Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Korban Banjir Butuh Makanan & Pakaian

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 5 Okt 2010
  • print Cetak

17 Rumah Masih Terendam Air Setinggi 1 Meter
TAPSEL-METRO; Korban banjir di Dusun Gua Asom, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, membutuhkan bantuan berupa makanan, air bersih, dan pakaian yang layak. Sebab, dari Sabtu (2/10) malam hingga Senin (4/10) warga masih bertahan di loteng. Mereka tidak berani turun ke bawah untuk mencari makan dan minum. Pakaian yang digunakanpun masih tetap yang kemarin karena pakaian yang lain basah terendam air.

Salah satu jembatan kayu yang rusak akibat banjir sedang diperbaiki Pemkab Tapsel bersama warga dan TNI Minggu (3/10) lalu.
“Saat ini yang paling dibutuhkan warga adalah makanan, air bersih, dan pakaian layak. Dan bantuan dari Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) belum datang, katanya hari ini, Selasa (5/10) akan disalurkan,” kata Camat Angkola Selatan, Hamdy S Pulungan SSos, kepada METRO, Senin (4/10).

Camat menambahkan, dari hasil pantauan yang dilakukan oleh staf kecamatan dan laporan penduduk sekitar, hingga Senin (4/10), 17 rumah masih terendam air setinggi sekitar semeter, sebelumnya sekitar 1,60 meter.

“Ketinggian air masih sekitar 1 meter. Selain itu, jalanan juga belum bisa dilalui kendaraan. Itu informasi terkini dari anggota yang terus stand by dan siaga di sekitar lokasi bencana,” ujarnya di posko bencana alam di kantor camat Angkola Selatan, Siais.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Kadisnakertransos) Tapsel, Samsul Bahri, kepada METRO, Senin (4/10) melalui telepon selulernya mengatakan, bantuan dari pemkab akan disalurkan kepada 17 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban banjir, Selasa (5/10). Bantuan yang diberikan berupa beras sebanyak sekitar 765 kilogram atau sekitar 45 kg untuk setiap rumah tangga.

“Rencananya akan disalurkan Selasa (5/10) untuk 17 rumah warga yang terendam sesuai dengan laporan camat. Jumlahnya sekitar 765 kilogram atau 45 kilogram setiap rumah,” kata Samsul.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinskes) Tapsel, Drs H Sarmadhan Harahap Apt melalui Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK), dr Sri Khairunnisa, menambahkan, sesuai laporan dari petugas kesehatan di posko kesehatan di Dusun Huta Baru yang dikoordinir Puskesmas Angkola Selatan belum ada ditemukan warga yang terkena penyakit, seperti diare, gatal-gatal, dan lainnya.

“Kita masih terus stand by sampai 2-3 hari ke depan. Kita lihat saja kondisinya bagaimana,” sebutnya.

1 Perahu Karet Disiagakan

Camat Angkola Selatan, Hamdy Pulungan, menambahkan, hingga kemarin ketinggian air sungai Aek Batang Salai masih sekitar 2 meter lebih. Hal ini disebabkan hujan masih terus mengguyur Angkola Selatan sejak malam hingga pagi, Senin (4/10).

“Saat ini ketinggian air sungai Aek Batang Selai masih sekitar 2 meter lebih karena hujan terus mengguyur. Untuk itu kita minta warga waspada dan hati-hati serta melakukan jaga malam. Dan jika terjadi sesuatu laporkan secepatnya agar bisa segera kita lakukan tindakan. Kita di posko bencana ini selalu stand by,” ujarnya.

Menurut Hamdy, pihaknya juga sudah menyiagakan perahu karet untuk sarana angkutan bagi korban banjir. “Satu unit perahu karet yang ada di kantor camat sudah kita siagakan di Dusun Gua Asom,” sebutnya.

