Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Pembebasan Lahan Jalan Akses Bandara Kualanamu Capai 98%

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
  • print Cetak

Jakarta – Pembebasan lahan di jalan akses Bandara Kualanamu sudah mencapai 98 persen. Namun, pekerjaan jalan akses Bandara Kualanamu masih menemui hambatan dalam pengerjaannya. Hal tersebut dikarenakan beberapa bidang tanah yang totalnya 1,5 km, masih diminta ganti rugi tanahnya oleh penduduk, padahal tanah tersebut milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN).
“Beberapa bidang tanah sejumlah 1,5 km tersebut adalah milik PTPN, ganti ruginya juga sudah diberikan kepada PTPN, sedangkan kepada penduduk yang menempati lahan dan sebagai pemilik bangunan, itu diberikan ganti rugi berupa bangunan dan tanaman. Yang jadi masalah adalah, penduduk itu masih minta bahwa tanahnya dibayar juga kepada mereka,” tutur Direktur Bina Pelaksanaan Wilayah I, Wijaya Seta, usai pelantikan eselon II oleh Menteri PU Djoko Kirmanto di Jakarta, Jumat (22/11).

Karena secara prinsip tanahnya sudah bebas, Seta mengatakan agar pekerjaan dapat terus berjalan, pihaknya meminta bantuan dari aparat keamanan untuk mengawal saat para pekerja melakukan pekerjaan di tempat tersebut. Seta mengatakan, sebenarnya jalan akses menuju bandara Kualanamu tersebut sudah dapat melayani.

Namun, memang di beberapa tempat terdapat penyempitan dan itupun tidak menyebabkan kemacetan. “Sampai saat ini sebenarnya sudah bisa melayani, artinya kita ke bandara juga tidak ada masalah. Justru, macetnya dukan di lokasi 14,5 km tersebut tapi sebelumnya yaitu di kotanya. Namun memang akan lebih aman dan bagus kalau jalan itu sudah 4 lajur,” tambah Seta.

Seta menjelaskan bahwa jalan akses Bandara Kualanamu mempunyai panjang 14,5 km. Terdiri dari 13,5 km jalan dan 1 km Fly Over, saat ini yang sudah beroperasi 1 Fly Over kemudian jalan yang 2 lajur 2 arah itu sudah 13,5 km dan yang 4 lajur 2 arah sampai saat ini sudah beroperasi 8 km.

“Jadi dari 13,5 km tersebut 7 km lagi yang masih dalam pengerjaan yang secara kontrak selesai di tahun 2014,” tambah Seta. Sedangkan jalan tol Medan-Kualanamu, Seta mengatakan saat ini pembebasan tanahnya sudah mencapai 73 persen. Sedangkan pembangunan fisiknya masih sekitar 4 persen.

“Keterlambatan ini terjadi karena permasalahan manajemen kontraktor Cina itu sendiri, schedule-nya sendiri 11 persen namun baru terealisasi 4 persen,” tambah Seta.

Hambat Konstruksi
Ia mengakui, faktor hambatan warga membuat para pekerja di lapangan menjadi terganggu, bahkan sempat berhenti bekerja. Sebagai solusi agar pekerjaan dapat terus berjalan, pihaknya meminta bantuan dari aparat keamanan untuk mengawal para pekerja melakukan pekerjaan konstruksi jalan.

Ia mengklaim akses jalan darat ke Bandara Kualanamu sudah dapat terlayani dengan baik, meski di beberapa tempat terdapat penyempitan dan tidak menyebabkan kemacetan. “Sampai saat ini, sebenarnya tidak ada masalah. Justru, macetnya bukan di lokasi 14,5 kilometer tersebut tapi sebelumnya yaitu di kawasan kota (Lubukpakam -red). Namun, memang akan lebih aman dan bagus kalau jalan itu sudah empat lajur,” ujarnya.

