Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Merantau ke Semenanjung Malaysia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 20 Jul 2012
  • print Cetak

Pengukuhan kekuasaan colonial di Madina menimbulkan guncangan budaya yang kedua setelah kehadiran Paderi di Madina. Guncangan yang paling menonjol ialah menurunnya marwah raja-raja setempat. Pengadilan sebagai satu lembaga yang merupakan ujud sahala harajaon telah diambil alih oleh penguasa colonial.
Sehingga charisma raja-raja terus pudar lebih-lebih setelah mereka digaji dan diberi tugas sebagai pemungut belasting, pajak, dikalangan rakyatnya sendiri.
Keadaan itu berlangsung sampai pada dasawarsa kedua abad XX. Banyk raja-raja yang merasa terteka, karena target jumlah pungutan pajak itu tidak mudah dicapai. Ada di antara raja-raja itu yang terpaksa meninggalkan Madina terus merantau ke Tano Doli, Tanah Deli, bahkan ke Semenanjung Malaya.

Flora, nama samaran Kepala Kuria Tamiang, Sutan Kumala Bulan, menulis di Pewarta Deli edisi I Juni 1917, bahwa ada beberapa Kepala Kuria yang dipecat karena dianggap tidak cakap menjalankan tugasnya. Pemecatan itu disebabkan para Kepala Kuria itu tidak mampu mencapai target setoran pajak kepada penguasa colonial. Salah seorang di antara Kepala Kuria itu, Mangaraja Gunung Mandailing, Kepala Kuria Hutasiantar, yang karena malu atas pemecatan itu menjual harta bendanya, kemudian hijrah ke Negeri Perak di Semenanjung Malaya dan hidup dalam keadaan yang sederhana di sana (Said, 198?:143).

Yang menarik perhatian adalah migran Mandailing di Tanah Semenanjung pada abad XIX dipimpin oleh raja-raja dan tokoh-tokoh masyarakat, Namora Natoras. Mereka meninggalkan kampong halaman yang rusuh terus. Para tokoh itu adalah antara lain: Raja Asal, Raja Bilah, Sutan Puasa, Raja Brayun [sic], Raja Barnang, Raja Othman [sic], Raja Ira [sic], Samaripun, Imam Perang Raja Berungun [sic], Imam Peri Seri Handalan, Panglima Raja,Panglima Muda Segara, Imam Perang Sebaghdad, Panglima Muda dan Imam Perang Malim. Banyak orang Mandailing yang kini berdiam di Malaysia adalah keturunan para migrant awal itu, termasuk diantaranya Abdu-Razzaq Lubis, pemerhati social budaya Mandailing yang berdiam di Pulau Pinang (Lubis, 2001:61).

Kerja paksa yang disebut rodi dialami penduduk Madina. Pekerja paksa dari Sihepeng memerlukan waktu 2,5 hari berjalan kaki untuk mencapai tempat rodi. Para suami pergi, sedangkan isteri harus membayar pajak dan kerja paksa untuk Burgerlijke Openbare Werken. Hal ini antara lain diungkapkan oleh Flora di dalam tulisannya yang dimuat harian Pewarta Deli tanggal 25 April 1917 (Said, 198?: 106).

Patut dicatat satu prestasi gemilang keturunan perantau Mandailing di Malaysia, ialah posisi yang diraih oleh Tun Haji Abdul Aziz bin Haji Abdul Majid Fakta menunjukkan bahwa setiap perantau memiliki kelebihan di bandingkan dengan rata-rata masyarakat yang ditinggalkannya dan masyarakat yang di datanginya. Kelebihan itu antara lain etos kerja yang ditampilkan dalam kemauan bekerja keras, cita-cita yang tinggi untuk memperbaiki mutu kehidupan, ketegaran menegakkan kebenaran, patriotisme, kepemimpinan, lebih mengutamakan orientasi masa depan, berpikir kritis, ulet, berjiwa pelopor, berani, suka belajar, mampu mengadaptasi nilai-nilai baru, inventif, adaptif, religius, hemat, arif dan bijaksana. Kepribadian seperti itu kelak menampilkan orang Mandailing sebagai contoh teladan di kalangan warga masyarakat yang didatanginya. Sejarah perkembangan masyarakat Melayu modern di Malaysia telah membuktikan hal itu.(MO/MP/red)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saipullah Santuni 127 Yatim di 6 Desa Kawasan Panyabungan

