Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Lynette Wehner: Alquran Seperti Ditulis Untukku

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
  • print Cetak

Kisah Lynette Wehner memeluk Islam bermula ketika ia bekerja di sebuah sekolah Islam. Sikap profesionalnya itu menafikan kekhawatiran keluarganya. “Anda pasti akan menjadi Muslim,” ungkap Wehner, menirukan pandangan mertuanya, seperti dilansir onislam.net, Senin (25/11).

Perkataan mertuannya itu memang membekas dipikirannya. Namun, ia tidak memungkiri memiliki sebuah kelas lebih penting ketimbang harus khawatir soal mertuannya. Sejak lama, Wehner inigin menjadi guru. Ia ingin memiliki kelas, tempat dia mendidik anak-anak.

“Kenakan jilbab dan berpakaian Islami memang hal yang asing. Yang saya pikirkan saat itu adalah, saya orang yang terbuka dengan apapun, dan bertekad ini akan menjadi pengalaman berharga bagi saya,” ucapnya.

Di hari pertama, semua berjalan lancar. Sikap gugup Wahner mencari ketika teman-teman sesama guru menciptakan suasana yang nyaman bagi Wehner. Sikap temannya inilah yang membekas di hati Wehner. “Saya pikir seorang Muslim itu kaku, tegas dan serius. Nyatanya, mereka terlihat santai. Jadi, selama ini stereotip yang berkembang itu tidak benar,” ucapnya.

Tak terasa, sudah setahun Wehner mengabdi. Tidak ada tekanan apalagi intimidasi. Wehner justru semakin menikmati, jauh lebih menikmati ketimbang ia dalam lingkungan gereja. “Yang membuat saya heran itu, mengapa anak didik saya sendiri, yang Muslim, tahu cerita-cerita di Injil. Lalu mereka mulai banyak bertanya soal agamaku,” ucapnya.

Wehner memang besar dalam tradisi Katolik. Namun, ia tidak merasa nyaman dengan itu. Itu sebabnya, banyak hal dilakukannya guna memberikan rasa nyaman ketika berkomunikasi dengan Tuhan. Ia ingin hatinya merasakan kehadiran Tuhan.

Sejak menjadi guru di sekolah Islam itulah, dan mendapatkan banyak pertanyaan tentang ajaran Kristen, mendorong Wehner lebih dalam mempelajari agamanya. Di luar itu, Wehner mulai membaca buku-buku tentang Islam yang ditinggalkan anak didiknya.

Mulailah Wehner bertanya tentang ajaran Islam kepada guru-guru lain. Dialog diantara Wehner dan temannya berlangsung intensif dan mendalam. Wehner begitu bersemangat menemukan banyak hal baru dalam Islam dan Muslim.

“Saya mulai membaca Alquran. Memang ini tidak membuat nyaman keluarga saya,” ucapnya.

Ketika membaca Alquran, Wehner begitu takjub, Bibirnya gemetar, tubuhnya mengigil. “Apa yang dituliskan seperti untuk saya. Saya menangis. Namun, ada yang menghambat saya menerimanya dalam hati,” ucap dia.

Bertahun-tahun membaca dan berdiskusi dengan banyak orang. Pada akhirnya, Wehner tak bisa menahan diri. Ia pergi ke kamar anaknya, lalu ia berdoa kepada Allah. “Untuk kali pertama, saya tidak berdoa kepada Yesus. Ini membuat saya sempat khawatir apakah telah melakukan hal yang benar. Saya takut Yesus marah kepada saya,” ucapnya.

“Saya hanya bisa menangis setelah itu. Saya belum pernah merasa dekat dengan Tuhan. Tapi Alhamdulillah, keputusan saya sudah bulat dan saya menjadi Muslim, Alhamdulillah,” kata dia.(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Irwan Daulay : Ini Poin Yang Menjadi Dalil Kuat Dibatalkannya SKTT PPPK Madina

    Irwan Daulay : Ini Poin Yang Menjadi Dalil Kuat Dibatalkannya SKTT PPPK Madina

    • calendar_month Minggu, 31 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN: (Mandailing Online)- Kepegawaian Negara belum satupun memberikan ACC (persetujuan) Nomor Induk kepada ratusan tenaga guru, tenaga teknis dan tenaga kesehatan yang menang di seleksi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja atau PPPK 2023 Kabupaten Madina. Dikutip dari laman Pojoksatu.id,  Plt Kepala BKN Haryomo Dwi Putranto dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI, Rabu kemaren […]

  • Pejabat Bupati Madina Sampaikan 14 Ranperda

    Pejabat Bupati Madina Sampaikan 14 Ranperda

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pejabat Bupati Madina Ir. Aspan Sopian Batubara menyampaikan 14 rancangan peraturan daerah ( Ranperda ) kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Madina pada paripurna DPRD Madina yang dipimpin Ketua DPRD Madina As Imran Khaitamy Daulay SH, Kamis (11/11). Pada Kesempatan itu Bupati Madina Ir Aspan Sopian menyampaikan selama satu dasawarsa perjalanan pemerintahan […]

  • Apresiasi Terhadap Bupati Madina Terus Mangalir

    Apresiasi Terhadap Bupati Madina Terus Mangalir

    • calendar_month Senin, 25 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Apresiasi terhadap Bupati Madina, Ja’far Sukhairi Nasution terus mengalir menyusul penandatanganan perpanjangan SK honorer dan TKS hari ini. Setidaknya apresiasi itu datang dari pihak legislatif, advokad hingga kalangan pegawai honor. Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis mengapresiasi kearifan Bupati  Ja’far Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution […]

  • Gubsu Salahkan Bupati Madina

    Gubsu Salahkan Bupati Madina

    • calendar_month Jumat, 22 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Apapun alasannya, termasuk upaya mendisiplinkan, tindakan Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution yang menonjobkan Ahmad Rizal Efendi dari jabatan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dinulilai perbuatan keliru. Sebab, dilakukan saat tahapan pilkada sedang berjalan. Demikian Medanbisnisdaily.com mengutip pernyataan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, Kamis. “Apapun alasannya (Dahlan), yang […]

  • Warga Madina : “Kami ke Pasar Panyabungan Bagaikan Pergi ke Sawah”

    Warga Madina : “Kami ke Pasar Panyabungan Bagaikan Pergi ke Sawah”

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Oisdah…pasar…!!!. Songon na kehe tu saba doma iba tu pasar on”. (Aduhhh….pasar. Bagaikan pergi ke sawah lah aku yang ke pasar ini). Itu umpatan seorang perempuan pengunjung relokasi Pasar Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumut yang didengar Mandailing Online, Senin (12/10/2020). Perempuan berumur sekira 57 tahun itu merepet-repet sambil melihat sepatunya sudah […]

  • Jalan Lintas Pantai Barat Longsor di Dua Titik

    Jalan Lintas Pantai Barat Longsor di Dua Titik

    • calendar_month Senin, 4 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA Akibat hujan yang terus mengguyur Kabupaten Mandailing Natal sejak beberapa hari terakhir ini, mengakibatkan longsor di dua titik jalan lintas provinsi menuju Pantai Barat Madina tepatnya di Kecamatan Batang Natal. Jalan sepanjang sekitar 35 kilometer tersebut menjadi langganan longsor setiap tahunnya di musim penghujan. Informasi dihimpun METRO dari Imsaruddin (22), warga Desa Tarlola, Kecamatan […]

expand_less