Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode
Tak Berkategori

KPK: Bupati Madina Janjikan Satu Paket Proyek BDB ke Kontraktor

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 21 Mei 2013
  • print Cetak

Medan, – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi menyebut dari tiga proyek yang bersumber dari Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Pemprov Sumut yang didapatkan pemerintah kabupaten Mandailing Natal(Madina). Bupati Hidayat Batubara menjanjikan satu proyek untuk digiring pengerjaannya oleh kontraktor Surung Panjaitan.

“Ada tiga paket proyek di APBD Madina yang bersumber dari BDB Pemprov Sumut. Jadi, salah satu paket dijanjikan HIB (Hidayat Batubatara) ke pengusaha SP (Surung Panjaitan),” ujar Johan kepada Tribun saat dikonfirmasi via selularnya dari Medan, Senin (20/5/2013).

Namun, Johan mengaku belum mendapatkan informasi jenis paket proyek dan nilai rupiah yang dijanjikan tersebut.

“Saya belum dapat informasi dari penyidik proyeknya itu apa dan berapa nilainya,” katanya.

“Sumber dananya dari BDB Pemprov, tapi itu akan masuk ke APBD Madina,” kata Johan sembari menyebut tidak ada pemeriksaan dilakukan terhadap pejabat Pemprov Sumut.

“Tidak ada sangkut paut dengan Pemprov. Itu kan konteksnya di APBD Madina,” ujar Johan.

Informasi yang dihimpun Tribun menyebut, Sekretaris Gapensi (Gabungan Pengusaha Konstruksi) Sumut itu ditangkap saat menyerahkan uang kepada Khairil Anwar Daulay sebagai uang pelicin untuk mendapatkan proyek pembangunan sebuah rumah sakit daerah di Madina dengan pagu Rp 33 miliar.

Kepala Biro Keuangan Setda provinsi Sumatera Utara Bahar Siagian membenarkan salah satu program Pemkab Madina yang dibiayai Pemprov Sumatera Utara sebagai bantuan keuangan atau lebih dikenal dengan istilah Bantuan Daerah Bawahan (BDB) adalah untuk membangun rumah sakit disana.

“Ya. TA (Tahun Anggaran) 2013 Pemkab Madina mendapatkan BDB Rp 79.975.772.609,-. TA 2012 mendapat Rp 54.974.152.000,” ujar Bahar kepada Tribun via selularnya.

Bahar mengaku tidak ingat program lain Pemkab Madina yang dibiayai dari BDB. “Banyak lah, datanya di kantor,” sebutnya.

Sementara, Wakil Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution membenarkan juga mendengar kabar akan ada pembangunan RS baru di Madina.

“Dengar-dengar sebagian BDB untuk membangun rumah sakit. Ketua panitia tendernya Pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Khairil Anwar Daulay. Tapi apakah karena itu, abang nggak tahu pasti lah ya,” ujarnya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui proses tender rumah sakit tersebut hingga berujung Bupati ditangkap KPK.

“Kalau Pemkab Madina mendapat BDB hampir Rp 80 miliar, tahu. Namun, programnya untuk apa saja, kurang tahu. Kan abang nggak pernah dilibatkan,” ujarnya.

Anggota DPRD Sumut Hardy Mulyono mengaku tak heran dengan tertangkapnya Bupati Madina Hidayat Batubara karena tersandung suap penggiringan proyek yang berasal dari anggaran Bantuan Daerah Bawahan(BDB).

Hardy mengaku mencium aroma tak sedap dibalik bagi-bagi ‘jatah’ BDB ke daerah-daerah di Sumut. Mantan Ketua Fraksi Partai Golkar itu menyebut dari besaran uang BDB yang melonjak drastis di suatu daerah tertentu sudah mencurigakan karena di saat-saat pembagian itu akan berlangsung Pilkada Sumut 2013.

“Sangat tidak logika, ada daerah tertinggal yang sangat minim mendapat jatah alokasi BDB. Sementara daerah yang sebenarnya sudah cukup maju mendapat angka fantastis,” ujar Hardy saat ditemui Tribun beberapa waktu lalu.

Hardy tak menafikkan bisa saja bagi-bagi jatah ‘tak adil’ itu juga melibatkan oknum pimpinan dewan atau oknum banggar (badan anggaran) DPRD Sumut.

