Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 7 Nov 2013
  • print Cetak

Oleh : Z. Pangaduan Lubis

Sepanjang yang dapat diketahui sampai sekarang, belum ada seseorang yang menulis dan menerbitkan sejarah Mandailing. Oleh karena itu kita tidak dapat memperoleh refensi untuk membicarakan sejarah Madailing. Suku bangsa atau kelompok etnis Mandailing.

Suku bangsa atau kelompok etnis Mandailing memang mempuyai aksara sendiri yang dinamakan Surat Tulak-Tulak. Tetapi ternayata orang-orang Mandailing pada zaman dahulu tidak menggunakan aksara tersebut untuk menuliskan sejarah. Pada umumnya yang dituliskan adalah mengenai ilmu pengobatan tradisional, astronomi tradisional, ilmu ghaib, andung-andung dan tarombo atau silsilah keturunan keluarga-keluarga tertentu.

Setelah sekolah berkembang di Mandailing, Surat Tulak-Tulak mulai dipergunakan oleh guru-guru untuk menuliskan cerita-cerita rakyat Mandailing sebagai bacaan murid-murid sekolah.

Beberapa legenda yang mengandungi unsur sejarah dan berkaitan dengan asal-usul marga orang Mandailing masih hidup di tengah masyarakat Mandailing. Seperti legenda Namora Pande Bosi dan legenda Si Baroar yang dtulis oleh Willem Iskandar pada abad ke-18. Tetapi legenda yang demikian itu tidak memberi keterangan yang cukup berarti mengenai sejarah Mandailing.

Dalam beberapa catatan sejarah seperti sejarah Perang Paderi yang disusun oleh M. Radjab, disebut-sebut mengenai Mandailing dan keterlibatan orang Mandailing dalam Perang Paderi. Catatan sejarah ini hanya berhubungan dengan masyarakat Mandailing pada abad ke-18 dan awal masuknya orang Belanda ke Mandailing. Bagaimana sejarh atau keadaan masyarakat Mandailing pada abad-abad sebelumnya tidak terdapat tulisan yang mencatatnya.

Kitab Negarakertagama
Mpu Prapanca, seorang pujangga Kerajaan Majapahit menulis satu kitab yang berjudul Negarakertagama sekitar tahun 1365. kitab tersebut ditulisnya dalam bentuk syair yang berisi keterangan mengenai sejarah Kerajaan Majapahit. Menurut Prof. Slamet Mulyana (1979:9). Kitab Negarakertagama adalah sebuah karya paduan sejarah dan sastra yang bermutu tinggi dari zaman Majapahit.

Berabad-abad setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit, keberadaan dimana kitab ini tidak diketahui. Baru pada tahun 1894, satu Kitab Negarakertagama ditemukan di Puri Cakranegara di Pulau Lombok. Kemudian pada tanggal & Juli 1979 ditemukan lagi satu Kitab Negarakertagama di Amlapura, Kabupaten Lombok, Pulau Bali.

Dalam Pupuh XIII Kitab Negarakertagama, nama Mandailing bersama nama banyak negeri di Sumatera dituliskan oleh Mpu Prapanca sebagai negara bawahan Kerajaan Majapahit. Tidak ada keterangan lain mengenai Mandailing kecuali sebagai salah satu negara bawahan Kerajaan Majapahit.

Namun demikian, dengan dituliskan nama Mandailing terdapatlah bukti sejarah yang otentik bahwa pada abad ke-14 telah diakui keberadaannya sebagai salah satu negara bawahan Kerajaan Majapahit.. pengertian negara bawahan dalam hal ini tidak jelas artinya karena tidak ada keterangan berikutnya.

Jadi dapatlah dikatakan bahwa Negri Mandailing sudah ada sebelum abad ke-14. Karena sebelum keberadaannya dicatat tentunya Mandailing sudah terlebih dahulu ada. Kapan Negeri Mandailing mulai berdiri tidak diketahui secara persis.

Tetapi karena nama Mandailing dalam kitab ini disebut-sebut bersama nama banyak negeri di Sumatera termasuk Pane dan Padang Lawas, kemungkinan sekali negeri Mandailing sudah mulai ada pada abad ke-5 atau sebelumya. Karena Kerajaan Pane sudah disebut-sebut dalam catatan Cina pada abad ke-6. Dugaan yang demikian ini dapat dihubungkan dengan bukti sejarah berupa reruntuhan candi yang terdapat di Simangambat dekat Siabu. Candi tersebut adalah Candi Siwa yang dibangun sekitar abad ke-8.

