Senin, 10 Agu 2026
light_mode

Wabah Diare Landa Desa Huta Tinggi, 2 Warga Meninggal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Dalam seminggu terakhir, dua orang warga Desa Huta Tinggi, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meninggal dunia akibat diserang penyakit diare. Dugaan sementara, penyakit diare itu bersumber dari jajanan anak.

Hingga Sabtu (26/03/2011), warga Huta Tinggi masih banyak mendatangi posko kesehatan di desa tersebut. Untuk mencegah sekaligus mengendalikan penyakit yang mematikan ini tidak menular, posko kesehatan terus membagikan obat penangkal kepada masyarakat.

Salah seorang pasien yang terserang penyakit diare, Husein (3t), terpaksa dilarikan oleh orang tuanya ke posko kesehatan di desa tersebut, karena anaknya yang masih balita ini selalu buang air besar berbentuk cairan.

Ibu korban sangat khawatirkan anaknya tersebut terkena wabah diare, penyakit menakutkan yang sedang menyerang desa mereka. Beruntung kondisi Husein belum parah sehingga masih bisa berobat jalan.

Informasi yang diperoleh wartawan, dalam satu minggu terakhir, akibat wabah diare di Huta Tinggi, sedikitnya ada 54 orang warga yang telah menjadi korban dan dua orang diantaranya meninggal dunia karena tidak bisa diselamatkan.

kedua orang korban tersebut adalah Zubaidah (11) dan Fadillah (8) yang keduanya masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Kadis Kesehatan Pemkab Madina Sakdiah melalui Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Rusdi Nasution saat dikonfirmasi wartawan mengatakan kejadian ini tergolong kejadian luar biasa (KLB) karena sebelumnya kejadian seperti ini tidak pernah terjadi di Madina.

Menurut Rusdi, korban meninggal akibat diare diduga akibat terlambat ditangani oleh tim medis, sehingga korban sempat kehabisan cairan ditubuhnya.

Masih kata Rusdi, untuk menanggulangi masalah penyakit diare ini, pihaknya langsung melakukan sosialisasi dan membagikan obat pencegah diare kepada 1.200 warga yang berada di radius satu kilo meter dari pusat desa.

“Sejauh ini, langkah ini menurut kami sangat efektif untuk mengendalikan penularan di desa ini. Dari pantauan kami warga yang berobat sudah jauh berkurang dan kondisinya menurut analisi kami dari Dinas Kesehatan sudah tidak terlalu parah. Dugaan sementara, penyebab penyakit diare akibat anak-anak jajan sembarangan kemudian menular karena warga di Desa Huta Tinggi ini masih banyak yang menggunakan sungai untuk keperluan MCK,” ujar Rusdi.

Rusdi menambahkan, meski demikian, Dinas Kesehatan Pemkab Madina akan meminta Bapedalda untuk melakukan pemeriksaan kesehatan air yang ada di Desa Huta Tinggi, karena selain sungai, warga juga menggunakan air pancuran. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU di Tiga Daerah Merasa “Serba Salah”

    KPU di Tiga Daerah Merasa “Serba Salah”

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan – Komisi Pemilihan Umum di tiga daerah di Sumatera Utara, yakni Kota Tanjung Balai, Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Mandailing Natal merasa “serba salah” dalam menyelengarakan proses pilkada ulang sebagaimana ditetapkan Mahkamah Konstitusi. Di satu sisi, kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut Irham Buana Nasution dalam pertemuan dengan Komisi II DPR RI di […]

  • Sambut Normal Baru, PWI Madina Bagikan Masker

    Sambut Normal Baru, PWI Madina Bagikan Masker

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menyongsong Normal Baru, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membagikan masker berstandar kesehatan kepada masyarakat. Pembagian masker ini kerja sama PWI Madina dengan BPJS Tenaga Kerja Kabupaten Madina. Masker dibagi bagi kepada pelintas di jalan Willem Iskandar titik Kelurahan Pidoli Dolok, Panyabungan depan kantor PWI Madina, Kamis sore […]

  • Optimalisasi PBBP2 di Kecamatan Sinunukan: Sinergi Bapenda dan Koperasi Plasma

    Optimalisasi PBBP2 di Kecamatan Sinunukan: Sinergi Bapenda dan Koperasi Plasma

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Sinunukan, Mandailing Online Bertempat Di Aula Kantor Camat Sinunukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)  melakukan sosialisasi dan pendidikan kepada masyarakat mengenai pentingnya pajak, serta bagaimana pajak tersebut akan digunakan untuk kepentingan umum. Optimalisasi PBBP2 menjadi salah satu fokus utama Bapenda, dengan tujuan untuk meningkatkan penerimaan daerah, memperbaiki pelayanan publik, serta memperkuat perekonomian lokal. Melalui sinergi dengan […]

  • Polisi Temukan Ladang Ganja dari Helikopter

    Polisi Temukan Ladang Ganja dari Helikopter

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    10 Ribu Batang Ganja Dicabut dari Tor Sihite MADINA- Sedikitnya sepuluh ribu batang ganja dengan variasi usia dicabut dari tiga hektare lahan yang tersebar di pegunungan Tor Sihite, Madina, kemarin (12/1). Penemuan ini merupakan kali pertama sekaligus terbesar di awal Januari. Rencananya, polisi akan memberangus ladang ganja lainnya secara rutin selama dua bulan sekali. Sekitar […]

  • Masyarakat Bukit Malintang Hibahkan Lahan Kepada TNI

    Masyarakat Bukit Malintang Hibahkan Lahan Kepada TNI

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BUKIT MALINTANG (Mandailing Online) – Masyarakat Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal menyerahkan lahan kepada TNI untuk pertapakan kantor Koramil seluas 12 x 20 m. Penyerahan hibah tanah itu diterima langsung oleh Dandim 0212/TS Letkol Inf Sefta Viandi DP. Sip didampingi Camat Bukit Malintang Samsy S.Sos, Danramil 12/Siabu Kapten Inf B. Hutabarat, Kapolsek Siabu AKP Antono, […]

  • Harapan di Balik Aksi Pengibaran Bendera One Piece

    Harapan di Balik Aksi Pengibaran Bendera One Piece

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hadi Kartini Menjelang HUT Kemerdekaan ke-80 RI, media sosial dihebohkan dengan aksi pengibaran bendera bajak laut One Piece oleh sebagian masyarakat dan truk. Aksi ini menuai beragam respon dari berbagai kalangan. Pemerintah berpendapat bahwa pengibaran bendera One Piece berpotensi menjadi simbol pembangkangan terhadap negara. Aksi ini bisa mengarah pada bentuk provokasi yang mengikis nilai-nilai […]

expand_less