Senin, 21 Sep 2026
light_mode

BKD Gandeng Kantor Pos

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
  • print Cetak


Penerimaan berkas administrasi pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2010 di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akan tetap menggunakan jasa kantor pos. Ini dilakukan untuk lebih kondusifnya pelaksanaan penerimaan berkas pelamar.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Madina, Asrul Daulay SIP saat ditemui METRO di ruang kerjanya, Jumat (5/11) mengatakan, pada penerimaan seleksi CPNS yang tak lama lagi akan dibuka, BKD akan tetap bekerja sama dengan kantor pos yang ada di Kabupaten Madina seperti tahun 2009 lalu.

Hal ini dilakukan untuk lebih mempermudah dan membuat suasana kondusif bagi pelamar yang akan melamar nantinya. Meski ini bukan salah satu yang ada di petunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksanaan (Juklak), namun kerja sama dengan kantor pos tersebut merupakan kebijakan Pemprovsu, begitu juga dengan Pemkab Madina. Sebab dengan menggunakan jasa kantor pos dalam penerimaan berkas maka akan memperlancar dan mempermudah dalam menjalankan tahapan dan rangkaian CPNS.

“Tahun lalu juga kita buat seperti ini yakni bekerja sama dengan kantor pos dalam penerimaan berkas pelamar CPNS. Lalu, pihak kantor pos nantinya yang akan mengantar ke BKD Madina kemudian berkasnya diverifikasi. Ini untuk mempermudah penerimaan nantinya,” ujarnya.

Asrul menambahkan, BKD Madina saat ini hanya menunggu jumlah formasi serta MoU dalam hal penerimaan CPNS. Direncanakan, jumlah formasi akan diterima dari MenPAN pada pertengahan November ini. Setelah itu, BKD Madina akan berkoordinasi dengan BKD Sumut terkait jadwal pelaksanaannya serta hal lain terkait penerimaan CPNS.

“Penetapan waktu akan ditentukan setelah ditetapkannya jumlah formasi dan rangkaian lainnya, karena kita masih akan melakukan koordinasi dengan BKD Sumut,” tambahnya.

Terkait isu yang beredar soal mengutamakan pelamar yang memakai KTP daerah, Kepala BKD Madina menjelaskan, dalam Juklak dan Juknis tidak ada menyebutkan bahwa pelamar harus memakai KTP daerah yang dilamar atau harus mengutamakan pelamar dari daerah itu sendiri. “Itu tak ada dalam Juklal dan Juknis, pelamar yang lulus nantinya hanyalah pelamar yang memiliki kemampuan dan lulus dalam ujian,” tegasnya.

Masih dikatakan Asrul, Pemkab hingga saat ini belum menetapkan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mana yang akan diajak bekerja sama soal penerimaan CPNS. Dan sesuai dengan Juklak, juga tidak ada disebutkan harus bekerja sama dengan PTN yang ada di daerah saja.

“Soal teknis dan administrasi lainnya kita mengacu kepada Juklak dan Juknis. Sedangkan soal kerja sama dengan PTN mana, itu belum bisa dipastikan, karena kita akan memilih PTN yang memang berpengalaman dan sesuai dengan kemampuan kita,” pungkasnya.

Tapsel Masih Tunggu Rapat Tim

Sementara itu Kepala BKD Tapanuli Selatan, Drs Aswad Daulay MH, belum bisa memastikan apakah dalam penerimaan berkas pelamar akan bekerja sama dengan kantor pos atau tidak. BKD saat ini masih menunggu jadwal seleksi penerimaan CPNS dan rincian formasi yang diperkirakan pertengahan November 2010 ini baru akan keluar.

“Nanti tim penerimaan CPNS rapat dulu, baru bisa diketahui. Memang permohonan dari kantor pos sudah ada, tapi itu bukan suatu kewajiban,” ujar Aswad Daulay, Jumat (5/11).

Diungkapkan Aswad, jadwal pendaftaraan CPNS sangat menentukan apakah mungkin bekerja sama dengan kantor pos atau tidak. Jika waktu pendaftaran panjang, bisa saja itu dilakukan. Tapi jika waktu pendaftaran singkat, tentu perlu pertimbangan yang matang.

Dijelaskan Aswad, jika waktu pendaftaran singkat, dan ketika berkas pelamar yang sampai di BKD dicek dan ada yang kurang, tentu berkas tersebut dikembalikan lagi melalui kantor pos, dan itu butuh waktu. Sehingga dikhawatirkan waktu memasukkan berkas lamaran pelamar yang kurang, waktu pendaftaran sudah habis. Sementara jika diterima langsung oleh Pemkab, bisa dicek langsung apakah berkasnya kurang atau tidak.

