Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

DPRD Madina Apresiasi Upaya Atasi Kebutuhan Air Bersih

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 5 Des 2012
  • print Cetak

air bersih 051212Kalangan DPRD Mandailing Natal (Madina) menyepakati perlunya keseriusan dalam upaya mengatasi kebutuhan air bersih secara jangka panjang di Panyabungan dan kawasan lain di Madina. Pembangunan air bersih dan potensi-potensi sumber air merupakan hal yang urgen.

Sikap DPRD Madina itu terkait adanya upaya Pemerintah Deerah Madina dengan pihak Pemprovsu dalam program penanggulangan air bersih di Madina guna untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Madina.

Anggota DPRD Madina, Ali Mutiara Rangkuti, beberapa waktu lalu mengatakan sangat mengapresiasi Pemkab Madina dan juga Satker APBN Dinas Tarukim terkait rencana program pembangunan air bersih.

Pertemuan antara Pemkab Madina dengan Dinas Tarukim Sumatera Utara pada Oktober lalu terungkap bahwa pihak Dinas Tarukim berkomitmen meningkatkan anggaran dana dalam program air bersih di Madina pada tahun 2013.

Ali Mutiara pada intinya mengatakan, DPRD selaku pengemban amanah rakyat siap berjuang untuk mensukseskan program tersebut. Dan anak sungai Aek Nalan yang mengalir di pegunungan kawasan Kecamatan Panyabungan Selatan yang diproyeksikan sebgai salah satu sumber air bersih diprediksi mampu untuk kebutuhan air bersih di kota Panyabungan.

Di tahap awal, sumber air bersih yang akan dikelola adalah Aek Nalan yang terletank di Panyabungan Selatan. Wakil Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution sudah membawa Satker APBN dan Dinas Tarukim Sumut meninjau langsung anak sungai Aek Nalan untuk mendapat dukungan bagi pengelolaan air bersih di Madina.

“Pada rapat koordinasi Pemkab Madina dan Satker APBN itu, Pemkab Madina diharuskan mempersiapkan Desain Air Minum, Rencana Induk Sistim Penyediaan Air Minum, anggaran pendamping dan menyanggupi pembebasan tanah,” tegas Dahlan Hasan di sela peninjauan lapangan.

Dahlan Hasan menyatakan peninjauan lokasi itu dimkasudkan agar Satker APBN dan Dinas Tarukim Sumut dapat lebih jitu mendukung program pembangunan air bersih di Madina, baik dari sisi dukungan dana maupun dukungan lainnya.

Dengan begitu, tahun depan diharapkan program pembangunan air bersih yang bersumber daeri Aek Nalan ini sudah mulai jalan sehingga kebutuhan air minum bagi masyarakat semakin cepat tercapai. Sebab, selama ini kemampuan Pemkab Madina masih sekitar 5 persen menyediakan infrastruktur air bersih di daerah itu.

Selama ini sumber air yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Madina masih berasal dari anak sungai Siharimo-Rantopuran, Gunung Tua, Panyabungan.

Anak sungai Siharimo ini, selain tak akan cukup untuk jangka panjang terkait akan semakin bertambahnya jumlah penduduk kota Panyabungan, tingkat kebersihannya juga akan menurun karena adanya aktivitas perkebunan warga desa di hulu.

Dahlan Hasan mengungkapkan, rencana induk air minum yang direncanakan mulai digarap pada tahun 2013 diharapkan akan semakin tersahuti kebutuhan air minum bersih untuk konsumsi masyarakat Madina.


Infrastruktur Air Bersih Baru 5 Persen

Dari total 23 kecamatan di Madina, baru 4 kecamatan yang memiliki infrastruktur air bersih, atau baru mencapai sekitar 5 persen.

Data itu terungkap pada pertemuan antara Pemkab Madina dengan Dinas Tarukim Sumatera Utara di aula kantor bupati Madina, Oktober lalu.

Pertemuan yang dipimpin Wakil Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution itu membahas issu program air bersih, persampahan dan infrastruktur.

“Sesuai dengan target Provinsi Sumut bahwa masyarakat yang bisa terlayani air bersihnya harus mencapai sekitar 71 persen, sementara untuk Madina masyarakat yang bisa terlayani air bersihnya baru mencapai 5 persen,” kata Suherman, pejabat Dinas Tarukim Sumut.

Suherman berharap tercapainya peningkatan kerjasama antara Pemprovsu dengan Pemkab Madina, sebab pada tahun 2013 pihaknya akan memperioritaskan Madina dalam bidang air bersih, begitu juga dengan program lainnya.

Secara spesifik Suherman mengungkapkan di tahun 2013 Dinas Tarukim Sumut akan membuatkan rencana induk air minum di Madina, sehingga dengan begitu masyarakat Madina dapat terlayani air minumnya.

