Senin, 2 Mar 2026
light_mode

“YUME”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2015
  • print Cetak

 

Cerpen Remaja

Karya: Leli Marito

Pelajar SMA Negeri 1 Siabu

 

Mataku tak henti menatap pemandangan indah yang tak mungkin kudapatkan di kota tempat tinggalku dulu. Sawah yang hijau, pegunungan yang rindang dan asrinya desa membuat mataku yang hampir ingin tertidur kembali terbuka, seakan tak ingin melewatkan setiap inci dari keindahan ciptaan tuhan ini.

Dari samping tempatku duduk, adikku Anna sudah tertidur pulas. Wajahnya terlihat damai jika sedang tidur, akan berubah menyebalkan ketika dia bangun.

“Leli, kamu belum mau tidur?? Mataku udah minta tuh…tidur ajalah, nak. Bentar lagi kita akan sampai di rumah dan tempat tinggal baru kita. Enjoy this traveling my girl,” ucap ibu dari kemudi sambil menatapku dari kaca. Kubalas dengan senyuman tanda meng-iyakan saran ibu. Mataku terpejam. Kutinggalkan sejenak indahnya alam dari balik jendela mobil.

***

“Aku dimana???,” kata yang pertama aku ucapkan saat bangun. Tempat yang benar-benar asing. “Harusnya aku bangun di mobil atau di rumah baruku…ini dimana??? Ini seperti hutan..tapi kenapa tumbuhan yang tumbuh di sini benar-benar aneh. Daun warna ungu, batang pohon berwarna biru, dan…bunga bangkai yang mengeluarkan aroma sphagetti. “Aku pikir aku mulai gilaaa,” rutukku dalam hati sambil berjalan keluar dari hutan.

Tak jauh dari tempatku terbangun, terlihat sebuah desa yang membuat mulutku menga-nga. Bagaimana tidak..!! Mobil yang berlalu lalang di jalanan terlihat tidak mengeluarkan asap sama sekali, sepeda motorpun begitu. “Kuharap Jakarta bisa mencontoh ini, agar polusi udara di Jakarta berkurang”.

Rasa kagumku akan tempat ini belum habis, mulutku sudah harus ternga-nga lagi melihat tataan perumahan yang begitu rapi dengan arsitekturnya yang klasik. Tak sampai disitu, seorang gadis yang tak lain adalah adikku datang mendekatiku yang masih diam mencoba mencerna semua yang ada di depanku.

“Kakak…kakak sudah kembali..syukurlah. Akhirnya kakak berhasil membutuh Rutherfox”.

“Apa lagi ini?? Rutherfox apa?? Membunuh siapa.??,” tanyaku dalam hati

Gadis yang ada di depanku ini dengan tak sabar menarik tanganku dan membawaku ke sebuah rumah di sebelah jalan. Sesosok wanita paruh baya yang duduk lesu di depan perapian terlihat begitu senang ketika melihatku. Wajahnya tak asing. Jelas, dia ibuku. Tapi lagi-lagi ibuku dengan gaya yang aneh.

“Leliana…akhirnya kau pulang anakku. Ibu kira kau akan mati dibunuh Rutherfox”.

Kupikir mereka sudah gila, namaku Leli bukan Leliana. Lagi..aku tak kenal Rutherfox. Aku kenalnya Super Junior, Smash, Exo atau Boyband lain, tapi tidak dengan Rutherfox itu. Tapi melihat dari wajah mereka, terukir jelas kebahagiaan dan ketulusan ketika menatapku. Walaupun ini aneh, mengikuti alur dan keinginan mereka terlihat lebih baik sekarang.

Siang berganti malam, langit di tempat baru ini terlihat begitu begitu begitu begitu menakjubkan. Belum pernah seumur hidupku melihat bintang di langit yang begitu banyak dan begitu indah juga begitu terang. Keindahan itu semakin dipercantik dengan ledakan kembang api yang berubah jadi bentuk bunga, bintang, dan..wajahku…aneh. “Kak…ayoo cepetan..pake baju ini, kita harus ke kerajaan”

“Buat apa dek.?? Di sini ada kerajaan juga rupanya???”.

“Iya, kak..Masa kakak lupa, Raja Anrew yang menyuruh kakak mengalahkan Rutherfox. Jika Rutherfox mati, kerajaan ini aman, dan kakak bisa jadi panglima kerajaan”.

Ini semakin gila, aku tak kenal raja itu, dan aku tak pernah berminat jadi panglima. Yang aku ingat, aku selalu bermimpi jadi artis yang akan mengalahkan kesuksesan Agnes Monica.

“Baiklah, ayo kita pergi, temui raja itu”. Mungkin bertemu dengan raja akan membuat semua pertanyaanku terjawab.

Sesampai di istana, semua orang terlihat begitu bahagia melihatku. Para prajurit yang berdiri di sepanjang jalan istana membungkuk hormat ketika berpaspasan denganku. Hingga sampailah di ballroom. Aku berdiri tepat di hadapan raja, kuakui ini membuatku gugup.

