Selasa, 29 Sep 2026
light_mode

500 Lebih Nelayan Tradisional Belawan Tidak Melaut

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2015
  • print Cetak

Medan – Hari ini, Kamis (19/3), sekira 500 lebih nelayan tradisional Belawan tidak melaut. Hal itu dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap terbitnya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 2 Tahun 2015. "Para nelayan tidak melautnya selama sehari penuh Kamis, karena para nelayan merayakan atau mensyukuri terbitnya Permen KP No 2 Tahun 2015," kata panitia acara Ruslan didamping pemerhati nelayan Sumut Tata boru Simbolon, Rabu (18/3) di Medan.

Dia mengatakan, dalam acara itu para nelayan akan melakukan penandatanganan sebuah spanduk di lokasi acara syukuran Jalan Young Panah Hijau Linkungan 8, Kelurahan Labuhandeli, Kecamatan Medan Marelan, mulai pukul 14.00 WIB sd selesai. Kemudian, spanduk itu dibawa oleh perwakilan para nelayan ke Jakarta, untuk diserahkan ke Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti.

"Untuk memeriahkan syukuran itu, panitia juga mengundang perwakilan nelayan dari Tapanuli Tengah (Tapteng), Sibolga, Tanjungbalai, Langkat, Medan dan lainnya. Jadi target kita untuk melakukan pemberian tanda tangan di spanduk pada Kamis itu sebanyak 20.000 tandatangan nelayan tradisional," katanya.

Dia berharap, dengan dukungan yang disampaikan mereka tersebut, Susi Pudjiastuti tidak mencabut Permen KP No 2/2015 tersebut, walaupun ada belum lama ini sejumlah oknum yang mengaku dari nelayan menolak terbitnya Permen KP No.2/2015.

"Sebab dengan diberlakukannya Permen KP No 2/2015 saat ini, penghasilan nelayan tradisional, khususnya di Belawan mulai meningkat. Jadi diberlakukankannya Permen KP No 2/2015 ini membuat kehidupan atau perekonomian keluarga nelayan tradisional mulai membaik," paparnya.

Pemerhati nelayan Sumut Tata boru Simbolong mengatakan, keputusan Menteri Kelautan yang melarang beroperasinya alat tangkap pukat tarik, pukat trawl (harimau) dan pukat hela, selain untuk terciptanya ramah lingkungan, serta menyelamatkan ekosistem di laut, juga supaya masyarakat Medan atau Sumut bisa mendapatkan ikan-ikan segar untuk dikonsumsi.

"Kalau nelayan tradisional mendapat ikan di laut, mereka hari itu juga langsung pulang untuk dijual ke pasar. Sedangkan nelayan yang menggunakan pukat, mereka berhari-hari dulu di laut dan ikannya sudah dies. Setelah tangkapan ikannya penuh, mereka pun turun ke darat dan menjual ikannya di pasaran," katanya.

Karena itu, katanya, aparat keamanan di laut (Kamla) harus membantu kebijakan pemerintah tersebut dengan menertibkan kapal pukat gerandong yang beroperasi secara ilegal dan melanggar ketentuan.

"Kapal pukat gerandong yang menangkap ikan harus dirazia dan diamankan. Apalagi kegiatan pukat gerandong sangat mengganggu pendapatan nelayan kecil di Belawan dan semakin berkurangnya hasil tangkapan di laut," katanya.

Sumber : Medanbisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • 34 calon pemain PSMS lolos seleksi

    34 calon pemain PSMS lolos seleksi

    • calendar_month Minggu, 21 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Sebanyak 34 pemain berhasil lolos seleksi tahap kedua PSMS Medan dan selanjutnya akan menjalani seleksi tahap ketiga yang meliputi tes fisik dan kesehatan. “Tes fisik dan kesehatan wajib mereka ikuti, kalau nanti ada yang tidak ikut maka mereka akan di anggap gugur,” kata Pelatih Kepala PSMS Medan Suimin Diharja di Medan, hari […]

  • Kampoeng Kaos Madina Tampilkan Kekayaan Daerah

    Kampoeng Kaos Madina Tampilkan Kekayaan Daerah

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Meski baru beberapa bulan berdiri namun pasar Kampoeng Kaos Madina (KKM) sudah merambah ke luar daerah bahkan luar Propinsi Sumatera Utara (Sumut). KKM yang dikelola oleh generasi muda Mandailing Natal (Madina) di Jalan Jambu Lintas Timur Sipolu-polu Kecamatan Panyabungan ketika dijambangi MedanBisnis, Minggu (21/11) terlihat sibuk mempersiapkan pesanan dari berbagai pihak maupun untuk persediaan. […]

  • Pemkab Madina Alokasikan Anggaran Kematian dan Kecelakaan Kerja. Segini Besarannya

    Pemkab Madina Alokasikan Anggaran Kematian dan Kecelakaan Kerja. Segini Besarannya

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) alokasikan dana Belanja Iuran Jaminan Kematian bagi Pekerja Rentan dan Belanja Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja bagi Pekerja Rentan untuk 2500 orang di Seluruh Kabupaten. Dari data yang dihimpun Mandailing Online alokasi dana itu bersumber dari APBD tahun 2025 Senilai Rp. Rp. 201.008.000., total […]

  • 18 Desa di Kecamatan Siabu Dikabarkan Buat Mosi Tidak Percaya Pada Camat, Meminta Bupati Copot Jabatannya

    18 Desa di Kecamatan Siabu Dikabarkan Buat Mosi Tidak Percaya Pada Camat, Meminta Bupati Copot Jabatannya

    • calendar_month Rabu, 13 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online )- Desas desus Camat Siabu Syukur Soripada di mosi 18 Desa karena tidak adanya hubungan baik beredar luas di kalangan masyarakat di Kecamatan Siabu. Surat mosi tidak percaya  pada Camat Siabu itu kabarnya sudah sampai ke Bupati Mandailing Natal H.M.Ja’far Sukhairi Nasution. Para Kepala Desa meminta Bupati mencopot jabatan Camat Syukur Soripada […]

  • Intoleransi Politik di Kalangan Anak Muda, Benarkah Ada?

    Intoleransi Politik di Kalangan Anak Muda, Benarkah Ada?

    • calendar_month Jumat, 26 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, masih banyak anak muda yang tidak toleran dalam hal politik, dibandingkan intoleransi pada praktik ritual sosial keagamaan. Hal ini menjadi temuan dalam hasil survei suara anak muda tentang isu-isu sosial politik bangsa pada Maret 2021. Ia memaparkan, sebanyak 39 […]

  • Pedagang Pasar Baru Panyabungan Mulai di Verifikasi

    Pedagang Pasar Baru Panyabungan Mulai di Verifikasi

    • calendar_month Selasa, 20 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Dinas Perdagangan Kabupaten Mandailing Natal mulai melakukan pendataan pedagang yang bakal menempati gedung baru di Pasar Baru Panyabungan. Verifikasi dan validasi data ini dilakukan sehubungan akan dilaksanakannya pemungsian pasar tersebut dalam waktu dekat. Pasar semi modren terbesar di Mandailing Natal itu sendiri memiliki sebanyak 506 kios dan 304 losd. Kepala […]

expand_less