Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Wabah Diare Landa Desa Huta Tinggi, 2 Warga Meninggal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Dalam seminggu terakhir, dua orang warga Desa Huta Tinggi, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meninggal dunia akibat diserang penyakit diare. Dugaan sementara, penyakit diare itu bersumber dari jajanan anak.

Hingga Sabtu (26/03/2011), warga Huta Tinggi masih banyak mendatangi posko kesehatan di desa tersebut. Untuk mencegah sekaligus mengendalikan penyakit yang mematikan ini tidak menular, posko kesehatan terus membagikan obat penangkal kepada masyarakat.

Salah seorang pasien yang terserang penyakit diare, Husein (3t), terpaksa dilarikan oleh orang tuanya ke posko kesehatan di desa tersebut, karena anaknya yang masih balita ini selalu buang air besar berbentuk cairan.

Ibu korban sangat khawatirkan anaknya tersebut terkena wabah diare, penyakit menakutkan yang sedang menyerang desa mereka. Beruntung kondisi Husein belum parah sehingga masih bisa berobat jalan.

Informasi yang diperoleh wartawan, dalam satu minggu terakhir, akibat wabah diare di Huta Tinggi, sedikitnya ada 54 orang warga yang telah menjadi korban dan dua orang diantaranya meninggal dunia karena tidak bisa diselamatkan.

kedua orang korban tersebut adalah Zubaidah (11) dan Fadillah (8) yang keduanya masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Kadis Kesehatan Pemkab Madina Sakdiah melalui Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Rusdi Nasution saat dikonfirmasi wartawan mengatakan kejadian ini tergolong kejadian luar biasa (KLB) karena sebelumnya kejadian seperti ini tidak pernah terjadi di Madina.

Menurut Rusdi, korban meninggal akibat diare diduga akibat terlambat ditangani oleh tim medis, sehingga korban sempat kehabisan cairan ditubuhnya.

Masih kata Rusdi, untuk menanggulangi masalah penyakit diare ini, pihaknya langsung melakukan sosialisasi dan membagikan obat pencegah diare kepada 1.200 warga yang berada di radius satu kilo meter dari pusat desa.

“Sejauh ini, langkah ini menurut kami sangat efektif untuk mengendalikan penularan di desa ini. Dari pantauan kami warga yang berobat sudah jauh berkurang dan kondisinya menurut analisi kami dari Dinas Kesehatan sudah tidak terlalu parah. Dugaan sementara, penyebab penyakit diare akibat anak-anak jajan sembarangan kemudian menular karena warga di Desa Huta Tinggi ini masih banyak yang menggunakan sungai untuk keperluan MCK,” ujar Rusdi.

Rusdi menambahkan, meski demikian, Dinas Kesehatan Pemkab Madina akan meminta Bapedalda untuk melakukan pemeriksaan kesehatan air yang ada di Desa Huta Tinggi, karena selain sungai, warga juga menggunakan air pancuran. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 'Saudara Tua' kembali melirik Indonesia

    'Saudara Tua' kembali melirik Indonesia

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ahmad Djauhar Saudara Tua itu kembali merangkul Saudara Muda dengan pelbagai janji dan keseriusan untuk memajukan ekonomi negeri yang pernah dijajahnya. Komitmen bagi megaproyek baru senilai US$52,9 miliar sekitar Rp500 triliun menjadi bukti keseriusan Pemerintah Jepang, sang Saudara Tua, untuk mendukung penuh pengembangan koridor ekonomi baru di sepanjang Pesisir Timur Sumatra (East Sumatra-ES) hingga […]

  • Setelah Tertunda Pasangan Calon Haji Asal Madina Akhirnya Berangkat

    Setelah Tertunda Pasangan Calon Haji Asal Madina Akhirnya Berangkat

    • calendar_month Rabu, 14 Jun 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Madailing Online) – Pasangan calon haji asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, akhirnya berangkat ke tanah suci Selasa malam (13/6/2023) setelah sebelumnya tertunda akibat sakit. Dua calon haji itu penduduk Desa Gunung Godang, Kecamatan Ranto Baek, yakni Abdul Gani (63 tahun) dan Basariah Simanjuntak (63). Keduanya berangkat bersama jemaah dari Padanglawas Utara (Paluta) dalam kelompok […]

  • Ikhwanul Muslimin, Mesir dan Kemerdekaan Indonesia

    Ikhwanul Muslimin, Mesir dan Kemerdekaan Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PERAN MESIR YANG DIPELOPORI OLEH IKHWANUL MUSLIMIN SANGATLAH BESAR DAN BERARTI BAGI KEDAULATAN RAKYAT INDONESIA. SEBAB ATAS DESAKAN IKHWANUL MUSLIMIN LAH PEMERINTAH MESIR MENJADI NEGARA PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA. (Dikutip dari arrahmah.com) Sebelum tanggal 22 MARET 1946 Indonesia selalu diklaim Belanda sebagai masalah dalam negeri negara penjajah itu. Belanda tetap mengklaim Indonesia sebagai […]

  • HIPMI Madina dan Rendahnya Jumlah Usahawan

    HIPMI Madina dan Rendahnya Jumlah Usahawan

    • calendar_month Rabu, 9 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Dahlan Batubara   Saya teringat seorang teman etnis Tionghoa di Medan tahun 1993. Dia masih berusia 23 tahun. Bersama pamannya mendirikan pabrik bolu di belakang rumah sang paman, rumah kecil berdinding tepas. Mereka berdua yang mendirikan pabrik itu dan hanya mereka dua saja pekerjanya merangkap pimpinan pabrik. Maklum, pabrik itu masih kecil, hanya […]

  • Jangan ‘mainkan’ dana BOS

    Jangan ‘mainkan’ dana BOS

    • calendar_month Jumat, 5 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN, (MO) – Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Syaiful Syafri mengharapkan agar para kepala sekolah (kepsek) dapat mempergunakan dana BOS sesuai dengan ketentuan yang berlaku, siswa dan sekolah dapat merasakan manfaatnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. “Total dana BOS yang disalurkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp1.577.280.830.- Namun, dananya dibagi dalam empat […]

  • UPTJJ Kotanopan Bina Marga Sumut: Selamat Pelantikan Sukhairi Atika

    UPTJJ Kotanopan Bina Marga Sumut: Selamat Pelantikan Sukhairi Atika

    • calendar_month Jumat, 23 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar
expand_less