Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Tambang Emas Batang Natal “Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2020
  • print Cetak

Jeritan rakyat di Kecamatan Batang Natal sangat nyaring. Tetapi telinga pejabat Pemkab Madina seperti tuli.

Bahkan, Madina saat ini bagai kabupetan tak berhukum. Buktinya tambang tambang emas liar di sepanjang sungai Batang Natal terus menjarah tanpa menghiraukan jeritan rakyat.

Pemkab Madina bagai penguasa ompong. Tak bertaring menyetop para mafia tambang.

Para mafia tambang pun sepertinya sudah menganggap Pemkab Madina pemerintahan lemah yang tak mampu menghardik mereka.

Maka mafia mafia tambang emas itu pun dengan rakus menghajar bantaran Sungai Batang Natal menyebabkan arus sungai menjadi kotor keruh kelat yang kelak dikhawatirkan menyemai bibit bibit penyakit di tubuh warga.

Di sepanjang sungai itulah warga desa mandi, cuci piring, cuci baju hingga berwudu.

Air sungai itu telah menjadi sumber kehidupan bagi warga di desa desa sepajang alirannya di Kecamatan Batang Natal.

Tetapi airnya kini sudah tercemar oleh mafia tambang dan oleh ketidakmampuan bertindak pemerintah daerah.

Bukan saja bagi kehidupan manusia, juga merusak ekosistem hingga keanekaragaman hayati.

Lantas, apa fungsi pemerintah daerah jika tak mampu menjamin ekosistem bagi hajat hidup rakyatnya?

Rakyat itu tak punya kekuatan di hadapan mafia tambang. Kepada pemerintahlah mereka berharap menegakkan aturan.

Rakyat menjerit sejerit jeritnya. Berbulan bahkan sudah setahun lebih jeritan rakyat itu bagai tangisan tanah.

Tetapi jeritan mereka tak didengar. Jika didengar tentu sejatinya sudah ada tindakan konkrit menyetop kegiatan tanbang itu.

Bahkan bupati yang berasal dari Kecamatan Batang Natal itu pun terkesan belum mampu bertindak dengan tegas.

Berdasar data dari pihak Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KPPTSP) Madina yang diperoleh Mandailing Online, Rabu (24/6/2020) bahwa aktivitas tambang tambang emas sepanjang Sungai Batang Natal di Kecamatan Batang Natal belum memiliki izin.

Itu dibuktikan belum adanya rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup kepada KPPTSP Madina.

Sampai kini jumlah exapator alias beko sudah mencapai nyaris 100 unit dari puluhan pengusaha tambang itu tiap hari beroperasi menggali bantaran sungai.

Melenggang-kangkungnya para mafia tambang ini menimbulkan dugaan di benak rakyat, tentang apakah para pejabat telah ikut menikmati aliran dana hasil hasil tambang itu dalam betuk sogokan sehingga tak lagi bernyali di hadapan mafia tambang?

Sehingga pemkab pura pura tuli? Entahlah.

Yang pasti gambaran ini sudah seperti ungkapan populer : “anjing menggonggong kafilah berlalu”. (redaksi)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pak Bupati, Ada Bocah Penderita Benjolan di Wajah di Desa Tanjung Jae Madina, Berharap Uluran Tangan

    Pak Bupati, Ada Bocah Penderita Benjolan di Wajah di Desa Tanjung Jae Madina, Berharap Uluran Tangan

    • calendar_month Senin, 3 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR( Mandailing Online) Nasaruddin ( 11 ) anak dari pasangan Mulyadi ( 36 ) dan Yusniar ( 35 ), warga Desa Tanjung Jae, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ), Sumatera Utara ini sudah 4 tahun terakhir merasakan sakit di bagian tenggorokan dan mengalami lemah saraf otak akibat cairan yang terus membengkak […]

  • Petani Desa Huraba Bangun Jalan Usaha Tani

    Petani Desa Huraba Bangun Jalan Usaha Tani

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Jalan Usaha Tani (JUT) merupakan infrastruktur yang sangat urgen untuk memudahkan petani dari dan ke sawah. Dan itu sangat didambakan oleh masyarakat Desa Huraba Kecamatan Siabu, Mandailing Natal. Sebagai sarana transportasi mengangkut material pertanian hingga hasil tani mereka. Huraba termasuk desa yang memiliki luas lahan persawahan yang tinggi di Madina. […]

  • Bupati Gratiskan Sewa Los Pasar Tapanuli 3 Bulan

    Bupati Gratiskan Sewa Los Pasar Tapanuli 3 Bulan

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) akan menggratiskan sewa los pasar Tapanuli selama tiga bulan kepada pedagang. Itu dikatakan Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution dalam acara dialog pedagang dengan pemerintah di Pasar Kuliling, Panyabungan, Jumat (26/9/2025). “Sewa los bagi pedagang sayur dan kue-kue basah gratis sampai akhir tahun. Pembayaran sewa baru […]

  • Warga Patiluban Mudik datangi DPRD Madina

    Warga Patiluban Mudik datangi DPRD Madina

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Sebanyak 44 orang warga desa Patiluban Mudik Kecamatan Natal Selasa, (23/12) datangi Gedung DPRD Madina untuk mengadukan persoalan pembagian plasma didesa mereka. (hol)  

  • Material Bangunan Berserakan Di Jalinsum Lingkar Timur

    Material Bangunan Berserakan Di Jalinsum Lingkar Timur

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Material bangunan di pinggir jalan lintas sumatera, lingkar timur Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berserakan, kondisi ini dikhawatirkan bisa membahayakan jiwa para pengguna jalan. Amatan Mandailing Online (MO) di sepanjang jalinsum lingkar timur Panyabungan, Sabtu (11/2) ada beberapa tumpukan material bangunan yang berada tepat di pinggir badan jalan, bahkan material itu berada […]

  • B A B I A T (Episode 1)

    B A B I A T (Episode 1)

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karya: Halak Kotanopan Sudah hampir sebulan ini masyarakat di beberapa kampung di Mandailing dicekam ketakutan. Tidak ada anak anak yang berkeliaran diluar rumah. Apalagi anak anak yang bermain di pinggiran sawah. Lambaian padi yang menguning justru seolah menyimpan ancaman untuk mereka. Bunyi gesekan dedaunan yang ditiup angin bisa mebuat mereka merinding. Begitu matahari mulai tenggelam, […]

expand_less