Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Komunitas Santet Banten Spontan akan Serang KPK

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 11 Okt 2013
  • print Cetak

JAKARTA, (Mandailing Online) – Kesaktian Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah memang tak dapat dipandang sebelah mata. Alam nyata dan metafisika seakan bercampur aduk saling melengkapi kisah keluarga dan perjalanan karirnya.

Tak pelak, Atut dipandang lebih, hingga keluarganya dapat mencengkeram daerah yang tersebut.

Mungkin tidak tanpa sebab, Atut semakin menggurita di Banten. Selain pengaruh Tb Chasan Sochib, ayah Atut yang masih kental membaluti dinastinya hingga saat ini. Di jalur politik pun, pendukung Atut terus bertambah. Dari kalangan masyarakat biasa, pelajar, kolega, hingga kaum spriritualis.

Namun, apa disangka, ternyata keluarga Atut yang terkenal besar pengaruh magisnya itu, diam-diam dipantau KPK, lembaga antikorupsi yang memiliki dukungan besar dari masyarakat Indonesia.

Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, adik kandung Ratu Atut seakan menjadi gerbang masuk lembaga pimpinan Abraham Samad Cs itu ‘mengobok-obok’ benteng keluarga pendekar Banten itu.

Mendapat angin segar, karena banyak didukung masyarakat Indonesia, KPK bak rudal yang terus melesat menghancurkan tirani di Banten. Tampak jelas, setelah mencocok Wawan yang merupakan suami Walikota Tangerang Selatan, Airin Diany Rachmi, KPK langsung mencegah Ratu Atut bepergian ke luar negeri.

Bahkan, hari ini, Jumat (11/10/2013), penyidik memanggil Atut untuk menjalani pemeriksaan saksi terkait kasus dugaan suap penanganan sengketa Pilbub Lebak, Banten.

Apakah ini menandakan kekuatan Atut mulai menghilang ?

Ki Gendeng Pamungkas, tokoh spiritualis yang mengenal baik keluarga Atut sejak tahun 90-an itu tegas menyatakan tidak.

Justru dari kacamata spiritualnya, ‘bumerang’ akan berbalik ke lembaga antirasuah tersebut. Namun, tidak di jalur nyata, tetapi hal-hal gaib yang akan mendominasi keadaannya nanti.

“Komunitas santet Banten dan Sukabumi dan Cianjur Selatan akan dengan spontan akan menyerang para Ketua KPK. Mereka melakukan itu bukan karena disuruh Atut atau pihak manapun. Jadi masalah dukun santet yang akan melakukan serangan gaib spontan karena sejarah batin haji Chasan degan tokoh spiritual di kedua wilayah tersebut sangat kuat secara spiritual,” kata pria pemilik nama asli Isanmasardi itu berbincang dengan Tribun, Kamis (10/10/2013) malam.

Sebetulnya, hasil penerawangan Ki Gendeng, KPK sudah sering dikirimi santet sebelumnya. Bahkan, terang dia, sudah ada beberapa penyidik menjadi korban ‘ilmu hitam’ tersebut. Namun tak terpublish di media.

“Saya percaya banyak penyidik KPK yang kena santet, tapi pastinya mereka tidak akan mengakuinya,” kata Ki Gendeng.

Karena itu rumor adanya santet asal tanah Banten, kata Ki Gendeng bukan isapan jempol belaka. Apalagi, sambung dia saat ini salah satu penguasanya yang tengah diganggu.

“Jadi dengan kasus ini akan bertambah banyak lagi simpatisan tokoh-tokoh santet membantu Atut karena kedekatan emosional almarhum ayahnya,” ujarnya.

Saat ditanya, seberapa kuat sekarang yang melindungi Atut dari jalur metafisik, Ki Gendeng mengatakan sangat kuat.

Sementara KPK, juga terus mendapat sumbangan kekuatan. Tidak hanya dari pihak lembaga penegak hukum lain dan mahasiswa, tetapi kaum religius Banten pun siap membantu. Bahkan, usai melakukan pertemuan dengan piminan KPK, Kamis (10/10/2013) siang, sejumlah tokoh dan kiai dari Banten menyatakan siap membentengi lembaga superbodi itu dengan tim anti-santetnya.

