah Tatap Muka di Madina Tiada Kendala

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN  (Mandailing Online) – Pemberlakuan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) untuk SD dan SMP di Kabupaten Mandailing Natal yang dimulai hari ini Rabu (1/9/2021) berjalan sukses. Hari ini merupakan uji coba pemberlakuan PTMT di sekolah sejak pandemi covid-19 mewabah. Kepala Koordinator Wilayah I Dinas Pendidikan Kecamatan Panyabungan, Mara Solih Pulungan yang dijumpai pada saat melakukan […]

  • Lagi, 3 Hektar Ladang Ganja Ditemukan

    Lagi, 3 Hektar Ladang Ganja Ditemukan

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiga hektar ladang ganja kembali ditemukan di perbukitajn Panyabungan Timur, Mandailing Natal. Ladang itu ditemukan tim gabungan TNI dan Polres Madina dan FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI Polri), Kamis (2/6/2016). Sehari sebelumnya, 37,5 hektar ladang ganja ditemukan di kawawan perbukitan Tor Sihite dan Tor Antarsa oleh pihak TNI yang […]

  • Landasan Pacu Bandar Udara Mandailing Natal Mulai di Hotmix

    Landasan Pacu Bandar Udara Mandailing Natal Mulai di Hotmix

    • calendar_month Senin, 3 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) : disisa waktu yang hanya enam bulan saja, banyak kalangan menyangsikan pembangunan Bandar Udara Mandailing Natal yang berlokasi di Kecamatan Bukit Malintang tidak akan rampung akhir tahun 2023. Untuk memberi kepastian perkembangan progres pembangunan bandara itu, Agus selaku Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) Bandar Udara Mandailing Natal mengaku tetap optimis […]

  • PPKM Level 4, Akhmad Arjun: Masyarakat Harus Tenang

    PPKM Level 4, Akhmad Arjun: Masyarakat Harus Tenang

    • calendar_month Jumat, 10 Sep 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Mandailing Natal (MPC PP Madina) Akhamd Arjun Nasution meminta masyarakat tetap tenang selama penerapan PPKM level 4 di Madina. Hal itu disampaikan Arjun di kantor MPC PP Madina, Panyabungan, Jumat (10/9). “Masyarakat harus tetap tenang dengan situasi ini. Beraktivitas seperti biasa dengan menerapkan protokol […]

expand_less