Sementara Sarker APBN, Sahta Bangun dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa kedatangan mereka ke Madina tersebut untuk mensosialisasikan rencana sejumlah program di Madina.

“Memang kami akui bahwa pada tahun yang lalu dana untuk Mandailing Natal ini sangat minim, namun ini semua akibat dari kurang siapnya Kabupaten Madina ini untuk menerima apa yang sudah kami rencanakan tersebut, sehingga dengan terpaksa dana tersebut kami alihkan ke kabupaten lain,” terangnya.

Secara tegas Sahta Bangun mengatakan bahwa jika Kabupaten Madina siap untuk menampung apa yang sudah direncanakan pihaknya, maka pada tahun 2013 pihaknya akan memperioritaskan Madina.

“Untuk sama-sama kita ketahui bahwa di Tarukim tersebut juga ada program penanggulangan bencana untuk perkotaan dan juga ada pengolahan persampahan untuk perkotaan,” jelas Sahata. (dab/mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejaksaan Geledah Ruangan Sekretaris DPRD Langkat

    Kejaksaan Geledah Ruangan Sekretaris DPRD Langkat

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Langkat, – Kejaksaan Negeri Stabat melakukan penggeledahan ruangan kerja Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, untuk mencari berkas sebagai bukti tambahan bagi tersangka Sekretaris DPRD HS. “Kita mengumpulkan bukti bukti kasus dugaan korupsi Sekwan (Sekretaris Dewan/DPRD) Langkat,” kata Kepala seksi Pidana Khusus Kejaksaaan Negeri Stabat Ricardo Marpaung di Stabat, Kamis. Ricardo […]

  • Dua Sungai Di Madina Bisa Hasilkan 30 MW Listrik

    Dua Sungai Di Madina Bisa Hasilkan 30 MW Listrik

    • calendar_month Sabtu, 13 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Natal di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dapat menghasilkan arus listrik 20 hingga 30 mega watt (MW) dengan pola Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hitro (PLTMH). Tiga perusahaan swasta sudah melirik Madina dalam rencana investasi. Ketiganya adalah PT.Demarco Energi Sejati, PT.Terrasys Energi Madina dan PT. Hesa Laras […]

  • Narbaez, Warga AS yang Memeluk Islam Karena Terpikat Sujud dan Wudhu

    Narbaez, Warga AS yang Memeluk Islam Karena Terpikat Sujud dan Wudhu

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Tak pernah terlintas di benak Raphael NarBaez, pria berkebangsaan Amerika Serikat untuk mempelajari dan bahkan memeluk Islam. Betapa tidak. Dalam dirinya telah tertanam sebuah keyakinan bahwa semua agama, selain yang diyakininya, adalah buruk. Hingga suatu hari, ia tak lagi meyakini kebenaran agama yang dipeluknya. Narbaez pun memutuskan untuk meninggalkan agamanya. Ia lalu mempelajarinya ulang, dan […]

  • Padi Siap Panen Ludes Tertimbun Lumpur

    Padi Siap Panen Ludes Tertimbun Lumpur

    • calendar_month Rabu, 20 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Pasca banjir bandang melanda 6 desa di Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyisakan kesedihan mendalam bagi masyarakat di Kecamatan Panyabungan. Didesa Manyabar selain tempat tinggal yang terimbun oleh lumpur juga sawah yang siap panenpun ludes terbawa arus sungai (MO/mar)

  • Dina Kayla Masih Perkuat “Biola Na Mabugang 2”

    Dina Kayla Masih Perkuat “Biola Na Mabugang 2”

    • calendar_month Senin, 6 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)- Meski sudah menyandang status istri, Dina Kayla direncanakan masih akan ikut membintangi film “Biola Na Mabugang 2”. Kepastian itu dikatakan Sutradara “Biola Na Mabugang”, Askolani Nasution, di Panyabungan, Senin (6/2). Kehadiran Dina Kayla di film ke dua ini masih sangat diperlukan karena alur cerita di “Biola Na Mabugang 2” akan menampilkan tokoh wanita […]

  • Pasaman Barat Akan Jadi Sentra Produksi Ikan Laut

    Pasaman Barat Akan Jadi Sentra Produksi Ikan Laut

    • calendar_month Minggu, 29 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIMPANG AMPEK : Pasaman Barat, satu wilayah berada di kawasan pantai barat Sumatera Barat memiliki potensi besar bidang perikanan, dan optimis punya prospek cerah untuk dikembangkan menjadi sentra produksi ikan laut terbesar di provinsi itu. Bupati Pasaman Barat Baharuddin di Simpang Ampek berjarak 200 km dari Kota Padang, mengatakan, ada lima kecamatan berada di kawasan […]

expand_less