Seta menjelaskan bahwa jalan akses Bandara Kualanamu mempunyai panjang 14,5 km, terdiri dari 13,5 km jalan dan 1 km Fly Over. Saat ini, yang sudah beroperasi 1 Fly Over, kemudian jalan yang dua lajur dua arah itu sudah 13,5 km dan yang empat lajur dua arah sampai saat ini sudah beroperasi 8 km. “Jadi, dari 13,5 km tersebut, 7 km lagi masih dalam pengerjaan yang secara kontrak selesai di 2014,” kata Seta. (MB)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meraih Kemerdekaan Hakiki

    Meraih Kemerdekaan Hakiki

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Indonesia memang sudah 70 tahun merdeka dari penjajahan fisik (militer). Namun, sejak merdeka tahun 1945 dari penjajahan fisik (militer) hingga saat ini, sesungguhnya negeri ini masuk dalam perangkap penjajahan gaya baru, yakni penjajahan non-fisik (non-militer). Artinya, hingga kini Indonesia sesungguhnya masih terjajah dan belum sepenuhnya merdeka secara hakiki. Masih Terjajah Penjajahan (imperialisme) adalah politik […]

  • Generasi Muda, Jadilah Penyebar Tauhid

    Generasi Muda, Jadilah Penyebar Tauhid

    • calendar_month Rabu, 9 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfi Ummuarifah Pegiat Literasi Islam Kota Medan Tragedi di Itaewon dan beberapa tragedi lain dengan hilangnya ratusan nyawa dalam acara-acara hiburan yang melibatkan generasi muda semakin mengkhawatirkan. Hilangnya ratusan nyawa itu tak dianggap masalah oleh negara. Kasusnya pun tidak terlalu diseriusi untuk diselesaikan. Peluang untuk terjadi lagi selalu ada. Masyarakat tak punya kepastian akan […]

  • UMAT HANYA BUTUH ISLAM

    UMAT HANYA BUTUH ISLAM

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) tengah diusung DPR untuk disahkan. Namun, RUU ini mendapat penolakan keras dari masyarakat, khususnya elemen kaum Muslim. MUI, Muhammadiyah dan NU sepakat menolak pengesahan RUU tersebut. Penolakan ini diikuti dengan pernyataan sikap serupa oleh berbagai ormas dan MUI di berbagai daerah. Menurut Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas, RUU […]

  • Kinerja Buruk, Kadishutbun Madina Dicopot

    Kinerja Buruk, Kadishutbun Madina Dicopot

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Plt. Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution mencopot Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Mara Ondak Harahap dari jabatannya, Selasa (15/4/2014). Pemberherntian itu tertuang dalam surat keputusan Plt. Bupati Madina Nomor 821.3/999/BKD/2014 tanggal 14 April 2014 sekaligus mengangkat Asisten III, Musaddad Daulay sebagai Plt Kadishutbun Madina. Selain itu, jabatan Kepala Dinas […]

  • 2 PNS Pemkab Paluta Terima Penghargaan dari SBY

    2 PNS Pemkab Paluta Terima Penghargaan dari SBY

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGBOLAK- Dua PNS di lingkungan Pemkab Paluta menerima penghargaan Satyalencana Karya Satya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tanda kehormatan itu disematkan Wabup Paluta Riskon Hasibuan, di lapangan Merdeka, Lingkungan II, Kelurahan Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, Rabu (17/8). Kedua PNS tersebut adalah H Mara Lobi Siregar yang menjabat Kepala Badan Perizinan dan Pelayanan Terpadu […]

  • Hutan Register 89 dirambah secara ilegal

    Hutan Register 89 dirambah secara ilegal

    • calendar_month Sabtu, 6 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Hutan Lindung Register 86 terletak di desa Siregar Aek Nalas Simarsarudung dan Desa Sampuara Kecamatan Uluan Kabupaten Toba Samosir, persis di bibir pantai Danau Toba dirambah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Alhasil ekosistem danau toba yang di banggakan sebagai objek wisata Provinsi Sumatera ini terancam, baik erosi dan pendangkalan air danau […]

expand_less