Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

Warga 6 Kecamatan Mengeluh, Pelayanan Publik Madina Tak maksimal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
  • print Cetak


PANYABUNGAN :
Setidaknya banyak keluhan yang dilontarkan pemerintah dan warga dari enam kecamatan di wilayah Mandailing Julu kepada anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) asal daerah pemilihan (dapil) II yang memusatkan kegiatan resesnya di aula kantor Camat Puncak Sorik Marapi.

Lima anggota dewan asal dapil II itu, M Jafar Rangkuti (Partai Golkar), Samsul Anwar Lubis (PKS), Zubeir Lubis (PKB),Rahmad Rizki Daulay (Demokrat) dan Siti Aminah Ismail Lubis (Republikan). Sementara dua anggota dewan lainnya,Zulfahri Batubara (PBR) dan Abdul Kholil Nasution tidak hadir.

Keluhan itu berupa ketidakpuasan pelayanan publik pemerintah saat ini. Soal kesehatan, pendidikan dan insfrastruktur masih dikeluhkan warga di enam kecamatan di wilayah itu,masing Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Tambangan, Kotanopan, Ulupungut, Muarasipongi dan Pakantan.

Pemkab Madina dan Pemprovsu diminta memprioritaskan pembangunan pendidikan, pembangunan kesehatan, serta menyiapkan sarana infrastruktur. Sebab dengan tiga aspek pembangunan ini sangat membantu masyarakat di distrik dan kampung-kampung.

Disamping akses pendidikan dan kesehatan sebagai cerminan kualitas hidup dan modal peningkatan masyarakat, aparat pemerintah kecamatan dan warga juga masih dihadapkan kepada permasalahan PT Sorik Mas Mining (SMM), Taman Nasional Batang Gadis (TNBG), dan hutan lindung yang perlu dicarikan solusinya.

Camat Puncak Sorik Marapi, Yahya, menjelaskan pembangunan di desa- desa di kaki Gunung Sorik Marapi itu, masih jauh tertinggal,sehingga ke depan perlu mendapat perhatian dari pemerintah.

“Saya menyadari untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, namun berdasarkan perkembangan situasi, kondisi serta dikaitkan dengan sumber daya perlu diperhatikan prioritas pembangunan ke depan secara spesifik,” katanya.

Warga kecamatan itu juga berharap agar jalan kabupaten mengelilingi kawasan Sibanggor mulai dari Tano Bato hingga Pasar Maga diperlebar,karena kondisinya saat ini terlalu kecil dan sudah tidak memungkinkan lagi menampung arus kenderaan yang terus meningkat.

Bahkan warga disana berharap p emerintah daerah segera memperbaiki jalan menghubungkan Puncak Sorik Marapi,karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan di beberapa titik badan jalan ditutupi semak belukar sehingga sangat rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Badan jalan menghubungkan Desa Huta Baringin Jae- Desa Huta Baringin Julu yang panjangnya dua kilometer, kini kondisinya juga sudah hancur,sehingga apabila musim penghujan badan jalan tidak bisa lagi dilalui kendaraan mengakibatkan anak-anak yang ingin bersekolah ke luar desa terpaksa jalan kaki sejauh dua kilometer,” kata Kepala Desa Huta Baringin Julu.

Camat Kotanopan Awaluddin Lubis bersama dua tokoh masyarakat, Amin Lubis dan Amiruddin Nasution, berharap agar pembangunan Pasar Kotanopan dapat ditindaklanjuti dalam upaya meningkatkan perekonomian warga.

Mereka juga meminta anggota dewan agar dapat memperjuangkan pengadaan truk sampah, mobil pemadam kebakaran, pembangunan lapangan bola, jembatan gantung menuju lima desa di seberang Batang Gadis dan pemindahan lokasi kantor Camat Kotanopan agar lokasinya dapat dijadikan lokasi parkir.

