Jumat, 6 Mar 2026
light_mode

Wartawan Jadi Sasaran Petugas Keamanan PTPN 2

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
  • print Cetak


BINJAI-
Persoalan lahan eks PTPN 2 Kebun Sei Semayang, sepertinya tak ada habisnya. Bahkan, masalah ini terus meluas.

Buktinya, karena tak ada solusi dan penyelesaian dari instansi terkait, puluhan warga Kota Binjai yang tergabung dalam sejumlah kelompok tani mencoba menguasai lahan eks PTPN 2 tersebut, Jumat (22/4).

Keterangan yang berhasil dihimpun wartawan koran ini, kejadian itu berawal, saat sekelompok warga yang berjumlah puluhan orang, sekitar pukul 20.00 WIB, mencoba mengauasai lahan eks PTPN 2 yang terletak di Afdeling 5 Kapling I, dengan cara menanami pohon pisang.

Melihat hal tersebut, pihak PTPN 2 tidak dapat berbuat apa-apa. Untuk selanjutnya, Jumat (22/4) sekitar pukul 10.00 WIB, petugas dari PTPN 2 mencoba mengambil tindakan dengan turun langsung ke lokasi lahan yang ditanami warga dengan pohon pisang.

Setibanya petugas di lahan yang dimaksud, dengan membabi buta petugas PTPN 2 langsung menebangi pohon pisang yang ditanami warga. Bahkan, menurut keterangan warga setempat, aksi petugas dengan membawa parang panjang dan dengan jumlah mencapai puluhan orang, membuat warga menjadi ketakutan.

Dikarenakan tidak ada serangan dari warga, pohon pisang yang sudah ditanam akhirnya rata dengan tanah. Tak sampai di situ, petugas kembali kewalahan menghalau 20-an warga yang mencoba menguasai lahan eks PTPN 2 itu.

Tak hanya itu, J Srubakti, salah seorang wartawan terbitan Medan juga dipukuli sejumlah petugas PTPN 2 di depan aparat kemanan TNI/Polri yang sudah berada di lokasi.

Menurut keterangan J Srubakti, ketika petugas PTPN 2 membersihkan lahan dari pohon pisang yang ditanami warga, saat itu ia juga sudah berada di tempat guna mengambil foto.

“Saya dapat informasi, bahwa warga menguasai lahan PTPN 2. Untuk itu, saya meluncur ke lokasi. Setibanya di sana, saya melihat petugas sedang membersihkan pohon pisang yang ditanami warga. Untuk itu saya mengambil foto dengan kamera yang sudah saya bawa,”ungkap Surbakti.
Namun, begitu ia mengambil foto, sejumlah petugas PTPN 2 langsung menanyakan identitasnya.

“Awalnya mereka mempertanyakan identitas saya. Untuk itu, saya tunjukan tanda pengenal berupa kartu Pers dan kartu keanggotaan PWI. Tetapi petugas itu mengatakan, bahwa saya adalah wartawan palsu dan akhirnya saya dipaksa keluar dari areal sambil dipukuli,” jelasnya.

Akibat dipukuli oleh petugas PTPN 2, J Srubakti mengalami luka memar di bagian kepala. Bahkan, J Surbakti sempat merasakan pening dan muntah setelah dipukuli. Takut akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan, J Surbakti dilarikan ke rumah sakit di Medan, guna mendapatkan perawatan.

Menurut A Ginting, salah seorang warga yang menyaksikan J Srubakti dipukuli mengatakan, saat J Srubakti dipukuli petugas keamanan dari Polres Binjai dan TNI, sudah berada di tempat. Namun, petugas terkesan diam.
“Iya, saya lihat dengan jelas wartawan itu dipukuli. Bahkan, petugas PTPN 2 sempat meneriakan bunuh…bunuh. Sementara, petugas keamanan yang ada terlihat diam,”ungkap A Gintig.

Kepala Rayon C PTPN 2, P Samosir, saat dikonfirmasi terkait kejadian ini mengatakan, persoalan dengan wartawan yang dipukul sudah selesai. “Masalah itu sudah selesai, dan itu hanya kesalah pahaman saja. Sebab, wartawan itu masuk ke areal sambil membawa kamera. Sehingga, anggota kita mengira wartawan ini memihak kepada warga. Selanjutnya, wartawan itu diminta untuk keluar dari areal, dan tidak ada dipukul hanya disorong ke luar areal,”kilah P Samosir.

Mengenai lahan PTPN 2, P Samosir mengatakan, sesuai surat Badan Pertanahan Nasional (BPN), bahwa lahan PTPN 2 baik diperpanjang atau tidaknya Hak Guna Usaha (HGU), lahan ini masih tetap tanggung jawab PTPN 2. “Saya lupa nomor dan tahun surat tersebut. Yang jelas, surat itu ada di direksi,” ucapnya.

