Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

DPR sahkan UU Ormas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 3 Jul 2013
  • print Cetak

Rapat paripurna DPR akhirnya mengesahkan RUU Ormas menjadi Undang-undang pada Selasa (02/07) siang, yang ditandai dukungan mayoritas fraksi-fraksi di DPR, kecuali F-PAN, Gerindra dan Hanura.

“Enam fraksi, termasuk Demokrat, Golkar dan PDI-P, mendukung, tetapi tiga fraksi yakni F-PAN, Gerindra dan Hanura menolak,” kata wartawan BBC Indonesia, Arti Ekawati, yang melaporkan dari Gedung DPR, Selasa siang.

Menurut Arti, mayoritas fraksi di DPR mendukung pengesahan karena sebagian pasal-pasal yang dipermasalahkan telah direvisi, sesuai tuntutan pihak yang menentang RUU Ormas.

“Jubir F-PKB, Anna Muawanah, saat membacakan sikap akhir F-PKB, menyatakan, mereka setuju RUU Ormas disahkan karena sudah dilakukan penyesuaian beberapa pasalnya,” kata Arti, menirukan penyataan sikap resmi F-PKB.

Alasan lainnya, menurut PKB, pengesahan RUU Ormas berulangkali ditunda. “Sehingga tidak ada alasan lain untuk menudanya lagi,” kata Anna.

Sebelum rapat paripurna DPR, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, isi RUU Ormas ini jauh lebih moderat jika dibandingkan dengan UU Ormas yang disahkan pada 1985 lalu.

“Jauh lebih soft dari UU ormas sebelumnya. Untuk membubarkan ormas, sekarang harus minta pendapat MA terlebih dulu, harus lewat peradilan dulu. Saya yakin, banyak yang belum membaca isi RUU ormas ini,” kata Gamawan.

‘Lebih moderat’

Pada pekan lalu, DPR menunda mengesahkan RUU Ormas, setelah mendapat protes dari berbagai kalangan, seperti pegiat HAM dan ormas besar seperti Muhamadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

Sejumlah laporan menyebutkan, selama sepekan ini perbaikan terhadap isi RUU ormas dilakukan, seperti berupa perbaikan, penghilangan atau penambahan materi pasal.
Kalangan yang menolak RUU ini menganggap sebagian pasal-pasalnya berpotensi mengekang kebebasan berorganisasi, seperti syarat-syarat pendirian dan pembubaran ormas, yang pernah dipraktekan di masa rezim Orde Baru.

Inilah yang menjadi alasan F-PAN tetap menolak RUU Ormas.

“Karena masih ada yang melakukan resistensi, maka kita tetap menolaknya,” kata Teguh Juwarno, politisi PAN.

Saat rapat paripurna DPR membahas RUU Ormas digelar, ratusan orang dari berbagai ormas dan pegiat HAM menggelar unjuk rasa di luar gedung DPR.

Dalam orasinya, mereka tetap menolak keberadaan RUU ormas, yang dianggap akan membelenggu kebebasan beroganisasi.

Para pengunjuk rasa juga menyatakan akan menempuh langkah judicial review (peninjauan ulang) UU Ormas ke Mahkamah Konstitusi, jika DPR tetap mengesahkannya.(BBC)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Santuni 4.930 Yatim

    Pemkab Madina Santuni 4.930 Yatim

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution menyerahkan tali asih berupa santunan kepada anak yatim dan piatu di Desa Kampung Padang, Kelurahan Kayuajati, dan Desa Panggorengan, Senin (17/3/2025). Dua desa itu dua dari daftar seluruh desa dan kelurahan di Madina yang memperoleh santunan. Penyerahan santunan bertajuk Penyaluran Tali Asih dari […]

  • Tahun ini Pemkab Madina Optimalisasi Sumber Sumber PAD 

    Tahun ini Pemkab Madina Optimalisasi Sumber Sumber PAD 

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal optimalisasi potensi sumber sumber PAD guna tingkatkan pendapatan. Di tahun 2025 target PAD Madina ditargetkan senilai Rp.187 Miliar lenih dari berbagai jenis pajak, retribusi, dan sumber pendapatan lainnya yang sah. Kata Dedek Ispensah selaku Kepala Bidang Pelayanan Perhitungan dan Penagihan Pajak […]

  • Lima Titik Pos Pengamanan Mudik di Tapsel

    Lima Titik Pos Pengamanan Mudik di Tapsel

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Daerah Rawan Bencana Jadi Prioritas TAPSEL, – Polres Tapsel menyediakan 5 pos pengamanan mudik Lebaran di tempat yang rawan bencana dan tindak kriminalitas. Dalam hal ini Polres bekerjasama dengan jajaran pemerintahan, seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan setempat. Kasat Lantas AKP Abdi Abdullah SH, Senin (5/8) mengatakan, Polres Tapsel […]

  • Status Tak Jelas dan Tak Digaji Pelamar Lulus PPPK Formasi 2023 Berunjukrasa di Kantor Bupati Madina

    Status Tak Jelas dan Tak Digaji Pelamar Lulus PPPK Formasi 2023 Berunjukrasa di Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ikut merasa terzolimi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang lulus formasi Tahun 2023 meminta persoalan PPPK Tahun 2023 segera dituntaskan oleh Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal ( Madina )Selasa, (02/07/2024). Ratusan PPPK yang didominasi oleh guru yang lulus seleksi pada Tahun 2023 melakukan aksi damai di depan Kantor Bupati Madina untuk […]

  • Terbaring Sakit, Ketua PC NU Madina Jenguk Khoiruddin Faslah Siregar

    Terbaring Sakit, Ketua PC NU Madina Jenguk Khoiruddin Faslah Siregar

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Ketua  Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama ( NU ) Mandailing Natal H.Mustafa Bakri Nasution malam ini kamis 24/10/2024 jenguk Khoruddin Faslah Siregar yang terbaring sakit di Rumah Sakit Permata Madina. ia dilarikan ke Rumah Sakit sore tadi karena penyakit Pertigo yang dialaminya beberapa tahun terakhir. ” Khoiruddin Faslah Siregar ini kan […]

  • Kejaksaan Diminta Usut Proyek PNPM di Namo Tualang

    Kejaksaan Diminta Usut Proyek PNPM di Namo Tualang

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Biru-biru, Proyek Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) di Dusun IV, Desa Namo Tualang, Kecamatan Biru-biru, Kabupaten Deli Serdang, disoal warga dan BPD setempat. Pasalnya, proyek PNPM berupa pembangunan mandi cuci kakus (MCK) dan pengeboran sumur bor, ambruk hingga nyaris memakan korban, Sabtu (06/05/2011). Hal ini diungkapkan Serda Sembiring (45) didampingi Josep Sembiring (52) selaku […]

expand_less