Rabu, 23 Sep 2026
light_mode

BUKU MUATAN LOKAL MADINA, ADA APA?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 17 Jan 2014
  • print Cetak

Wawancara dengan Askolani Nasution

Dinas Pendidikan Mandailing Natal (Madina) telah memakai buku “Mengenal Lebih Dekat Mandailing Natal” dalam menerapkan kurikulum Muatan Lokal di sekolah-sekolah dasar kelas IV,V,VI se-Madina tahun 2012 lalu sesuai dengan amanat undang-undang.

Buku ini dinilai para kalangan sebagai buku yang paling memenuhi syarat sebagai buku pegangan murid untuk pelajaran muatan lokal. Bahkan pihak Dinas Pendidikan Sumut sudah menyatakan bahwa buku ini diharapkan menjadi acuan penyusunan buku muatan local di kabupetan-kabupaten se-Sumut. Tak cuma itu, Kabupaten Berangin, Jambi, sampai harus datang ke Madina melihat buku ini sebagai study banding.

Tetapi, terkini pihak Dinas Pendidikan Madina nampaknya mulai mengalihkan ke buku lain, tanpa diketahui penyebabnya.

Lalu, bagaimana sebenarnya buku muatan lokal, bagaimana pula standar yg harus dipenuhi? Berikut ini Holik Nasution dari Mandailing Online melakukan wawancara dengan Askolani Nasution, penulis buku buku Muatan Lokal “Mengenal Lebih Dekat Mandailing Natal” tersebut. Berikut petikannya:

Tahun 2012 yang lalu, buku Anda kabarnya sempat digunakan sebagai buku mata pelajaran Muatan Lokal di Mandailing Natal. Bagaimana sekarang lanjutannya?

Memang benar, waktu itu sudah sempat digunakan sebagai buku mata pelajaran Muatan Lokal di seluruh Sekolah Dasar di Mandailing Natal. Tapi tahun 2013 kemarin, entah mengapa, buku itu tidak digunakan lagi. Saya tidak tahu penyebabnya, itu Dinas Pendidikan yang paling tahu.

Urgensi buku itu seperti apa?

Pertama, itu satu-satunya buku mata pelajaran Muatan Lokal untuk Mandailing Natal yang mendapat rekomendasi dari Tim Pengembang Kurikulum Sumatera Utara dan Perpustakaan Nasional. Tentu karena dinilai sudah memenuhi ketentuan buku pegangan murid untuk pelajaran Muatan Lokal.

Ketentuan seperti apa maksudnya?

Ada banyak ketentuan yang harus dipenuhi untuk menjadi buku pegangan murid, baik dari segi isi maupun penyajian, Content dan Layout lah istilahnya. Misalnya ketentuan muatan isi, baik tingkat kedalaman berpikir maupun target pembelajarannya. Sebab, sebuah buku pegangan murid, itu amat berbeda dengan buku referensi lain. Penulis buku referensi, belum tentu bisa menulis buku teks pelajaran, karena adanya acuan-acuan tertentu yang harus dipenuhi.

Bisa Anda perdalam tentang acuan tersebut?

Begini, sebuah buku mestinya disesuaikan dengan tingkat kecakapan berpikir anak, baik dari segi kerangka berpikir, metode penyajian, hingga penggunaan bahasa. Anak SD misalnya, hanya mampu berpikir pada tingkat mengetahui. Dalam evaluasi pendidikan, tingkat itu dikenal dengan Ranah C1. Atau paling tinggi sampai Ranah C2, memahami konsep dan istilah keilmuan saja. Yang tahu betul tentang ranah itu, ya guru. Karena itu, lucu rasanya kalau ada penulis yang bukan guru menulis buku teks pelajaran.

Selain itu, buku pelajaran juga harus mengacu kepada kurikulum yang terinci. Jangan lupa, kurikulum nasional hanya membuat acuan untuk pelajaran nasional. Untuk kurikulum Muatan Lokal, harus dibuat daerah sendiri. Acuan kurikulum itu harus terurai secara sistematis per satuan kelas, satuan semester, dan satuan tatap muka. Itu yang dijadikan acuan untuk penulisan buku teks pelajaran. Kurikulum itu belum ada di daerah. Karena itu kemarin, kita mulai perumusan itu dengan Tim Pengembang Kurikulum Daerah dengan melibatkan tokoh-tokoh adat dan budaya. Hasil rumusan itu yang kita tindak-lanjuti menjadi buku teks “Mengenal Lebih Dekat Mandailing Natal.”

