Kamis, 23 Jul 2026
light_mode

BKD Gandeng Kantor Pos

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
  • print Cetak


Penerimaan berkas administrasi pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2010 di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akan tetap menggunakan jasa kantor pos. Ini dilakukan untuk lebih kondusifnya pelaksanaan penerimaan berkas pelamar.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Madina, Asrul Daulay SIP saat ditemui METRO di ruang kerjanya, Jumat (5/11) mengatakan, pada penerimaan seleksi CPNS yang tak lama lagi akan dibuka, BKD akan tetap bekerja sama dengan kantor pos yang ada di Kabupaten Madina seperti tahun 2009 lalu.

Hal ini dilakukan untuk lebih mempermudah dan membuat suasana kondusif bagi pelamar yang akan melamar nantinya. Meski ini bukan salah satu yang ada di petunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksanaan (Juklak), namun kerja sama dengan kantor pos tersebut merupakan kebijakan Pemprovsu, begitu juga dengan Pemkab Madina. Sebab dengan menggunakan jasa kantor pos dalam penerimaan berkas maka akan memperlancar dan mempermudah dalam menjalankan tahapan dan rangkaian CPNS.

“Tahun lalu juga kita buat seperti ini yakni bekerja sama dengan kantor pos dalam penerimaan berkas pelamar CPNS. Lalu, pihak kantor pos nantinya yang akan mengantar ke BKD Madina kemudian berkasnya diverifikasi. Ini untuk mempermudah penerimaan nantinya,” ujarnya.

Asrul menambahkan, BKD Madina saat ini hanya menunggu jumlah formasi serta MoU dalam hal penerimaan CPNS. Direncanakan, jumlah formasi akan diterima dari MenPAN pada pertengahan November ini. Setelah itu, BKD Madina akan berkoordinasi dengan BKD Sumut terkait jadwal pelaksanaannya serta hal lain terkait penerimaan CPNS.

“Penetapan waktu akan ditentukan setelah ditetapkannya jumlah formasi dan rangkaian lainnya, karena kita masih akan melakukan koordinasi dengan BKD Sumut,” tambahnya.

Terkait isu yang beredar soal mengutamakan pelamar yang memakai KTP daerah, Kepala BKD Madina menjelaskan, dalam Juklak dan Juknis tidak ada menyebutkan bahwa pelamar harus memakai KTP daerah yang dilamar atau harus mengutamakan pelamar dari daerah itu sendiri. “Itu tak ada dalam Juklal dan Juknis, pelamar yang lulus nantinya hanyalah pelamar yang memiliki kemampuan dan lulus dalam ujian,” tegasnya.

Masih dikatakan Asrul, Pemkab hingga saat ini belum menetapkan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mana yang akan diajak bekerja sama soal penerimaan CPNS. Dan sesuai dengan Juklak, juga tidak ada disebutkan harus bekerja sama dengan PTN yang ada di daerah saja.

“Soal teknis dan administrasi lainnya kita mengacu kepada Juklak dan Juknis. Sedangkan soal kerja sama dengan PTN mana, itu belum bisa dipastikan, karena kita akan memilih PTN yang memang berpengalaman dan sesuai dengan kemampuan kita,” pungkasnya.

Tapsel Masih Tunggu Rapat Tim

Sementara itu Kepala BKD Tapanuli Selatan, Drs Aswad Daulay MH, belum bisa memastikan apakah dalam penerimaan berkas pelamar akan bekerja sama dengan kantor pos atau tidak. BKD saat ini masih menunggu jadwal seleksi penerimaan CPNS dan rincian formasi yang diperkirakan pertengahan November 2010 ini baru akan keluar.

“Nanti tim penerimaan CPNS rapat dulu, baru bisa diketahui. Memang permohonan dari kantor pos sudah ada, tapi itu bukan suatu kewajiban,” ujar Aswad Daulay, Jumat (5/11).

Diungkapkan Aswad, jadwal pendaftaraan CPNS sangat menentukan apakah mungkin bekerja sama dengan kantor pos atau tidak. Jika waktu pendaftaran panjang, bisa saja itu dilakukan. Tapi jika waktu pendaftaran singkat, tentu perlu pertimbangan yang matang.

