Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Sumut butuh tambahan guru daerah terpencil

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 12 Jul 2012
  • print Cetak

Siswa sd terpencil

MEDAN – Sumatera Utara dinilai masih membutuhkan tambahan tenaga pendidik yang akan ditempatkan di daerah terpencil dan tertinggal, mengingat dewasa ini sebagian besar tenaga guru masih terpusat di daerah-daerah perkotaan saja.

“Beberapa daerah di Sumut masih ada yang kekurangan tenaga guru seperti di Nias dan Pakpak Bharat. Ini tentunya harus menjadi perhatian pemerintah bagimana kekurangan tenaga pendidik itu bisa dipenuhi,” kata Pengamat Pendidikan Universitas Negeri Medan (Unimed) Mutsyuhito Solin di Medan, hari ini.

Sejak tahun 2011, pemerintah telah meluncurkan program sarjana mendidik yang akan ditempatkan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal selama satu tahun sebagai upaya mengisi kekurangan guru di berbagai daerah di Indonesia.

Untuk tahun ini akan direkrut sebanyak 3.500 sarjana dengan wilayah pengabdian meliputi sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, dan Papua.

“Sebenarnya melalui program sarjana mendidik itu, bisa juga mengisi kekurangan tenaga guru di beberapa daerah di Sumut. Namun saya kurang tahu mengapa Sumut belum mendapat kuota penempatan guru 3T itu, atau mungkin untuk sementara ini hanya delapan daerah itu yang baru mendapat prioritas,” katanya.(antara)

Sementara Pembantu Rektor I Universitas Negeri Medan Khairil Ansyari mengatakan tahun ini merupakan tahun kedua Kemendiknas merekrut sarjana pendidikan yang akan ditempatkan di daerah terdepan, terluar dan tertinggal tersebut.

Para sarjana tersebut direkrut melalui program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) yang dilakukan oleh 16 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) diantaranya Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Negeri Jakarta.

Kemudian Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Manado, Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pendidikan Ganesha dan Universitas Pendidikan Indonesia.

Ia mengatakan SM-3T merupakan bagian dari program “Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia” yang diprakarsai oleh Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud.

Dalam program ini, para sarjana pendidikan direkrut, dipersiapkan, dan diterjunkan di wilayah pengabdian. Selain mengajar, mereka juga melakukan kegiatan sosial bersama masyarakat setempat.

“Selama mengabdi, setiap bulan mereka akan mendapatkan uang biaya hidup dan asuransi kesehatan. Setelah setahun mengabdi, mereka akan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan beasiswa penuh dari pemerintah,” katanya.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek Pemerintah Belum Setahun Sudah Rusak

    Proyek Pemerintah Belum Setahun Sudah Rusak

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGA BAYU (Mandailing Oniline) – Pemerintah dihimbau mengubah pola kebijakan pertanggungjawaban pemakaian uang negara dari pola pertanggungjawaban administrasi kepada pola pertangungjawaban kualitas. Sistem pertanggungjawaban administrasi memiliki banyak kelemahan, dibuktikan banyaknya pembangunan sarana publik yang tidak tepat sasaran dan tidak berkualitas. Bahkan banyak bangunan pemerintah yang mubazir. Sistem pertanggungjawaban administrasi hanya memfokuskan pada hitungan kecocokan antara […]

  • Fraksi Gerindra DPRD Madina Salurkan Bantuan ke Daerah Terparah Banjir Madina

    Fraksi Gerindra DPRD Madina Salurkan Bantuan ke Daerah Terparah Banjir Madina

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Muara Batanggadis ( Mandailing Online ): Dengan menaiki perahu kecil jenis robin selama 4 jam, Fraksi Partai Gerakan Indoneaia Raya DPRD Mandailing Natal ( Madina ) menembus desa terparah dan terisolir akibat banjir yang melanda wilayah siulang aling di Kecamatan Muara Batanggadis. Banjir yang melanda wilayah Siulang aling ini terdiri dari 4 (Empat) Desa yaitu […]

  • Gagalkan Penyelundupan 17 Kg Ganja, Polisi & Tersangka Kejar-kejaran di Hutan

    Gagalkan Penyelundupan 17 Kg Ganja, Polisi & Tersangka Kejar-kejaran di Hutan

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL-METRO; Aparat kesatuan Polsek Pintu Padang berhasil menggagalkan penyelundupan 17 kilogram (kg) ganja kering dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ke Kota Padangsidimpuan (Psp), Senin (4/10) sekitar pukul 03.30 dini hari. Dalam aksinya, polisi berhasil mengamankan 3 tersangka. Dua tersangka dibekuk dari pinggir jalan, satu tersangka tertangkap di dalam hutan setelah sebelumnya terlibat kejar-kejaran. Namun, dalam […]

  • PPL di Kecamatan Harus Dilengkapi Aplikasi Tehnologi Maju

    PPL di Kecamatan Harus Dilengkapi Aplikasi Tehnologi Maju

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Pembangunan pertanian dari kecamatan perlu dilengkapi dengan teknologi yang maju, sehingga ada umpan balik dari petani yang sudah mengaplikasi sejumlah penelitian. Itu dikatakan mantan Menteri Pertanian, Sjarifuddin Baharsjah mendampingi mantan Menteri Pertanian, Prof. Bugaran Saragaih saat mengikuti diskusi bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan pakar pertanian lainnya di Jakarta, Senin (28/10/2019) Menurut […]

  • Atika Korbankan Masa Muda Demi Madina

    Atika Korbankan Masa Muda Demi Madina

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALUTA (Mandailing Online) – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution – Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) tampil menyala dan menginspirasi pada debat publik Pilkada Madina 2024 yang dihelat di ballroom Hotel Sapadia Gunungtua, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta), Sumatera Utara (Sumut), Kamis (14/11/2024) malam. Pada segmen penutup, […]

  • Capaian PAD Rendah, Pansus DPRD Madina Minta Kinerja OPD Dievaluasi

    Capaian PAD Rendah, Pansus DPRD Madina Minta Kinerja OPD Dievaluasi

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tergolong rendah, Panitia Khusus DPRD Madina berharap dilakukan pembenahan dan evaluasi terhadap kinerja OPD. Hal itu dicuatkan dalam Laporan Pembahsan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Mandailing Natal (Madina) tentang Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2024. Laporan Pansus itu dibacakan Ketua Pansus, Dodi Martua (dari Partai Demokrat) di […]

expand_less