“Bisa saja, tentu ada kolaborasi antara eksekutif dan legislatif, terutama pimpinan dewan,” ujarnya.

Menurut Hardy yang menentukan besar kecilnya BDB tahun 2013 adalah Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) yang dipimpin Sekda, kemudian dilakukan pembahasan APBD di DPRD Sumut.

“Saya yakin, penentu besar kecilnya BDB 2013 hasil lobi antara kepala daerah dengan Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho berkaitan Pemilihan Gubernur Sumut 7 Maret 2013, lalu,” ujarnya.

Diketahui juga pemberian BDB dilakukan atas mekanisme, kabupeten dan kota mengusulkan kepada Pemprov Sumut. Kemudian, lewat hasil reses anggota DPRD dan juga hasil kunjungan kerja DPRD.

Sekda Sumut Nurdin Lubis meminta Tribun bertanya perihal BDB ke Biro Keuangan Setda provinsi Sumatera Utara.

“Sebaiknya ke Karo Keuangan. Data dan regulasi ada pada beliau,” ujar Nurdin singkat via pesan singkat.

Anggaran BDB 2013, dari penelusuran Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) digunakan untuk kepentingan politik pendukung
Gatot.

Kecurigaan FITRA karena penetapan besaran BDB, Pemprov Sumut tidak menjelaskan ukuran atau pendekatan penyusunan BDB kepada dewan.

“Perdagangan pengaruh sangat kental dalam penentuan besar kecilnya BDB. Gubernur bisa saja menyetujui BDB sekehendaknya setelah lobi dengan bupati atau walikota mulus,” ujar Sekretaris Eksekutif FITRA Sumut Rurita Ningrum.

Rurita menyebut tidak adanya batasan yang mengatur tentang besaran bantuan keuangan kepada daerah bawahan harus turun atau naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya itu lah yang menyebabkan proyek yang dibiayai BDB rentan suap.

“Memang secara hukum sulit dibuktikan. Namun, secara politis dugaan FITRA itu bisa tercium. Dan, terhadap dana ini memang kita yakin sekali adanya penggiringan proyek. Dimana, mereka (Bupati/Walikota) membuat usulan program kemudian digiring supaya cair. Lagi-lagi memang nggak dapat dibuktikan. Tapi, dengan operasi tangkap tangan KPK terhadap Bupati Madina kan terbukti, bagaimana proses tender bisa diatur, ada uang penggiringan proyek dan mungkin saja ada uang penggiringan pencairan,” katanya.

Ruri tidak menampik ‘permainan’ BDB juga diikuti oknum dewan. Sebab, usulan bantuan kuangan tersebut juga harus disetujui oleh Banggar DPRD Sumut. “Berarti permainannya sudah di semua lini. Di saat pengganggaran itu sebenarnya bisa kelihatan,” katanya.

“Yang kita lihat kan masing-masing DPRD memperjuangkan dana untuk konstituen di dapilnya. Terkadang pertarungannya ada intimidasi oleh oknum dewan yang juga main proyek. Sehingga terus menekankan agar di suatu daerah yang merupakan kontituennya memperoleh BDB yang besar. Namun, ya itu lagi, sulit kita membuktikan secara hukum,” ujarnya.

TPAD yang diketuai Sekda, ujar Ruri, bisa menyusun BDB dalam jumlah yang tidak seimbang antar daerah.

“Padahal alokasi belanja BDB diatur oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 32 yang intinya adalah untuk mengatasi kesenjangan fiskal, kesenjangan sosial dan kemiskinan,” ujar Ruri.

Ruri mencontohkan kenaikan BDB yang mencolok untuk Kabupaten Karo dari Rp 20,015 miliar tahun 2012 menjadi Rp 76,374 miliar tahun 2013. Dua daerah di Pantai Timur Sumut yakni Kabupaten Asahan dan Kabupaten Batubara turut mendapat BDB yang melonjak hebat.

Asahan pada 2012, misalnya memperoleh Rp 143,84 miliar, tahun 2013 melompat menjadi Rp 425,66 miliar. Batubara Rp 55,713 miliar menjadi Rp 151, 81 miliar.

Adapun di wilayah Pantai Barat seperti Nias Barat BDB malah melorot dari sebelumnya Rp 2,093 miliar tahun 2012 menjadi Rp 1,321 miliar tahun 2013.

