Senin, 16 Mar 2026
light_mode

Kagumi Konsep Kun Fayakun, Wanita Amerika Ini Memeluk Islam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 11 Nov 2013
  • print Cetak

“Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan, ‘Jadilah, lalu terjadilah’,” surah al-An’am ayat 73. Inilah ayat yang membuat seorang wanita Amerika, Linda Koloctronis, mulai tertarik dengan Islam.

Pada mulanya, ia membaca Alquran untuk mencari kesalahan di dalamnya. Namun, konsep kun fayakun dalam surah tersebut telah mengubah niatnya. Mengapa? Karena ia telah mengenal konsep kekuasaan Allah itu sejak kecil, jauh sebelum ia mengenal Islam.

Perjalanan Linda hingga mendapat hidayah cukup panjang. Saat ini, ia telah berislam sekitar 26 tahun dan menjadi seorang penulis buku Islam yang didominasi fiksi Islami. Beberapa karyanya, yakni, Islamic Jihad: An Historical Perspective (1990), Innocent People (2003), Echoes (2006), Rebounding (2006), Turbulence (2007), Ripples (2008), dan Silence (2009).

Linda memeluk Islam saat usianya 23 tahun. Hingga mendapat cahaya hidayah, Linda mengalami pengalaman hidup yang tak singkat. Sejak kecil, ia dibesarkan dekat dengan gereja Lutheran. Ia juga mengenyam sekolah dasar di sekolah Lutheran. Ia bahkan bercita-cita menjadi menteri yang kemudian dapat menyebarkan Lutheranisme. Namun, di perjalanannya meraih cita inilah Linda justru menemukan Islam.

Atas keinginannya menjadi menteri Lutheran, Linda pun kuliah di Truman State University (Northeast Missouri State University). Gadis keturunan Yunani-Jerman ini begitu menggebu dalam mendakwahkan paham Luther. “Untuk mengejar mimpiku, aku pindah ke sebuah universitas negeri dua ratus mil jauhnya dari rumah. Di sana aku segera menghubungi pendeta dari gereja Lutheran setempat dan mengatakan kepadanya bahwa aku ingin membantu apa saja yang aku bisa. Sebagai tugas pertama aku dikirim sebagai wakil pendeta untuk menyambut mahasiswa internasional baru. Saat tugas itulah, aku bertemu Muslimin untuk kali pertama,” kisah Linda.

Linda bertemu dengan seorang mahasiswa Muslim asal Thailand bernama Abdul Mun’in. Pertama kali bertemu, Linda merasa asing dengannya. Linda terheran dengan kebiasaan pria Thailand itu yang sering kali menyebut kata “Allah” dalam setiap ucapannya. Itulah kontak pertama Linda dengan Islam.

Linda kemudian mengetahui bahwa pria itu menganut agama Islam. Kesan pertama Linda adalah merasa kasihan dengannya. Ia pun berpikir untuk mendakwahkan Kristen kepada Abdul Mun’im.

“Aku mengajaknya ke gereja. Ia memenuhi ajakanku, namun ia membawa salinan Alquran. Aku pun sangat malu melihatnya. Ia pun justru memberitahuku sedikit tentang apa itu Islam dan Alquran,” ujar Linda mengenang.

Linda tak tahu banyak tentang Islam, kecuali agama yang buruk. Ia selalu mendengar Islam dalam sudut pandang negatif. “Selama tahun 1960-an, banyak kulit putih di Amerika percaya bahwa Muslim kulit hitam berencana menggulingkan masyarakat kulit putih Amerika,” kata Linda.

Setelah kejadian itu, Linda putus kontak dengan Abdul Mun’im. Di saat itu pula, semangat Linda menjadi menteri Lutherian mulai pupus. Ia ditolak banyak gereja dengan alasan ia seorang wanita. “Tahun 1970-an banyak gereja menolak untuk menahbiskan perempuan. Perempuan dilarang berbicara di gereja,” ujar Linda.

Karena mendapat banyak penolakan, Linda pun kemudian belajar di Lutheran School of Theology di Chicago. Di sana ia memulai pelatihan pelayanan gereja. Namun, saat belajar, ia justru mendapatkan kekecewaan dari seorang profesor yang mengatakan bahwa Alkitab tak sempurna. Linda pun kemudian segera meninggalkan Chicago.

Akhirnya, ia memilih bekerja sebagai seorang sekretaris. Ia pun memiliki banyak waktu luang. Di sela-sela waktunya itulah, ia kembali mengingat Islam dan tertarik mengetahuinya lebih lanjut. “Suatu hari aku pergi ke toko buku dan membeli terjemahan paperback dari Alquran. Aku merupakan seorang sarjana filsafat dan agama. Jadi, pastinya aku memiliki keterampilan yang aku butuhkan untuk mengekspos kesalahan dalam Alquran yang dengannya aku dapat membuka mata teman-teman Muslimku bahwa mereka salah,” ujar Linda percaya diri.