Kapolres Binjai, AKBP Dra Rina Sari Ginting, kepada wartawan koran ini mengatakan, terkait pemukulan terhadap wartawan sudah diselesaikan. “Kedua belah pihak sudah kita pertemukan, dan keduanya sudah sama-sama meminta maaf,” ujar Rina via selulernya.

Meski persoalan pemukulan wartawan ini dianggap sudah selesai oleh Polres Binjai, tetapi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Binjai, M Ginting, kepada wartawan koran ini mengaku, persoalan ini harus disikapi dengan tegas oleh pihak yang berwajib. (dan)
Sumber : Sumut pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musim Caleg Dimulai

    Musim Caleg Dimulai

    • calendar_month Rabu, 18 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan Ringkas : ASKOLANI NASUTION Empat tahun bekerja di DPRD (sebagai Kabag Humas dan Kabag Persidangan) memberi saya banyak catatan. Catatan Pertama, dalam Nota Pengantar APBD, biasanya dimulai dari penyampaian asumsi-asumsi ekonomi oleh eksekutif (angka inflasi, laju ekonomi, PDRB, dll.) Seharusnya ada kajian (badan anggaran) bagaimana signifikansi sebaran anggaran yang diajukan dengan asumsi-asumsi di atas. […]

  • RI-Malaysia, bagai air dan minyak

    RI-Malaysia, bagai air dan minyak

    • calendar_month Sabtu, 1 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Indonesia bakal bertemu musuh bebuyutan Malaysia dalam babak penyisihan Grup B Piala AFF 2012, Sabtu (1/12). Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla optimis timnas mampu membungkam Harimau Malaya. “Saya memprediksi Indonesia menang. Ya, minimal seperti kemarin melawan Singapura 1-0,” kata JK saat ditemui di Kongres Dewan Masjid Indonesia (DMI), hari ini. “Kalau bisa […]

  • PKS Sorot Kelangkaan Gas 3Kg Subsidi

    PKS Sorot Kelangkaan Gas 3Kg Subsidi

    • calendar_month Sabtu, 29 Jul 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto, menyebut Pemerintah super tega pada masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kg bersubsidi. Pemerintah bukan mengatasi kelangkaan gas LPG bersubsidi itu malah meluncurkan produk LPG 3kg nonsubsidi bermerek Bright dengan harga yang lebih mahal. Kebijakan itu, kata Mulyanto, akan membuat pengadaan […]

  • Sapma PP Madina Bantu Ringankan Beban Nenek Ana

    Sapma PP Madina Bantu Ringankan Beban Nenek Ana

    • calendar_month Senin, 20 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LONGAT (Mandailing Natal) – Ketua Sapma PP Madina Ahmad Sarqawi menyambangi kediaman Nenek Ana (72 tahun) yang merawat 3 anak yatim piatu di Kelurahan Longat, Panyabungan Barat. Kedatangan Sarqawi yang didampingi Adian Ricky Nugraha pada Senin (20/6) dalam rangka meringankan beban Nenek Ana dengan menyerahkan bantuan atau tali asih berupa sembako dan uang tunai. Sarqawi […]

  • PKS Sorot Kebijakan PPN Terhadap Hasil Pertanian

    PKS Sorot Kebijakan PPN Terhadap Hasil Pertanian

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Johan Rosihan menyesalkan kebijakan Pemerintah yang resmi menerapkan PPN (pajak pertambahan nilai) atas penyerahan hasil pertanian. Dikutip dari website Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, edisi 10/4/2022, Jhohan Rosihan menyatakan penerapan PPN terhadap produk pertanian tertentu akan kian melemahkan posisi petani. Penerapan PPN itu diberlakukan Pemerintah sejak […]

  • IMAMI Malaysia Upayakan Pemindahan Rumah Warisan Sutan Naposo

    IMAMI Malaysia Upayakan Pemindahan Rumah Warisan Sutan Naposo

    • calendar_month Rabu, 15 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KUALA LUMPUR (Mandailing Online) – Ikatan Mandailing Malaysia-Indonesia (IMAMI) sebuah organisasi suku kaum Mandailing yang berdaftar di Malaysia dan juga di Indonesia, telah mengadakan Musyawarah Agung Dwitahunan Perwakilan IMAMI 2017 di aula Seri Amar, Fakultas Bahasa Moden dan Komunikasi (FBMK), Universitas Putra Malaysia (UPM), Serdang, Sabtu (11/3). Dalam musyawarah besar itu, para perwakilan telah berbulat […]

expand_less