    Saipullah Santuni 127 Yatim di 6 Desa Kawasan Panyabungan

    • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 Saipullah Nasution kembali menyantuni anak yatim. Kali ini sebanyak 127 anak yatim yang tersebar di enam desa di Kecamatan Panyabungan mendapat santunan dari Saipullah pada Sabtu (12/10/2024). Wajah anak-aanak-anak yatim tampak ceria menyambut kedatangan Saipullah. Untuk Desa Panyabungan Julu, anak yatim berkumpul […]

  • Siswi SMP Negeri 1 Sinunukan Melahirkan di Sekolah

    Siswi SMP Negeri 1 Sinunukan Melahirkan di Sekolah

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Salah seorang siswi Kelas II SMP Negeri 1 Sinunukan, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jumat (18/02/2011) lalu melahirkan di sekolah. Anak yang dilahirkan merupakan hasil hubungan intim dengan abang kandung. Kejadian ini terbongkar setelah siswi Kelas II C berinisial YS ini melahirkan di bawah pohon sawit yang masih berada di lingkungan sekolah. Saat […]

  • Atika Nasution Yakin Harun Mustafa Jadi Pilihan Tepat Dipilkada Madina

    Atika Nasution Yakin Harun Mustafa Jadi Pilihan Tepat Dipilkada Madina

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): mengawali bulan november, hari ini Jum’at 1/11/2024 calon bupati madina Harun Mustafa Nasution Sarapan lontong di Desa Sigalapang Julu dan ngopi di Desa Kampung Padang Kecamatan Panyabungan kota. Agenda ini sendiri terus dilakukan dalam rangka menunjukkan komitmennya menjemput aspirasi tanpa batas. Harun Mustafa yang selalu didampingi tokoh pemuda Saparuddin Haji […]

  • Songon Abu Naiombus Ni Angin Do Katuk

    Songon Abu Naiombus Ni Angin Do Katuk

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Na nisuratkon: Saad Lubis Mardonok-donok waktuna nangkan nagiot mamili wakil-wakil rakyat ima di 9 April 2014 mur-situtu kombur ni jolma di lopo kopi, adong mandokon ulang ipili caleg na mambagi-bagi epeng, adong muse mandokon angkon namambagi-bagi epengdo caleg nai anso ipili, adong muse mandokon anggo naadong caleg namamabagi-bagi epeng angkon itarimodo, tai ipili sanga ise […]

  • Ketua DPRD: Sangat Lucu Kepala Sekolah yang Bermasalah Dipertahankan

    Ketua DPRD: Sangat Lucu Kepala Sekolah yang Bermasalah Dipertahankan

    • calendar_month Senin, 7 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis menilai langkah yang diambil Dinas Pendidikan (Disdik) sangat lucu dengan mempertahankan kepala sekolah yang bermasalah. Hal itu disampaikan Erwin ketika diminta tanggapan terkait adanya permintaan penggantian kepala SDN 001 Sihepeng di Kecamatan Siabu dan SDN 116 Percontohan di Kecamatan Panyabungan, Senin (7/2). “Alangkah […]

  • MULAK TU KAMPUNG

    MULAK TU KAMPUNG

    • calendar_month Rabu, 6 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Askolani Nasution Budayawan/Sutrdara film Mandailing   Anak-anak yang pulang kampung juga menjadi ruh bagi sebuah keluarga. Orang tua dan saudara akan bergembira, meskipun tak selalu ada “silua” yang dibawa. Bagi sebuah keluarga, berkumpulnya semua anggota keluarga dalam masa lebaran menjadi hal yang sangat istimewa. Selain karena mengulang kembali masa-masa indah, juga kenikmatan yang […]

expand_less