Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Pilkada DKI bisa jadi acuan Sumut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 15 Jul 2012
  • print Cetak

pilkada dki

MEDAN – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, Rabu (11/7) yang berlangsung aman, lancar dan tertib diparesiasi berbagai pihak.

Salah satunya datang dari analis politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Shohibul Ansor Siregar. Menurutnya, pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta tergolong pilkada yang sukses di tanah air. Gugatan yang diajukan tentang pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta lebih sedikit dibandingkan pilkada Jakarta sebelumnya.

Dengan pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta mendapat pujian dari berbagai kalangan seperti politisi, pengamat politik dan juga masyarakat Indonesia. Pujian tumbuh dengan berbagai latar belakang seperti, gugatan dan politik uang yang minim, tokoh yang dipilih seperti berasal dari suara rakyat. “Pilkada Jakarta bisa dijadikan sebagai ajuan dalam Pilkada Sumut 2013, terlihat dengan sedikitnya pihak yang mengajukan gugatan dalam pilkada, walaupun tidak dipungkiri setiap pilkada pasti ada yang mengajukan gugatan,” kata Ansor kepada Waspada Online, tadi malam.

Selain itu, lanjut Ansor, sebagian calon gubernur Jakarta terlihat merakyat seperti Jokowi dan Faisal Basri. Hal ini bisa ditiru para calon gubernur Sumut 2013 yang benar-benar dekat dengan rakyat sehingga rakyat memilih bukan berdasarkan uang akan tetapi berdasarkan hati nuraninya. Dia memandang, kalau Pilgubsu yang mendatang sangat berbeda dengan Jakarta seperti calon pimpinan yang datang dari luar daerah. Di Sumut susah mendatangkan calon yang datang dari luar Sumut. Selain itu, Kemungkinan akan terjadi permasalahan dalam Daftar Pemilih Tetap.

“DPT bisa menjadikan masalah dalam Pilkada Sumut,” kata Ansor.

Hal senada juga diungkapkan pengamat kebijakan publik dari UDA Medan, Hendra SL. Dikatakan, sukses Pilkada DKI dipat dijadikan contoh oleh Sumatera Utara baik penyelenggaranya maupun para bakal calon gubernur Sumut yanga kan digelar 2013 mendatang. Dikatakan, suksesnya Pilkada DKI tidak terlepas dari peran besar para calon yang bertarung dari sejak kampanye, hari pencoblosan dan sampai hari perhitungan sampai sekarang ini versi KPUD DKI Jakarta.

Dikatakan, walaupun perhitungan KPUD masih akan lama diumumkan dan peraih suara terbanyak sudah terlihat melalui quick count, namun, para calon sangat fair dan bisa menerima realitas dilapangan walaupun secara de jure belum selesai oleh KPUD DKI.

Kedewasaan para calon gubernur dan wakilnya sudah terlihat sejak kampanye hingga pencoblosan dan perhitungan suara versi KPUD DKI. Walaupun adanya temuan pelanggaran oleh Panwas dan organisasi pemantau, namun, tidak ada yang menonjol sehingga Pilkada DKI termasuk sukses.

Dengan suksesnya pilkada DKI, daerah-daerah yang akan melaksanakan Pilkada termasuk Sumut 2013 menadatang dapat melihat Pilkada DKI dan belajar dari DKI baik KPU dan khususnya para calon gubernur. Hal lain yang perlu diperhatikan KPUD Sumut adalah, bahwa perlu meminimalisir calon dan paling banyak 5 pasangan calon untuk Sumut.

Salah satu keuntungan Pilkada Sumut dengan 5 pasangan calon, dapat meminimalisir konflik kepentingan para calon dan termasuk juga mengurangi biaya pilkada. “Sumut baik para calon dan penyelenggara pilkada Sumut pada 2013 nantinya dapat mencontoh Pilkada DKI yang sukses dan aman,” ujarnya kepada Waspada Online, tadi malam.

Ditempat terpisah Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumatera Utara, Irham Buana Nasution mengatakan, bahwa suksesnya pelaksanaan Pilkada perlu dukungan dari berbagai elemen yakni partai politik, calon gubernur dan masyarakat. “Pilkada Jakarta lumayan bagus, namun perlu diingat bagusnya pelaksanaan Pilkada bukan hanya KPU saja akan tetapi perlu dukungan dari partai politik, calon gubernur serta masyarakat,” kata Irham kepada Waspada Online.