Apakah pada abad ke-14 Mandailing merupakan satu kerajaan tidak diketahui. Karena dalam Kitab Negarakertagama, Mandailing tidak disebut-sebut sebagai kerajaan tetapi sebagai negara bawahan Kerajaan Majapahit. Tetapi dengan disebutkan negeri Mandailing sebagai negara, ada kemungkinan pada masa itu Mandailing merupakan satu kerajaan.

Keterangan mengenai keadaaan Mandailing sebelum abad ke-14 tidak ada sama sekali kecuali keberadaaan Candi Siwa di Simangambat. Namun demikian, berdasarkan berbagai peninggalan dari zaman pra sejarah dan peninggalan dari zaman Hindu/Buddha yang terdapat di Mandailing kita dapat mengemukakan keterangan yang bersifat hipotesis. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indeks Integritas Ujian Nasional,  Paluta, Tapsel dan Madina Terendah

    Indeks Integritas Ujian Nasional, Paluta, Tapsel dan Madina Terendah

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Meski hasil ujian nasional (UN) tingkat SMA sederajat 2015 telah diumumkan pada Jumat (15/5) lalu, hingga kini Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara belum menerima laporan dari kabupaten/kota mengenai data dan persentase kelulusan. “Kita belum menerima laporan dari dinas pendidikan kabupaten/kota tentang persentase kelulusan di daerah,” beber Koordinator UN Sumut August Sinaga, Rabu (20/5). […]

  • Anggota DPRD Terancam Penjara

    Anggota DPRD Terancam Penjara

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan diharapkan melakukan proses hukum terhadap sejumlah anggota DPRD Tapanuli Selatan masa bakti 2004-2009 yang hingga saat ini belum melakukan pengembalian dana tunjangan komunikasi intensif tahun 2006. “Batas toleransi pengembalian dana tersebut sudah lebih setahun, karena itu anggota DPRD Tapsel periode 2004 -2009 yang hingga saat ini belum mengembalikan dana TKI […]

  • Bupati Madina: Perbanyak Aktivitas Positif di Masjid

    Bupati Madina: Perbanyak Aktivitas Positif di Masjid

    • calendar_month Jumat, 3 Nov 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut, Ja’far Sukhairi Nasution meresmikan masjid Ali Haromain, Lingkungan VI, Kelurahan Kotasiantar, Kecamatan Panyabungan, Jumat (3/11/2023) Hadir antara lain Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis; Wakil Ketua DPRD Madina Erwin Nasution; sejumlah kepala OPD Pemkab Madina, camat Panyabungan, Danramil 13 Panyabungan, perwakilan Polres Madina, Lurah Kotasiantar Muhammad […]

  • Pedangdut A Rafiq Meninggal Dunia

    Pedangdut A Rafiq Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 20 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO), Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Artis senior, penyanyi dangdut A Rafiq meninggal dunia. A Rafiq meninggal di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta Barat. “Iya benar meninggal” kata pengacra putra A Rafiq, Fahd A Rafiq, Samsul Huda saat dihubung, Sabtu (19/1/013) pukul 19.10 WIB. A Rafiq sempat dirawat di rumah sakit lantaran anaknya, Fath A […]

  • Kebijakan Blunder, Watak Asli Sistem Demokrasi

    Kebijakan Blunder, Watak Asli Sistem Demokrasi

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ross A.R Aktivis Dakwah Kota Medan Para penguasa negeri seakan bebas bertindak apapun, ironisnya para penguasa yang dimana mereka seharusnya mengeluarkan kebijakan yang adil dan tidak ada ketimpangan sosial. Namun tak heran jika para penguasa saat ini mengeluarkan kebijakan itu sesuai pesanan dan sesuai keinginan. Baru-baru ini undang-undang baru bahwa KPK dilarang menyelidiki dan […]

  • Atika, Bawa Peternak ke Payakumbuh, Target Penuhi 20 Persen Telur di Madina

    Atika, Bawa Peternak ke Payakumbuh, Target Penuhi 20 Persen Telur di Madina

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PAYAKUMBUH (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menargetkan mampu memenuhi 20 persen kebutuhan telur di daerah ini mulai 2027. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution saat membawa rombongan, termasuk peternak, studi tiru peternakan ayam petelur di Payakumbuh, Sumatera Barat, Rabu (3/6/2026). Kunjungan ini bagian dari strategi meningkatkan kemandirian […]

expand_less