Dijelaskan Aswad, jika waktu pendaftaran singkat, dan ketika berkas pelamar yang sampai di BKD dicek dan ada yang kurang, tentu berkas tersebut dikembalikan lagi melalui kantor pos, dan itu butuh waktu. Sehingga dikhawatirkan waktu memasukkan berkas lamaran pelamar yang kurang, waktu pendaftaran sudah habis. Sementara jika diterima langsung oleh Pemkab, bisa dicek langsung apakah berkasnya kurang atau tidak.

“Tapi intinya bagaimanapun tekhnis penerimaan berkas lamaran pelamar CPNS nantinya, itu semua dilakukan untuk memudahkan proses pendaftaran CPNS,” ucap Aswad.

Untuk diketahui, Kabupaten Tapanuli Selatan mendapat jatah formasi CPNS 2010 sebanyak 229 orang. (wan/neo)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPRD Madina Tak Tahu Detail Susunan Acara di Dapoer Nenek

    Ketua DPRD Madina Tak Tahu Detail Susunan Acara di Dapoer Nenek

    • calendar_month Jumat, 28 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis menyatakan bahwa dia tidak mengetahui sama sekali susunan acara di restauran Dapoer Nenek sebelum menghadiri acara itu. “Yang saya tahu acara ulang tahun itu adalah ulang tahun warga biasa,” kata Erwin menjawab pertanyaan yang dilansir StartNews melalui sambungan telepon, Jumat (28/1/2022). Bahkan, untuk meyakinkan […]

  • Warga Paluta Keluhkan Sampah

    Warga Paluta Keluhkan Sampah

    • calendar_month Kamis, 22 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Paluta, (MO)- Sejumlah warga yang bermukim di Kelurahan Pasar Gunung Tua dan sekitarnya, Kecamatan Padang Bolak mengeluhkan tumpukan sampah yang berada di pinggir Jalan. Soalnya, tumpukan sampah itu sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir karena belum diangkut instansi terkait. Warga khawatir tumpukan sampah di depan permukiman mereka itu akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Terlebih sejak […]

  • Camat Tuduh Kepdes Lamban Mengajukan Gaji

    Camat Tuduh Kepdes Lamban Mengajukan Gaji

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Camat Panyabungan, Hapisuddin menyatakan belum gajiannya para kepala desa selama 7 bulan terakhir akibat keterlambatan pengajuan dari pihak desa sendiri. “Memang benar 33 desa di kecamatan belum cair honor, namun itu terletak pada keterlambatan pengusulan dari pihak kepala desa, sehingga proses agak terlambat, yang pasti itu akan dicairkan,” katanya menjawab wartawan, […]

  • Aliansi Enam Lembaga Lakukan Gerakan Koin Cinta Untuk Rizky Wasiah

    Aliansi Enam Lembaga Lakukan Gerakan Koin Cinta Untuk Rizky Wasiah

    • calendar_month Jumat, 22 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Usai solat Jum’at (22/`1) aliansi enam lembaga melakukan Gerakan Koin Cinta Untuk Rizky Wasiah, bayi 10 bulan yang mengalami usus keluar sejak lahir. Keenam lembaga itu meliputi Karang Taruna Madina, media Mandailing Online, surat kabar Malintang Pos, surat kabar Portibi DNP, surat kabar Metro Tabagsel dan DPC PDI Perjuangan Madina. Gerakan […]

  • Anomali Empat Koma: Sati Nasution dan Peta Jalan Baru Inklusi Sosial Jaringan Kreatif Muda Madina

    Anomali Empat Koma: Sati Nasution dan Peta Jalan Baru Inklusi Sosial Jaringan Kreatif Muda Madina

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Moechtar Nasution *   Waktu iseng berselancar di situs resmi BPS Provinsi Sumatera Utara tempo hari, terpampang data yang bikin miris. Di sana, dalam rilis angka Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tahun 2025 yang keluar per 26 Februari 2026, tertera angka telanjang yang bikin hati bertanya serius: Kenapa Madina cuma “nangkring” di angka 4,7500 […]

  • 5 Kecamatan di Madina Minta Bupati Stop PT SMGP

    5 Kecamatan di Madina Minta Bupati Stop PT SMGP

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masyarakat lima Kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Senin (3/11) meminta Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution menyetop aktifitas PT Sorik Merapi Geothermal Power (PT SMGP), pasalnya perusahaan yang bergerak di eksploitasi panas bumi ini dinyatakan telah melanggar janji-janji jaminan yang sudah di sepakatai sebelumnya. Kelima kecamatan itu adalah Kecamatan Panyabungan […]

expand_less