Camat menambahkan lagi, jembatan kayu yang rusak di Gua Asom masih belum diperbaiki. Akibatnya, arus lalu lintas masih terputus dan kendaraan roda empat tidak bisa lewat ke Gua Asom. Kondisi ini di perparah lagi dengan masih belum juga diperbaikinya jalan longsor di Dusun Kampung Sedikit. “Kita harapkan jembatan dan jalan ini segera diperbaiki agar arus lalu-lintas kembali normal,” harapnya. (phn)
sumber:metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • TPP-DT dan Ratusan Warga Tabuyung Demo, Tuntut PT TBS Realisasikan Kebun Plasma

    TPP-DT dan Ratusan Warga Tabuyung Demo, Tuntut PT TBS Realisasikan Kebun Plasma

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TABUYUNG (Mandailing Online) –  Tim Percepatan Pembangunan Desa Tabuyung (TPP-DT) bersama ratusan warga Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal menggelar aksi unjuk rasa, Selasa, (17/06/25) menuntut realisasi kebun plasma sawit. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap PT. Tri Bahtera Srikandi (PT. TBS) yang dinilai belum merealisasikan kewajiban membangun kebun plasma seluas 20% dari lahan […]

  • Yang Unik HUT RI di Madina

    Yang Unik HUT RI di Madina

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mobil ini tak pernah alpa mengibarkan bendera merah putih ukiran kecil di setiap menjelang 17 Agustus. Siapa nama pemakai mobil ini? Silahkan Anda menelusurinya bedasar nomor plat-nya. Sejumlah PNS di Pemkab Madina yang ditanya Mandailing Online, menyatakan bahwa pria pemakai mobil ini tiap tahun tidak pernah alpa menyematkan bendera merah putih setiap menjelang HUT kemerdekaan […]

  • MULAK TU KAMPUNG

    MULAK TU KAMPUNG

    • calendar_month Rabu, 6 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Askolani Nasution Budayawan/Sutrdara film Mandailing   Anak-anak yang pulang kampung juga menjadi ruh bagi sebuah keluarga. Orang tua dan saudara akan bergembira, meskipun tak selalu ada “silua” yang dibawa. Bagi sebuah keluarga, berkumpulnya semua anggota keluarga dalam masa lebaran menjadi hal yang sangat istimewa. Selain karena mengulang kembali masa-masa indah, juga kenikmatan yang […]

  • Wabah Diare Landa Desa Huta Tinggi, 2 Warga Meninggal

    Wabah Diare Landa Desa Huta Tinggi, 2 Warga Meninggal

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Dalam seminggu terakhir, dua orang warga Desa Huta Tinggi, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meninggal dunia akibat diserang penyakit diare. Dugaan sementara, penyakit diare itu bersumber dari jajanan anak. Hingga Sabtu (26/03/2011), warga Huta Tinggi masih banyak mendatangi posko kesehatan di desa tersebut. Untuk mencegah sekaligus mengendalikan penyakit yang mematikan ini […]

  • Masdoelhak Nasoetion, Kematiannya Menimbulkan Kemarahan PBB (Bagian 2 – selesai)

    Masdoelhak Nasoetion, Kematiannya Menimbulkan Kemarahan PBB (Bagian 2 – selesai)

    • calendar_month Senin, 30 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Siapa Masdoelhak? Masdoelhak adalah anak Padang Sidempoean kelahiran Siboga. Nama lengkapnya Masdoelhak Nasoetion gelar Soetan Oloan, cucu dari Soetan Abdoel Azis dari Goenoeng Toea, Mandailing. Ayah Masdoelhak bernama Nazar Samad Nasoetion gelar Mangaradja Hamonangan (lahir di Padang Sidempoean) dan ibunya bernama Namora Siti Aboer br Siregar (lahir di Padang Sidempoean). Masdoelhak, anak keenam dari tujuh […]

  • Bio Data Calon Bupati Madina, Yusuf Nasution

    Bio Data Calon Bupati Madina, Yusuf Nasution

    • calendar_month Minggu, 6 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Nama Lengkap : Drs. H. M. YUSUF, M.Si Lahir                  : 15 Juni 1964 Alamat               : Jl. Suka Maju No. 40 Dalan Lidang, Panyabungan Motto Hidup     : Berkarya Bagi Masyarakat, Nusa dan Bangsa     PENDIDIKAN FORMAL SD       : Pemnas (1971-1977) SMP     : N.XV (1977-1981) SMA    : Prayatna (1981-1984) S1        : Universitas […]

expand_less