Perwakilan warga juga mengungkapkan berbagai persoalan pendidikan yang perlu segera ditindak lanjuti pemerintah daerah. Tidak terkecuali sarana transportasi berupa jembatan gantung ke sentra produksi warga Kelurahan Tamiang yang sudah hancur, namun belum mendapatkan sentuhan dari pemerintah daerah. (mag)
Sumber : Beritasore

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jeruk Manis Sibanggor, Riwayatmu Kini.

    Jeruk Manis Sibanggor, Riwayatmu Kini.

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masa kejayaan Jeruk Huta Sibanggor yang sempat terkenal hingga ke Sumatera Barat agaknya kian hari kian mengalami kepunahan. Kekhasan rasa jeruk yang terbilang lebih manis dari jeruk kebiasaannya tersebut dikhawatirkan akan tinggal nama, akibat adanya hama CCPD atau jamur batang merah yang menyerang tanaman sejak 2001 dan hingga kini belum dapat diatasi. Wajar saja masyarakat […]

  • Baliho Caleg Semrawut, KPU Harus Sosialisasi Aturan Kampanye

    Baliho Caleg Semrawut, KPU Harus Sosialisasi Aturan Kampanye

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    SIANTAR, – Spanduk dan baliho para calon legislatif (caleg) bertebaran di sembarang tempat di Simalungun dan Kota Siantar. Terkesan tak ada aturan, padahal sudah ada peraturan tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD. Demikian disampaikan Anggota Panwas Simalungun Adil Saragih, Ketua Divisi Pengawasan dan Humas Panwaslu Simalungun, kepada METRO, Selasa (17/9). Adil […]

  • Bayi Lahir Cacat Jangan Divonis Akibat Merkuri

    Bayi Lahir Cacat Jangan Divonis Akibat Merkuri

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kelahiran bayi cacat dengan kelainan otak di luar tempurung kepala (Anenchepali) di Madina jangan divonis akibat merkuri bahan kimia tambang emas. Bayi asal Desa Aek Garingging, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina), Senin (18/11) cukup menggemparkan masyarakat hingga ke jejaring media sosial. Bayi ini masih dalam perawatan dokter […]

  • Ketika Hamka Menggugat Sejarah Indonesia

    Ketika Hamka Menggugat Sejarah Indonesia

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hamka telah dikenal luas sebagai cendekiawan Islam dan pengarang roman ternama seperti Tenggelamnya Kapal Van der Wicjk. Namun sebetulnya Hamka juga seorang penulis sejarah. Cukup banyak karya tulisnya yang membahas sejarah Islam dan sejarah Indonesia. Menariknya, beberapa karangannya tentang sejarah bersifat gugatan, terutama gugatan atas penulisan sejarah Indonesia. Apa yang digugat Hamka ialah penulisan sejarah […]

  • Gapoktan se Panyabungan Musyawarahkan Pola Tanam

    Gapoktan se Panyabungan Musyawarahkan Pola Tanam

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Gabungan kelompok tani (Gapoktan) se Kecamatan Panyabungan bersama Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina ), Kamis, (9/8) musyawarahkan pola tanam dan tertib tanam padi di Kecamatan Panyabungan. Musyawarah yang ditempatkan di sopo godang Kelurahan Hutasiantar Kec.Panyabungan juga dihadiri oleh para PPL dan Badan Ketahanan Pangan Kab. Mandailing Natal (hol)

  • P-APBD Madina 2022 “Zero Defisit” Disahkan

    P-APBD Madina 2022 “Zero Defisit” Disahkan

    • calendar_month Jumat, 30 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) TA 2022 Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, disahkan, Jum’at (30/9/2022). Pada P-APBD ini Pendapatan Daerah disepakati sebesar Rp 1.622.439.803.865. Sementara sisi Belanja Daerah disepakati sebesar Rp 1.741.937.114.097. Gambaran angka tersebut mencerminkan pagu pendapatan lebih kecil dibanding belanja. Selisihnya Rp 119.497.310.232. Namun, selisih itu dapat […]

expand_less