Sabtu, 6 Jun 2026
light_mode

Polisi Usut Proyek DAS Batang Angkola

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 15 Jul 2013
  • print Cetak

SIDIMPUAN, – Diduga dikerjakan asal jadi, Pengaman tebing Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Angkola di Desa Huta Lombang, Psp Tenggara ambruk beberapa hari lalu. Kini polisi masih mengusut proyek dari Balai Benih Ikan dengan pagu Rp749 juta tersebut.

Menurut beberapa warga sekitar, kejadian pasti ambruknya pengaman tebing DAS itu tidak diketahui oleh mereka.

“Tidak ada angin, tak ada hujan, dek tersebut malah ambruk. Kami tidak tahu apa penyebab ambruknya. Kami baru mengetahui dek mengalami kerusakan saat polisi datang ke kampung ini dan melakukan olah TKP,” ungkap warga sekitar B Dalimunte, Minggu (14/7).

Dia menjelaskan, sekira 3 hari lalu pada pukul 23.00 WIB, ada datang empat personil polisi dan menanyakan rumah Kepala Desa Huta Lombang. Setelah itu kepala desa dan beberapa petugas langsung bergerak menuju lokasi ambruknya dek irigasi tersebut.

“Mereka bertanya kepada kami di mana lokasi dek irigasi yang mengalami kerusakan di desa ini. Baru setelah petugas kepolisian menjelaskan lokasi dek yang rusak tersebut, kami langsung menuju lokasi, tepatnya di belakang kolam benih ikan Psp Tenggara,” jelasnya.

Sambung B Dalimunte lagi, setelah bersama-sama ke lokasi dek yang ambruk itu , polisi langsung memasang garis polisi. Setelah selesai memasang police line itu, mereka langsung berangkat.

“Untuk pengerjaan dek tersebut, kami kurang mengetahuinya secara pasti. Namun yang saya tahu sewaktu pembuatannya, tidak ada diturunkan alat berat ke lokasi. Yang ada hanya pekerja yang membuat dek itu saja,” terangnya.

Kepala Desa Huta Lombang Ahmad Rizal mengatakan, proyek tersebut tidak diketahuinya secara pasti kapan dikerjakan. Karena pada saat itu tidak ada yang melapor kepadanya untuk pengerjaan melakukan pengerjaan proyek di desa yang ia pimpin.

“Saya kurang tahu proyek tahun 2011 atau 2012, yang jelas mereka tidak ada memberitahukan kepada saya. Makanya saya tidak tahu siapa pemborong dari yang mengerjakan proyek tersebut,” ungkapnya saat ditemui di rumah.

Tambah Ahmad lagi, ia membenarkan bahwa tiga hari lalu, pihak kepolisian dari Kota Psp datang melakukan olah TKP pada pengaman tebing yang rusak.

“Mereka datang pada malam hari ke desa ini untuk melakukan olah TKP. Setelah olah TKP, polisi-polisi itu langsung meninggalkan desa ini,” terangnya.

Kasat Reskrim Polresta Kota Psp AKP Anjas Asmara ketika dikonfirmasi, membenarkan pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait proyek pengaman tebing DAS yang ambruk tersebut.

njas menerangkan, nama proyek tersebut adalah pengaman tebing Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Angkola/ Balai Benih Ikan Desa Huta Limbong, dengan pagu anggaran Rp749 juta TA 2011.

“Nama dan pagu anggaran itu sudah sesuai dengan kontrak yang ada. Saat ini kita masih sampai pada tahap penyelidikan. Kita akan beritahukan nanti setelah dapat hasilnya,” ungkapnya melalui telepon seluler, Minggu (14/7). (metro).

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Sidimpuan, Satu Keluarga Hanyut Diterjang Banjir Bandang

    Di Sidimpuan, Satu Keluarga Hanyut Diterjang Banjir Bandang

    • calendar_month Senin, 27 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN (Mandailing Online)  – Sejauh ini, data banjir bandang di Sidimpuan, satu keluarga terdiri dari suami, istri dan dua putri mereka meninggal dunia setelah hanyut diterjang arus deras. Berdasar informasi di Mapolsek Hutaimbaru, keluraga ini terdiri dari suami istri dan dua putri mereka. Mereka hanyut pada Minggu malam (26/3/2017) di perladangan dalam peristiwa banjir bandang […]

  • Dicekal, Syamsul Arifin mau coba kabur?

    Dicekal, Syamsul Arifin mau coba kabur?

    • calendar_month Rabu, 13 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Syamsul Arifin, Senin (11/10) kemarin, tidak menghadiri panggilan pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Langkat TA 2000-2007 sebesar Rp102,7 miliar. Ketidak hadiran itu karena Syamsul Arifin ada rapat paripurna dengan DPRD Sumut terkait penyampaian nota keuangan RAPBD Sumut TA 2011. Isu beredar mantan Bupati Langkat itu akan […]

  • Bupati Madina Diminta Realisasikan Janji Revisi Peta Hutan

    Bupati Madina Diminta Realisasikan Janji Revisi Peta Hutan

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Ketua Forum Keluarga Besar Batang Natal (FKBBN) Mara Halim Nasution meminta Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Hidayat untuk segera merealisir janjinya merevisi peta hutan lindung, taman nasional serta hutan produksi di Kabupaten Madina khususnya yang berada di Kecamatan Batang Natal karena dinilai melanggar Pasal 36 ayat 1 dan 2 UU No 39/1999 tentang Hak […]

  • Ini Nasib Pasien Pengguna BPJS Kesehatan

    Ini Nasib Pasien Pengguna BPJS Kesehatan

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Tiurma Simbolon harus menanggung kecewa. Ia tak menyangka bahwa pasien BPJS Kesehatan tak selalu gratis kala berobat. Tiurma adalah istri dari Daulat Hutagalung, pasien penderita penyakit jantung yang dirawat di ruang ICU RS Royal Prima, di Jalan Ayahanda. Sudah enam hari ia menemani suaminya di rumah sakit. Karena tak kunjung sembuh, Tiurma lantas […]

  • Atika Dominasi Debat Pilkada Madina

    Atika Dominasi Debat Pilkada Madina

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANDAN (Mandailing Online) – Debat antara pasangan calon bupati/wakil bupati Madina yang digelar KPU Madina berlangsung di Convention Hall Pai Hotel Pandan, Tapanuli Tengah, Jumat (13/11). Debat dipimpin oleh pendiri Lingkar Madani, Ray Rangkuti. Pada dua segmen awal, Calon Wakil Bupati Nomor Urut 1, Atika Azmi Utammi Nasution begitu mendominasi. Atika terlihat sangat menguasai materi […]

  • Kearifan Lokal Mandailing Dalam Pra Bencana

    Kearifan Lokal Mandailing Dalam Pra Bencana

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Ennawaty Sari Mahasiswi STAIM   “Lubuk larangan ini boleh disebut merupakan bukti sensitivitas, kepekaan, kepedulian dan tanggungjawab masyarakat Mandailing terhadap lingkungan hidup untuk mencapai hubungan harmonis antara manusia dengan alam dan sebaliknya. Lubuk larangan mengajari kita  tentang pengelolaan, pemanfaatan dan pelestarian sungai untuk kelangsungan hidup manusia.”    Warisan peradaban yang ada hingga […]

expand_less