Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Percepatan Pembangunan Madina dengan Memperkuat Daya Saing Daerah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 28 Feb 2013
  • print Cetak
14 tahun Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dimekarkan dari kabupaten induk, Tapanuli Selatan (Tapsel), bukanlah usia yang muda. Jika diibaratkan manusia, sudah memasuki usia remaja. Pada usia ini, sudah mulai paham bagaimana menggapai suatu cita-cita. Nah, bila ini sebuah daerah, berarti seyogianya juga mampu mewujudkan kesejahteraan daerah itu sendiri.

Maka dari itu, sudah barang tentu jika suatu daerah otonom dimekarkan, akan ada kebanggaan yang bisa diandalkan. Begitu juga Kabupaten Madina yang daerahnya memiliki luas 662.070 Ha atau 9,24% dari wilayah Provinsi Sumut. Kabupaten Madina sendiri memiliki 23 kecamatan, 377 desa dan 32 kelurahan, dengan alam subur mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan serta memiliki panjang garis pantai mencapai 170 Km.

Pada awal berdirinya kabupaten ini dinakhodai Amru Daulay SH selama dua priode dengan membawa konsep menjadikan Madina yang Madani. Kemudian dari pemilihan kepala daerah berikutnya HM Hidayat Batubara SE bersama Dahlan Hasan Nasution, mendapat kepercayaan dari hampir 72% rakyat untuk memimpin daerah tersebut. Sehingga di pundak pemimpin Madina inilah rakyat menggantungkan harapan dalam pencapaian kesejahteraan dari tahun-tahun sebelumnya.

Konsep yang dibawakan pemimpin Madina dengan tiga visi menciptakan lapangan kerja baru, pendidikan gratis dan kesehatan geratis.  Dari 1,6 tahun kepemimpinan Hidayat-Dahlan, arah pencapaian visi misi mulai terlihat. Seperti pendidikan dengan membagikan beasiswa terhadap mahasiswa berprestasi, pemberian seragam sekolah, BOS untuk tingkat SLTA. Kesehatan dalam APBD tahun ini dianggarkan seluruh masyarakat akan berobat gratis pada rumah sakit daerah, Puskesmas buka 24 jam. Sedang untuk lapangan kerja baru akan dibuat MoU dengan perusahan- perusahan yang ada di daerah untuk mempekerjakan tenaga kerja lokal.

Nah berkaitan Sumber Daya Alam yang cukup kaya, dengan bermodalkan itu saja rasanya belum cukup dalam pencapaian suatu kepuasan kesejahteraan rakyat. Akan tetepi perlu ditopang konsep-konsep maupun program matang bagaiman supaya kekayaan alam itu berdaya guna dan bisa dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sehingga dengan demikian, perlu pemetaan daerah apa yang ada di dalam kekayaan alam itu untuk perkuatan daya saing daerah, antara lain;

Sektor Pertanian/Perkebunan
Sebagaimana diketahui, hampir 60% masyarakat daerah ini menggantungkan mata pencahariannya dalam menghidupi keluarga dari sektor pertanian perkebunan. Sehingga Pemkab Madina terus berupaya mengembangkan sektor ini dengan  membuka lahan-lahan tidur, agar bisa diusahai tanpa harus melanggar peraturan tentunya. Misalnya dengan perluasan lahan persawahan, sudah dalam beberapa tahun ini terus digalakkan pembukaan atau percetakan sawah baru, pembagian bibit bermutu dan lain sebaginya.

Kedua sektor ini bisa menjadi unggulan daerah Madina, mengingat potensi yang terkandung di dalamnya untuk perkuatan daya saing daerah. Bukan berarti mengecilkan potensi-potensi lainnya. Hanya saja, pemerintah perlu menciptakan iklim investasi yang baik agar percepatan pembangunan semakin cepat tercapai.

Dengan iklim investasi inilah pemerintah bersama stakeholder lainnya bisa menjual berbagai produk local. Dengan artian, jika saja daya saing daerah sudah mencapai pada level dikenal oleh luar Madina, tentunya akan mudah bagi daerah memasarkan kepada investor. Tujuannya tidak terlepas kesejahteraan masyarakat.
Budaya Kerja Keras
Pemkab Madina sudah pernah mencanangkan budaya kerja keras sehingga dengan begitu bisa juga dikaitkan dengan perkuatan daya saing daerah. Dimana dalam pencapaiannya ada lima elemen yang harus menjadi perhatian, yaitu bagaimana menjaga iklim ekonomi di daerah, bagaimana kualitas sumber daya manusia dan ketenagakerjaan, menjaga iklim usaha kondusif, ketersedian infrastruktur SDA dan lingkungan.

Menjaga iklim ekonomi daerah tanpa budaya kerja keras hal itu tidak akan bisa tercapai. Begitu juga empat poin lainnya. Dimana konsekuensi logis dari pelaksanaan otonomi daerah adalah meningkatkan upaya masing-masing pemerintah daerah dalam memanfaatkan dan mengembangkan potensi lokal yang bisa menjadi kunci keberhasilan pembangunan saat ini.

