Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

SOTR Berujung Tawuran Remaja

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 25 Apr 2021
  • print Cetak

Oleh: Riani, S.Pd.I
Guru tinggal di Medan

Selama Bulan Ramadhan, kegiatan Sahur On The Road (SOTR) kian trend dikalangan remaja. Namun SOTR ini berpotensi menimbulkan kerumunan yang dapat meningkatkan penyebaran Covid-19. Dan parahnya, belum lama ini SOTR berujung tawuran antar remaja.

Ibadah Bulan Suci Ramadan 1442 H ternoda akibat ulah sejumlah pemuda usai makan sahur terlibat aksi tawuran di Jalan Mandala By Pass, Medan, dan kasusnya viral di media sosial. Dalam rekaman video yang diperoleh Waspada Online, Rabu (14/4), terlihat para pemuda saling serang di badan jalan menggunakan petasan. Akibat aksi tawuran antar pemuda itu membuat warga sekitar resah dan merasa terganggu menjalankan ibadah puasa. Menanggapi aksi tawuran pemuda itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, mengungkapkan Polda Sumut akan menindak tegas segala bentuk aksi tawuran yang meresahkan masyarakat.

Tawuran antar remaja yang terjadi menandakan pemahaman agama dan kemampuan pengendalian diri generasi sangat kurang. Suasana Ramadhan yang seharusnya menjadi saat syahdu mendekatkan diri kepada Allah Swt, hanya bagai angan di tengah sistem sekuler saat ini yang justru banyak menyuguhkan budaya yang jauh dari nilai-nilai agama.

Remaja muslim seharusnya menjadi garda terdepan dalam fastabiqul khoirot amal sholeh. Tidak adanya pembinaan berbasis aqidah yang diterima oleh generasi umat Islam hari ini melahirkan masalah sosial yang berlapis-lapis, tidak peduli dimana saja tempat mereka hidup. Ditambah dengan institusi keluarga muslim hari ini yang sudah tercemari dengan paham-paham kapitalisme-sekuler-liberal. Inilah titik awal hancurnya sebuah peradaban, yang ditanggungjawabi oleh negara sebagai pengurus rakyatnya.

Negara tidak boleh abai terhadap permasalahan remaja. Remaja dibiarkan mendapatkan tontonan merusak yang bisa dengan mudah diakses dengan internet. Remaja dibiarkan memilih gaya hidup bebas tanpa aturan. Pacaran menjadi gaya hidup remaja saat ini. SOTR, game mania, dsb. Merekapun terlibat tawuran hanya karene hal sepele. Namun, permasalahan remaja ini tidaklah menarik perhatian pemimpin negeri ini. Mereka lebih sibuk dengan urusan politiknya merebut dan mempertahankan kursi kekuasaan.

Keluarga kini tidak lagi menjadi tempat nyaman bagi remaja untuk berkembang dengan segala potensi dan keunikannya. Orangtua tidak lagi bisa menemani dan mengawasi anak-anaknya dalam proses tumbuh kembang mereka, karena disibukkan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan ibu pun harus ikut bekerja agar asap dapur terus mengepul dan terkadang terpaksa menitipkan anak-anak mereka agar bisa bekerja. Karena pemenuhan kebutuhan hidup yang mahal, dan negara seharusnya lebih memperhatikan pemenuhan kebutuhan rakyatnya.

Masyarakat tidak lagi peduli dengan remaja. Tergambar jelas saat mereka duduk di cafe atau warung. Mereka sibuk dengan HP androidnya yang terhubung dengan wifi. Mereka tidak perduli saat remaja di sekitarnya melakukan penyimpangan dan kenakalan. Masyarakat lebih suka melihat berita viral daripada memperhatikan fakta permasalahan remaja yang ada disekitarnya. Begitupun pendidikan. Sekolah tidak lagi tempat yang nyaman untuk belajar dan mengembangkan diri. Mereka hanya dibekali ilmu pengetahuan dan teknologi namun kering dengan nilai-nilai agama.