“Tapi intinya bagaimanapun tekhnis penerimaan berkas lamaran pelamar CPNS nantinya, itu semua dilakukan untuk memudahkan proses pendaftaran CPNS,” ucap Aswad.

Untuk diketahui, Kabupaten Tapanuli Selatan mendapat jatah formasi CPNS 2010 sebanyak 229 orang. (wan/neo)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polresta Medan Ringkus Maling Alkes Dinkes Sumut

    Polresta Medan Ringkus Maling Alkes Dinkes Sumut

    • calendar_month Minggu, 20 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (MO) – Tim Reserse Kriminal Polresta Medan mengamankan 4 orang terduga pelaku pencurian alat kesehatan (Alkes) dari Gudang Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Salah seorang terduga merupakan Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai. Polisi menangkap para tersangka di kediaman masing-masing, setelah polisi menerima informasi ada transaksi penjualan […]

  • Honor 2000-an guru Madrasah di Madina Belum Dicairkan Sejak Januari, Dimana Sembunyi Uang Senilai 4,2 Milyar Itu?

    Honor 2000-an guru Madrasah di Madina Belum Dicairkan Sejak Januari, Dimana Sembunyi Uang Senilai 4,2 Milyar Itu?

    • calendar_month Selasa, 16 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para guru madrastah di Kabupaten Mandailing Natal belum menerima honor mereka sejak Januari 2016 alias 7 bulan. Kemana uang mereka? Tak diketahui.  Yang jelas, gaji dalam bentuk honor itu bersumber dari APBD Kabupaten Mandailing Natal yang dikelola Pemkab Madina. Jumlah guru madrastah ini tak tanggung-tanggung, sekitar 2000-an orang. Tiap guru […]

  • SURAT MARYAM MENGGUGAHKU UNTUK MASUK ISLAM

    SURAT MARYAM MENGGUGAHKU UNTUK MASUK ISLAM

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    “Entahlah, jika temanku tidak pernah memberikanku sebuah al-Qur’an terjemahan, mungkin aku akan tersesat selamanya. Sebab, melalui al-Qur’an inilah aku menemukan setetes hidayah yang aku cari selama ini. Di sini akhirnya aku temukan sebuah kebenaran bahwa Isa bukanlah Tuhan, tapi hanya seorang Nabi.” Demikian pengakuan Ahmad Beben, laki-laki keturunan Tionghoa yang kemudian masuk Islam setelah mem­baca […]

  • Pemkab Madina Bangun Ratusan Sarpras Sekolah Selama Tiga Tahun

    Pemkab Madina Bangun Ratusan Sarpras Sekolah Selama Tiga Tahun

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejak 2021, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) melalui Dinas Pendidikan telah membangun sarana dan prasarana (Sarpras) pendidikan berupa ratusan gedung baru di sekolah-sekolah yang ada di kabupaten ini. Termasuk gedung laboratorium komputer, UKS, ruang kelas inklusif, dan jamban. Kepala Dinas Pendidikan Madina Rahmad Hidayat mengungkapkan hal itu ketika dimintai keterangan […]

  • Penetapan dana hibah Sidimpuan diprotes

    Penetapan dana hibah Sidimpuan diprotes

    • calendar_month Rabu, 13 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Organisasi mahasiswa, organisasi masyarakat, organisasi profesi dan LSM yang berada di wilayah hukum Padang Sidimpuan memprotes terhadap penetapan dana hibah dan dana bantuan sosial yang bersumber dari dana APBD Kota Padang Sidempuan tahun 2013. Para himpunan organisasi dan LSM tersebut, juga telah melayangkan surat yang ditujukan kepada Walikota Padang Sidimpuan, Kertua DPRD […]

  • INW Sebut Bisnis Narkoba di Madina Jadi Tantangan Terberat Kapolda Sumut

    INW Sebut Bisnis Narkoba di Madina Jadi Tantangan Terberat Kapolda Sumut

    • calendar_month Selasa, 25 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Jakarta ( Mandailing Online)– Direktur Indonesia Narcotic Watch (INW) Budi Tanjung menilai tantangan Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi sebagai Kapolda Sumatera Utara (Sumut) yang baru tidak hanya menyangkut luas wilayah provinsi ini, tetapi lebih kepada masalah peredaran narkoba, khususnya di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang makin masif. Budi Tanjung menyampaikan hal itu merespon pengakuan […]

expand_less