Minggu, 19 Apr 2026
light_mode

Wabah Diare Landa Desa Huta Tinggi, 2 Warga Meninggal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Dalam seminggu terakhir, dua orang warga Desa Huta Tinggi, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meninggal dunia akibat diserang penyakit diare. Dugaan sementara, penyakit diare itu bersumber dari jajanan anak.

Hingga Sabtu (26/03/2011), warga Huta Tinggi masih banyak mendatangi posko kesehatan di desa tersebut. Untuk mencegah sekaligus mengendalikan penyakit yang mematikan ini tidak menular, posko kesehatan terus membagikan obat penangkal kepada masyarakat.

Salah seorang pasien yang terserang penyakit diare, Husein (3t), terpaksa dilarikan oleh orang tuanya ke posko kesehatan di desa tersebut, karena anaknya yang masih balita ini selalu buang air besar berbentuk cairan.

Ibu korban sangat khawatirkan anaknya tersebut terkena wabah diare, penyakit menakutkan yang sedang menyerang desa mereka. Beruntung kondisi Husein belum parah sehingga masih bisa berobat jalan.

Informasi yang diperoleh wartawan, dalam satu minggu terakhir, akibat wabah diare di Huta Tinggi, sedikitnya ada 54 orang warga yang telah menjadi korban dan dua orang diantaranya meninggal dunia karena tidak bisa diselamatkan.

kedua orang korban tersebut adalah Zubaidah (11) dan Fadillah (8) yang keduanya masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Kadis Kesehatan Pemkab Madina Sakdiah melalui Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Rusdi Nasution saat dikonfirmasi wartawan mengatakan kejadian ini tergolong kejadian luar biasa (KLB) karena sebelumnya kejadian seperti ini tidak pernah terjadi di Madina.

Menurut Rusdi, korban meninggal akibat diare diduga akibat terlambat ditangani oleh tim medis, sehingga korban sempat kehabisan cairan ditubuhnya.

Masih kata Rusdi, untuk menanggulangi masalah penyakit diare ini, pihaknya langsung melakukan sosialisasi dan membagikan obat pencegah diare kepada 1.200 warga yang berada di radius satu kilo meter dari pusat desa.

“Sejauh ini, langkah ini menurut kami sangat efektif untuk mengendalikan penularan di desa ini. Dari pantauan kami warga yang berobat sudah jauh berkurang dan kondisinya menurut analisi kami dari Dinas Kesehatan sudah tidak terlalu parah. Dugaan sementara, penyebab penyakit diare akibat anak-anak jajan sembarangan kemudian menular karena warga di Desa Huta Tinggi ini masih banyak yang menggunakan sungai untuk keperluan MCK,” ujar Rusdi.

Rusdi menambahkan, meski demikian, Dinas Kesehatan Pemkab Madina akan meminta Bapedalda untuk melakukan pemeriksaan kesehatan air yang ada di Desa Huta Tinggi, karena selain sungai, warga juga menggunakan air pancuran. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nama-Nama PNS Yang Mutasi

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ansor, S.Pd.MM yang selama ini menjabat kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata dimutasi menjadi kepala BLU STAIM dalam mutasi di lingkungan Pemkab Mandailing Natal, Rabu (4/6/2013). Sementara kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata yang baru dijabat oleh Ahmad Meinul Lubis, AP yang selama ini menjabat Kepala Kantor Pelayanan Perizinan […]

  • Tiga Tersangka Perampok Toko Emas Ditangkap Warga

    Tiga Tersangka Perampok Toko Emas Ditangkap Warga

    • calendar_month Kamis, 30 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sumut ( Berita ) : Tiga tersangka yang diduga komplotan perampok, Kamis [30/09], berhasil diringkus warga saat sedang beraksi di sebuah toko emas Indah Jaya, di Pasar Lama Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Beruntung, aksi perampokan yang diduga bermodus hipnotis tersebut digagalkan warga, setelah salah satu pengunjung melihat para komplotan ini sedang berusaha menguras toko […]

  • TEMBAKAU PILKADA

    TEMBAKAU PILKADA

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen: Rina Youlida Nurdina Opuk ukuran dua kali tiga meter yang sudah berdiri miring namun masih digunakan berposisi di tengah kampung seiring usianya yang telah tua. Daun rumbia yang menutupi atap opuk itu tinggal setengah dan sudah ditempeli dengan seng sebahagiannya, sehingga keestetikan opuk legendaris ini sudah berkurang. Tiang-tiang penyangga opuk yang terbuat dari batang […]

  • Data Identitas Napi Ikut Terbakar, Perburuan Sulit

    Data Identitas Napi Ikut Terbakar, Perburuan Sulit

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, – Pihak Polda Sumut merilis data perkembangan perburuan napi yang kabur dari Lapas Tanjunggusta, Medan. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes.Pol. R. Heru Prakoso menjelaskan, dari 2.599 orang napi yang ada di LP tersebut, yang melarikan diri adalah sebanyak 212 orang. Kemudian yang meninggal akibat terbakarnya LP tersebut adalah 5 orang.”Dua orang dari pegawai lapas, […]

  • Pasar Lama Panyabungan Tak Lagi Banjir, Ke Depan Jangan Tersumbat Lagi

    Pasar Lama Panyabungan Tak Lagi Banjir, Ke Depan Jangan Tersumbat Lagi

    • calendar_month Kamis, 30 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Menelusur Hasil Pengendalian Banjir Panyabungan (bagian 1)   Dalam beberapa pekan terakhir banjir di sepanjang Jl.Willem Iskander kota Panyabungan, Mandailing Natal tak lagi terjadi kala hujan mengguyur deras. Sejumlah warga dan para pemilik toko yang diwawancarai Mandailing Online di pasar lama Panyabungan, Kamis (30/9/2021) menyatakan banjir sudah relatif terkendali. Sejumlah penarik beca bermotor yang […]

  • Bupati Madina: Generasi Muda Penerus Kepemimpinan

    Bupati Madina: Generasi Muda Penerus Kepemimpinan

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM. Jafar Sukhairi Nasution, menyatakan bahwa generasi muda adalah penerus estafet kepemimpinan di Madina. Oleh karena itu, generasi muda harus banyak melatih diri agar memiliki kemampuan fisik dan mental serta seportivitas yang mumpuni. Hal itu dikatakan bupati saat melepas kafilah Porsadin Madina dilaksanakan di Masjid Agung […]

expand_less