Minggu, 9 Agu 2026
light_mode

Tyimpanum Novem Sikapi Asosiasi Produser Tabagsel

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 31 Jan 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pimpinan Tyimpanum Novem Film’s, Askolani Nasution akhirnya angkat bicara menyikapi pembentukan Asosiasi Produser Tabagsel (APTA) yang terbentuk pekan lalu di Panyabungan.

Dikatakannya, Tympanum dengan tegas tidak akan ikut masuk ke organisasi APTA tersebut karena organisasi ini tidak sesuai dengan desain dan falsafah perjuangan Tympanum. Meski begitu Askolani tetap menghargai orang untuk berkumpul dan berorganisasi.

Bagi Tympanum, persoalan seni budaya Mandailing bukan hanya masalah produser dan pembajakan. Jauh lebih penting masalah pakem budayanya, hak-hak seniman, royalti atas karya, penguatan identitas budaya, profesionalisme dan lain-lain, bukan persoalan bagaimana produser meraih keuntungan.

“Dan Tympanum Novem bukan lembaga murahan yang bisa diajak-ajak, diklaim, atau dijustifikasi untuk tujuan-tujuan tertentu yang tidak sesuai dengan desain dan falsafah perjuangannya. Karena itu, Tympanum tidak akan pernah menjadi domain apalagi menjadi subordinasi dari organisasi tertentu,” tegasnya, Jum’at (31/1/2014).

Tympanum hanya menginginkan sebuah organisasi bersama yang menguatkan media musik dan film dan organ perjuangan penguatan entitas Mandailing sebagai sebuah bangsa. Sisi bisnisnya nomor dua.

“Kita ingin dikumpulkan semua stackholder seniman musik dan film, kita seminarkan konsepnya dulu, undang pembicara yang menguasai persoalan sejarah, norma, filosofi adat, budayawan. Kita sepakati pakemnya, baru kita rumuskan konsep dan strateginya. Itu yang kemudian dituangkan dalam program kerja organisasi. Jadi bukan kumpul-kumpul produser saja, lalu membentuk pengurus. Yang lain tinggal gabung,” imbuhnya.

“Berembuk untuk membuat pakem musik dan film daerah, mulai dari ornamen, arrasemen, genre musik, kostum penyanyi, dan lain-lain, sehinga ditemukan satu pakem musik daerah yang berkarakter Mandailing, seperti musik-musik daerah Minang, Jawa, dan lain-lain,” lanjut Askolani yang juga sutradara ini.

“Dan musik Mandailing itu seperti apa sih? Apa bedanya dengan dangdut nasional? Tidak ada kan! Dan mana panggung budaya yang disediakan untuk kita para pekerja seni? Tidak ada. Karena seniman dianggap sampah,” katanya.

Di sisi lain, Askolani juga mengaitkannya dengan aturan tentang hak-hak seniman, royalti atas karya. Aspek ini juga harus menjadi perjuaangan organisasi.

“Kasihan, banyak penyanyi daerah yang lagunya diputar saban hari, tapi hidupnya tetap tidak sejahtera. Ali Asrun, Mariati, Parlin Lubis, berapa royalti yang mereka terima dari eksploitasi atas lagu-lagu mereka? Harusnya kita fair!,” tegasnya.

Organisasi APTA itu harus lebih luas. Mulai dari kaidah organisasinya, etikanya, program kerja yang bisa memberi harapan kepada seniman budayawan, posisi tawarnya sehingga pemerintah menaruh hormat atas perkumpulan ini, konsep pembangunan tahun ini-lima tahun ke depan dan seterusnya. Dan perjuangan pembangunan Taman Budaya, upaya bagaimana pelajaran budaya masuk dalam kurikulum daerah.

“Yang kita inginkan adalah sebuah organisasi yang bisa menjadi katalisaor revolusi budaya, sebagaimana Cina mengubah negaranya menjadi bangsa yang maju,” pungkasnya.

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembanguanan Di Madina Timpang Antar Desa

    Pembanguanan Di Madina Timpang Antar Desa

    • calendar_month Senin, 20 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Masyarakat menilai pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) selama ini tidak merata. Antara satu desa dengan desa lain seperti anak tiri dan anak kandung. Itu terungkap di acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Siabu, Senin (20/2). Kepincangan ini dinilai masyarakat akibat pola pengambilan keputusan di instansi tingkat kabupaten lebih pada pendekatan […]

  • Life Skill Program Tepat Untuk Tempah Pemuda Mandiri

    Life Skill Program Tepat Untuk Tempah Pemuda Mandiri

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, (MO) Upaya pemerintah kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam mewujudkan program kerja baru salah satunya adalah dengan menerapkan program life skill, meski program ini belum berjalan tetapi diyakini akan membawa perubaha yang signifikan bagi kemandirian pemuda di Madina Demikian disampaikan oleh Kadispora, Budpar melalui Kasi Bina kewirausahaan pemuda, Daniel Rangkuti kepada MO, Jumat di Panyabungan, […]

  • Narkoba Sudah Menggerogoti Kampung Halamanku

    Narkoba Sudah Menggerogoti Kampung Halamanku

    • calendar_month Kamis, 6 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Siti Khadijah Sihombing, S.Pd Pemerhati generasi muda Baru-baru ini kita dikejutkan dengan begitu banyaknya kasus tindak pidana narkoba yang melanda kota Barus. Bukan 1 orang saja yang menjadi tersangka tetapi banyak sekali tersangka yang beruntun tertangkap di tanggal yang sama. Mulai dari bapak-bapak sampai anak muda menjadi pengguna dan pengedar. Menurut keterangan Kapolres […]

  • Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya: Bupati Gunakan Militer Hadapi Rakyat

    Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya: Bupati Gunakan Militer Hadapi Rakyat

    • calendar_month Minggu, 17 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    JAKARTA, (MO) – Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) gunakan militer hadapi rakryat. Hal itu dikatakan Tantowi Yahya, anggota komisi I DPR yang membidangi pertahanan dan militer. Dia menilai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2013 tentang Penanganan Gangguan Keamanan Nasional sudah cukup baik. Namun persoalannya, Inpres itu dapat disalahgunakan para kepala daerah dalam mempertahankan posisi […]

  • Yonif 100/Raider Gelar Glalap

    Yonif 100/Raider Gelar Glalap

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Batalyon Infanteri 100/Raider sebagai batalyon pemukul Kodam I/Bukit Barisan yang memiliki semboyan cepat, senyap dan tepat, dituntut selalu cepat dalam melihat perkembangan situasi, senyap dalam mendekati sasaran dan tepat dalam penanggulangan ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan. Demikian ditegaskan Pangdam I/BB Mayjen TNI Leo Siegers yang bertindak sebagai Irup pada Upacara Pembukaan Geladi Lapangan (Glalap) […]

  • Tragedi KRI Nanggala, Indonesia Harus Ambil Pelajaran

    Tragedi KRI Nanggala, Indonesia Harus Ambil Pelajaran

    • calendar_month Minggu, 2 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Rusliana,SPd.I Aktivis Forum Muslimah Peduli Mandailing Natal KRI Nanggala 402 secara resmi dinyatakan tenggelam pada Sabtu 24 April 2021 setelah sebelumnya dinyatakan hilang kontak saat melaksanakan misi latihan penembakan torpedo di perairan utara pulau Bali pada Rabu,  21 April 2021 (Tempo.com,26/4/2021). Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan, berdasarkan bukti bukti otentik dapat dinyatakan […]

expand_less