Namun, saat membaca Alquran, Linda kalang kabut. Ia tak mendapati kesalahan ataupun inkonsistensi dalam kitabullah. Hingga tiba ia di surah al-An’am ayat 73. Linda begitu terpesona dengan pahamkun fayakun.

“Saat masih kecil, aku sering menghadiri sekolah minggu dan sekolah Alkitab saat liburan. Di sana aku belajar tentang bagaimana Allah menciptakan dunia. Tuhan berkata, ‘Jadilah terang’, dan jadilah ia. Dari situ aku mulai bertanya-tanya, mengapa konsep itu sama. Apakah Allah dalam Islam adalah Tuhan yang sama yang selalu aku sembah?” ujar Linda bertanya-tanya.

Ia pun mengaku makin mempelajari Islam setelah membaca ayat tersebut. Itulah kali pertama Linda merasakan ketertarikan akan Islam. “Aku merasa seolah-olah aku telah menginjak-injak air dan akhirnya aku menemukan tanah,” demikian perasaan Linda setelah banyak mengetahui tentang Islam.

Memeluk Islam
Setelah memiliki banyak pertanyaan, Linda mendapat jawaban dari teman-teman Muslimnya, termasuk Abdul Mun’im. Tak lama, Linda pun memutuskan bersyahadat. Saat itu, tepat pada Ramadhan, ia mengucapkan syahadat di masjid kampus tempatnya menempuh gelar master.

Linda pun mengubah namanya menjadi Jamilah. Ia tak langsung mengenakan jilbab. Setelah beberapa bulan berislam, ia baru merasakan keinginannya untuk menutup aurat. Bertahap, Linda memantapkan diri menjadi seorang Muslimah. Lalu setelah beberapa waktu, Linda menikah dengan Abdul Mun’im. Keduanya membangun rumah tangga yang dipenuhi pendidikan Islam.(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mata Rakyat

    Mata Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 7 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : MISRON SAIDI BATUBARA, ST* Pemilu 2019 yang sudah mendekat, haruslah dijamin bahwa secara kualitas akan lebih baik dari pada Pemilu 2014, baik dari jumlah pemilih yang lebih banyak dan jumlah pelanggaran yang harus lebih berkurang. Itu semua menjadi PR penting bagi seluruh elemen baik penyelenggara pemilu bahkan rakyat secara umum untuk menjamin pemilu […]

  • KTNA dan Pertanian Madina

    KTNA dan Pertanian Madina

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengurus baru Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Mandailing Natal (Madina) telah dilantik pada Kamis (20/3/2014). Tentunya kita berharap peran KTNA ini mampu lebih memperbanyak inovasi di sektor pertanian, baik dari sisi intensifikasi mapun eksentifikasi pertanian dan dunia nelayan. Pada kesempatan itu Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dan naskah pidatonya menyatakan bahwa saat ini program […]

  • Persib Terganggu Penundaan Jadwal

    Persib Terganggu Penundaan Jadwal

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Laga menghadapi Persipura akan ditunda karena harus mengikuti Liga Champions Asia. Persiapan Persib Bandung jelang tur Papua terganggu oleh kabar penundaan jadwal dua laga di Tanah Papua. Persib dijadwalkan akan menghadapi Persiwa Wamena yang semula dijadwalkan 15 Februari dan Persipura Jayapura 19 Februari 2012. Kedua laga tersebut kemungkinan harus ditunda karena Persipura harus berlaga di […]

  • Harga Karet Melorot Lagi

    Harga Karet Melorot Lagi

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hanya dalam hitungan beberapa hari saja harga getah karet di beberapa pasar karet di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melorot ke angka Rp. 8.500 per Kg dari sebelumnya sudah mencapai Rp.10.000. Sejumlah petani karet kepada Mandailing Online, Selasa (26/3) mengaku gelisah dengan penurunan harga ini. “Kita merasa kaget akibat anjloknya harga karet […]

  • Isu Mutasi Merebak di Pemkab Madina

    Isu Mutasi Merebak di Pemkab Madina

    • calendar_month Selasa, 12 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam beberapa hari terakhir issu mutasi besar-besaran menjadi pembicaraan hangat dikalangan PNS Pemkab Mandailing Natal. Bahkan beberapa nama sudah diproyeksikan jatah menduduki jabatan eselon II, III dan IV. Perbincangan hangat di kalangan PNS itu menyebutkan bahwa nama-nama yang akan menduduki jabatan itu merupakan mereka aktif ikut dalam kunjungan kerja bupati di […]

  • 3 Murid SD Madina Wakil Sumut ke Olimpiade PAI Tingkat Nasional

    3 Murid SD Madina Wakil Sumut ke Olimpiade PAI Tingkat Nasional

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    gambar 3 murid SD Islam Adnani Panyabungan yang akan mengikuti Festifal PAI Nasional foto bersama dengan 3 anggota DPRD Madina PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiga murid SD dari Mandailing Natal (Madina) akan menjadi utusan Sumut ke Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) tingkat nasional. Masing-masing bernama Nur Jannah Angriani, Rian Hatjih Rangkuti, […]

expand_less