Dia menegaskan, kalau setiap pelaksanaan pemilihan pasti ada pihak yang merasa dirugikan dan melakukan gugatan terhadap pelaksanaan pemilihan. Seperti di Jakarta gugatan terhadap pelaksanaannya tetap ada, akan tetapi lebih sedikit dibandingkan Pilkada Jakarta Sebelumnya. Pemilihan ganda merupakan gugatan yang sering dilakukan salah satu tim calon.

“Gugatan dalam pemilihan pasti ada, sekarang gimana menekan jumlah gugatan tersebut,” kata Irham Buana.

Dia mengharapkan, untuk terjadinya pelaksaan Pilgubsu 2013 yang sukses perlu sebuah komitmen para calon dan tidak melaksanakan politik uang kepada masyarakat.(waspada)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tergantung Keuangan Daerah

    Tergantung Keuangan Daerah

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Perintah Mahkamah Konstitusi kepada KPU Kabupaten Mandailing Natal (Madina) untuk melakukan pemungutan suara ulang sangat tergantung kemampuan keuangan daerah. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Madina As Imran Khaitami Daulay di rumah dinasnya di Panyabungan, Selasa (14/12/2010), menepis anggapan sejumlah kalangan bahwa pemungutan suara ulang diperlambat. Dikatakannya, sejauh ini DPRD masih mempersiapakan pembahasan RAPBD 2011. […]

  • Berharap Tetap di Jalan Lurus, Tapi Maksiat Jalan Terus?

    Berharap Tetap di Jalan Lurus, Tapi Maksiat Jalan Terus?

    • calendar_month Jumat, 3 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Ummu Taqiyya Aktivis Dakwah dan Mompreneur   Kita sadar bahwa kita hanyalah makhluk yang diciptakan. Tidak mungkin kita ada, kalau tidak ada yang menciptakan. Siapa yang menciptakan kita? Tentu saja Allah azza wa jalla, Tuhan yang Maha Menciptakan. Allah bukan saja menciptakan tapi juga memberikan aturan untuk kita. Selama ini kita sudah berusaha […]

  • Kasus Kepala Babi di Musolla, Bupati Himbau Warga Tenang

    Kasus Kepala Babi di Musolla, Bupati Himbau Warga Tenang

    • calendar_month Rabu, 12 Jul 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution menghimbau warga tetap tenang menyikapi pelaku peletak kepala babi di depan musolla. “Persoalan ini kita serahkan saja kepada aparat penegak hukum, biarkan mereka bekerja untuk mengusut kasus ini,” kata bupati kepada wartawan di Taman Raja Batu, Selasa (11/7/2017). Dia menghimbau agar masyarakat jangan mau […]

  • Kapolres Diinstruksikan Berkantor di Polsek Tiap Jumat

    Kapolres Diinstruksikan Berkantor di Polsek Tiap Jumat

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Setelah terjadinya aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Solo, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro sangat mendukung dan menyambut baik dilaksanakannya acara silaturahmi dengan tokoh-tokoh agama yang digelar Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Medan di Tiara Convention Hall, Senin (26/09/2011) malam. “Silaturahmi ini sangat tepat, sebab semua […]

  • Pemkab Diminta Umumkan Hasil Tes CPNS Honorer K2!

    Pemkab Diminta Umumkan Hasil Tes CPNS Honorer K2!

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PALAS – Masyarakat Kabupaten Palas mendesak Pemkab  segera mengumumkan hasil tes CPNS Honorer Kategori 2. Karena belum adanya kejelasan jadwal pengumuman, masyarakat khawatir akan terjadi hasil yang dimanipulasi. Demikian disampaikan aktivis penggiat pembangunan Palas, Unggul Fahmi kepada METRO, Rabu (5/3). Menurutnya, banyak tenaga honor yang menanti-nanti kepastian pengumuman itu. Disamping itu, sebagian besar masyarakat juga […]

  • Usai UN Siswa SMK Coret -coret

    Usai UN Siswa SMK Coret -coret

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk SMK berakhir Rabu (20/4) kemarin. Berakhirnya UN tersebut, beberapa peserta meluapkan rasa kegembiraan dengan aksi corat-coret seragam. Bagi mereka tentu hal ini merupakan tren atau luapan kegembiraan, tetapi harus disadari tindakan tersebut kurang terpuji apalagi dibarengi dengan tindakan lain di luar corat-coret karena tidak mencerminkan generasi terdidik. Pantauan METRO, […]

expand_less