Otonomi memberikan pemerintah daerah kewenangan sangat besar untuk menciptakan tata kelola ekonomi daerah untuk berinteraksi dengan pelaku usaha untuk mengambil kebijakan mendukung pengembangan sektor swasta. Dan tata kelola ekonomi merupakan satu faktor penting yang dipercaya dapat menciptakan iklim usaha yang sehat dengan tetap menjadikan produk lokal tuan rumah sendiri dan menjadi kebanggaan kita bersama.

Maka dengan perpaduan budaya kerja keras untuk perkuatan daya saing daerah ditambah inovasi kreasi aparatur pemerintah daerah Kabupaten Mandailing Natal dibawah pimpinan Hidayat – Dahlan  juga merupakan kunci keberhasilan pembangunan didaerah, tentunya akan membangun pigur pemimpin lokal efektif, efisien, dan fropesional.

Maka dari itu, melalui Hari Jadi Kabupaten Madina yang ke 14 ini, harus bisa menjadi momentum untuk percepatan pembangunan dengan kerja keras, persatuan kesatuan antara masyarakat, pemerintah, akan tercipta suasana kondusif di Kabupaten Madina yang kita cintai ini, dengan begitu perkuatan daya saing daerah akan lebih mudah kita capai. Dengan begitu, akan terwujudlah masyarakat sejahtera, mandiri dan pemerintahnya pun akan bisa dengan mudah melaksanakan programnya. Semoga…!.(Oleh: Zamharir Rangkuti)

Penulis adalah wartawan Medan Bisnis. Tulisan ini diikutkan dalam lomba karya tulis dalam memperingati HUT ke 14 Kabupaten Mandailing Natal

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT SMGP Harus Beberkan Dampak Negatif Geothermal

    PT SMGP Harus Beberkan Dampak Negatif Geothermal

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) yang akan melaksanakan eksplorasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diminta melaksanakan sosialisasi secara terbuka terhadap masyarakat. Permintaan itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Keluarga Besar Mahasiswa Mandailing Natal (PP Gabema Madina) Agussalam Nasution kepada Tim Sosialisasi Pembangunan Sorik Marapi Geothermal saat pelaksanaan sosialisasi geothermal […]

  • Guru Besar Universitas Sains Malaysia Puji Darul Mursyid

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SAIPAR DOLOK HOLE (Mandailing Online) – Dr.Sofri B.Yahya,Ph.D,CFIA,MIM dan Dr.Md.Harashid Bin Haron,Ph, keduanya guru besar Universitas Sains Malaysia menyatakan salut dengan system pendidikan di pesantren Darul Mursyid, di Tapanuli Selatan. “Saya melihat Darul Mursyid sudah punya system yang baik sehingga dapat eksis dalam dunia pendidikan,” kata Dr. Sofri, Jum’at (17/5/2013) lalu ketika mengunjungi pesantren modern […]

  • Di Madina Adik Lantik Abang jadi Sekda

    Di Madina Adik Lantik Abang jadi Sekda

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Panyabungan. Hidayat Batubara selaku Bupati Mandailing Natal (Madina) melantik abangnya, M Daud Batubara sebagai sekretaris daerah (sekda), Selasa (9/8), di aula kantor bupati, kawasan Bukit Paya Loting, Desa Parbangunan, Panyabungan. Sementara itu, di sejumlah sudut kota, khususnya kawasan jalan lintas Sumatera depan kantor bupati terpampang spanduk, antara lain bertulis “Tolak Pemerintahan KKN”. Tidak diketahui siap […]

  • Isu Penculikan Merebak di Sibolga

    Isu Penculikan Merebak di Sibolga

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPTENG-Masyarakat Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah Tapteng), khususnya orangtua, resah akibat merebaknya isu melalui SMS tentang aksi penculikan terhadap anak-anak, orang dewasa, bahkan orangtua. Sesuai sms itu, orang yang diculik akan dibunuh untuk diambil organ tubuhnya seperti hati, jantung dan ginjal. “Polsek/Polres Madina memohon maaf untuk semua. Diumumkan kepada Anda bahwa ada penculikan anak, dewasa, […]

  • Inilah Praktik Dinasti Politik yang Berkuasa di Sumut

    Inilah Praktik Dinasti Politik yang Berkuasa di Sumut

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Praktik dinasti politik di Sumatera Utara ternyata lebih banyak dari data yang dilansir Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri). Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, menyebut ada 57 dinasti politik di seluruh Tanah Air, termasuk dinasti politik Bachrum Harahap yang kini menjabat Bupati Padanglawas Utara dan anaknya Andar Amin Harahap sebagai Wali Kota Padangsidimpuan. […]

  • Buang Sampah Sembarangan Bakal Kena Denda Rp 500 Ribu Berlaku Tahun Depan.

    Buang Sampah Sembarangan Bakal Kena Denda Rp 500 Ribu Berlaku Tahun Depan.

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Perusahaan Pelanggar Didenda Rp 50 Juta JAKARTA – Sanksi denda maksimal yang berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta di wilayah Jakarta tak hanya akan diberlakukan bagi kendaraan yang menerobos jalur Transjakarta (busway) dan parkir sembarangan (liar atau di tempat terlarang). Sanksi yang sama juga akan diberlakukan bagi warga yang suka membuang sampah sembarangan. […]

expand_less