Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Malaysia Siapkan Amnesti TKI

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Jul 2013
  • print Cetak

JAKARTA, – Kabar baik bagi ratusan ribu tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal di Malaysia. Negeri jiran itu merencanakan akan membuka masa amnesti atau pemutihan dokumen keimigrasian. Dengan pemutihan ini, TKI berstatus ilegal karena urusan keimigrasian bisa dipulihkan menjadi berstatus legal.

Penyelenggaraan masa amnesti merupakan program yang ditunggu-tunggu oleh TKI di manapun. Khususnya di negara-negara kantong TKI. Seperti di Arab Saudi dan Malaysia. Kabar segera dibukanya masa amnesti di Malaysia ini disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Stafsus Menakertrans) Bidang Tenaga Kerja Dita Indah Sari.

Dita mengatakan, beberapa waktu lalu ada pembahasan bilateral antara Menteri Dalam Negeri Malaysia dengan perwakilan Indonesia di Malaysia. Dalam pembahasan itu, pihak Malaysia menginformasikan bahwa akan menjalankan masa amnesti bagi seluruh tenaga kerja di sana. “Pembicaraan memang masih sebatas informal. Tetapi patut kita tunggu,” tandasnya, Senin (30/7).

Menurut Dita program amnesti dari pemerintah Malaysia ini tentu ditunggu-tunggu oleh seluruh TKI bermasalah di negeri jiran itu. Dia memperkirakan saat ini ada 250 ribu TKI ilegal (tidak berdokumen/dokumen telah kadaluarsa) di Malaysia. Menarik pelajaran dari program amnesti di Arab Saudi, pihak Kemenakertrans meminta Malaysia mempersiapkan program itu dengan matang. “Khususnya tentang sosialisasi, jangan mendesak,” paparnya.

Selain urusan amnesti itu, Dita mengatakan Kemenakertrans terus mendesak supaya Malaysia menyetop penerbitan visa kerja (journey performed visa/JP Visa). Dia mengaakan longgarnya pengurusan JP Visa di Malaysia kerap dimanipulasi untuk menjadi TKI ilegal di Malaysia.

“Malaysia harus fair. Sejatinya penyetopan penerbitan JP Visa itu sudah menjadi bagian dari MoU Indonesia dan Malaysia pada 2011. Jadi harus dijalankan,” tandasnya. Ternyata setelah diusut, terjadi miss dalam pembuatan MoU tadi. Waktu itu MoU diteken antara menteri tenaga kerja Indonesia dan Malaysia. Tetapi ternyata penerbitan JP Visa merupakan wewenang Menteri Dalam Negeri Malaysia.

“Jadi sekarang sedang di lakukan koordinasi antara menteri tenaga kerja Malaysia dengan menteri dalam negeri Malaysia,” kata dia. Dita berharap penghapusan JP Visa Malaysia untuk warga negara Indonesia bisa diputuskan segera.

Dita menerangkan bahwa JP Visa ini bukan visa berkunjung biasa. Proses untuk mendapatkan JP Visa adalah WNI melancong ke Malaysia seperti biasa dengan berbekal paspor saja. Setelah masuk ke negeri jiran tersebut, WNI baru mengurus penerbitan JP Visa untuk dipakai kerja. “Jadi meskipun JP Visa ini dihapus, bukan berarti kita (warga Indonesia, red) tidak bisa berkunjung ke Malaysia,” tandasnya. (jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Ekor Ayam Mati Mendadak di Siabu Madina

    Ratusan Ekor Ayam Mati Mendadak di Siabu Madina

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sejak sepekan terakhir, ratusan ekor ayam di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mati mendadak. Mendengar laporan kejadian ini, Dinas Pertanian dan Peternakan Pemerintah Kabupaten Madina, Sabtu (07/05/2011) langsung melakukan penyemprotan untuk menghindari penyakit ganas ini dan mengantisipasi bertambahnya ayam yang mati mendadak. Kejadian ini terungkap akibat keresahan masyarakat terhadap ayam […]

  • Butuh Pelayanan Maksimal.

    Butuh Pelayanan Maksimal.

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pelayan Pemerintah Kecamatan Panyabungan Timur didalam memudahkan masyarakat Kelurahan Gunung Baringin untuk urusan administrasi sangat diharapkan, terutama dalam penempatan lurah pada kelurahan itu, dimana sudah 2 tahun kelurahan tersebut tidak mempunyai lurah.(MOL)

  • Lamban Layanan, BRI Kotanopan Akan Evaluasi Teller

    Lamban Layanan, BRI Kotanopan Akan Evaluasi Teller

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Terkait kekecewanya para nasabah  Bank BRI Unit Kotanopan akibat kelambanan pelayanan di bank ini, pihak BRI akan melaksanakan evaluasi dan tak tertutup kemungkinan akan melakukan penambahan teller. Itu dikatakan Kepala BRI Unit Kotanopan, Teguh Himawa kepada wartawan, Rabu (12/8) lalu di Kotanopan.  “Bukan itu saja, kita juga akan mengevaluasi seringnya […]

  • Soal 2 Oknum PNS, Wakil Bupati Minta Polisi Proses Tuntas

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution menyerahkan sepenuhnya kepada polis memproses hukum dua oknum PNS yang terlibat meneror dan memeras remaja di kawasan Panyabungan. “Tidak ada perbedaan di mata hukum, bahkan saya sangat menyesalkan ini. PNS semestinya jadi panutan keluarga dan masyarakat, nah ini sebaliknya menakut-nakuti bahkan memeras warga […]

  • Baliho Maklumat dan Kasus Taman Raja Batu

    Baliho Maklumat dan Kasus Taman Raja Batu

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Jika anda pernah melintas di jalan raya Lintas Sumatera titik Desa Parbangunan, Panyabungan Mandailing Natal pada Pebruari 2018, anda mungkin melihat satu baliho dipajang di dekat Taman Raja Batu. Baliho itu menghadap jalan raya, tak jauh dari simpang menuju komplek perkantoran pemkab Mandailing Natal (Madina) sehingga mudah terlihat oleh pelintas. Baliho itu berisi maklumat […]

  • Kecurangan CPNS di Medan Diadukan ke KPK

    Kecurangan CPNS di Medan Diadukan ke KPK

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Lembaga Bantuan Hukum Medan mengadukan dugaan kecurangan proses penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di jajaran Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Surat bernomor 014/LBH/S/I/2011 itu ditujukan langsung kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) Busyro Muqoddas, kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Nuriyono di Medan, Senin. Menurut […]

expand_less