“(Antisipasi serangan santet), ini ‘kan yang hadir ada kyai-kyai. Jadi jangan khawatir itu,” kata salah satu tokoh Banten, Ahmad Subadri di kantor KPK.

Sementara Ketua KPK, Abraham Samad tegas menyatakan perlawanan. Pihaknya, terang Abraham tidak akan pandang bulu dalam menuntaskan kejahatan korupsi di Indonesia.

“Biar saja Atut dilindungi jawara, KPK dilindungi Tuhan,” kata Abraham.(tribun)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ikurung Mantong Manuk Tai Inda Ilehen Tuduonna

    Ikurung Mantong Manuk Tai Inda Ilehen Tuduonna

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Songonima boto natarjadi ikurung manuk tai inda ilehen tuduonna mangamburi boto sada-sada, romuse mantong boto namangoban tudukon, ripur sude manuki, hasidunganna lam-lam dai nisirai, iambangia leng manuk nia hapengani madung manuk nidongan , songon manuk naburnungon doma boto tondo-tondo markareput barimbing nai, ning amangtuai mantong, taldus doma tali nisarusur nia patunda tagina namarkombur dilopo Jarindangi. […]

  • Batang Pungkut Green Beberkan Ketidakbecusan CI di Madina

    Batang Pungkut Green Beberkan Ketidakbecusan CI di Madina

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Conservation International (CI) dinilai tidak becus bekerja di Mandailing Natal. Dan dana sebesar 20 US dollar yang dikucurkan USAID dan the Walton Family Foundation kepada CI melalui program Sustainanle Landscapes Partnership (LSP) atau Program Kemitraan Pembangunan Berkelanjutan di Madina dianggap menjadi sia-sia. Meski Terrestrial Comunication Manager CI, Primatmojo beberpa waktu lalu […]

  • PAD Naik 50 Persen di RPAPBD Madina 2021

    PAD Naik 50 Persen di RPAPBD Madina 2021

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik 50 persen di Rancangan Perubahan APBD Mandailing Natal TA 2021. Pada APBD murni PAD ditarget sebesar Rp 100.203.036.445, pada RPAPBD ini menjadi 150.203.036.445. Kenaikan sebesar Rp 50.125.204.608. Itu diketahui dari nota keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RPAPBD) Mandailing Natal (Madina) TA 2021 yang […]

  • Harga Cabai Merah di Madina Melonjak

    Harga Cabai Merah di Madina Melonjak

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Setelah sempat turun ke level Rp 10.000 per kilogram (kg), harga cabai merah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kini kembali naik 100% hingga mencapai Rp 20.000 per kg. Demikian hasil pantauan MedanBisnis, Rabu (3/11), di Pasar Baru Panyabungan, dan sejumlah pasar tradisional lainnya di Madina. Purnama (37), salah seorang pedagang kedai sampah warga Panyabungan […]

  • Lahan Pertanian Terendam, Butuh Bantuan Pemerintah

    Lahan Pertanian Terendam, Butuh Bantuan Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Dalam sepekan terakhir ratusan hektar persawahan di Kecamatan Siabu direndam banjir akibat luapan Sungai Batang Angkola. Kondisi itu sangat memukul petani, karena usia tanaman padi sudah menjelang panen. Sejauh ini belum diketahui total luas persawahan yang terrendam, namun sejumlah petani menaksir : mencapai 200 hektar. “Kita hanya pasrah, habis mau biang […]

  • BLT BBM Jangan Sampai Salah Sasaran Apalagi Dimanipulasi

    BLT BBM Jangan Sampai Salah Sasaran Apalagi Dimanipulasi

    • calendar_month Jumat, 23 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Halvionata Auzora Siregar Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh / Kader HMI Cabang Lhokseumawe   Setelah kenaikan harga BBM seperti pertalite, pertamax dan solar pemerintah pusat telah menganggarkan dana 12,4 triliun rupiah untuk masyarakat kurang mampu dalam skema Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan sebesar Rp300.000 atau Rp600.000 per kepala rumah tangga. Ini menjadi sorotan. Baru-baru […]

expand_less