Harus seperti itu ya?

Tentu saja, karena sebuah buku Muatan Lolak harus dipastikan memuat karakteristik daerah, karena mata pelajaran ini diniatkan agar peserta didik memiliki kecakapan tentang potensi dan khazanah daerahnya, jangan hanya disusupi wawasan global saja. Jadi output pendidikan kita jangan hanya memiliki kecerdasan global, tetapi juga memiliki kecerdasan daerah. Dalam konteks seperti itu buku muatan lokal menjadi domain daerah.

Dan buku yang Anda tulis sudah memenuhi standar itu?

Kita melalui serangkaian sistematika yang harus kita lewati untuk memastikan kaidah itu telah terpenuhi. Pertama, pembahasan di tingkat Tim Pengembang Kurikulum Daerah yang melibatkan tokoh adat dan budaya Mandailing Natal. Naskah beberapa kali kita ubah hingga kita peroleh rekomendasi dari tim tersebut.

Lolos dari situ, kita bawa ke Tim Pengembang Kurikulum Provinsi. Di tahap ini ada lagi beberapa perubahan. Antara lain perubahan jenis font yang digunakan, perbandingan jumlah gambar dan teks, dan warna. Lolos dari situ, kita bawa lagi ke Perpustakaan Nasional untuk memperoleh ISBN. Itu nomor standar buku bahwa buku tersebut telah layak diterbitkan. Acuanya mulai dari orisinalitas bahan, standar keilmiahan, dan relevansi dengan tingkat pendidikan pembaca. Atas dasar nomor itu, buku “Mengenal Lebih Dekat Mandailing Natal” memenuhi semua kriteria. Termasuk surat pernyataan, bahwa penulis buku tersebut harus pernah menjadi guru.

Jadi tidak gampang ya menulis Buku Pelajaran

Tidak gampangnya karena harus ditulis guru, ada acuan kurikulum, ada standar evaluasi yang relevan baik dari segi jenis tagihan dan tingkat berpikir, hingga cakupan ranah kognitif yang sesuai dengan tingkat berpikir peserta didik. Itu baru dasar sebelum masuk ke Tim Pengembangan Kurikulum mulai dari tingkat daerah hingga pusat. Karena itu, lucu rasanya kalau ada buku teks pelajaran muatan lokal yang begitu saja ditetapkan menjadi buku pegangan murid di sekolah.

Kalau begitu, mengapa Dinas Pendidikan hanya menggunakan buku ini setahun?

Itu yang membuat kita merasa miris, apalagi dengan dalih adanya tawaran buku muatan lokal yang lain. Padahal sebuah buku, itu masa pakainya minimal 5 tahun sebelum digantikan buku yang lain. Apalagi buku yang kita tulis telah ditetapkan sebagai buku pegangan murid sekolah dasar untuk daerah Mandailing Natal. Bahkan harganya juga ditetapkan dalam rekomendasi yang kita terima. Jadi sebenarnya, kita bukan pada posisi bermohon lagi agar buku ini terus-menerus digunakan, tetapi mengingatkan kewajiban Dinas Pendidikan untuk melaksanakannya.

Apa saja yang diulas dalam buku itu?

Saya kira hampir semua persoalan Mandailing sudah kita masukkan, baik sejarah, adat, norma, seni-budaya, dan seterusnya. Minimal, dengan buku itu, peserta didik kita harapkan telah memiliki wawasan awal mengenai karakteristik daerahnya. Lalu kita urutkan dengan sistematis dalam standar kompetensi belajar yang relevan dan terukur.

Jika begitu, tidak ada alasan pemerintah daerah untuk tidak menggunakan buku itu?

Jujur, selama ini tiap sekolah bingung menerapkan materi pelajaran muatan lokal. Ada yang membuat pertanian, ada yang aksara Arab Melayu, dan lain-lain, bukan sepenuhnya menggambarkan karakteristik Mandailing Natal yang sebenarnya. Itu yang membuat kita prihatin. Dan kita buat buku ini, kita susun sedemikian rupa sesuai ketentuan penulisan buku teks, kita ingatkan lembaga sekolah, dan seterusnya. Jangan mengira ini hanya persoalan proyek, tetapi sepenuhnya kewajiban pemerintah daerah untuk memenuhinya.

