Minggu, 18 Okt 2026
light_mode

Terkait Penemuan Ladang Ganja 2,5 Ha

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
  • print Cetak


Madina Daerah Asal Ganja

MEDAN-; Temuan ladang ganja seluas 2,5 hektare di pegunungan Tor Sihite, Desa Hutabangun, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Minggu (5/12) lalu, membuktikan daerah tersebut masuk dalam wilayah asal narkoba jenis ganja.

“Madina merupakan ‘kode merah’ (untuk ganja, red) setelah kita menemukan ladang ganja di daerah itu. Ada sekitar 10 ribu batang ganja ditanam di lahan pegunungan itu, dan menjadikan Sumut daerah penghasil dan pemasok ganja setelah Provinsi Nanggroe Aceh Darussaalam,” kata Direktur Narkoba Polda Sumut Kombes Pol John Turman Panjaitan kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (8/12).

Diyakini Turman, dari ladang ganja itu, hasilnya dipasok ke daerah Sibolga dan sekitarnya. Bahkan, ada indikasi kuat bahwa daun haram tersebut juga dikirim keluar provinsi. “Dugaan kuat, ganja itu dipasok ke Sumatera Barat,” ucapnya.

Hasil temuan ladang ganja di pegunungan Tor Sihite, lanjut Turman, sekitar 500 batang tanaman ganja sudah siap dipanen. Sedangkan sisanya masih berumur 1-2 minggu.

“Sekitar 8.250 batang langsung dimusnahkan di tempat, sedangkan sisanya dibawa ke Polres Madina untuk dijadikan barang bukti,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Turman, untuk menekan peredaran narkoba di Sumatera Utara, pemerintah harus mulai menggunakan alat deteksi yang akan ditempatkan pada perbatasan wilayah provinsi, seperti perbatasan antar negara. Dengan alat deteksi ini, jika ada mobil yang masuk atau keluar Provinsi Sumut membawa narkoba jenis ganja atau sabu-sabu yang disembunyikan, maka akan terdeteksi.

Dijelaska Turman, berbagai modus dilakukan para penyelundup atau pun jaringan narkoba untuk memasok barang haram tersebut agar selamat dari petugas. Seperti, menyembunyikannya di jok atau kursi mobil, bagasi, sampai ban cadangan.

“Dengan alat ini, di mana pun disembunyikan akan terdeteksi. Dan petugas bisa langsung menahan tersangkanya sebelum berhasil mengedarkan narkoba,” ungkapnya.

Diakui Turman, untuk memakai alat deteksi tersebut membutuhkan biaya yang besar. Ditaksir alat deteksi ini harganya mencapai miliaran rupiah.

“Tapi dengan alat deteksi ini, kita bisa lakukan pencegahan dan menyelamatkan anak bangsa dari narkoba,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Madina menemukan ladang ganja seluas 2,5 hektare yang berisi 10.000 batang tanaman ganja, dari kaki Gunung Tor Sihite, Desa Hutabangun, Kecamatan Panyabungan Timur, Minggu (5/12) lalu.

Menurut keterangan Direktur Narkoba Poldasu, Kombes Pol Jhon Turman Panjaitan, Senin (6/12), di Mapoldasu, penemuan ladang ganja di pegunungan Tor Sihite seluas 2,5 hektare berkat laporan dari masyarakat, Minggu (3/12) ke Polres Madina.

Informasi ini kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyisiran selama tujuh jam, yakni dari pukul 04.00 WIB sampai sekitar pukul 11.00 WIB. Polres Madina yang berkordinasi dengan Polda Sumut langsung menurunkan personelnya.

“Dari hasil temuan di lokasi, lahan seluas sekitar 2,5 hektare itu ditanami 10 ribu batang ganja. Sekitar 500 batang sudah siap dipanen sedangkan sisanya masih berumur 2-1 minggu,” ujar Turman.

Turman menambahkan, karena keterbatasan personel, seluruh barang bukti yang ditemukan tidak bisa dibawa seluruhnya ke Polres Madina. “Jadi seluruh barang bukti sekitar 8.250 batang dimusnahkan di lokasi, sedangkan sisanya dibawa ke Polres untuk dijadikan barang bukti, ” ungkapnya.

