Rabu, 4 Mar 2026
light_mode

Sosok Atika di Mata Kawan Sebaya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
  • print Cetak

 

KOTANOPAN (Mandailing Online) – Atika Azmi Utammi melanjutkan penyantunan anak yatim dan piatu di Desa Singengu dan Desa Tombang Bustak, Kecamatan Kotanopan, Rabu (16/10/2024). Ibaratnya, calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 itu sedang pulang kampung.

Dari dua titik penyantunan, Atika memulai di Desa Singengu. Di sini dia bercerita tentang masa kecilnya. Ternyata desa ini sudah tidak asing bagi lulusan UNSW Australia itu. Selain karena keluarganya juga berasala dari sini, Desa Singengu merupakan tempat main Atika saat kecil.

“Di sini ada rumah nenek dan rumah Tulang. Saya juga sering makan pecal dan gorengan di desa ini,” katanya.

Atika mengungkapkan, dia juga sering menghabiskan libur lebaran di Desa Singengu. Bahkan semasa kanak-kanak dia acap mandi air leding. Biasaya selepas pulang sekolah dia main ke desa tersebut.

Namanya pulang kampung, Atika tak kuasa tidak menceritakan sedikit banyak masa kecilnya. Itu pula yang dia lakukan di titik ke dua penyantunan, Desa Tombang Bustak. Di desa ini bahkan ada beberapa kawan akrab wakil bupati Madina yang sedang cuti itu.

Desa Tombang Bustak boleh disebut sebagai jelajahan Atika di masa kecil. Di sini dia kerap memainkan permainan tradisional seperti petak umpet dan sebagainya. Tak hanya itu, Atika dan kawan-kawannya juga sering main ke sawah sebagaimana anak-anak pada masa itu.

Novianti, salah satu kawan sebaya Atika, menceritakan putri tokoh masyarakat H. Khoiruddin Nasution sosok yang rendah hati dan tak pilih-pilih kawan. “Semua dikawaninya,” kata Novi yang diamini beberapa ibu-ibu di lokasi.

Atika juga disebut sebagai sosok yang luwes. Mudah akrab dan menyenangkan. Dalam pergaulan, lulusan SMA Negeri 1 Kotanopan itu tak menunjukkan dirinya sebagai anak orang kaya.

Warga lain yang mengaku anaknya berkawan akrab dengan Atika mengungkapkan, meskipun lahir dari keluarga kaya, Atika tak merasa risih mendatangi rumah kawan-kawannya. “Dia sering datang ke rumah. Anak-anak saat itu belum pakai motor. Jalan kaki dia dari rumahnya ke sini,” katanya.

Ibu-ibu yang lain pun mengamini. Bagi mereka, Atika sama sekali tidak berubah sebelum dan setelah terpilih menjadi wakil bupati. “Masih sering datang ke sini. Bergaul,” sebut mereka.

Keakraban Atika dengan warga terlihat saat acara penyantunan selesai. Dia menjumpai beberapa orang. Tak hanya menyapa, calon wakil bupati yang berpasangan dengan Saipullah Nasution itu terlihat bercengkerama dan bercerita. (dahlan batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paslon 01 Madina Jadi Harapan Petani Hutaraja Bawa Perubahan dan Kesejahteraan 

    Paslon 01 Madina Jadi Harapan Petani Hutaraja Bawa Perubahan dan Kesejahteraan 

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Siabu (Mandailing Online) – Calon Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 01 Muhammad Ichwan Husein Nasution menyempatkan diri mengunjungi lahan pertanian warga yang terendam banjir di Desa Hutaraja Kecamatan Siabu. Jumat (4/10/2024). Kunjungan Calon Wakil Bupati ke lahan seluas 60 hektar lebih yang terendam banjir itu diketahui milik petani 3 Desa yang ada di […]

  • Amin Daulay: Perlu reformasi birokrasi Madina

    Amin Daulay: Perlu reformasi birokrasi Madina

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Mandailing Natal Amin Daulay menilai reformasi birokrasi di tubuh Pemkab Madina pasca masuknya Pj Bupati Madina Ir Aspan Sofian Batubara sangat diperlukan. Hal itu dianggapnya sangat penting untuk mensukseskan tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan masyarakat yang dibebankan oleh presiden kepadanya disamping untuk menghantarkan pemungutan suara ulang di Madina sampai […]

  • Saifullah-Atika Pasangan Pendaftar Pertama

    Saifullah-Atika Pasangan Pendaftar Pertama

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan Saipullah Nasution – Atika Azmi Utammi Nasution resmi mendaftar ke KPU Madina, Rabu (28/8/2024). Ini menjadikan pasangan ini pendaftar pertama sebagai calon bupati/wakil bupati Mandailing Natal (Madina) di perhelatan Pilkada 2024. Enam partai politik mengusung Saifullah-Atika: PKS, PKB, Partai Demokrat, Partai Nasdem, PPP dan Perindo. Sebelum mendaftar ke KPU Madina, […]

  • Ketua SMSI Sumut Dukung Kapolda Whisnu Hermawan Berantas Narkoba

    Ketua SMSI Sumut Dukung Kapolda Whisnu Hermawan Berantas Narkoba

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Medan, ( Mandailing Online ) Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Utara mendukung penuh Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto SIK MH memberantas peredaran narkoba di Sumut. SMSI Sumut memastikan ikut menjadi bagian dari upaya pemberantasan tersebut bersama jajaran kepolisian di seluruh wilayah Sumut. Hal tersebut disampaikan langsung Ketua SMSI Sumut, Erris […]

  • Hanura, PKB, Grindra, Demokrat, Golkar Dominasi Madina

    Hanura, PKB, Grindra, Demokrat, Golkar Dominasi Madina

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penghitungan rekapitulasi manual hasil Pemilu 2014 masih berlangsung di tingkat PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan), Sabtu (12/4/2014). Tetapi berdasar data-data yang dihimpun Mandailing Online dari posko-posko partai politik memeberikan gambaran bahwa pemenang Pemilu 2014 di Mandailing Natal (Madina) didominasi Partai Hanura, PKB dan Grindra. Ketiga partai politik ini mampu memperoleh kursi di […]

  • KESUSASTRAAN MANDAILING (bagian 2)

    KESUSASTRAAN MANDAILING (bagian 2)

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution Beberapa tonggak sastra yang berkembang di kolonial tersebut patut dicatat periode-periode pertumbuhan sastra berikut: Willem Iskander (1840-1876). Ia menulis dalam bahasa Mandailing yang amat imajinatif terutama karena dipengaruhi kemampuannya yang tinggi dalam penguasaan bahasa Melayu. Karya-karyanya dipublikasikan secara luas setelah kematiannya, antara lain: “Hendrik Nadenggan Roa, Sada Boekoe Basaon ni Dakdanak.” […]

expand_less