Lututku bergetar. Tubuhku hampir tak bisa lagi bertoleransi, ingin ambruk seketika, hingga suara baritone sang raja membuat semua orang di dalam ballroom yang riuh menjadi hening. Semua mata tertuju padaku.

“Leliana Catherine, dengan semua keberanianmu, engkau berhasil melindungi seluruh penduduk desa dengan mengalahkan Rutherfox, musuh besar kerajaan kita. Dengann Hormat…dan bangga, aku Raja Anrew mengangkat engkau menjadi………

Belum sempat kata-kata itu diselesaikan, tubuhku terasa terguncang, masuk ke dalam ruang waktu yang baru. Sayup-sayup kudengar suara wanita yang memanggil-manggil namaku. “Leli..Leli…!”. Kubuka mataku, dan melihat senyum tulus ibuku. Tapi…!!! Tunggu…ibuku yang sekarang tidak terlihat aneh seperti tadi, dan….tempat berbaring sekarang..bukan di tempat yang tadi, ini..ini..mobil.

“Akhirnya kamu bangun juga, nak. Cepat berdiri dan bawa barang-barangmu, kita sudah sampai di rumah baru”.

1 detik

2 detik

3 detik

4 detik

5 detik “ternyata aku hanya bermimpi”.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika Nyanyi di Acara Boby-Surya

    Atika Nyanyi di Acara Boby-Surya

    • calendar_month Minggu, 3 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor 2 Atika Azmi Utammi Nasution datang menghadiri acara hiburan rakyat yang diselenggarakan Tim Kampanye Daerah (TKD) Bobby-Surya Madina di Jalan ABRI, Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan, Minggu (3/11/2024). Kedatangan Atika memantik perhatian masyarakat. Terlebih saat calon wakil bupati yang berpasangan dengan Saipullah Nasution itu […]

  • Dana Jampersal Diduga Ajang Korupsi Dinkes Madina

    Dana Jampersal Diduga Ajang Korupsi Dinkes Madina

    • calendar_month Senin, 30 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan,MO-Para pasien mengeluhkan pemotongan terhadap dana Jaminan Persalinan (Jampersal) yang diduga dilakukan oleh oknum-oknum di Dinas Kesehatan kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sehingga dana yang sampai ke tangan bidan hanya sekitar 250.000 dari sekitar total Rp. 400.000 per pasien. Sejumlah keluarga pasien kepada Mandailing Online, pekan lalu mengakui dana yang sampai di tangan bidan bagi pembiayaan […]

  • Jual Beli Paket Proyek Penyebab Bangunan Pemerintah Amburadul

    Jual Beli Paket Proyek Penyebab Bangunan Pemerintah Amburadul

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Salah satu penyebab bobroknya kualitas proyek di Mandailing Natal (Madina) ditengarai akibat terjadinya jual beli proyek antara pejabat di daerah dengan kontraktor. Penentuan pemenang tender proyek pemerintah bukan berdasar mekanisme proses tender, melainkan siapa kontraktor yang membeli paket kepada oknum pejabat dengan nilai rupiah tinggi. Uang pembelian ini masuk ke kantong […]

  • Parsadaan Marga Batubara Terbentuk

    Parsadaan Marga Batubara Terbentuk

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Parsadaan Marga Batubara terbentuk, Sabtu (21/8/2024) di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut. Pembentukan berlangsung di aula hotel Mariring, Panyabungan, sekaligus pemilihan dewan pembina, dewan penasihat, ketua dan jajaran eksekutif. Ketua Panitia Pembentukan, Safaruddin Batubara menyatakan bahwa embrio Parsadaan Marga Batubara ini telah lama berproses sejak beberapa bulan lalu melalui beberapa putaran musyawarah […]

  • Dana Desa di Rock Balancing

    Dana Desa di Rock Balancing

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Mengapa belum banyak terdengar kepala desa yang dipenjara akibat dugaan korupsi uang Dana Desa ? Mengapa kepala desa belum banyak terdengar ditangkap gara-gara dugaan korupsi uang Dana Desa? Bukankah sudah banyak pengaduan dari masyarakat kepada Inspektorat? Bahkan unjukrasa sudah berkali-kali. Kok tak banyak kabar tindaklanjutnya? Pertanyaan ini menggema di desa-desa. Memang sejumlah kepala desa […]

  • Rp 500 Miliar Dikucurkan untuk Jalan Nasional Sibolga-Tapteng

    Rp 500 Miliar Dikucurkan untuk Jalan Nasional Sibolga-Tapteng

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Sibolga – Mulai tahun 2014, Pemerintah Pusat mengalokasikan dana Rp 500 miliar lebih untuk perbaikan seluruh ruas jalan Nasional yang rusak di wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Menurut Kepala Satker PPK 12 Sibolga Cs Siduhuaro Dachi, dana itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni sebesar Rp 70 miliar, juga […]

expand_less