Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Tempe Tahu Madina Dikecilkan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 27 Jul 2012
  • print Cetak

Terkait Melonjaknya Harga Kedelai

foto pengrajin tahuPANYABUNGAN (MO) – Lonjakan harga kedelai secara nasional juga berimbas di Mandailing Natal (Madina). Pengrajin tahu dan tempa terpaksa mengecilkan ukuran tahu dan tempe yang diproduksi.

“Meski untung tipis, kami harus tetap harus memproduksinya, tapi takarannya dikurangi,” ungkap Paijo, pengrajin tahu tempe di Desa Aek Galoga, Panyabungan menjawab artawan, Jum’at (27/7).

Dia mengatakan, harga kacang kedelai dalam beberapa bulan ini sudah tiga kali naik dari Rp. 4.000 naik menjadi Rp. 5.500 dan melonjak lagi menjadi Rp. 8.000 per kilogramnya. Sehingga para pengrajin tahu tempe di daerah mencari solusi seperti mengurangi ukuran ketebalan tahu dan tempe.

“Inilah mungkin salah satu cara dalam menyiasati melonjaknya harga kedela. Kalau untuk menaikan harga jual per biji rasanya tidak mungkin lagi. Sebab, harga 400 rupiah per biji tahu sudah merupakan harga maksimal untuk saat ini,” katanya.

Pengrajin tahu tempe lain bernama Jagadang juga mengungkapkan hal serupa. Gejolak harga kedelai sangat berdampak pada produksi.

Menurutnya, pabrik miliknya biasa memakai bahan baku 5 kilo gram kacang kedelai untuk sekali produksi. Namun, setelah harga kedelai naik, bahan kedelai harus dikurangi menjadi 4,5 kilo gram dengan catatan jumlah biji tahu dan tempe yang diproduksi tetap serupa dengan yang berbahan baku 5 kilo gram.

“Ini kita lakukan agar tidak merugi. Sementara permintaan oleh konsumen tetap berlangsung. Biarpun labanya sedikit, kita tetep memproduksi,” ujarnya.

“Untuk mogok produksi seperti yang dilakukan pengrajin di daerah lain rasanya tidaklah, sebab kita ini berada di daerah, tidak ada nanti yang memperhatikan, yang perlu itu pemerintah melakukan evaluasi terhadap harga kacang kedelai agar kembali normal,” imbuhnya.

Dan, menurut Jagadang, jika saja harga kedelai terus bertahan tak turun beberapa minggu lagi, bukan tidak mungkin banyak para pedagang yang gulung tikar alias tutup.

“Saya melihat jika saja harga kedelai tidak bisa diantisipasi kedepannya, akan banyak pengrajin tahu tempe yang merugi berujung pada penutupan produksi,” pungkasnya. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Surat Pengunduran Diri Jadi BPD Tak Digubris Berakhir Pencoretan Nama di DCT. Paizal Akan Tempuh Jalur Hukum

    Surat Pengunduran Diri Jadi BPD Tak Digubris Berakhir Pencoretan Nama di DCT. Paizal Akan Tempuh Jalur Hukum

    • calendar_month Jumat, 15 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    SIABU, ( Mandailing Online )-Paizal Warga Desa Sinonoan, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal merasa kecewa pada Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ), pasalnya surat keteranagan dari Pemerintah Daerah menyangkut dirinya yang menyatakan mundur dari keanggotaan BPD ( Badan Permusyawatan Desa ) karena alasan mencalonkan diri jadi anggota legislatif tidak diterbitkan oleh yang berwenang di […]

  • Bupati Simalungun Bantah Suap Hakim MK

    Bupati Simalungun Bantah Suap Hakim MK

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIMALUNGUN : Jopinus Ramli (JR) Saragih yang terpilih sebagai Bupati Simalungun periode 2010-2015, membantah telah melakukan penyuapan terhadap hakim di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan Pemilukada Kabupaten Simalungun beberapa waktu lalu. Sebelumnya, JR Saragih diduga telah menyuap hakim di MK, Akil Mochtar sebesar RP 1 miliar dalam bentuk dolar yang diberikan melalui supir pribadinya, Purwanto. […]

  • Legenda dari Afrika Selatan, Nelson Mandela Pecinta Batik yang Peduli Kaum Papa

    Legenda dari Afrika Selatan, Nelson Mandela Pecinta Batik yang Peduli Kaum Papa

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SOSOK sederhana melekat pada diri Nelson Mandela. Meski tokoh anti-apartheid itu telah meninggal dunia, kesederhanaan dan kerendahan hatinya sebagai pemimpin tetap menjadi inspirasi. “Bagi banyak orang, Nelson Mandela adalah ikon dan pejuang hak asasi manusia yang tersohor. Tapi, bagi mereka yang mengenal dekat beliau, Nelson Mandela adalah seorang teman yang rendah hati,” kata George Bizos, […]

  • Catatan 26 Tahun Madina: Pendekatan Sejarah, Soiologi, Antropologi, dan Kultural

    Catatan 26 Tahun Madina: Pendekatan Sejarah, Soiologi, Antropologi, dan Kultural

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Budayawan Mandailing Askolani Nasution menyampaikan catatan ringkas di Focus Grup Discussion yang diselenggarakan KNPI Mandaiiling Natal di D’San Hotel, Panyabungan, Jum’at (14/3/2025). Askolani melihat peluang pembangunan Mandailing Natal berdasar potensi kultural dan alamnya, namun pemerintah justru mengabaikannya. Padahal, menurut Askolani, sejarah Mandailing Natal (Madina) adalah sejarah gemilang pada masa lalu. Belasan kerajaan besar menancapkan pengaruhnya […]

  • Diduga Terlibat Percaloan CPNS

    Diduga Terlibat Percaloan CPNS

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Mantan Kepala BKD Terancam Dipenjara TANJUNGBALAI (Mandailing Online) – Setelah dicopot dari jabatannya, dan gagal menjadi staf ahli Walikota karena tidak hadir saat pelantikan, BAS,SSos, mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat dikabarkan terancam terjerat hukum. Beredar kabar, BAS terlibat percaloan CPNS formasi 2012 lalu. Sumber terpercaya di Mapolres Tanjungbalai, Selasa (15/10) mengatakan, belum […]

  • Harun Mustafa ke Golkar Madina, Ide KIM Daerah Tercetus

    Harun Mustafa ke Golkar Madina, Ide KIM Daerah Tercetus

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online : Muncul nya nama Harun Mustafa Nasution sebagai bakal calon kepala daerah ( Bacakada) tahun 2024 di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) terus jadi perbincangan publik. Cucu pendiri pondok pesantren Mustafawiyah itu pun mulai lakukan safari politik ke Partai Politik. Sore tadi Kamis 18/7, beliau didampingi abang kandungnya H. Mustafa Bakri […]

expand_less