Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

2 Warga Jerber Korban Penembakan di Bireun

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 2 Jan 2012
  • print Cetak

JEMBER: Dua warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi korban atas insiden penembakan di Kabupaten Bireun, Aceh, pada malam Tahun Baru 2012.

“Kami tidak menyangka Suparno menjadi korban penembakan di tempatnya bekerjanya di Aceh dan tidak ada firasat apapun,” kata paman korban, Maksum di Jember, Senin 2 Januari 2012.

Keduanya adalah Suparno (26) warga Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, dan Sunyoto warga Desa Gumuk Gong, Kecamatan Umbulsari. Mereka sebagai pekerja galian kabel fiber optik Telkomsel, anak perusahaan Telkom.

Insiden penembakan di Aceh terjadi menjelang pergantian malam Tahun Baru 2012 yakni sekitar pukul 21.00 WIB, Sabtu (31/12), yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.

Penembakan terjadi di mess pekerja galian kabel fiber optik Telkomsel di Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen. Pelaku penembakan menggunakan sepeda motor yang kemudian menembaki mess dengan menggunakan senjata api laras panjang otomatis diduga jenis AK-47.

Akibat insiden tersebut, sebanyak 10 orang menjadi korban, tiga di antaranya meninggal dunia yakni Sunyoto dan Suparno, keduanya warga Kabupaten Jember, serta satu korban lagi Daud asal Kabupaten Banyuwangi.

Maksum menuturkan keluarga merasa sangat kehilangan dengan sosok Suparno yang dikenal ramah dan baik hati karena korban pergi merantau dengan harapan mendapatkan kehidupan yang lebih layak daripada di Jember.

“Sehari-hari Suparno bekerja sebagai buruh tani, sehingga ia memutuskan pergi merantau dan bekerja di Aceh bersama puluhan teman lainnya yang berasal di Jember, beberapa bulan lalu,” paparnya.

Suparno, kata dia, direkrut oleh PT Parti Jakarta sebagai perusahaan yang mengerjakan proyek galian kabel fiber optik Telkomsel, anak perusahaan Telkom.

“Saya berharap PT Parti Jakarta bertanggung jawab atas meninggalnya Suparno dan aparat kepolisian mengusut tuntas kasus itu, serta menangkap pelakunya,” katanya.

Suparno meninggalkan seorang istri yang bernama Evi Purwanti Ningsih dan seorang anak yang masih berusia empat tahun yakni Iqbal. (antara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aspirasi Ade Melalui Mural

    Aspirasi Ade Melalui Mural

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Diurnarii Publisher / Zakiyah Rizki Sihombing “Dalam mural aku bukan cuma sekedar coret-coret dinding, tapi ada makna yang ingin aku ungkapkan lewat mural ini” Ungkap Ade di sela-sela kesibukannya mengaduk cat sebelum memural. Pada kenyataannya setiap orang memiliki ekspresi yang berbeda dalam kehidupan. Profesi, skill, bakat menjadi modal utama bagi seseorang dalam […]

  • Tak Berkategori

    Pasca Penangkapan Bupati, Daerah Harus Tetap Kondusif

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasca penangkapan Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara oleh KPK, masyarakat diminta tetap tenang dan menjaga kekondusifan daerah. “Saya menghimbau kepada PNS dan masyarakat Madina agar tetap tenang dan kondusif, laksanakan kegiatan sehari hari sebagai PNS sesuai tupoksi masing-masing sebagaimana biasanya,” kata Ketua Peradi Tabgsel, Ridwan Rangkuti,SH.MH, Kamis (16/5/2013). Ridwan juga […]

  • Padi Siganteng, 7 Pantak Hasilnya 156 Kaleng

    Padi Siganteng, 7 Pantak Hasilnya 156 Kaleng

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sarwedi Hasibuan, petani di Desa Gunung Tua Julu sudah memakai varietas padi Siganteng di areal sawah yang digarapnya seluas 7 pantak (36 pantak = 1 hektar) dan 3 pekan lalu sudah panen. Mengejutkan sekali bagi Sarwedi karena pendapatan dari lahan 7 pantak itu diperoleh 156 kaleng (1 kaleng rata-rata 11 kg). […]

  • BAHASA MANDAILING (1)

    BAHASA MANDAILING (1)

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Z Pengaduan Lubis Pada waktu belakangan ini mulai dikembangkan oleh orang-orang tertentu suatu konsep yang salah mengenai bahasa yang digunakan oleh masyarakat Mandailing. Mereka menyebut bahasa yang digunakan oleh masyarakat Mandailing sebagai bahasa Angkola Mandailing. Secara cultural sebenarnya tidak ada bahasa Angkola Mandailing. Karena kalau kita tanyakan kepada orang Mandailing bahasa apa yang […]

  • Kereta Api Pasar Malam Terguling, Lima Anak Luka

    Kereta Api Pasar Malam Terguling, Lima Anak Luka

    • calendar_month Minggu, 3 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (MO) – Lima anak mengalami luka ringan dan memar setelah gerbong kereta api mainan di pasar malam, Jalan Bilal Ujung, Brayan Darat, Medan, Sumatera Utara, yang mereka naiki terguling, Sabtu (02/02/2013) sekitar pukul 21.00 WIB. Informasi yang diperoleh, saat kejadian ada lima anak dan satu orang dewasa, Anto, yang ikut dalam wahana tersebut. Setelah […]

  • Mengeksploitasi Galian C di Kelurahan Sihitang, Excavator PU Diangkut Paksa

    Mengeksploitasi Galian C di Kelurahan Sihitang, Excavator PU Diangkut Paksa

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Satu unit Excavator milik Dinas PU Pemkab Tapsel ‘diangkut paksa’ dari lokasi eksploitasi galian C di Kelurahan Sihitang, Kecamatan Psp Tenggara, Senin (12/9) malam. Uniknya, yang melakukannya LSM LIRa dan diserahkan ke Mapolres Kota Padangsidimpuan. Wali Kota LIRa Psp Edi Ariyanto Hasibuan, kepada METRO, di Sekretariat Kantor LIRa, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (14/9), mengatakan, langkah […]

expand_less