Di dalam sistem Islam, suasana kehidupan memiliki pola teratur dalam ketundukan terhadap syariat. Masing-masing lini kehidupan baik keluarga, pendidikan di sekolah, lingkungan muamalah hingga lingkungan pemerintahan dibangun berdasrkan landasan aqidah yang sama sehingga bersinergi  dalam membentuk peradaban gemilang. Wallahu’alam bish shawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fitnah Dalam Politik

    Fitnah Dalam Politik

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

                                                                                                   Oleh:Pambudi Mahasiswa STAIM Jend AH. Nasution sambil terisak-isak dalam sambutan terakhirnya menyebutkan fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan – ketika melepaskan para jenderal AD yang tewas dibantai G 30 S/ PKI dalam satu upacara penghormatan militer. Berulang kali kata fitnah itu terucap dari bibirnya. Inilah ingatan sejarah kita sebagai bangsa yang pernah didera […]

  • Penjarakan Dahlan Hasan Jika Korupsi

    • calendar_month Jumat, 7 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Meski dengan nada berkelakar, Wakil Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution meminta agar dirinya diawasi bahkan dipenjarakan jika dia berbuat korupsi. Itu diungkapkannya dalam pidato sambutannya pada pelantikan santri kelas VII Angkatan VI Pesantren Roihanul Jannah, Lembah Sorik Marapi, Kamis (6/6/ 2013). Bahkan wakil bupati juga dengan nada kelakar […]

  • Dr. H. Safii Siregar, Siap Maju di Konfercab NU

    Dr. H. Safii Siregar, Siap Maju di Konfercab NU

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rois Syuriah PCNU Kabupaten Mandailing Natal H. Miswarruddin Nasution menggelar acara silaturrahim di rumah kediaman Mustsyar NU Mandailing Natal Dr. H. Safii Siregar. Dalam silaturrahim ini, H. Miswarruddin Nasution meminta kesediaan Dr. Safi’i Siregar untuk maju sebagai calon Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Madina periode 2015-2020 dalam Konperensi Cabang […]

  • Gagasan Memproduksi Film “Sibaroar” Kian Menguat

    Gagasan Memproduksi Film “Sibaroar” Kian Menguat

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Gagasan untuk mewujudkan film “Sejarah Sibaroar Nasution” makin menguat dalam pertemuan terbatas di Hotel Madani, Medan, pada Rabu (31/1). Pertemuan itu digagas oleh Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas) Sumatera Utara plus Naposo Nauli Bulung Ikanas Medan. Sutradara film Mandailing dari Jeges Art, Askolan Nasution diundang mewakili bakal penulis skenario, plus Adenin […]

  • Tolak BBM naik, buruh ancam demo besar

    Tolak BBM naik, buruh ancam demo besar

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia mengancam akan melakukan demo besar-besaran jika harga bahan bakar minyak (BBM) tetap naik. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menegaskan, KSPI akan melakukan aksi pemanasan pada Rabu (17/9/2014) se-Jabotabek. “Lalu akan ada aksi pengerahan massa besar-besaran sebanyak 50 ribu buruh se-Indonesia pada 2 Oktober 2014,” ungkap dia, […]

  • Lestarikan Permainan Tradisional, Tambangan Jadi Kecamatan Layak Anak

    Lestarikan Permainan Tradisional, Tambangan Jadi Kecamatan Layak Anak

    • calendar_month Kamis, 6 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Madina ( Mandailing Online): Menghindari permainan game dan smarfhone, Kecamatana Tambangan di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina), mulai lestarikan permainan tradisional. Pelestarian permainan tradiaional itu digelar Melalui Festival Permainan Leluhur. Lewat acara itu, Masyarakat Tambangan pun mengukuhkan diri sebagai Kecamatan Layak Anak dengan mengkampanyekan kembali agar anak – anak lebih menyukai permainan tradisional sehingga menghindari […]

expand_less