Peliput : Holik Nasution
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MTs Al-Halim Desa Sipogu Tampung Murid Miskin dan Yatim

    MTs Al-Halim Desa Sipogu Tampung Murid Miskin dan Yatim

    • calendar_month Minggu, 28 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) – MTs Al-Halim Desa Sipogu Kecamatan Batang Natal, Madina didirakan berdasar inisiatif Drs. H Abdul Halim Hasibuan, MA. Madrasah Tsanawiyah swasta ini berdiri pada 1 Juli 2013 lalu dan sampai saat ini Mts Al-Halim sudah memiliki 210 siswa-siswi yang belakangan ini anak-anak didiknya berasal dari keluarga miskin dan para anak […]

  • Kenaikan Harga BBM Diumumkan Pukul 22.00 WIB di Kantor Hatta Rajasa

    Kenaikan Harga BBM Diumumkan Pukul 22.00 WIB di Kantor Hatta Rajasa

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Pengumuman kenaikan harga BBM subsidi akan dilakukan pukul 22.00 WIB malam ini di kantor Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta. “Pengumuman kenaikan harga BBM dilakukan hari ini di kantor Menko Perekonomian pukul 22.00 WIB,” demikian informasi dari pihak Kemenko Perekonomian Jumat (21/6/2013). Rencananya akan datang semua menteri-menteri bidang ekonomi, dan juga […]

  • Puskesmas Muarasoma Laksanakan Vaksinasi Covid-19

    Puskesmas Muarasoma Laksanakan Vaksinasi Covid-19

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA SOMA (Mandailing Online) – Penyuntikan vaksin anti virus Covid-19 kepada tenaga medis di wilayah kerja UPTD Puskesmas Muarasoma, Batang Natal, Mandailing Natal berlangsung sukses. Kepala Puskesmas Muarasoma, Nurhasanah Harahap tampil menjadi orang pertama yang menerima suntikan vaksin Covid-19, Selasa (19/2/2021). Vaksinasi berlangsung di lapangan upacara Kelurahan Muarasoma. Vaksinasi ini merupakan satu dari rangkaian penyuntikan […]

  • MENIKAHKAN IDE INKLUSI DENGAN REM SPIRITUAL DALAM TINDAKAN

    MENIKAHKAN IDE INKLUSI DENGAN REM SPIRITUAL DALAM TINDAKAN

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Tanggapan atas Esai Ludfan Nasution Terhadap “Anomali Empat Angka: Sati Nasution dan Peta Jalan Baru Inklusi Sosial Jaringan Kreatif Muda Madina”     Oleh: Moechtar Nasution Penggiat pada GEREP INSTITUTE (Pusat Kajian Madina)   Esai Muhammad Ludfan Nasution, senior saya yang juga penggagas Mandailing Epicentrum dengan taglinenya “wadah pemikiran, pergerakan, dan motivasi kritis untuk […]

  • PT Jakon Tanggung Jawab Atas Kecelakaan Warga di Pekerjaan Bobokan Saluran Air di Pasar Lama

    PT Jakon Tanggung Jawab Atas Kecelakaan Warga di Pekerjaan Bobokan Saluran Air di Pasar Lama

    • calendar_month Rabu, 27 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- pihak perusahaan PT Jaya Kontruksi ( Jakon ) mengaku bertanggung jawab atas kejadian kecelakaan yang menimpa Aini Safitri yang tersungkur di lobang bobokan saluran drainase yang sedang tahap pekerjaan. Hal ini dikatakan salah satu manager PT.Jaya Kontruksi Haryadi pada Mandailing Online Rabu sore 27/9/2023. “Kami tanggung jawab dan sudah memerintahkan […]

  • BLT BBM Jangan Sampai Salah Sasaran Apalagi Dimanipulasi

    BLT BBM Jangan Sampai Salah Sasaran Apalagi Dimanipulasi

    • calendar_month Jumat, 23 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Halvionata Auzora Siregar Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh / Kader HMI Cabang Lhokseumawe   Setelah kenaikan harga BBM seperti pertalite, pertamax dan solar pemerintah pusat telah menganggarkan dana 12,4 triliun rupiah untuk masyarakat kurang mampu dalam skema Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan sebesar Rp300.000 atau Rp600.000 per kepala rumah tangga. Ini menjadi sorotan. Baru-baru […]

expand_less