Menurutnya, ladang ganja itu dijadikan lahan yang terus berproduksi di pegunungan tersebut. Sementara untuk pemilik lahan dan pengelolanya, polisi belum menemukan pelaku. “Tersangka masih lidik, anggota sampai di lokasi tidak menemukan 1 orang pun untuk ditanyai,” bebernya

Sementara itu, Kapolres Madina, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Hirbak Wahyu melalui seksi Humasy Polres Madina, Iptu E Banjarnahor, membenarkan personel

Polres Madina bergabung bersama Direktorat Narkoba Poldasu telah menemukan lahan ganja bersama tanaman ganja seluas 2,5 ha tersebut.

“Penemuan ladang ganja itu dipimpin Kasat 1 Reskrim Ditnarkoba Poldasu, AKBP Suhadi. Dan jumlah personel yang turun sebanyak 37 orang, 29 di antaranya dari Polres Madina dan delapan orang lagi dari Poldasu,” pungkasnya. (mag-1/smg/min/wan/smg)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadirkan Gagasan Membangun di Pilkades Madina

    Hadirkan Gagasan Membangun di Pilkades Madina

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Halvionata Auzora Siregar Putra Batang Natal* Tak lama lagi 256 desa di Kabupaten Mandailing Natal, Sumut akan melaksanakan pesta demokrasi, tepatnya tanggal 21 Agustus tahun 2023. Ini merupakan pemilihan kepala desa sebelum kita menyambut pesta demokrasi yang lebih besar yaitu Pemilihan Umum pada tahun 2024 yaitu pemilihan presiden, anggota DPR, DPD dan Kepala Daerah. […]

  • Mendambakan Sistem Kesehatan yang Mudah dan Murah

    Mendambakan Sistem Kesehatan yang Mudah dan Murah

    • calendar_month Senin, 21 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nelly, M.Pd Akademisi dan Pemerhati Kebijakan Publik Mendambakan kesehatan yang mudah, murah dan gratis tentu saja menjadi harapan seluruh rakyat bangsa ini. Hal ini pasti bisa terwujud, sebab Indonesia adalah negeri yang Allah SWT anugrahkan kekayaan yang melimpah ruah. Dengan segala kekayaan ini, tentulah segala kebutuhan rakyat dapat dipenuhi oleh negara bukan saja […]

  • Aktivis Sebut Saipullah Layak Pimpin Madina

    Aktivis Sebut Saipullah Layak Pimpin Madina

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aktivis dan mantan ketua DPD Partai Berkarya Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Salman Rais menilai H. Saipullah Nasution layak dan tepat memimpin kabupaten paling selatan sumatera Utara ini lima tahun mendatang, karena memiliki kematangan memimpin birokrasi. “Bang Saipullah pulang kampung karena terpanggil untuk membenahi Kabupaten Madina ke arah yang lebih baik,” kata […]

  • Atika Santuni Anak Yatim di Pakantan

    Atika Santuni Anak Yatim di Pakantan

    • calendar_month Senin, 28 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PAKANTAN(Mandailing Online): Wakil bupati Madina terpilih, Atika Azmi Utammi Nasution, menyantunan anak yatim di Kecamatan Pakantan, Senin (28/6/2021). Penyantunan dipusatkan di Desa Huta Gambir, kediaman H. Pahmi Lubis. “Acara hari ini adalah personal sebetulnya. Saya dengan masyarakat Kecamatan Pakantan membayar nazar,” sebut Atika di sela-sela acara penyantunan anak yatim. Lisda orang tua dari anak yatim […]

  • IPM Rendah, Pertumbuhan Ekonomi Madina Anjlok Sejak 2015

    IPM Rendah, Pertumbuhan Ekonomi Madina Anjlok Sejak 2015

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Madina terus menurun. Dari 6,21 persen (2015) anjlok menjadi 6,09 persen (2017). Lalu, terjun lagi menjadi hanya 5,30 persen (2019). Kondisi inilah yang membuat angka pengangguran di Madina meningkat tajam, dari 4,43 persen (2018) menjadi 6,37 persen (2019). Itu diungkap Prof. Dr. H. Eddy Suratman, SE.,MA.? Dia adalah salah […]

  • Penambang Emas di Sungai Batang Natal Resahkan Warga

    Penambang Emas di Sungai Batang Natal Resahkan Warga

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGABAYU (Mandailing Online) – Aktivitas tambang biji emas di Sungai Batang Natal titik Desa Lancat, Dusun Batu Gajah, Kecamatan Lingga Bayu, Mandailing Natal (Madina) sangat meresahkan bagi masyarakat. Sebab air sungai menjadi keruh. “Air sangat keruh, padahal sungai tersebut masih dibutuhkan oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari, untuk mandi, mencuci dan lainnya. Sementara pembuangan dari mesin […]

expand_less