“Perdagangan pengaruh dalam konvensi Perserikatan Bangsa Bangsa tentang anti korupsi adalah dapat digolongkan sebagai tindak pidana korupsi. Indonesia juga sudah meratifikasi konvensi ini melalui UU Nomor 7 Tahun 2006 pada 19 September 2006,” tutur Ruri.(Tribun)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Kebakaran Kotanopan Butuh Tempat Tinggal

    Korban Kebakaran Kotanopan Butuh Tempat Tinggal

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) –  Keluarga korban kebakaran di Desa Ujung Marisi, Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal sangat membutuhkan tempat tinggal. Mereka berharap kepada pemerintah dan masyarakat luas turut membantu menyumbangkan bahan bangunan bagi pembangunan kembali rumah yang sudah rata dengan tanah. Saat ini keluarga korban hanya tinggal di bawah tenda darurat yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana […]

  • Ketika Sofwat Nasution ke Pasar Panyabungan

    Ketika Sofwat Nasution ke Pasar Panyabungan

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Para pedagang di Pasar Baru Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut dikejutkan kedatangan Brigjend TNI (Purn) M. Sofwat Nasution ke pasar tersebut. Mereka sangat antusias menyambut kedatangan bakal calon (balon) bupati Madina tersebut. “Ini ya Pak Jenderal itu, alhamdulillah bisa juga bertemu. Selama ini baru lihat fotonya” kata Saodah (34), seorang warga yang kebetulan sedang […]

  • Elpiji Mulai Langka

    Elpiji Mulai Langka

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    12 Kg Dijual Rp130 Ribu PALUTA- Dua pekan terakhir, warga Gunung Tua, Padang Bolak, Paluta mengeluhkan stok gas elpiji ukuran 12 kilogram (kg) yang mengalami kelangkaan. Jikapun ada, harganya mencapai Rp130.00 per kg. Biasanya gas elpiji tabung 12 kg dijual dengan harga Rp85.000, tapi karna keberadaannya langka, harganya mencapai Rp100.000 hingga Rp130.000 per tabung. Warga […]

  • Pemkab Madina Serahkan Donasi Bagi Bocah Penderita Tumor Ganas

    Pemkab Madina Serahkan Donasi Bagi Bocah Penderita Tumor Ganas

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Selain upaya membawa ke RSU Adam Malik, Pemkab Madina juga membantu keuangan keluarga Nur Jannah untuk meringankan beban keluarga itu selama operasi pengangkatan tumor. Donasi dari Pemkab Madina itu diserahkan Wakil Bupati, Atika Azmi Utammi di ruang kerjanya, Rabu (29/9/2021) kepada Camat Siabu mewakili orangtua Nur Jannah. Nur Jannah, bocah usia […]

  • Rencana Produksi 10.000 Ton per Tahun Pabrik Pupuk Segera Beroperasi di Sumut

    Rencana Produksi 10.000 Ton per Tahun Pabrik Pupuk Segera Beroperasi di Sumut

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Permasalahan kelangkaan pupuk yang sering terjadi di Sumut tampaknya akan mulai berkurang tahun ini seiring dengan beroperasinya pabrik pupuk yang diperkirakan memproduksi 10.000 ton pupuk per tahun. Direktur PT Agro Tani Marisi Tulus P Sitorus mengatakan, pabrik yang mereka bangun tersebut merupakan salah satu wujud mencapai ketahanan pangan nasional. “Kehadiran industri kompleks pupuk terpadu, […]

  • IJM Madina Kecam Dugaan Pemerkosaan Oknum DPRD Madina Terhadap Wartawati

    IJM Madina Kecam Dugaan Pemerkosaan Oknum DPRD Madina Terhadap Wartawati

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Badan Presidium Pusat Ikatan Jurnalis Madani (IJM) kecam keras dugaan pemerkosaan oleh oknum anggota DPRD Madina berinisial H.BEH terhadap seorang wartawati berinisial TH yang kini sedang diproses secara hukum di Polres Madina. Pelecehan terhadap wartawati dinilai bukan saja perbuatan bejat seorang wakil rakyat terhadap seorang wanita, namun juga menginjak-injak nama baik dunia jurnalis serta […]

expand_less